Terpaksa Menikahi Tuan Posesif

Terpaksa Menikahi Tuan Posesif
Gadis Keras Kepala


__ADS_3

Erina masih terpaku tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya, entah kenapa perasaan iba nya terhadap gadis itu tiba-tiba berubah menjadi perasaan cemburu.


Bukankah gadis itu sudah tahu, bahwa Erina adalah istri sah Arga? Bukankah dia juga tahu bahwa dia sedang hamil, karena melihat perut buncitnya saat ini. Tapi kenapa gadis itu masih nekat mengungkapkan perasaan nya pada laki-laki yang sudah beristri? Tidak takut kah Ia dituduh menjadi perusak rumah tangga orang lain? Pertanyaan demi pertanyaan muncul di kepala Erina, pertanyaan yang Ia sendiri masih bingung untuk menemukan jawabannya.


Hati Erina terasa sakit, Ia tak ingin tinggal diam saat ini. Ia bahkan ingin segera menyudahi perasaan Grace yang sudah kelewat batas menurutnya.


Erina melangkahkan kakinya, namun lengan nya tertahan oleh sebuah tangan besar yang menarik nya dengan sedikit paksa. Erina segera menoleh ke belakang, betapa terkejutnya saat Erina mengetahui tangan besar yang menahannya itu adalah tangan Gerald.


Erina dengan sedikit terkejut menghentikan langkah nya, Pak Sam dan beberapa bodyguard nya segera bergerak menuju tempat Erina dan Gerald berdiri saat ini. Laki-laki kepercayaan Arga yang sedari tadi memantau melalui CCTV itu, tak ingin terjadi sesuatu dengan istri Tuan Muda nya.


Arga memang sengaja memilih restoran milik keluarga nya sebagai tempat pertemuan nya dengan gadis ini, selain untuk meminimalisir terjadi nya gangguan seperti saat ini. Arga juga harus tetap waspada bahwa Gerald tak akan berani macam-macam terhadap nya juga terhadap Erina.


Gerald yang mengajukan pertemuan tanpa adanya pengawalan membuat Arga sedikit sanksi dengan rencana nya, Ia mengiyakan syarat laki-laki ber tubuh besar itu tapi juga melakukan penjagaan ketat di seluruh restoran. Ia bahkan mengosongkan restoran itu, walau tampak beberapa pengunjung. Tapi itu semua tak lain adalah anak buah Arga yang menyamar.


Laki-laki berambut silver itu bahkan tak tahu restoran yang sedang Ia kunjungi saat ini adalah restoran milik keluarga Hutama.


Gerald tak ingin Erina menjadi penghalang kebahagiaan putri nya saat ini, tiba-tiba rencana jahat nya muncul kembali.


Gadis yang tengah berdiri di depan nya itu akan membuat rencana nya gagal, jika Ia tak segera bertindak. Dua tahun silam Arga menolak secara mentah-mentah perjodohan yang sudah Ia rencanakan, dan itu sudah membuat putri kesayangannya hampir merenggang nyawa karena percobaan bunuh diri yang Ia lakukan.

__ADS_1


Ia tak ingin putri nya kecewa sekali lagi malam ini, layaknya seorang ayah yang ingin melihat putri nya bahagia. Gerald melakukan segala cara untuk itu, tapi sayang nya dia menghalalkan segala cara untuk tujuan nya kali ini.


"Lepaskan saya Tuan." Erina mencoba untuk melepaskan rengkuhan tangan yang sedari tadi mencengkram lengan nya dengan kuat.


"Nona, jangan rusak kebahagiaan anak saya. Lihat lah dia begitu tulus mencintai Mr. Arga, mereka juga terlihat sangat serasi bukan?" sergah laki-laki itu, sorot matanya tajam menatap Erina.


Erina membelalakkan matanya, tak percaya dengan ucapan yang baru saja Ia dengar dari mulut laki-laki itu.


"Tuan, kenapa anda menjerumuskan anak anda pada situasi yang salah? Bukankah anda tahu, bahwa saya adalah istri sah dari Tuan Arga. Anda tidak ingin kan, anak anda di cap sebagai perebut laki-laki orang lain?" ucap Erina dengan emosi meluap-luap.


