Terpaksa Menikahi Tuan Posesif

Terpaksa Menikahi Tuan Posesif
Artikel Kehamilan


__ADS_3

"Tuan, semua berkas sudah siap. Mobil juga sudah siap Tuan." lapor Pak Sam kepada Arga.


"Baiklah ... apa jadwal ku setelah meeting dengan Mr. Gerald?" Arga bangkit dari tempat duduknya, dia berjalan meninggalkan ruangan kantornya di ikuti dengan Pak Sam.


"Tidak ada Tuan, jadwal hari ini hanya meeting dengan Mr. Gerald saja." seru Pak Sam sambil berjalan mengikuti langkah Arga.


Arga sudah berada di dalam mobil menuju ke restoran tempat ia meeting dengan Mr. Richard.


"Pak Sam, mulai besok atur jadwal ku ulang. Karena mulai besok aku akan menemani Erina untuk senam hamil." ucap Arga.


"Baik Tuan." senyum mengembang di bibir Pak Sam, ada perasaan senang di raut wajah Pak Sam.


***


Mereka telah sampai di sebuah restoran mewah tempat meeting dengan Mr. Gerald, Mr. Gerald sudah menunggu di ruang yang telah disediakan yakni meeting room.


Saat berjalan masuk menuju ke meeting room. Pandangan mata Arga tertuju pada sosok perempuan yang tak asing baginya, gadis itu berada di ujung restoran bintang lima yang sama dengannya. Ia tak begitu yakin bahwa gadis berambut panjang berwarna hitam mengkilat itu adalah seseorang yang dikenalnya. Arga mengedikkan bahu dan tetap berjalan menuju meeting room.


Pak Sam yang melihat Arga mengangkat bahu segera mengalihkan pandangan nya ke arah yang Arga lihat, Pak Sam memicingkan matanya. Agar pandangannya bisa jelas pada dua sosok yang berada di ujung restoran tersebut. Satu sisi bibirnya terangkat, seorang perempuan dan seorang laki-laki yang Arga kenal dengan baik.


"Selamat siang Tuan Arga, long time no see? How are you, Sir?" sapa seorang laki-laki berambut pirang dengan mata kebiruan.


"I'm Fine, Mr. Gerald. Kita mulai meetingnya sekarang. Mr.?" seru Arga yang memang tak ingin membuang waktunya, apalagi sosok pria blasteran ini adalah tipe penjilat. Seperti laporan terakhir Pak Sam mengenai Mr. Gerald, dia bisa melakukan apapun untuk memuluskan proyeknya. Namun, hal itu sama sekali tak berpengaruh bagi Arga.


Sekertaris Mr. Gerald segera mempresentasikan hasil kerjanya, Arga sedikit terpukau dengan hasil presentasi yang dilakukan oleh laki-laki yang berumur sekitar dua puluh enam tahun itu. Sekitar lima belas menit pria dengan tinggi kurang lebih seratus tujuh puluh lima cm itu, mempresentasikan hasil kerjanya kepada Arga.


"Baiklah saya setuju, besok Pak Sam akan mengirimkan surat kontrak melalui email." seru Arga setelah selesai mendengarkan presentasi laki-laki itu.


Mr. Gerald dan sekertarisnya nampak sangat senang dengan keputusan Arga.


"Thank you sir. Thank you so much." ujar Mr. Gerald dengan menjabat tangan Arga. Arga nampak risih dengan reaksi Mr. Gerald yang sangat berlebihan. Arga hanya menyunggingkan senyuman kemudian dia pamit dan berjalan meninggalkan meeting room.


Namun, langkahnya segera terhenti oleh suara Mr. Gerald.

__ADS_1


"Sir, saya ingin mengundang anda untuk jamuan makan malam dirumah besok malam." ucap laki-laki yang mempunyai postur tinggi besar, senyuman menghiasi wajahnya yang sedikit terlihat garis kerutan di sekitar area pipi dan matanya.


"Maaf, saya tidak bisa. Istri saya selalu menunggu saya untuk makan malam." seru Arga tanpa menoleh ke arah Mr. Gerald.


"Anda bisa mengajak istri anda, Sir." rayu Mr. Gerald.


