Terpaksa Menikahi Tuan Posesif

Terpaksa Menikahi Tuan Posesif
Sebuah Lagu


__ADS_3

Mereka berempat telah puas berkeliling tempat wisata yang menyuguhkan banyak pilihan wahana tersebut. Meskipun lelah, Erina masih tampak bersemangat sekali. Ia bahkan merengek pada Arga untuk makan malam di sebuah tempat yang romantis.


Arga tampak menimang keinginan Erina, laki-laki itu tampak mengetuk-ketuk pelan dagunya. Salah satu tangannya mendekap dadanya dan kedua alisnya bertaut, menandakan Ia sedang berpikir keras.


"Baiklah, kita pergi sekarang?" ajak Arga, Ia segera menggandeng tangan Erina dan beranjak dari tempat duduknya. Namun, Erina segera menarik pelan tangan suaminya itu.


"Sayang ... kak Eric dan Anggen masih ke toilet," ucap Erina.


Arga mendudukkan tubuhnya kembali di samping Erina, "Mereka bisa menyusul sayang, kita bisa pergi dulu," kata Arga, Ia tetaplah seorang Tuan Muda yang tak suka untuk menunggu.


Erina setidaknya sudah lebih mengerti mimik wajah sang suami, Ia tak ingin membuat suaminya menunggu lagi. Perempuan itu akhirnya mengiyakan ajakan suaminya untuk pergi dulu. Namun, selang beberapa waktu. Anggen dan Eric sudah kembali dari toilet. Dan akhirnya mereka berempat pergi ke cafe yang terletak tak jauh dari lokasi taman wisata tersebut.


Sebelum Arga pergi ke cafe yang di maksud, laki-laki itu menelpon Pak Sam. Arga tidak meminta untuk mengosongkan tempat tersebut, hanya saja untuk memastikan tempat cafe itu aman dan nyaman untuk makan malamnya kali ini.


Sesuai intruksi Tuannya, Pak Sam memastikan terlebih dahulu tempat yang akan dikunjungi oleh bosnya. Tempat dirasa aman, pengamanan bodyguard pun sudah menyebar di seluruh ruangan cafe tersebut.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ



Mereka berempat sudah sampai di restoran Langit mulai gelap. Atap restoran yang tampak transparan terlihat begitu indah, ditambah dengan cahaya yang berpendar. Kesan romantis sangat lekat di tempat itu, Erina berdecak kagum dengan tempat tersebut. Ia senang dengan pilihan Arga kali ini, karena suaminya tidak menyasar pada restoran bintang lima yang harga seporsi makanannya bisa untuk mentraktir warga satu RT untuk makan di warteg.


Erina duduk bersebelahan dengan Anggen, gadis itu juga tampak terkesan dengan tempat yang ia datangi saat ini. Ia mengulas senyum melihat suasana yang tercipta, Anggen mengedarkan pandangannya dan tatapannya berhenti pada Eric yang duduk berhadapan dengannya.


Eric yang sedari tadi memandang Anggen, segera mengulas senyuman ketika pandangan mereka beradu. Erina yang memperhatikan mereka berdua tampak begitu senang, karena usahanya tak sia-sia. Ada something yang di tangkap oleh Erina antara Anggen dan Eric.


Seorang pelayan menghampiri mereka, mencatat semua pesanan mereka satu persatu.


Tak menunggu lama, menu makanan yang mereka pesan pun akhirnya datang.



Erina dan Arga memesan menu andalan cafe tersebut Dory a'la menuiere. Makanan yang berbahan dasar ikan dori yang di fillet tipis dengan ketebalan dua sampai tiga centimeter dan di grill selama kurang lebih dua menit. Bumbu-bumbu yang digunakan adalah bumbu khas seperti campuran rosemary, thyme, oregano, dan marjoram. Menu ini juga dilengkapi dengan wedges potato dan mixed vegetables serta sour cream untuk menambah cita rasa.


Ikan Dori terbukti aman untuk dikonsumsi olehย ibu hamil, ikan doriย mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan olehย ibu hamil. Tinggi akan protein, omega 3, vitamin, zat besi, dan asam folat.


Mereka berempat sangat menikmati hidangan makan malam yang memang sangat istimewa itu, lantunan musik terdengar dari band akustik yang berada di sudut cafe. Sebuah lagu berjudul Bukti karya Virgoun menjadi lagu pengiring makan malam mereka.


๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ


*Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati


Kau jadi harmoni saat kubernyanyi


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


Kaulah bentuk terindah

__ADS_1


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu


Kau wanita terhebat bagiku


Tolong kamu camkan itu*


๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ


Eric beberapa kali mencuri pandang ke arah Anggen, lagu tersebut seolah menjadi perwakilan hati Eric saat ini. Ia tampak terbawa suasana dan terlihat sangat menikmati lagu yang dibawakan oleh band tersebut.


Arga telah menyelesaikan makanannya terlebih dahulu, Arga bangkit dari duduknya.


"Mau kemana sayang?" tanya Erina.


Laki-laki itu hanya mengulas senyum, kemudian berkata, "Aku ada kejutan untukmu."


Arga segera berjalan menuju tempat akustik band tersebut, Erina tampak heran dan bingung dengan sikap suaminya.


Arga tampak berbicara dengan vokalis band tersebut, setelah itu ia duduk di kursi sang vokalis. Arga tampak memangku sebuah gitar, Erina masih terlihat bingung dengan apa yang akan di lakukan oleh suaminya itu.



Arga tampak mengulas senyum dan memandang Erina dari kejauhan, ia mendekatkan mic seolah ingin menyampaikan sesuatu.


๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ


*Kau begitu sempurna


Dimataku kau begitu indah


Kau membuat diriku akan s'lalu memujamu


Disetiap langkahku


Kukan s'lalu memikirkan dirimu


Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semuaa


Hanya bersamamu ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku

__ADS_1


Kau adalah hidupku


Lengkapi diriku


Oh sayangku, kau begitu


Sempurna, Sempurna...


Kau genggam tanganku


Saat diriku lemah dan terjatuh


Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku*


๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ


"Erina, kamu adalah wanita yang dikirimkan Tuhan untukku. Kamu memang bukanlah yang pertama, tapi kamu adalah yang terakhir untukku. Terimakasih telah menjadi bagian dari hidupku, terimakasih karena sudah melengkapi hidupku. I Love you so much Erina,"


Kasak kusuk mulai terdengar, semua pengunjung menatap secara bergantian ke arah Arga dan Erina. Mereka tampak terkesan dengan pertunjukkan yang baru saja ditampilkan oleh CEO Montana Grup, bahkan bisa dibilang ini adalah pertama kalinya bagi Arga. Bernyanyi dan bermain gitar di depan umum, untuk seorang wanita yang sangat Ia cintai.


Arga beranjak dari tempat duduk dan berjalan mendekati Erina, perempuan cantik itu benar-benar terharu. Tak terasa airmatanya lolos dari kedua sudut matanya, airmata bahagia. Ia masih tak percaya.



"Wah, Tuan Arga sangat romantis sekali ya nona," puji Anggen. Gadis itu berdecak kagum dan masih tak percaya bahwa laki-laki arogan itu bisa sangat romantis seperti saat ini.


Eric yang mendengar pujian Anggen kepada Arga segera bertanya, "Apa kamu suka dengan laki-laki yang menunjukkan cintanya seperti itu?" pertanyaan itu akhirnya lolos dari mulut Eric, mungkin jika Anggen tak larut dalam situasi tersebut. Ia akan sangat kaget dengan pertanyaan Eric, tapi Ia tampaknya sangat menikmati situasi yang dilihatnya malam ini.


"Ya, tentu saja kak Eric. Gadis mana yang tak suka jika diberi kejutan seperti itu," ungkap Anggen. Gadis lugu itu bahkan tak canggung sedikitpun mengungkapkannya pada Eric.


Eric menyunggingkan sebuah senyuman, Ia seperti mendapat jawaban dari ungkapan Anggen barusan.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Sementara itu, Arga sudah berdiri di sebelah Erina. Erina yang masih berlinang airmata segera menghamburkan diri dipelukan suaminya. Ia begitu senang sampai tak menghiraukan puluhan mata mengawasi mereka berdua yang hanyut oleh perasaan haru tersebut.


"Aku juga sangat mencintaimu, sayang," ungkap Erina di sela isak tangisnya. Tubuhnya masih memeluk erat Arga.


Arga mencium puncak kepala Erina, Ia semakin mengeratkan pelukannya dan membiarkan istrinya menangis bahagia didalam dekapannya.


Bersambung ....


๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–


Sembari menunggu up teman-teman ju bisa kunjungi novel kakak online author yang super kocak dijamin ngukuk online deh karya kak Linanda Anggen๐Ÿ˜๐Ÿฅฐ๐Ÿค—



__ADS_1


__ADS_2