Terpaksa Menikahi Tuan Posesif

Terpaksa Menikahi Tuan Posesif
Cantik Sekali ....


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, Anggen tak kunjung datang. Hal itu membuat Eric semakin cemas.


"Aku tak sabar menunggu lagi, aku akan segera mencari nya," tegas Eric seraya bangkit dari tempat duduknya.


Erina menatap suaminya seraya berkata, "Sayang, bisakah kamu membantu menemukan Anggen. Suruh seseorang untuk memastikan keadaan nya dirumah."


Arga hanya menganggukkan kepala menuruti permintaan istrinya, ia segera mengambil ponsel dan menelpon Pak Sam.


"Kak, kakak tenang dulu ya. Anggen pasti baik-baik saja," ucap Erina mencoba menenangkan Eric.


"Terimakasih," ucap Eric sambil menatap secara bergantian ke arah Erina dan Arga.


🍁🍁🍁


Lima belas menit kemudian, seorang gadis tampak berlari ke dalam bandara. Bajunya tampak basah kuyup karena kehujanan. Pandangan gadis itu menyapu ke seluruh bandara, Ia tampak bernapas lega ketika sosok yang Ia cari sedang duduk di sudut bandara.


Gadis itu adalah Anggen, Ia berjalan perlahan ke arah Eric yang tengah menantinya sedari tadi.


Sementara itu Pak Sam sudah melaporkan melalui telpon kepada Arga, bahwa Anggen belum ditemukan keberadaannya. Pak Sam mengatakan bahwa Anggen sudah pergi dari satu jam yang lalu dari rumahnya. Eric yang mendengar hal itu sontak merasa semakin cemas, laki-laki itu memutuskan untuk mencari Anggen sekali lagi.


Eric segera bangkit dari duduknya. Namun, Ia begitu terkesiap. Ketika melihat Anggen sudah berdiri di hadapannya dengan rambut lepek dan baju basah kuyup.


"Anggen," sapa Eric dengan tatapan sendu. Eric tampak mematung melihat Anggen, rasa khawatir dan kerinduan yang sudah Ia tahan di dalam hati perlahan mulai melebur dan berganti dengan perasaan lega.


Erina dan Arga juga terlihat begitu heran melihat kondisi Anggen saat ini.


"Anggen, kenapa denganmu?" tanya Erina dengan suara yang begitu lembut sambil berjalan mendekati nya


"Kak Eric ... maaf aku datang terlambat," ucap Anggen dengan mengedarkan pandangan kepada mereka bertiga.


Tubuh Anggen terlihat menggigil kedinginan, Eric yang menyadari hal itu segera melepaskan jaket yang Ia kenakan dan memakaikan di tubuh gadis tersebut.


"Sudah lah, tidak apa-apa. Asal kamu baik-baik saja, itu sudah cukup membuatku tenang," terang Eric sambil membenarkan jaket di tubuh Anggen.


"Kalau begitu, ayo kita pergi sekarang. Anggen terlihat sangat pucat," sahut Erina yang di benarkan oleh kedua laki-laki itu.


Mereka berempat akhirnya berjalan meninggalkan bandara, Eric dan Anggen berada dalam satu mobil milik Arga. Erina dan Arga di mobil satu nya, Bos Montana itu memang sengaja membawa dua mobil untuk nya dan tentu saja untuk kakak iparnya.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Eric memeluk Anggen erat dari samping, Ia mengelus tangan Anggen untuk menghangatkan punggung tangannya.


"Kenapa kamu bisa basah kuyup seperti ini?" tanya Eric membuka percakapan.


Suasana hening sesaat.


"Taksi yang aku tumpangi mengalami pecah ban kak, dan ponselku low battery," jelas Anggen dengan wajah sendu.


"Aku mencoba mencari taksi lain, tapi karena hujan lebat. Tak Ada taksi yang Mau berhenti dan juga karena melihat baju ku yang sudah basah kuyup karena kehujanan, jadi aku terus berjalan kaki dengan harapan bisa mendapatkan taksi. Tapi seperti nya keberuntungan tak memihak ku, jadi aku harus ...." Kalimat Anggen terpotong, karena Eric tiba-tiba memeluk nya dengan erat.


Perasaan Eric terasa sakit saat mengetahui kenyataan tentang alasan keterlambatan Anggen, Ia merasa sangat bersalah dengan gadis itu.


"Maafkan aku." Suara Eric terdengar sangat lirih di telinga Anggen, gadis itu tersenyum lalu membalas pelukan Eric.


"Kenapa kakak minta maaf? Aku yang harusnya minta maaf kepada kak Eric karena sudah membuatmu menunggu."


Eric melepaskan pelukan nya, Ia meletakkan kedua tangannya di wajah Anggen. Menatap lekat kedua manik coklat gadis yang sangat Ia cintai saat ini.


