Terpaksa Menikahi Tuan Posesif

Terpaksa Menikahi Tuan Posesif
Sandiwara yang Manis


__ADS_3

Erina sejenak terdiam, Ia menikmati pemandangan di depannya. Suami yang sangat dicintainya, terlihat masih tertidur pulas. Erina menatap lekat wajah Arga, Ia begitu mengagumi wajah laki-laki yang akan menjadi seorang ayah tersebut.


"Dia terlihat menggemaskan saat tidur," gumam Erina.


Namun, Erina begitu terkejut ketika Arga membuka matanya secara tiba-tiba.


"Kenapa? Terpesona dengan suamimu yang sangat tampan ini?" Arga mengangkat salah satu sudut bibirnya, Ia melingkarkan tangannya di tubuh Erina.


Arga menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan tubuh Erina, hampir tak ada jarak diantara mereka berdua. Erina tersipu, membuat Arga semakin tak bisa menahan hasratnya.


Erina mulai curiga melihat gelagat suaminya itu, Ia tak ingin sepanjang harinya hanya dihabiskan di kamar saja. Apalagi sekarang ada kak Eric yang sedang menginap di rumahnya, perempuan berparas cantik itu segera memikirkan cara agar terbebas dari kungkungan suaminya saat ini.


"Aduh sayang," ucap Erina mengaduh dengan memegang perut nya. Erina bukanlah tipe gadis yang pandai berakting, tapi itu tak berlaku bagi Arga. Laki-laki itu sudah dibutakan oleh kebucinannya terhadap Erina, sehingga Ia tak bisa membedakan Erina sedang berpura-pura atau memang itu yang sebenarnya.


"Kenapa sayang?" Arga segera menggeser tubuhnya dan segera mendudukkan dirinya di sebelah Erina, Ia terlihat begitu panik.


"Aku ke kamar mandi sebentar sayang," ujar Erina.


"Tunggu ... Apa yang sedang kamu rasakan sayang? Di bagian mana? Sini aku lihat," tanya Arga dengan level kepanikan yang naik beberapa level dari sebelumnya.


"Aku ingin pergi ke kamar mandi dulu, aku hanya merasa tidak nyaman dengan perutku sayang," jawab Erina, Ia mulai merasa bersalah karena sudah mencoba berbohong kepada suaminya itu.

__ADS_1


Arga mengambil ponselnya, Ia tampak sibuk dengan benda pipih miliknya. Sejenak Erina mengurungkan niatnya untuk ke kamar mandi, Ia penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh suaminya tersebut.


"Halo ... Dokter Mili ... Segera datang kerumah saat ini juga, Erina Ku sedang merasakan kesakitan di perutnya." Arga tampak berbicara dengan Dokter Mili.


Erina tampak begitu panik.


Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Oh Tuhan... Aku sangat menyesal karena berpura-pura sakit. Aku harus bagaimana ini. Erina merutuki dirinya sendiri dalam hati, Ia benar-benar sangat menyesal dengan sandiwaranya yang berakhir dengan kepanikan Arga yang sangat berlebihan itu.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Arga tampak begitu cemas, Ia sedari tadi mondar mandir tak jelas. Eric yang melihatnya hanya menggeleng-gelengkan kepala heran dengan tingkah adik iparnya itu.


Dokter Mili terlihat keluar dari kamar Erina, Ia segera disambut Arga dengan raut wajah seorang suami yang sudah di level akut tingkat kepanikannya.


Dokter Mili hanya mengulas senyum, Tuan Muda satu ini selalu membuatnya menahan tawa melihat sikap yang Ia tunjukkan. Erina memohon untuk tidak mengatakan yang sebenarnya, bukan untuk berbohong tapi lebih mengarah untuk jangan terlalu khawatir. Dan berharap sandiwaranya kali ini, hanya Erina dan Dokter Mili saja yang tau.


"Dokter, jangan bilang suamiku ya. Aku tadi tak bermaksud untuk membohonginya, hanya saja aku tak bisa menuruti keinginannya pagi ini. Aku tak enak hati jika sampai kak Eric harus menunggu kami yang seharian berada di kamar, padahal aku sangat ingin bercengkrama dengannya," ucapan Erina masih teringat jelas di kepala Dokter Mili.


Pantas saja Tuan Muda sangat mencintai Nona Erina, gadis itu sangat lugu dan polos, gumam Dokter Mili, Ia merasa sangat senang bisa kenal dengan sesosok Erina yang begitu polos.


"Dokter! Kok malah bengong? " desis Arga. Ia merasa kesal karena kepanikannya tak digubris oleh Dokter Mili, gadis itu segera sadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Erina tidak apa-apa kan Dok?" sahut Eric yang mulai ikut panik dengan keadaan Erina, karena Dokter Mili yang tak kunjung menjawab pertanyaan Arga.


Sekilas Dokter Mili menatap wajah Eric, Ia tersenyum kepada laki-laki yang postur tubuhnya hampir sama dengan Arga.


Jadi dia kakaknya Nona Erina, kak Eric, gumam Dokter Mili. Ia tersenyum penuh arti.



"Nona Erina tidak apa-apa, dia hanya butuh refreshing. Nona Erina perlu udara segar Tuan, saya rasa mengajaknya jalan-jalan akan membuatnya semangat kembali," jelas Dokter Mili. Sesekali gadis cantik itu melirik ke arah Eric.


"Begitu ya, baiklah aku tahu apa yang harus aku lakukan," ucap Arga sambil mendekap kedua tangannya. Ia tampak menemukan ide yang sangat cemerlang.


Bersambung ....


๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–


Mau lagi? Hari ini walaupun upnya malam, tapi up 2x ya... ๐Ÿ˜


Semoga terhibur๐Ÿ’–


Sembari menunggu up mampir ke novel temen author ya, melow banget persis judulnya๐Ÿฅบ

__ADS_1



__ADS_2