The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 56


__ADS_3

*****


Dhany dan William pergi keruangan khusus yang diberikan oleh kepala sekolah untuknya dan Nandha. Selama perjalanan menuju ruangan itu mereka asyik berbincang tanpa menghiraukan orang-orang yang berkasak kusuk.


"Will, " panggil Dhany


"Ya tuan, " balas William yang berjalan di belakangnya.


Dhany menonyor kepala William pelan sambil berkata, "Berapa kali gue bilang kalau di luar markas kita ini temen, " ucapnya sambil merangkul pundak William.


William tersipu malu mendapat perlakuan begitu dari teman sekaligus tuannya itu.


"Gue masih belum terbiasa D-dan, "ucap William kikuk.


"Heleh biasanya gimana, " goda Dhany.


Ahkirnya mereka sampai di ruangan yang mirip kamar hotel berbintang itu. Dhany langsung menghempaskan tubuhnya diatas ranjang baru yang disediakan oleh sekolah, sedangkan William memilih berbaring di sofa panjang.


Dhany mengubah posisinya menjadi duduk dan meroggoh sakunya, ia berniat menghubungi istrinya untuk menanyakan keadaannya.


"Halo, mio caro!!, " ucapnya saat sambungan telfonnya disambut oleh Nandha diseberang sana.


"Hmm appa ?, " jawab seorang bocah kecil dari seberang sana.


"Loh Taekie? eomma mana sayang?, " tanya Dhany.


"Eomma lagi di toilet appa, ah itu eomma udah dateng sama helmeoni," ucap Taekie.


Dhany samar-samar mendengar ucapan Taekie yang memberitahu Nandha bahwa ia tengah menelfon. Ia membayangkan betapa lucunya tingkah putranya itu.


"Halo Dhan??, " ucap Nandha dari seberangsana.


"Mio caro, gimana keadaan kamu??, " tanya Dhany tho the point.


"Aku baik-baik aja kok, kamu gimana di sekolah?? ada yang gosipin kita nggak??, "tanya Nandha beruntun.


"Enggak ada kamu tenang aja ya, kebetulan gue bareng William nih di ruangan yang waktu itu, " lapor Dhany pada sang istri.


"William?? aku mau ngomong sama dia, " ucap Nandha dari seberang sana.


"Oke bentar, " jawab Dhany.


"William, nih Nandha mau ngomong sama kamu, " ucap Dhani sambil melempar ponselnya kepada William.


"Halo nyonya, apa kabar?? dan bagaimana keadaan anda ??, " ucap William santai namun teteap sopan.


"Nyonya??. "


"Anda kan istri tuan, jadi anda nyonya saya dong, " ucap William sambil tertawa.


"William lu udah mulai gila ya?? gue mau nanya, sebenernya si Ratu lo apain, hah??. "


"Saya nggak gila nyonya, tapi untuk masalah Ratu itu......, " jawab William ragu-ragu.

__ADS_1


"William mending lu ngaku deh. "


William melirik kearah Dhany seakan meminta pendapat tuannya. Dhany yang sadar tengah dilirik oleh asisten pribadi sekaligus temannya itu hanya menganggukan kepala.


"Anu, jadi gini nyonya.....,"


*Flashback on*


"Dan selamat buat elu, karna orang si hadapan lo ini termasuk seorang PSYCHOPATH !!" ucap William dengan serangai menyeramkannya.


"W-wil lu mau ngapain wil??, " tanya Ratu sambil gemetaran.


William bersemirk lalu berkata, "Lo berani ngatain adek gue, bahkan elo berani ngelukain majikan gue. Pokoknya hari ini gue bakal bikin elu menderita, " ucapnya.


William lantas menarik rambut Ratu dan membawanya kembali ketengah ruangan. Ia langsung mengambil sebuah tali yang sedari tadi menggatung di langit-langit ruangan.


"Will lu mau ngapain?? Will please lepasin gue Will. Gue ngaku gue salah, maafin gue Will. Gue janji ini yang terakhir, gue nggak bakal bikin gara-gara lagi, " ucap Ratu sambil berlutut memohon ampunan William.


Karena naluri Psychopat William saat ini lebih mendominasi membuat ia tidak mengidahkan permohonan Ratu, ia terus saja asyik dengan tali yang ia raih tadi. Kini tali itu sudah di ikat di tangan dan kaki Ratu.


Tanpa sungkan William menarik kasar baju Ratu hingga robek, Ratu yang mendapatkan perlakuan sekasar itu dari William hanya bisa menjerit. Ia tak habis pikir bahwa William yang bagai kulkas itu ternyata seorang pshychopat.


Ratu berjingkat sekaligus bergidik ngeri sewaktu melihat William mengeluarkan sebuah pisau dari dalam jaketnya.


