
Malam itu setelah penjelasan panjang yang di berikan oleh Nandha, Dhany serta Reno pada keluarga besarnya ternyata mampu membuat ketiganya kelelahan. Maka disinilah mereka, duduk di tepi kolam renang di temani secangkir teh hangat dan beberapa kue kering yang di siapkan oleh maid.
"Gue ngga nyangka kalian udah nikah. Gue pikir kalian itu cuma ya, pacaran aja kayak anak-anak SMA pada umumnya," ungkap Reno sambil memandang Dhany yang menempel lengket pada sang istri.
Dhany memandang sengit Reno yang tengah memandang keduanya, "Kenapa? Lo mau nikung gue ya? Iyakan? Ngaku lo," cecar Dhany.
"Ngga ya, ngapain gue nikung lo," balas Reno tak kalah sengit.
Dhany pun lantas berdiri di depan Reno sambil berkacak pinggang, "Alah, gue sering lihat lo diem-diem liatin Nandha kalau di sekolah. Lo kalau ngelak sekali lagi gue bogem lo ya!" Dhany pun kembali menyanggah ucapan Reno sambil berkacak pinggang.
"Lo yang lama-lama gue bogem! Dah di bilang gue ngga minat sama bini lo ya nyet. Sekali lagi gue kasih tau, gue ini udah punya pacar dia beda sekolah sama gue," balas Reno.
TING!!
Denting cangkir yang beradu dengan meja kaca karena ulah Nandha yang berhasil mengintrupsi keduanya agar lekas terdiam. Tampaknya gadis itu merasa kesal akibat perdebatan Dhany dengan Reno. Tampak kerut amarah di sekitar keningnya dan nafas yang tertahan. Melihat Nandha yang seperti itu mampu membuat Nyali Dhany menciut. Ia lantas kembali duduk sambil bergelayut manja di lengan Nandha.
"Kenapa Yang? Ayang haus?" tanya Dhany dengan nada manja.
"Kalian diem deh. Ayang-ayang kepalamu lama-lama yang ku buat melayang," tukas Nandha.
"Jangan gitu dong Yang." Dhany pun mengerucutkan bibirnya.
Reno yang melihat interaksi keduanya tak mampu menahan gelak tawanya, "Dasar suami-suami takut istri," ejeknya.
"Ren lo juga diem daripada gue sentil tembolok lo," ancam Nandha.
"Bisa ngga sih kalian ini serius dikit, gue ini capek banget loh," keluh Nandha.
"Iya maaf." ucap Dhany dan Reno.
__ADS_1
Reno mengedarkan mata laparnya menatap seisi rumah Nandha yang mampu di tangkap oleh kedua matanya. Ia pun kembali bertanya pada Nandha, "Gue tau lo itu anak orang kaya Ndha, tapi gue ngga nyangka kalau lo bisa punya perusahaan sendiri dan rumah segede ini."
"Ini bukan rumah gue, ini rumah orang tua gue. Gue dah pindah tinggal berdua sama Dhany," jawab Nandha. Ia pun juga menatap ke samping mengenang masa-masa indah sewaktu ia masih tinggal disana.
"Loh? kalian ngga tinggal disini lagi?"
Keduanya kompak menggeleng, "Engga. Sekarang gue sama Nandha dah ada rumah sendiri walau masih hadiah pernikahan dari orang tua sih." tutur Dhany.
"Orang tua lo tajir juga Dhan?"
Dhany yang di tanya begitu hanya mampu senyum dan tertawa pelan, "Kebetulan iya, tapi lebih kaya orang tua Nandha daripada orang tua gue," ucap Dhany sambil memandang ke arah Nandha yang sedang menyesap tehnya sambil menonton madam slay di tiktok.
"Hah? lo kalah kaya dari Nandha?" tanya Reno yang terkejut mendengar ucapan Dhany.
Dhany tidak menjawab pertanyaan Reno. Ia malah mengusap pucuk kepala Nandha lalu di tariknya kepala Nandha untuk di kecupnya, "Kamu ke kamar dulu ya, aku mau ngobrol sama Reno berdua. Nanti aku nyusul kamu ke kamar," ucap Dhany dengan tatapan yang sangat lembut.