Arga menaikkan salah satu alisnya, dia sangat tidak suka dipaksa. Apalagi untuk hal yang menurutnya tidak penting, Arga bahkan sudah bisa membaca tujuan Mr. Gerald mengundang nya makan malam, yang tak lain hanya untuk menjilat kepadanya.


"Tidak, saya minta maaf. Saya tidak bisa." tolak Arga, kemudian Arga melanjutkan langkahnya untuk keluar dari meeting room.


Setelah keluar dari meeting room Pak Sam melirik ke arah perempuan yang tadi sempat menyita perhatian Arga. Ternyata dia masih berada disana, dia tak menyadari bahwa ada Arga di tempat yang sama dengannya.


Perempuan cantik itu masih terlihat bercengkrama dengan teman laki-laki nya, dia terlihat begitu akrab dengan laki-laki tersebut.


***


Arga sudah berada di kantor, pikirannya kembali menerawang tentang rencana senam hamil yang dibuat oleh ibu nya.


"Pak Sam, cari informasi tentang kehamilan. Jangan sampai terlewat sedikitpun, aku ingin menjadi suami dan ayah yang baik untuk Erina dan anak ku." perintah Arga kepada Pak Sam.


"Baik Tuan." Pak Sam menganggukkan kepala mengiyakan permintaan Arga. "Saya permisi sebentar Tuan." Pak Sam membalikkan badan dan segera berlalu dari pandangan Arga.


Arga mengistirahatkan punggungnya di sandaran kursi kebesaran nya, ia memijat pelan keningnya. Beberapa hari ini ia merasa sangat menderita, karena tak bisa bercinta dengan Erina.


"Kenapa kamu sangat senang menyiksa ayah baby, kamu sungguh sangat posesif kepada ibumu." Arga tertawa kecil, pikirannya membayangkan seorang anak laki-laki kecil yang sangat mirip dengannya. Ia tak mau jika siapapun menyentuh ibunya, sungguh mirip dengannya bukan. Begitu pikir Arga.


Suara Pak Sam tiba-tiba membuyarkan lamunan Arga tentang seorang anak kecil yang akan hadir di kehidupan nya. "Ini artikel yang anda inginkan Tuan."


Pak Sam menyerahkan beberapa lembar kertas kepada Arga, Arga segera meraih kertas itu dan membacanya dengan seksama. Mata Arga menangkap sesuatu, keningnya berkerut seolah ada sesuatu yang mengusiknya.


"Apa hamil seberat ini?" gumamnya lirih.


Pak Sam tidak menanggapi ucapan Arga, karena dia tau bahwa Tuan nya sedang fokus membaca dan sedang tidak ingin diganggu. Sekalipun dia mengeluarkan suara.

__ADS_1


Arga menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan.


"Aku ingin pulang lebih cepat, siapkan dokumen yang akan aku tanda tangani." suara Arga tampak berat. Ia mengalihkan pandangannya pada kaca besar yang transparan di belakang kursinya, pandangannya menerawang jauh. Pikirannya dihantui oleh sebuah fakta tentang kehamilan yang kini sedang Erina rasakan.


"Tidak ada Tuan, Tuan Arga bisa segera pulang kerumah." Pak Sam seolah mengetahui kekalutan yang Arga rasakan.


"Baiklah." ucapnya lirih, ia segera beranjak dari kursi kebesaran nya.


Bersambung


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Halo para readers dan teman-teman author. Author mohon maaf sebesar-besarnya, jika MD tidak bisa up setiap hari. Itu dikarenakan kesibukan author di kehidupan nyata. Tapi sebisa mungkin author akan up stiap hari, jika terpaksa harus dua hari sekali ya. Author minta maaf sekali. Jika, sudah normal akan balik up setiap hari.


Tapi untuk teman-teman sesama author, saya akan sempatkan untuk mampir kasih like + komen dan juga vote jika poin+koin author masih ada.. hehe


Terimakasih banyak atas dukungan kalian semua, walau author hanya butiran debu disini. Tapi author sangat bahagia bisa menjadi bagian dari mangatoon/noveltoon.😍


🍁🍁🍁


Sembari menunggu up kalian bisa mampir ke novel temen author yang keren-keren.


Istri Kedua Tuan Krisna - Syala Yaya



Perfect Idol - Linanda Anggen



Tentang Hati - Aldekha Depe


__ADS_1


__ADS_2