
Malam ini menjadi malam yang sangat panjang untuk kedua insan yang berbeda tempat namun dengan kesamaan yang sama. Sama-sama sibuk dengan lapton dan berkas. Sampai mereka tak sadar bahwa matahari tengah menjemput.
*****
Pagi itu suasana sekolah sangat mencekam. Karena hari ini seluruh siswa di jadwal akan menjalani ujian kenaikan kelas.
"Ini gimana ujiannya kalau Nandha nggak dateng?" Suci yang mondar-mandir tidak karuan.
"Kita aja nggak tau Nandha dimana. Coba aja Nandha kasih kita clue," sahut Victoria.
Carla yang baru saja datang langsung ikut menimbrung teman-temannya. "Gimana ada kabar dari Nandha nggak?" tanya-nya panik.
Suci dan Victoria hanya menggeleng lemah.
"Tuh anak kemana sih?" gumam Carla.
Reno, Boy, William, Leon, dan Vian berjalan mendekat kearah para gadis yang tengah duduk-duduk di depan kelas.
"Belum ada kabar ya?" Reno bertanya pada gadis-gadis di depannya.
"Belum Ren. Gue khawatir banget sama keadaan dia," Suci menggigit kukunya saking khawatirnya.
"Gue nggak tau lo sekhawatir ini sama gue, SUCI!"
Sontak semua kepala itu menoleh kearah belakang untuk mencari sumber suara. Lalu apa yang terjadi? Setelah kurang lebih 3 hari Nandha menghilang. Kini gadis itu muncul dengan tatapan yang mematikan.
"N-nandha!!"
Semua orang terkejut bukan main. Ada sepasang mata yang menatap benci pada Nandha. Sejujurnya teman-temannya ingin berlari dan berhaburan ke dalamm pelukan sahabatnya itu. Tapi karena tatapan Nandha yang tidak nyelow mereka mengurungkan niatnya.
Nandha bersmrik dan terus berjalan kearah Ratu. "Hello friend, how about your feeling right now?" Nandha menaikan sbelah alisnya.
"M-maksud lo apa Ndha?" gugup. Suci sangat gugup.
Di tengah kecanggungan itu tiba-tiba terdengar suara gemrisik dari pengeras suara milik sekolah. Semua orang tampak bingung dan saling melirik.
"PENGUMUMAN PADA SELURUH SISWA-SISWI FENITHA INTERNATIONAL SCHOOL. BAHWA UJIAN AKAN DI UNDUR DI KARENAKAN SALAH SATU GURU PEMBIMBING KEDAPATAN MEMBOCORKAN SOAL UJIAN. SEKIAN TERIMA KASIH!"
Semua siswa bersorak bahagia. Biasalah, siapa yang nggak suka kalau ujian itu di undur. Namun berbeda dengan yang siswa yang tengah bersorak. Teman-teman Nandha malah merasakan aura yang sangat dingin.
"Dhany cepet juga ya kerjanya," ucap Nandha yang langsung mendapat plototan dari sahabatnya.
__ADS_1
""Maksud lo Ndha?" tanya William yang sama sekali tidak paham akan keadaan ini.
"Nothing Will."
"Lo mau ngomong sendiri atau gue ya ngomong Suci." ujar Nandha penuh penekanan.
"Gue nggak paham apa maksud lo?" jawab Suci yang berusaha terlihat normal.
"Penculikan, penyekapan, pengancaman, kekerasan, penipuan dan masih banyak lagi. Apa gue kurang nyebutinnya?" Kali ini siapa yang bersuara? Yups, Dhany muncul dengan 3 orang berpakaian polisi.
"I-ini ada apa sih?" tanya Carla yang sudah tidak tahan rasa penasarannya.
"Suci yang habis ketemu kakak ipar gue buat mutusin hubungan mereka ketemu sama mobil Nandha yang pas banget habis kecelakaan dan belum ada saksi mata. Dia yang waktu itu pakek supir tanpa pikir panjang langsung nyulik Nandha yang posisinya baru aja keluar mobil buat bantuin Ratu." jelas Dhany yang sudah menatap tajam Suci.
"Terus."
"Kita bahas nanti. Jadi karena semua sudah terungkap lo bisa ikut bapak-bapak di belakang gue," ujar Dhany.
Tiga laki-laki yang sedari tadi ada di belakang Dhany pun langsung mengeluarkan borgol dan menarik tangan Suci.
"Saudara Suci anda kami tahan atas tuduhan penyulikan. Ada berhak diam dan tolong siapkan pengacara anda."
Heboh sudah keadaan sekolah bertaraf internasional itu. Baru saja meelihat Suci di geret paksa oleh petugas kepolisian. Muncul lagi Bu Siska yang di ketahui sebagai guru baru itu lagi-lagi tengah di geret oleh kepolisian.
