The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 09


__ADS_3

******


"Mommy mau jodohin kamu sama anak temen mommy" ucap Monica tegas.


"Apa?!!" ucap Nandha, Bryan dan Leakai bersamaan.


"Mom....mommy bercandakan???" tanya Nandha sambil menyeka ujung mulutnya.


"Enggak kok, mommy serius sayang" ucap ibunya sambil mengusap kepalanya.


"Tapi mom, Nandha kan masih kecil, sekolah aja belum lulus masa udah mau dijodohin sih. Nanti sekolah Nandha gimana dong??" ucap Nandha keberatan dengan keputusan sang mama.


"Sayang, mommy jodohin kamu dengan orang yang baik kok. Mommy mana berani jodohin anak kesayangan mommy ini sama orang sembarangan. Kalau untuk masalah sekolah kamu, apa kamu lupa sekolah itu milik kita juga?? jadi kamu mau iya di jodohin sama anak temen mama" bujuk sang mama.


"Iya udah deh mom, terserah mommy aja. Yang penting mommy senang" ucap Nandha dengan senyum paksaan.


"Makasih sayang, kamu pengertian banget" ucap sang mama sambil memeluk putrinya.


"Iya udah kalo gitu Nandha ke kamar dulu iya, Nandha capek mau istirahat" ucapnya sambil mencium mama dan papanya.


"Dek tungguin, mom aku ikut adek ke atas dulu iya, aku juga mau istirahat" Bryan menghentikan sang adek dan berpamitan kepada mama dan papanya.


"Tante,,,,om saya nyusul mereka dulu iya" Leakai ikut-ikutan mereka keatas, pasalnya Leakai disana juga udah memiliki kamarnya sendiri.


"Iya, tapi jangan panggil kami om dan tante, panggil kami seperti mereka saja" perintah Alexander papa dari Bryan dan Nandha.


"Iya.... om eh dad heheheh ,saya lupa terus sih" ucap Leakai cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Dasar Leakai" ucap monica.


*******


"Dek kamu gak apa-apa kan???" tanya Bryan saat sudah di samping sang adik.


"Gak, aku baik-baik aja kok kak. Ayo masuk kamar dulu" balasnya sambil tersenyum.


"Lo gak bohong kan dek, jangan maksain perasaan lu dek. Nanti kakak bantu deh bilang ke mommy kalo lu gak mau iya??" ucap sang kakak dengan wajah yang lesu.

__ADS_1


"Gak apa-apa kak, ini udah jadi keputusan gue. Sekarang gue cuma bisa berdoa biar jodoh gue punya sifat yang sama kayak gue, biar bisa nakal bareng hehehehe" ucapnya yang diakhir dengan tawa lebar.


"Iya udah suka-suka elu tapi inget, kalo ada apa-apa langsung bilang sama kakak" ucap sang kakak.


"SIAP BOS!!! kak sini deh"ucapnya lagi.


"Apaan lagi??" tanya kakaknya.


"Peluk" rengek Nandha manja sambil merentangkan tanganya.


"Hahahaha kirain ada apa, sini-sini adek gembul gue" ucap kakaknya menghampiri sang adik yang tengah duduk di ujung ranjang king size, dan langsung memeluknya.


"heemzt, hangat dan nyaman sekali" ucapnya dengan mata terpejam menikmati pelukan sang kakak yang ia anggap nyaman.


"Dek, walaupun lu rese, nakal, nyebelin. Tapi gue beneran sayang sama lu, gue juga mau lu bahagia dek" ucap Bryan lirih.


"Heemzt gue tau kok, dan gue juga sayang sama lu kak. Lu kakak paling baik sedunia, kakak yang mau nemenin gue nakal, kakak yang siap disalahin sama bonyok karena kesalahan gue, maafin gue yang nakal ini iya kak" ucapnya sambil mengeratkan pelukanya.


"Iyalah gue kakak terbaik sedunia, orang kakak lu kan cuma gue. Lagian maafin kakak juga iya, yang kadang suka jahilin kamu" sambung Bryan, sambil mencium pucuk kepala Nandha.


"Nah ini bocah kenapa gak bales ucapan gue???"batin Bryan, ia lalu menundukan kepala agar bisa melihat wajah adiknya yang ternyata sedang tertidur dipelukannya.


Bryan mulai merebahkan tubuhnya pelan-pelan, karena ia masih memeluk sang adik yang ia sayangi itu, ia enggan melepas pelukannya.


