
Cerita versi Dhany pun di mulai.
Pagi itu saat sampai di sekolah Dhany malah mendadak merasakan kurang enak pada perutnya. Ia bergegas meminta ijin pada sang istri untuk pergi ke toilet.
"Yang aku ke toilet dulu ya."
Nandha hanya mengangguk mendengar ucapan Dhany dan kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas. Dhany yang memang sudah tidak tahan ingin membuang ampas kehidupan yang ada di dalam tubuhnya akhirnya berlari menuju toilet yang ada di ujung.
Setelah membuang hajatnya Dhany pun ingin kembali ke kelas sebelum kedua matanya mendapatkan siluet dua orang ada di sudut toilet laki-laki. "Lah? itu bukannya Siska sama Reno?" batin Dhany.
Melihat Siska dan Reno yang tampak mencurigakan akhirnya membuat ia berjalan perlahan untuk menguping apa yang sedang di obrolkan oleh keduanya.
"Reno, saya bisa membantu kamu untuk mengalahkan Nandha. Tapi saya juga mau kamu membantu saya dalam melakukan sesuatu." kata Siska.
"Ibu punya apa sampai sampai saya harus percaya sama omongan Ibu?" tanya Reno.
"Saya bisa memberikan kamu kunci jawaban dari semua soal ujian dari seluruh mata pelajaran."
Reno tampak memicingkan kedua matanya menatap bingung ke arah Siska. Di tempat persembunyiannya Dhany tampak memandang remeh ke arah Siska. Namun pandangan Dhany berubah menggelap saat mendengar ucapan Siska.
"Tapi saya kamu harus bantu saya memisahkan Nandha dengan Dhany."
Baik Dhany dan Reno yang ada di depan Siska saat ini sama-sama terkejut akan ucapan Siska. Reno tak tau harus menjawab apa maka ia hanya mampu berdiam diri saja sampai saat tangan lentik Siska menepuk pelan pundaknya.
"Saya tunggu jawaban kamu sampai nanti malam ya tampan, kirim jawaban kamu ke nomor ini." Siska memberikan sebuah kertas yang terdapat nomor ponsel dirinya sebelum ia meninggalkan Reno sendirian.
Reno memandang punggung Siska yang berlalu pergi dari tempatnya berdiri saat ini, "Dasar cewek gila." katanya. Baru saja ia ingin membuang kertas yang berisi nomor Siska ke dalam tong sampah saat tapi tiba-tiba tangannya di cekal oleh seseorang. Tentu saja hal itu membuat ia terkejut setengah mati. Apalagi saat ia tau siapa yang mencekal tangannya.
"Dhany?!"
"Ngga usah kaget kayak gitu," kata Dhany dengan santai. "Kenapa lo buang kertasnya? bukannya di dalam sana ada nomor telfon si guru gila tadi?"
__ADS_1
Reno mendengus pelan, "Karena gue ngga minat bersaing dengan cara curang," Reno menjeda ucapannya, "Gue mau ngalahin Nandha pakek usahan gue sendiri." Reno terkekeh di ujung kalimatnya.
"Lo beneran suka sama Nandha?" tanya Dhany.
Reno tampak memandang Dhany dengan tatapan terkejut. "Kenapa lo nanya gitu? Lo takut Nandha berpaling ke gue?" tanya Reno.
Dhany terkekeh dengan congkaknya, "Gue bahkan ngga yakin lo mampu natap dia waktu lo tau siapa dia yang sebenarnya," jawab Dhany.
"Gue tau kok, dia anak orang kaya ngga kayak gue yang anak orang biasa, ngga kayak lo anak orang kaya. Beda sama gue yang kemana-mana harus naik motor," ungkap Reno.
"Lo belum tau siapa kita Ren, nanti lo bakal tau kita-kita ini siapa kalau lo mau ikut ke dalam rencana gue."
"Ikut rencana lo? Lo ngga takut gue gabung ke rencana lo cuma buat deketin Nandha?"