"Terimakasih ... Aku benar-benar sangat merindukkanmu. Malam ini, aku tahu bagaimana perasaanmu yang sesungguhnya kepadaku. Dan aku semakin yakin, bahwa memang kamu lah orang yang selama ini aku cari. Hari-hari ku terasa begitu hampa saat kita berjauhan, aku ingin kamu selalu ada disampingku saat ini dan selamanya." Eric membelai lembut pipi Anggen.


Tanpa terasa cairan bening lolos dari kedua sudut mata Anggen, Eric segera menyeka air matanya.


"Apa kamu mau aku melamar mu di dalam mobil seperti ini?" ucap Eric yang kembali membuat kedua insan itu tertawa renyah.


"Bisa di katakan ini sebagai pra lamaran, untuk lamaran resminya nanti ya," tutur Eric sambil mencubit lembut hidung Anggen.


Gadis itu tampak tersipu, air matanya kembali mengalir di kedua pipi nya. Air mata bahagia yang menggambarkan isi hatinya saat ini.


🍁🍁🍁


Erina meminta kakak nya untuk ber malam di rumah nya, begitu juga dengan Anggen. Perempuan yang tengah hamil itu tak membiarkan begitu saja gadis idaman kakak nya pulang ke rumah dengan keadaan basah kuyup.


Erina mengajak Anggen untuk mengganti pakaiannya, Anggen dibuat takjub dengan interior kamar Erina dan Arga. Begitu luas bak kamar seorang putri di negeri dongeng, kamar yang di dominasi dengan warna biru tua dan putih itu membuat Anggen berdecak kagum.


Memasuki ruang wardrobe Erina, Anggen semakin takjub dengan wardrobe milik istri Arga itu.



Wardrobe tersebut sudah seperti toko baju yang berada di mall, puluhan bahkan ratusan baju tampak berjejer rapi di tempat tersebut. Di sisi lain wardrobe itu, terdapat deretan sepatu yang tersusun.

__ADS_1


Tempat yang di dominasi warna putih itu sungguh sangat memanjakan mata dan membuat betah berlama-lama di tempat itu.


"Pilih lah baju yang kamu suka, sebagian masih baru. Jadi jangan khawatir kalau itu bekasku," seloroh Erina dengan senyum yang menunjukkan deretan giginya yang putih dan bersih.


"Terimakasih nona," ucap Anggen seraya mengulas senyum tulus.


Anggen yang masih mengenakan bath**robe tampak memilih baju yang terpampang di hadapannya itu. Gadis itu tampak kebingungan memilih bajunya, Erina seolah mengerti kebingungan Anggen. Ia segera memilihkan salah satu long dress nya yang berlengan panjang berwarna cream, lalu menyerahkan kepada Anggen.


"Ini sangat cantik nona," ucap Anggen yang tampak terpukau dengan baju yang dipilihkan Erina.


"Jika kamu yang memakai, maka baju ini akan terlihat semakin cantik sekali. Sama seperti yang memakainya," puji Erina dengan menyunggingkan senyum tulus untuk Anggen.


"Terimakasih nona," lirih Anggen seraya memeluk Erina.


"Iya, sama-sama," jawab Erina dengan menepuk-tepuk punggung Anggen dengan pelan.


"Sudah, sekarang kamu ganti baju ya! Kamu bisa ganti baju di ujung ruangan itu!" tunjuk Erina.


Gadis itu melepaskan pelukan nya dan mengangguk pelan, mengikuti petunjuk Erina. Dan segera mengganti bajunya.


Anggen tampak sangat cantik mengenakan baju pilihan Erina. Erina begitu senang dengan penampilan gadis yang akan menjadi calon kakak iparnya tersebut, dengan sentuhan tangannya. Erina mengubah Anggen menjadi seorang putri malam itu, Ia juga memoleskan beberapa riasan tipis di wajah cantik Anggen.



Eric tampak terpukau dengan penampilan Anggen malam ini, Ia tak henti berdecak kagum dan tak ingin mengalihkan pandangannya dari gadis yang benar-benar membuatnya jatuh hati itu.


"Cantik sekali," gumam Eric.


Bersambung ....


πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Maaf ya temen-temen baru bisa up, karena kesibukan yang tidak bisa di tinggal jadinya baru sempet up hari ini. Semoga episode hari ini, bisa mewakili penasaran nya teman-teman semua ya. πŸ₯°


Sambil nunggu up, mampir ke novel adek author ya. Dia lagi belajar menulis, jadi butuh dukungan teman-teman semua. Tapi karya nya super keren dan lucu lho, dijamin bisa mengocok perut teman-teman semua. Kuy mampir ya ke karya nya Life After Death by HiraπŸ˜πŸ‘πŸ»



Sama ke karya temen author satu lagi ya, novel nya kerenπŸ˜πŸ‘πŸ»

__ADS_1



__ADS_2