Akhirnya mereka tidur dengan saling memeluk, mereka tertidur dengan nyenyak. Tanpa ia sadari sang mommy dan daddy masuk ke kamar mereka, mereka tersenyum melihat kedua buah hatinya tidur bersama setelah sekian lama.


"Pah lihat deh mereka, rasanya tenang banget bisa lihat mereka akur kayak gini" ucap Monica.


"Iya ma, tidak terasa mereka sudah besar. Padahal rasanya baru kemarin aku ganti popok mereka dan Nandha yang sering ngompol di pangkuanku, hahahaha" ucap Alexander yang di iringi tawa ringan.


"Iiiish, si papa mah gitu, yang di inget bagian itu aja. Tapi apa mungkin keputusan aku bener buat jodohin anak perempuan kita ini dengan anak dia???" ucap monica yang ragu dengan keputusanya.


"Kita coba dulu saja, nanti kalo Nandha mau menolak iya sudah. Toh dia juga masih muda, malah buat ku dia itu masih putri kecil kita, yang sering nangis waktu di ganggu kakaknya" ucap Alexander sambil mengusap punggung istrinya.


******


Sinar matahari yang menerobos masuk melalu celah-celah kain gorden, sukses membuat Nandha yang tengah terlelap itu mengernyitkan dahi karena silau, ia pelan-pelan membuka matanya.

__ADS_1


"Hmmm, ada apa ini?? kenapa tubuhku terasa berat?? apa mungkin aku selelah itu???" batinnya, kemudian ia terkejut melihat sepasang tangan yang memeluknya dengan erat.


"*Kakak..?!? ngapain dia disini??aduh ini kenapa meluknya kenceng banget sih kamvr*t*" racaunya dalam hati.


"Kakak....bangun ini udah pagi" ucap Nandha berusaha membangunkan sang kakak dengan lembut.


"Hoooaaaam, lho udah pagi dek" ucap Bryan dengan suara serak khas bangun tidur.


"Iya udah pagi, ini bisa di lepasin dulu nggak" ucapnya sambil berusaha melepas pelukan sang kakak.


Bryan tertawa melihat adiknya yang bergerak seperti ulat bulu di pelukanya, setelah puas menyiksa adiknya ia melepas pelukannya dan berlari meninggalkan adiknya yang tengah berteriak-teriak mengumpatnya.


Setelah lepas dari sang kakak ia langsung pergi ke kamar mandi untuk ritual seperti biasa,ia melepas semua yang melekat pada tubuhnya dan segera berendam ditemani oleh aroma mawar yang segar, merasa tubuhnya telah segar ia langsung menyudahi acara berendamnya dan menyambar handuk kimono, dan berganti pakaian.


******


"Morning mom....dad" ucap Nandha sambil mencium pipi kedua orang tuanya.


"Morning too sayang, duduk sini ayo kita sarapan" ucap Alexander yang sudah menarik kursi di sebelahnya.


"Iya dad, ngomong-ngomong mana yang lain??" tanya Nandha celingukan mencari kakak dan asisten pribadinya.


"Morning....." ucap Leakai dan Bryan bersamaan.


"Morning sayang, sini duduk sebelah mommy" ucap Monica kepada kedua pemuda itu.


Bryan dan Leakai mengikuti perintah monica untuk duduk disebelahnya, tidak lama setelah itu pelayan datang membawakan menu sarapan. Mereka menikmati sarapan tanpa ada yang berbicara, hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring yang terdengar, itulah kebiasaan mereka.


"Sayang, nanti kalian ikut mommy iya" ucap Monica saat selesai makan.


"Mau kemana mom??" tanya Nandha sambil mengusap ujung mulutnya.


"Kita mau ketemu calon tunangan kamu!!" ucap monica lagi.


"hmmmzt, baiklah mom"ucapnya setelah membisu sesaat.


"Makasih sayang, kita akan bertemu nanti saat jam makan siang jadi sekarang kamu bisa istirahat lagi" ucap Monica dengan senyum yang mengembang.

__ADS_1


******


Author:"Maaf semuanya, karena saya telat updatenya, soalnya jadwal saya padet terus juga ada sedikit masalah. Jadi sekali lagi saya minta maaf๐Ÿ˜“๐Ÿ˜ญsekian dulu ya sampai ketemu di next episode iya"๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜„๐Ÿ˜


__ADS_2