"W-will, ngapain elu ngeluarin pisau. lo nggak mau bunuh gue kan??, " ucap Ratu yang sudah menangis sejadi-jadinya.


"Gue selalu penasaran, kenapa ini beda sama punya gue. Jadi gue mau tau isinya apa??, " ucap William sambil menunjuk kearah dada Ratu dengan pisaunya.


"William jangan ngaco, aaahhhhh!!!, " teriak Ratu saat William menyibak semua yang menutupi tubuh Ratu.


Jeritan Ratu yang sangat memilukan saat William menggoreskan pisaunya tepat di dada Ratu, mendengar Ratu menjerit dengan keras dan beberapa tetes drah yang mengenai tangan dan bajunya malah semakin membuat William bertambah semangat dengan aksi kejamnya itu.


"W-william b-bangs*t, aakkhhhh, " ucap Ratu disela teriakannya.


"Apa kamu bilang?? coba ulangi sekali lagi, " ucap William sambil memberi tatapan mematikan kepada Ratu.


"N-nggak maaf, tadi a-aku keceplosan, " ucap Ratu yang tersadar akan kesalahannya.


"Tetot !! salah, kamu tadi nggak ngaomong gitu, " ucap William yang langsung menggoreskan pisaunya di perut ramping Ratu.


"Akkhhhhh !!!"


Berulang kali William menggoreskan pisaunya di tubuh Ratu, bahkan ia mengukir sebuah kata di punggung Ratu.


'KIMC*L'


Kata yang sukses mendarat di punggung mulus Ratu, Ratu sendiri sudah tidak sadarkan diri karena begitu banyak darah yang keluar.


Melihat lawannya tidak sadarkan diri bukannya menolongnya, william malah menggantungnya secara terbalik dan membiarkan darah menetes dari setiap luka yang ia ciptakan.


"Ahahahahahahaha !!!" tawa William berderai karena rasa puas, sudah lama ia ingin memberi pelajaran pada Ratu, namun ia terpaksa menahannya karena ucapan tuannya.


Setelah semua hasrat balas dendamnya tersalurkan William lantas mninggalkan Ratu sendirian tergantung dilangit-langit.

__ADS_1


*Flashback off*


"Astaga William, kamu sudah gila ya??. "


William hanya cengar-cengir mendengar ucapan dari nyonyanya, "Nggak nyonya, dia pantas mendapatkan semua itu" ucapnya.


"Kamu sadis ya, tapi gue minta lu jangan kek gitu lagi. KHUSUS KE CEWEK. Kalau sama cowok mah bodo amat. "


"Jadi saya hanya boleh kejam pada laki-laki, " ucap william yang sudah mengangkat sebelah alisnya.


"Bukan gitu William, aahh tauklah, aku pusing mau tidur aja. "


"Ech, nggak mau ngomong sama tuankah??, " tanya William sebelum telfon terputus.


"Ah iya dong. "


"Bentar nyonya, " William berjalan kerah Dhany dan langsung menyerahkan ponselnya.


"Ya mio caro, " sapa Dhany.


"Nanti kalo kesini beliin eskrim, coklat sama beberapa snack buat Taekie sebagai hadiah. "


"Hadiah??, " tanya Dhany.


"Hari ini dia udah jadi anak pintar, makany aku minta kamu buat beliin dia hadiah, "


"Oke mio caro, nanti aku beliin hadiah yang banyak buat Taekie oke, " ucap Dhany penuh semangat.


"Ya udah, kamu lanjut aja bolosnya. Tidur, aku tau semalem kamu tidurnya nggak nyeyakkan ??. "


"Iya mio caro, makanya aku sama William ini lagi di ruangan khusus, " jawab Dhany sambil mengucek matanya.


"Ya udah sana tidur, bye chagii. "


"Bye mio caro, " balas Dhany sambil menguap.


William mendekat kearah Dhany yang tyengah asyik merebahkan tubuhnya, "Tuan bagaimana kalau saya kembali ke kelas saja ??, "ucapnya.


"Kenapa??, " tanya Dhany dengan mata terpejam.


"Saya nggak mau mengganggu waktu istirahat, "ucapnya.


"Baiklah kau boleh pergi, " ucap Dhany memberi izin pada William.


"Terima kasih tuan "


Setelah mengucapkan terima kasih, William pergi meninggal Dhany yang hampir terlelap. Namun saat ia keluar dari ruang tersebut, seorang wanita melintas dan melihatnya.


"Loh itu kan William, kenapa dia masuk ke ruangan itu ?? aku harus memeriksanya, "


Wanita itu mendekat ke ruangan dimana Dhany tidur, dengan ragu-ragu ia membuka pintu dengan pelan-pelan. Tiba-tiba matanya terbelalak melihat isi ruangan tersebut yang begitu mewah, terlebih ia melihat seorang murid tampan tengah terlelap.


"Astaga !!! "

__ADS_1


******


__ADS_2