"Ngapain gue takut kalau pada akhirnya gue yang tetep menang karena sampai kapan pun Nandha akan tetap menjadi milik gue." batin Dhany.
"Ngga, lo bukan lawan gue. Jadi gimana? Lo mau gabung gue apa ngga?"
"Oke gue telfon cewek gue dulu." Dhany pun melakukan panggilan suara dengan Nandha yang ada di dalam kelas. Panggilan tersebut langsung di loudspeaker di depan wajah Reno agar ia dapat mendengar obrolan Dhany dengan Nandha.
"Yang, kamu dimana?" tanya Dhany saat panggilannya bersambut.
"Di kelas kenapa?"
"Ada orang ngga di samping kamu?"
"Ngga ada kok kenapa sih?"
"Kamu dengerin aku baik-baik ya. Aku tadi ketemu Reno sama Siska. Tadi Siska nawarin Reno kunci jawaban biar bisa ngalahin kamu. Terus Siska juga minta bantuan Reno buat misahin kita."
"Dih cakep dia kek gitu?" kata Nandha yang nadanya sudah sedikit berbeda.
__ADS_1
"Tenang dulu ya, kamu mau ikutin rencana aku ngga?"
"Emang kamu ada rencana apa?"
"Jadi gini nanti aku bakal minta Reno buat chat Siska bilang kalau dia setuju buat bantuin dia misahin kita. Nanti kamu harus bisa akting bareng Reno. Aku nanti mau pura-pura masuk ke jebakan Siska, aku bakal seolah-olah membalas ucapan dia. Kamu sandiwara aja nganterin Reno ke ruangan Siska nanti disana kamu lihat aku ada di ruangan Siska dan kita bakal berantem. Disitu nanti Reno masuk dan pura-pura dekat dengan kamu."
Nandha diam sesaat. Saat Nandha terdiam Dhany pun merasa was-was takut istrinya itu tidak setuju dengan. Namun kekhawatirannya itu tidaklah terbukti saat Nandha mengucapkan, "Oke aku setuju."
"Tapi kamu harus ingat pesan aku satu ini ya yang. Entah ada orang atau ngga ada orang kalian tetap harus bersandiwara. Jangan biarkan orang-orang tau kalau ini hanya sandiwara bahkan ke keluarga kita sekalipun."
Nandha pun menyetujui hal itu yang di setujui oleh Nandha dan juga Reno maka setelah itu sandiwara pun terjadi dengan sangat nyata.
Begitulah cerita dari sudut pandang Dhany. Ia pun menyeruput minuman yang sedari tadi ada di depannya. Disana Reno pun hanya memperhatikan Dhany bercerita versi dirinya.
"Benar Om dan Tante, saya kesini karena memang saya terlibat jadi saya bisa menjadi saksi atas apa yang di ucapkan oleh Dhany dan Nandha."
"Jadi ini semua sandiwara kalian?" tanya Tengku yang masih sangsi akan cerita yang keluar dari mulut putranya.
Kali ini Nandha juga ikut menimpali. "Iya Pah, kita ngga bener-bener berantem kok."
"Lagian mana mungkin sih Pah anak Papah ini berpaling dari istri Dhany. Memangnya istri Dhany ini kurang apa?" timpal Dhany.
"Wait wait," ucap Reno memotong ucapan Dhany. "Lo bilang apa tadi? Istri? Lo sama Nandha pasangan suami-istri?" lanjut Reno.
Baik Dhany dan Nandha sama-sama mengangguk dengan kompak. "Iya, kami pasangan suami-istri."
"Wah, pantes aja waktu itu lo bilang kalu gue bukan lawan lo. Kalau gini mah gue ngga akan pernah menang apalagi Nandha aja sekaya ini," kata Reno dengan polosnya.
Maka saat itulah seluruh orang yang ada di ruangan itu tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Reno yang mengeluh di bodohi oleh Nandha dan juga Dhany.
*****
__ADS_1