The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 57


__ADS_3

******


"Eomma !!" panggil Taekie sambil menarik ujuk selimut Nandha.


"Nee baby, " ucap Nandha lembut.


Dengan memasang wajah imutnya Taekie memberanikan diri untuk meminjam ponsel Nandha. "Eomma, Aekie pinjem ponselnya dong, "ucapnya.


"Eh, emang hp kamu kenapa sayang??" tanya Nandha.


Taekie saling menautkan jari telunjuknya yang semakin membuat Nandha gemas, "Hp Aekie lowbet eomma, Aekie mau telfon appa sebentar. "


Nandha menaikan sebelah alisnya, "Loh tadi kan appa baru aja telfon, kenapa tadi nggak ngomong sama appa lebih lama??"tanya Nandha.


"Eemm, Aekie juga nggak tau, rasanya pengen telfon appa aja. "


"Yaudah, nih eomma kasih pinjem, " ucap Nandha sambil tersenyum lebar.


'Yeeeaaah".


Taekie yang kelewat senang itu langsung menghubungi sang appa.


*****


Wanita itu mendekat ke ruangan dimana Dhany tidur, dengan ragu-ragu ia membuka pintu dengan pelan-pelan. Tiba-tiba matanya terbelalak melihat isi ruangan tersebut yang begitu mewah, terlebih ia melihat seorang murid tampan tengah terlelap.


"Astaga !!! "


"Mimpi apa gue semalem bisa liat my honey bunny sweaty yang lagi bobok, " ucap wanita itu sambil berjalan mendekat kearah Dhany.


Sepasang tangan lentik itu terulur ingin membelai pipi mulusnya, namun belum sempat menyentuhnya tiba-tiba ponsel Dhany berdering. Di dalam hati Dhany membatin, "Untung aja, orang pinter mana ini yang nelfon gue ?? siapapun elu makasih udah nyelametin gue, " batinnya.


Namun kebenarannya adalah karena Dhany seorang mafia, maka ia memiliki kepekaan yang melebihi batas sehingga pergerakan sedikit saja dari sesorang mampu ia rasakan. Dhany tau bahwa ruangan tempat ia tidur dimasukin oleh seseorang, namun ia tetap berpura-pura tidur. Ia ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh sang penyusup itu.


Wanita itu segera menarik tangannya saat mendengar ringtone ponsel Dhany, ia terlihat panik saat melihat kelopak mata Dhany perlahan terbuka.


"Sedang apa anda disini?!!, " tanya Dhany dengan mata terbelalak. "Anda bukannya bu Siska ya??".


Mendengar ucapan Dhany membuat bu Siska gelagapan, ia merasa tengah kepergok saat sedang maling. "S-saya kemari ingin menghukum kamu, " elaknya.


Dhany mengangkat sebelah alisnya, "Menghukum saya?? emang anda tau darimana saya ada disini, " cecar Dhany sambil tersenyum miring.


Bu Siska semakin gugup saat mendengar pertanyaan dari Dhany yang semakin menyudutkannya, "A-anu s-aya di beri tau oleh William, ya William, " jawabnya berbohong.


"Kapan kita ketemu bu?!!"


Sudah jatuh tertimpa tangga, pribahasa inilah yang cocok untuk bu Siska saat ini. Saat ia ingin berbohong menggunakan nama orang lain, malah orang tersebut kini ada di hadapannya.

__ADS_1


"Bu Siska, saya tadi nanya. Kita pernah ketemu dimana?? " ucap William mengulangi ucapannya tadi.


Keringat dingin mengucur deras dari kening bu Siska, "Astaga kenapa jadi begini?, " batinnya.


William semakin mendekat dan terus mencfecar bu Siska dengan pertanyaan-pertanyanyaan yang sangat tajam.


"Dimana?, kapan?, jam berapa?, ayo bu jawab saya, " cecar William, sambil mencondongkan wajahnya.


"Aarrgghhh !! Nggak tau saya mau pergi dulu, " teriak bu Siska sambil berlari terbirit-birit meninggalkan ruangan tersebut.


Dhany dan William saling memandang sebelum akhirnya tertawa lebar.


"Boss itu telfon mau di biarin sampai kapan?" tegur William mengingat Dhany.


Dhany gelagapan dan segera mencari dimana ponselnya, "Mio caro?"


