The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 64


__ADS_3

*****


Nandha dan Dhany kembali ke kelas detalah semua urusan mereka selesai. Disana mereka sudah di sambut oleh tatapan maut bu Siska. Nandha dengan santainya berjalan kembali ketempat duduknya.


"Darimana kalian?" tanya bu Siska sarkas.


Nandha mengabaikan pertanyaan bu Siska dan terus berjalan menuju bangkunya.


Saya tanya kalian, dan siapa yang mengijinkan kalian masuk kelas saya?" tanya bu Siska dengan suara meninggi.


Dhany yang sudah geram mengambil insiatif untuk menjawab semua pertanyaan dari bu Siska, "Bukankah kita baru saja bertemu di uks bu? kenapa sekarang anda menanyakannya lagi? apa daya ingat anda sudah berkurang? dan untuk ijin masuk, saya rasa semua siswa yang sakit mendapat keringanan, apalagi seperi Nandha yang sudah jelas sekali menjadi korban penusukan beberapa hari yang lalu, nggak mungkin anda melupakan peristiwa itu kan?" balas Dhany dengan kejamnya.


William dan teman-teman Nandha menangkap sinyal ketidak beresan dalam hubungan kedua temannya dengan gurunya itu. Mereka pun saling memandang dan memberi kode dengan mengedipkan matanya sebanyak 2x.


Setelah menjawab begitu kejam Dhany menyusul Nandha untuk duduk di bangkunya. Ia memandang Nandha yang tengah memandang lurus ke depan ke tempat dimana gurunya itu menerangkan.


"Apa yang sedang kamu pikirkan sayang?" batin Dhany penasaran.


Akhirnya mereka mengikuti pelajaran seperti biasa, namun Nandha lebih memilih tidur, mungkin ini efek bius dari obatnya. Dhany menutupi wajah cantik istrinya dengan buku agar setiap guru yang mengajar waktu tidak tau bahwa Nandha tengah tertidur lelap.


"Dhan, kok si Nandha tidur muluk sih? gue kok takut ya," tanya Victoria cemas saat istirahat ke 2.


"Bentar gue cek dulu obatnya," ucap Dhany yang langsung mencari dimana Nandha menyimpan obatnya.


Obat sudah di temukan ia langsung memeriksa komposisi yang terkandung dalam obat tersebut, "Pantas saja dia tidur terus, kandungan biusnya cukup tinggi," tutur Dhany sambil terus meneliti obat Nandha.


"Kalau gitu ngapain lo biarin dia masuk sekarang? lagian gue yakin banget kalau lukanya pasti belum keringkan? kalian pasti ada masalahkan? buktinya kalian nggak berangkat bareng," cecar Suci pada Dhany.


"Pelan-pelan napa Ci," protes Dhany dengan suara meninggi.


Suci cengengesan melihat Dhany hampir mengamuk pada saat ia mencecar Dhany dengan pertanyaan-pertanyaannya.


"Hey, kalian sadar nggak seharian ini gue nggak liat muka Jafar, tumben banget dia nggak bikin rusuh," ucap Carla tiba-tiba.


"Bagus dong kalau dia nggak ada disini, jadi Nandha happy terus disekolah. Sejujurnya gue males ke sekolah akhir-akhirnya, dan itu semua karena keberadaan dia yang mengganggu," aku Suci, ia menarik kursinya agar mendekat ke bangku Nandha yang tengah tertidur.


"Kalian nggak laper? pada nggak mau ke kantin gitu?" tanya Victoria dengan puppy eyesnya.


"Kenapa? lu laper?" tanya Carla yang fokus pada ponselnya.


"Iya nih, tadi pagi cuma sempet makan roti, dan waktu istirahat tadi belum sempet makan udah di panggil kepsek," ucap dhany sambil melirik Carla yang masih asik dengan ponselnya.


"Makanan datang...!!"


Belum sempat Suci menjawab ucapan Dhany. Boy dan teman-temannya sudah datang membawa 2 kantong penuh berisi makanan dan minuman. Mata Dhany berkaca-kaca melihat ketulusan dan perhatian teman-temannya.


"aahh kalian emang the best banget dah, tau aja kalau kita lagi laper," ucap Dhany yang langsung menyambar kantong yang dibawah oleh william.

__ADS_1


"Kita?!" ucap Victoria sambil mengangkat sebelah alisnya, "Elu aja kalik kita kagak," lanjutnya.


"Hilih kipit," cibir Dhany sambil memasukan makanan ke dalam mulutnya.


Carla melirik kearah Victoria dan mencibirnya, "Kita... kita, elu kalik kita-kita mah laper."


"Elah lu jahat banget sih La, masa lu nggak mau belain gue sih," protes Victoria yang mulutnya sudah monyong 5cm.


"Sorry nih ya Ria, kalau urusan perut nggak ada temen, yang terpenting gue kenyang dulu," ucap Carla dengan mulut penuh dengan makanan.


"Pelan-pelan woy, yang lain juga mau makan," ucap Boy panik karena makanan yang is bawa di sikat habis oleh Dhany dan Carla.


"Kata Ehsan, perut kenyang hati pun senang," ucap Dhany menirukan gaya salah satu kartun dari Melayu.


"Bwahahahahahhahhah"


Tawa semua orang saat melihat gaya Dhany saat mengusap perut sixpacknya. Sungguh hari yang menyenangkan bagi Dhany, setelah beberapa tahun ini iya harus hidup dalam gelapnya dunia mafia.