Nandha hanya diam tampak memikirkan sesuatu sampai akhirnya ia menguap dengan cekatan Dhany langsung menutup mulut Nandha dengan salah satu tangannya.
Dhany pun hanya mampu menghela nafas pelan. Di angkatnya tubuh Nandha ke atas pangkuannya. Nandha yang sudah duduk dengan nyaman di atas pangkuan sang suami hanya bisa mengistirahatkan kepalanya di bahu Dhany dan menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher sang suami.
"nghh, wangi banget bikin ngantuk." racau Nandha dengan mata terpejam.
Dhany hanya mampu terkekeh dan mengusap punggungnya dengan perlahan agar sang istri merasa nyaman dan cepat tertidur. Reno yang melihat kedekatan keduanya hanya tersenyum merasa turut senang melihat kedua temannya itu kembali bersama setelah sekian banyak masalah yang menimpa keduanya.
"Lo risih ngga kalau gue kayak gini? kalau lo risih biar gue bawa Nandha ke kamar dulu baru nanti ngobrol lagi disini." tanya Dhany pada Reni yang tengah memperhatikan keduanya.
Reno menggeleng, "Engga kok, gue malah seneng akhirnya kalian bisa bareng lagi. Mending gue lihat lo kayak gini daripada gue lihat lo sama Bu Siska kemarin," ungkap Reno yang di akhir dengan kekehan.
"Siala*n lo." Dhany pun turut tertawa mendengar ucapan Reno. Dhany merasakan hembusan nafas teratur di tengkuknya, di liriknya sang istri ternyata Nandha sudah tertidur dengan nyaman di atas pangkuannya.
__ADS_1
"Menjawab pertanyaan lo tadi. Orang tua Nandha itu super kaya bukan tandingan orang tua gue. Bahkan ketiga teman Nandha bukan tandingan Nandha."
"Seriusan?!"
"Lo tadi udah lihat orang tua Nandha kan?" tanya Dhany pada Reno.
Reno mengangguk, "Iya, gue udah lihat."
"Lo tau orang terkaya siapa?"
"Keluarga Agatha kan?"
Kali ini Dhany lah yang mengangguk, "Sosok laki-laki bertubuh gagah yang dari tadi ngekepin Nandha itu ayahnya. Nama beliau adalah Alexander Agatha. Beliaulah sosok di balik sebutan orang terkaya di dunia. Jadi lo sekarang dah tau kan kenapa Nandha sekaya itu?"
Reno yang mendengar ucapan Dhany hanya mampu menjatuhkan rahangnya. Ia tidak percaya akan yang baru saja ia dengar. Jadi kawan sekolahnya ini merupakan putri dari keluarga Agatha? Putri orang terkaya di dunia yang selama ini identitasnya selalu di buru oleh media. Sepertinya serangan kejut yang di berikan oleh Dhany masih belum cukup untuk menjatuhkan jantung Reno sampai ke mata kaki. Buktinya kini ia kembali melayangkan sebuah pertanyaan baru.
"Kalau Nandha orang terkaya pertama di Dunia terus lo orang ke berapa Dhan?" tanya Reno. Terselip rasa ragu di nada intonasi pengucapan pertanyaannya. Namun Dhany tetap menjawabnya dengan tawa yang mengembang, "Gue ada di posisi kedua. Orang tua gue duduk di posisi orang terkaya kedua di dunia," ungkap Dhany berterus terang.
"Dahlah." Reno langsung berdiri dari duduknya dan berjalan mondar-mandir seperti setrika panas.
"Gue ngga bisa, gue ngga bisa terus disini. Gue bukan orang kaya, gue ngga cocok berteman sama kalian." gumam Reno.
Dhany menatap Reno yang tengah di serang panic attack setelah ia memberi tahukan siapa Dhany dan Nandha yang sebenarnya. Melihat gelagat aneh yang di berikan sosok di depannya ini membuatnya bingung. Lalu di tariknya tangan Reno saat melintas di depannya.
"Lo kenapa? coba ngomong pelan-pelan."
Reno pun menatap Dhany dengan mata berkaca-kaca dengan nada memohon ia pun berucap, "Lo ngga akan bully gue kayak mereka-meraka kan?"
"Apa?!"
__ADS_1
******