"Halo mio caro ada apa ya?" tanya Dhany dengan mimik wajah pucatnya.


"Appa ini Aekie"


"Eh, Taekie ada apa chagia?" tanya Dhany lagi.


"Nggak appa, Aekie cuma pingin telfon appa aja".


"Loh, kok gitu?" ucap Dhany.


"Perasaan Aekie nggak enak appa, rasanya kebayang appa terus".


"Appa nggak papa kok, kamu kangen appa ya?," goda Dhany.


"Nee, Aekie kangen appa".


"Tunggu ya, bentar lagi appa pulang," kata Dhany. "Nanti appa belikan hadiah ya?".


"Okey appa, Aekie bakal jadi anak baik dan jagain eomma disini".


"Anak pintar, ya udah appa matiin ya terfonnya?"


"nee appa"


Dhany mengakhiri telfonnya dan kembali memandang William tengah memejamkan matanya di sofa panjang tadi. Dhany seperti ningin berbicara namun enggak karena William tengah tidur.


Tanpa diduga tiba-tiba William membuka matanya dan bertanya, "Ada apa tuan?" tanyanya.


"Nggak gue cuma bingung, tadi elu kan udah ke kelas kenapa tiba-tiba udah disini aja??" tanya Dhany sambil ikut duduk disofa itu.


"Oh itu, jadi gini tuan..."

__ADS_1


*Flashback on*


"Kasian tuan pasti lelah harus jagain nyonya," batin William, ia kahirnya meninggalkan Dhany tertidur sendirian di dalam ruangan itu.


"Nanti ajak Leon ke rs ah, buat jenguk nyonya. Diakan belum pernah ketemu nyonya," gumam William sambil berjalan.


"Minta ijin tuan dulu deh baru telfon Leon," ucap William sambil memutar kembali tubuhnya.


Saat kembali William terkejut melihat seorang wanita yang tengah mengintip tuannya tidur dari balik pintu.


"Mau ngapain dia itu, pakek acara ngintip gitu lagi," gumamnya, William bersembunyi di balik tangga penghubung lantai 1 bdan 2.


William mengangkat sebelah alisnya, "Lah itu orang ngapain masuk anj*r." William menggertakan giginya. Ia merasa sangat kesal melihat ruangan itu dimasukin orang lain tanpa izin.


Melihat bu siska memasuki ruangan itu william kembali berjalan mendekat. Kini ia yang justru bersembunyi di balik pintu, untuk menguping pembicaraan tuan dan gurunya itu.


"Tuan nggak mungkin nggak sadarkan kalau ruangannya dimasukin orang?" William terus saja bergumam tanpa henti.


"Aduh mereka ngomong apa sih? kan gue kepo," cicitnya.


"Sedang apa anda disini?!!" suara Dhany dari dalam ruangan.


"Tuan!" pekik William pelan.


"S-saya kemari ingin menghukum kamu ".


"Menghukum saya?? emang anda tau darimana saya ada disini, "


"A-anu s-aya di beri tau oleh William, ya William, " terdengar samar-samar suara bu Siska yang terdengar oleh William.


"Eh sial, kenapa jadi gue dibawa-bawa coba, nggak bisa di diemin nih," gerutu William dari balik pintu.


*Flashback off*


"Yah...jadi gitu tuan," ucap William menerangkan.


Dhany mangut-mangut tanda ia mengerti akan ucapan William, "Jadi kalian mau ke rs jenguk Nandha?" tanya Dhany.


"Iya tuan, kami ingin menjenguk nyonya kalau tuan izinkan," jawab William sambil menampilkan puppy eyesnya.


Dhany nyilangkan tangannya di dada dan memasang tanpang seolah-olah tengah berpikir keras, "Oke, kalian boleh kesana," jawab dhany sambil tersenyum lebar.


"Ayeee, terima kasih tuan saya akan sampaikan kabar ini pada Leon agar ia bisa membeli buah tangan yang banyak untuk nyonya," ucap William sambil tertawa lebar.


Dhany menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah William yang tidak seperti biasanya itu, "Ya udah sana, gue mau rebahan dulu, dan jangan lupa urus wanita tadi sebelum ia membuat ulah," perintah Dhany dengan santai.


"Siap tuan, saya akan tinggal disini menemani anda," ucap William formal.

__ADS_1


"Dia kumat lagi," gerutu Dhany.


*****


__ADS_2