Terpaksa Menikahi Tuan Posesif

Terpaksa Menikahi Tuan Posesif
Cemas


__ADS_3

Lima hari sudah Eric berada di Singapura, Ia benar-benar bekerja keras untuk perusahaan Arga yang tengah dilanda beberapa masalah intern. Arga sang CEO tak serta merta melepaskan tanggung jawab nya begitu saja, Ia terus memantau dan memberikan arahan kepada Eric.


Eric sungguh di luar ekpektasi Arga, laki-laki itu bahkan mampu melakukan inovasi-inovasi baru kepada cabang perusahaan nya yang berada di Singapura. Permasalahan yang tengah di hadapi oleh perusahaan juga berhasil Ia selesaikan dalam tenggat waktu yang singkat.


"Kak Eric benar-benar sosok yang mumpuni untuk menjadi pemimpin di perusahaan kita, nanti malam dia akan terbang ke Indonesia. Besok aku akan mengumumkan jabatan baru untuknya, dan lusa kita rayakan jabatan barunya. Kita sudah melakukan meeting yang membahas jabatan baru untuk kak Eric, bahkan Ayah sendiri memuji kepiawaian kak Eric dalam menyelesaikan masalah intern di perusahaan kita yang di Singapura. Ini akan menjadi kabar baik untuk keluarga ku, pastikan pestanya berjalan dengan baik Pak Sam." Arga tersenyum penuh arti, kakak iparnya benar-benar membuatnya bangga sekali.



"Baik Tuan, saya akan menyiapkan pesta sebaik mungkin," tegas Pak Sam dengan menganggukkan kepala.


🍁🍁🍁


"Sayang, ayo. Jangan sampai kita terlambat menjemput kak Eric. Aku benar-benar sudah sangat merindukannya," ucap Erina sambil mengenakan blazer berwarna hitam yang senada dengan warna bajunya.



Udara malam itu terasa sangat dingin sekali, di tambah dengan guyuran hujan yang sedari tadi tak kunjung berhenti. Membuat Erina harus memakai pakaian berlapis agar tak kedinginan.


"Iya sayang, ini Aku udah siap. Yuk, berangkat sekarang!" ajak Arga.


Arga dan Erina berjalan beriringan, tampak serasi dan harmonis sekali. Siapa pun yang melihat pada pasangan ini pasti akan merasa Iri dengan kemesraan mereka berdua. Cantik dan tampan itulah yang terlintas saat bertemu dengan CEO Montana dan sang istri.


🍁🍁🍁


Mobil Arga tampak membelah jalanan yang saat ini sedang di guyur hujan, hawa dingin kembali menyergap tubuh Erina. Entah kenapa malam itu terasa sangat dingin sekali, Arga dengan sigap segera menarik istrinya dalam dekapannya. Mengelus pelan lengan dan jemari Erina.

__ADS_1


"Masih dingin sayang?" tanya Arga dengan tangan masih mengelus lembut jemari Erina.


"Sudah lebih hangat sayang," jawab Erina dengan menyunggingkan sebuah senyuman yang tergambar di wajah yang ayunya.


🍁🍁🍁


Eric tampak berjalan dengan semangat, Ia sudah tak sabar untuk bertemu dengan Anggen dan Erina, kerinduan yang sudah tertahan selama beberapa hari itu. Akhirnya akan terlampiaskan malam ini, Erina begitu antusias menyambut kakaknya.


"Kak Eric!" serunya seraya membentangkan tangan, Ia sudah tak menghiraukan kecemburuan Arga yang tak tahu sikon itu.


Eric pun melakukan hal sama, sejenak mereka saling berpelukan. Melepas rindu karena sudah tak bertemu selama beberapa hari.


Arga terlihat berdecak kesal melihat kemesraan adik kakak itu, Ia mendekapkan tangannya dengan pandangan tajam menatap ke arah mereka berdua.


Namun, keberadaan Arga seolah tak dianggap oleh Erina. Ia sibuk melepas rindu dengan Eric, bertukar cerita tentang aktifitas apa saja yang dilakukan selama beberapa hari ini.


"Sayang ... kak Eric hanya pergi selama lima hari saja. Kenapa kamu begitu heboh, seolah tak bertemu selama puluhan tahun saja!" ketus Arga seraya menatap kesal secara bergantian ke arah Erina dan Eric.


"Ish ... selalu begitu!" Tatapan Erina tak kalah kesal kepada Arga.


Eric hanya menggelengkan kepalanya dan terkekeh melihat tingkah kedua pasangan di hadapannya. Laki-laki itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling.


"Anggen mana Erin?" tanya Eric dengan raut wajah cemas.


"Aku juga tidak tahu kak, dari tadi aku coba hubungi tapi ponsel nya tak aktif," jelas Erina dengan raut wajah tak kalah cemas.

__ADS_1


Deggg ....


Perasaan Eric tiba-tiba tak nyaman, Ia segera mengambil ponsel di tasnya.


Beberapa kali Eric mencoba menghubungi nomer Anggen, tapi jawaban tetap sama "Nomor yang anda hubungi, sedang tidak aktif atau di luar jangkauan. Silahkan hubungi beberapa saat lagi".


Laki-laki itu semakin cemas, Ia mengalihkan pandangan nya keluar. Hujan masih turun dengan derasnya, perasaannya semakin tak karuan.


Erina dan Arga berjalan mendekati Eric.


"Kita tunggu Anggen disini kak, mungkin dia masih dalam perjalanan kesini," ucap Erina menenangkan Eric.


"Ayo kita tunggu disana!" Arga menunjuk sebuah kursi panjang yang berada tak jauh dari tempat mereka berdiri. Erina mengiyakan ajakan Arga.


"Ayo kak Eric, kita kesana!" ajak Erina.


Mereka bertiga berjalan mendekati kursi tersebut, lalu menghempaskan tubuh mereka di kursi panjang itu.


"Kemana kamu Anggen? Aku sangat mencemaskanmu," gumam Eric sambil menatap lurus ke depan dengan tatapan sendu.


Bersambung ....


💖💖💖


Sambil menunggu up, mampir ke novel teman author yang super keren ya. Sequel dari Hello Presdir yang berjudul Kepincut Cinta Presdir by Shintapuji. 😍👍🏻

__ADS_1



__ADS_2