Mata wanita itu menatap nyalang kearah Reno yang sedang berdiri di samping Dhany. "RENO!! SEMUA GARA-GARA KAMU! KAMU YANG MENJEBAK SAYA!" Teriak Siska menjadi.
Teriakannya berubah menjadi rengekan manja saat matanya menangkap intensitas Dhany. Sosok yang beberapa hari ini menjadi prioritasnya itu.
"Dhany sayang tolong aku ya, aku nggak salah kok, beneran. Ini semua salah Reno. Dia yang memohon padaku untuk memberikan kunci jawaban karena mau ngalahin Nandha," rengeknya sambil berlari dan berlutut di bawah kaki Dhany.
"Apa kita sedekat itu, BU GURU?" ucap Dhany sambil merangkul Nandha dan membawa gadis yang di nikahinya beberapa bulan yang lalu itu pada pelukan hangat.
"A-APA?!"
"Sudah cepat ikut kami ke kantor."
Siska kembali di tarik paksa dan menghilang di balik gedung olahraga. "Akhirnya sepi," ucap Dhany santai.
"Jadi kalian nggak mau jelasin ke kita-kita gitu? Sebenarnya apa ang terjadi?" tanya Carla. Lagi-lagi gadis itu tak dapat menahan rasa keponya.
"Kita balik dulu, sayang kita pulang ke rumah ya. Bantu jelasin ke papa sama mama. Aku masih trauma di tonjok papa," pinta Dhany.
__ADS_1
"Ututu kasian. Emang papa belum tau kalau aku udah pulang?" tanya Nandha.
"Belum. Makanya aku tadi ngumpulin mereka lewat undangan Ghost Crime biar mereka tau kalau aku nggak main-main kali ini."
Note : Undangan Ghost Crime adalah undangan khusus hanya orang-orang tertentu yang mendapatkannya. Akan ada konsekuensi jika orang yang mendapatkannya tidak melakukan apa yang ada di dalam undangan.
Semua memacu kendaraan masing-masing menuju kediaman Dhany bersama dengan Nandha. Cukup memakan banyak waktu karena entah kenapa hari itu jalanan sangat macet.
Saat memasuki istana mewah itu ternyata sudah ada mobil dari keluarga Nandha maupun Dhany. Bahkan mobil kedua saudara Nandha pun sudah bertengger apik di depan halamannya.
"Kita pulang!"
"Buruan S*tan!!" Tengku dengan mulut pedasnya menerjang saat mendangar suara anaknya.
"Papa kok kasar," ucap Nandha dengan puppy eyes.
Mendengar suara yang sangat di rindu Tengku langsung berlari menerjang tubuh menantunya. "Astaga Menantu tersayang Papa. Kamu kemana aja Nak? Kamu nggak apa-apakan? Kamu udah makan belum? Kamu kesini sama siapa?" pertanya demi pertanya terlontar begitu saja dari mulut Tengkuh.
"Papa lebay," sahut Dhany dengan mata jengah.
"Kkrrr ... gguk ... gguk."
"PAPA!! Papa manusia ya jangan jadi anjing galak." tegur Dhany setenggah berteriak.
"Jangan deket-deket menantuku!"
Semua orang sudah duduk di ruang keluarga. Mulai dari teman-temannya sampai kedua keluarga. Namun Dhany tak dapat menyembunyikan wajah jengah menatap sang istri yang tengah di apit erat oleh sang papa.
"Jadi siapa yang mau jelasin?" tanya Bryan.
"Gue bang," jawab Dhany mantap.
"Sebelumnya gue mau minta maaf waktu Nandha kecelakaan gue kayak nyantai banget. Itu semua cuma pura-pura. Gue panik banget sumpah. Tapi untung gue udah pasang penyadap di baju bagian dalam dia jadi gue bisa lacak dia. Kalau buat urusan gue sama guru itu. Semua emang dadakan, tapi Nandha sama Reno tau urusannya kok. Jadi gue nggak ada selingkuh." jelas Dhany.
"Urusan sama Bu Siska itu Dhany udah bilang malam waktu kita habis hs kalau dia ketemu Siska sama ibunya pas jemput Mama. Terus pas kita kesekolah ternyata Siska lagi nyogok Reno buat bisa ngalahin gue yang pas itu bikin taruhan sama dia, ya nggak Ren?" Nandha yang kini mengambil alih menjelaskan.
Reno mengangguk, "Benar. Saya waktu itu sedang ke perpus buat ambil salah satu buku. Eh ternyata saya ketemu Bu Siska terus di ajak kerjasama. Dia ngiranya saya suka sama Nandha. Padahal saya sekedar nge-fans aja, saya juga udah punya kekasih," sahut Reno.
Dhany memulai cerita versi dirinya---
Pagi itu saat sampai di sekolah Dhany malah mendadak merasakan kurang enak pada perutnya. Ia bergegas meminta ijin pada sang istri untuk pergi ke toilet.
__ADS_1
"Yang aku ke toilet bentar ya."
*****