"Aku hanya ingin melihat anak ku bahagia, aku akan melakukan segala cara untuk kebahagiaan putri ku satu-satunya. Karena hanya dia lah yang aku miliki di dunia ini, aku harap nona mengerti dengan perasaanku." Sorot mata yang menajam kini berubah menjadi tatapan sendu, seolah ada perasaan yang sulit untuk di ungkapkan.


🍁🍁🍁


Sementara itu, setelah mendengar pernyataan Grace. Arga nampak tak terpancing sedikitpun, Ia tetap bersikap biasa bahkan terkesan dingin di depan gadis yang sudah menyatakan cinta terhadap dirinya.


"Kenapa kamu menyia-nyiakan hidup mu hanya untuk sesuatu yang tidak pasti, kita tidak pernah saling mengenal bukan? Bagaimana bisa kamu dengan mudahnya mengucapkan 'kamu mencintaiku'?" ucap Arga dengan pandangan datar.


Gadis itu menelan saliva nya dengan susah payah, suara Arga sudah membuat nya tersentak. Pahlawan yang dulu menolong nya begitu hangat sikap dan tindakannya, tapi laki-laki di depannya ini terasa begitu dingin.

__ADS_1


Ingatan Grace tentang sosok Arga yang menolong nya dulu begitu berbeda dengan Arga yang saat ini, apa ini karena kehadiran gadis yang datang bersama Arga tadi? Pikiran Grace lagi-lagi memaksanya untuk membenci Erina tanpa sebab.


Gadis itu mengepal kesal mendengar ucapan Arga, kata-kata Arga begitu menyakitkan baginya. Namun, apakah dia akan putus asa dengan begitu saja? Ia bisa menjaga perasaan nya selama ini, apa karena ucapan Arga yang sudah menghujam hatinya lantas Ia akan dengan mudah melupakannya? Tidak ... dia adalah gadis yang tidak mudah berpaling. Ini cinta pertama nya, Grace tak akan mudah menyerah begitu saja. Setidaknya dia akan berusaha untuk menarik simpati Arga saat ini, inilah waktunya.


"Tidak, aku sama sekali tidak membuang waktu ku dengan sia-sia. Aku bahkan sangat bersyukur bisa mencintaimu dengan tulus." ungkap Grace dengan raut wajah yang serius.


Arga sedikit terkejut dengan sifat keras kepala gadis yang ada di hadapannya itu, Ia tak mengira bahwa berhadapan dengan seorang gadis yang tergila-gila kepada nya lebih menyusahkan daripada berhadapan dengan seorang penjahat kelas kakap sekalipun.


"Tapi aku sama sekali tidak men-cin-taimu nona." raut wajah Arga terlihat lebih serius daripada sebelum nya, Ia menekan ucapan nya pada kata mencintaimu.


"Aku tak butuh cintamu Tuan." sahut nya.


Arga terperanjat mendengar kalimat gadis itu, "Lalu, jika kamu tak butuh cintaku. Untuk apa kamu ingin menemui ku? Kamu mencintaiku bukan? Dan kamu tak butuh aku membalas cintamu. Jadi sudah jelas kalau pertemuan ini hanya akan membuang-buang waktu saja. Silahkan kamu mencintaiku dan aku tak akan mengambil pusing atas masalah itu." Arga terlihat sudah jengah meladeni gadis berambut pirang itu, Ia ingin segera mengakhiri dan pulang ke rumah dengan Erina.


Arga tiba-tiba teringat dengan Erina, Ia merasa Erina sangat lama pergi ke toilet nya. Ia beranjak hendak mencari Erina, namun suara Grace membuat tubuh nya terhenti.


"Aku memang tak butuh cintamu, tapi aku butuh dirimu. Aku ingin kamu menikah denganku, aku rela menjadi istri kedua. Karena aku sama sekali tak butuh cintamu, aku hanya ingin kamu menemaniku di sepanjang hidupku." suara gadis itu nampak bergetar, kedua sudut matanya sudah basah akan cairan bening yang menggenang.


Arga terdiam, pria itu mencoba untuk menenangkan pikirannya. Ia memejamkan mata, menghirup napas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2