"Hooaaaammm, kalian berisik banget sih, gue mau ti....zzzzzzz," gumam Nandha yang langsung kembali tidur tanpa sempat menuntaskan ucapannya.


Semua orang panik saat melihat Nandha yang terbangun dan bergumam, namun mereka kembali lega saat mendengar dengkuran merdu milik Nandha.


"Huuuft, aman. Gue syok, hampir aja kenapa serangan jantung," ucap Dhany lirih sambil mengusap lembut rambut Nandha.


"Dhan, kita semua jomblo, jadi kagak usah pamer kemesraan di depan kita," protes Vian sambil menepis tangan Dhany dari kepala Nandha.


"Sirik aja lu!!" teriak Carla dan yang lainnya bersamaan.


Sadar apa yang di maksud oleh Dhany merekapun secara reflek langsung menutup mulut dengan tangan, tersisa Carla yang terbatuk-batuk karena tersedak makanan.


Merekapun tertawa bersama namun dengan suara berbisik.


"Dhan bukannya lebih enak kalau Nandha lu bawa ke UKS ya, kasian kalau dia tidur disini," usul Suci.


"Kalau niat gue sih, maunya dia gue bawa pulang aja. Biar dia bisa istirahat lebih baik," ucap Dhany memberi tau idenya.


"Emang lu tau rumahnya?" tanya Vian dengan polosnya.


Dhany sadar akan keterceplosannya hingga dia harus mendengar pertanyaan petir itu. Dia terpaksa harus berbohong pada teman-temannya yang belum tau bahwa Nandha adalah istrinya.


"Oh, jadi lo pernah nganterin Nandha pulang? btw rumah Nandha dimana sih? dari gue kenal Nandha gue nggak tau rumah dia ada dimana?" tanya Vian lagi.


"Sorry Ian, Nandha bilang itu rahasia. Gue yakin kalau udah saatnya kalian pasti bakal di kasih tau sama dia," ucap Dhany memberi penjelasan pada Vian.


"Tapi gimana cara elu bawa Nandha keluar, nggak mungkin elu gendong kan, bisa heboh satu sekolah nanti," jelas Victoria.


"Kalian aja yang bawa Nandha keluar, nanti masukin dia ke mobil gue," tutur Dhany sambil mengemas barang-barangnya dan milik Nandha.

__ADS_1


"Tapi Dhan, gimana sama mobil Nandha?" tanya Victoria lagi.


"Kalian anterin ke rumah aja, biar sekalian main," kata Dhany sambil mengedipkan matanya pada ketiga sahabat sang istri.


"Oke siap boss!!" ucap tiga serangkai itu kompak.


Akhirnya mereka menjalankan rencana tadi dengan lancar, walau ada beberapa siswa yang bergunjing dan berbisik dengan spekulasi-spekulasi mereka sendiri.


Dhany berjalan berdampingan dengan William, samar-samar mereka mendengar beberapa siwa bergunjing tentang Ratu, mereka berdua mendengar isi pembicaraan itu hanya bisa saling bertukar pandangan dan bersemirk ria.


"*Kalian tau nggak si Ratu tadi nggak masuk skolah lo?"


"Emang dia kenapa?"


"Lo nggak tau ya, gue denger-denger yang nusuk Nandha kan si Ratu,"


"Gila...serius lo?"


"Iya, mana pernah gue bohong*."


Begitulah pembicaraan random teman-temannya yang terdengar oleh telinga Dhany dan William. Saat sampai di parkiran yang lumayan tertutup itu Dhany memberi tau alamat rumahnya pada suci dan yang lainnya, ia berkata agar mereka menyusul saat jam sekolah telah usai.


Skip perjalanan


Dhany membawa Nandha masuk kerumah dalam keadaan yang masih tertidur, beberapa maid yang melihat Dhany masuk menggondong Nandha menjadikan mereka sangat panik, mereka mengira telah terjadi suatu hal yang buruk pada kedua majikannya.


"Tuan ada apa ini?" tanya Lili seorang maid muda yang membukakan pintu.


"Tak ada, dimana Taekie? tadi pagi saya belom sempat melihatnya," tanya Dhany sambil terus berjalan masuk.


"Tuan muda Taekie tadi di jemput tuan Bryan tuan, katanya nyonya Monica merindukan tuan muda," jelas Lili dengan sopan.


"Baiklah kalau begitu," ucap Dhany, "Ah saya lupa, tolong kamu siapkan beberapa makanan dan cemilian karena nanti bakal ada tamu yang datang," lanjutnya.


"Baik tuan Daiba,"


Dhany menidurkan Nandha di kamar mereka, saat ingin melepas tangannya tiba-tiba Nandha menariknya kembali hingga Dhany kembali ke pelukan Nandha.


"Aish, kebiasaan kalau tidur pasti nyariin sesuatu buat di peluk," ucap Dhany lirih.


Dhany tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sangat jarang terjadi itu. Ia membalas pelukan Nandha dengan erat hingga tanpa sadar ia pun ikut tertidur bersama Nandha.


10 menit kemudian


Drrrzzztttt....drrrzzztttt


"Uch, siapa sih yang nelfonin gue?" ucap Dhany lirih sambil mengucek matanya.

__ADS_1


"Dia?? ngapain dia nelfon gue?" ucapnya bingung.


*****


__ADS_2