The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 103


__ADS_3

Budayakan like, koment, vote dan follow ya biar Chiplux makin semangat up nya.😊😊😊


*****


"Dhan, lo marah banget ya sama adek gue?" tanya Bryan saat Dhany melepaskan ikatnya.


"Otak lo nggak lo sedekahin kan?" tanya Dhany.


Bryan berdecak, "Ckckck, ya kagaklah ogeb."


"Kalau kagak kok lo bisa jadi ***** gini. Dimana-mana namanya suami liat bininya di godain mantannya pasti panaslah. Dasar jones," umpat Dhany kesel.


"Ya santai aja dong Dhan, gue ada rencana kalau lo mau, lo bisa gabung sama gue buat kasih pelajaran sama dia sekeluarga," kata Bryan.


"Rencana? emang lo ada rencana apa?" tanya Dhany.


"Jadi gini ... "


Bryan membisikan rencana di telinga Dhany. Agak lama mereka merencanakan gagasan untuk memberi hukaman pada keluarga Jafar. Selama 2 jam mereka asik berdiskusi sampai-sampai Nandha kembali masuk untuk mencari Dhany.


"Kalian ngapain aja sih lama am .... at!!!" Nandha mengerjap bingung akan apa yang di lihatnya.


Dhany dan Bryan tengah berbaring bersama di atas ranjang dan saling menumpangkan kakinya. "Sorry ganggu, kalian lanjutin aja. Tapi Dhan ... perasaan kemarin waktu skidipapap punya lo turn on kok, kenapa sekarang jadi suka batang?" ucap Nandha sambil berlari keluar dari kamar Bryan.


"Suka batang?? maksud Nandha apaan sih?" ucap Dhany lirih.


Dhany menatap ke bawah ke arah kakinya yang tengan menindih kaki Bryan dan kaki Bryan yang kakinya.


"Pantes aja Nandha ngomong gue suka batang," ucap Dhany dengan wajah datarnya.


"lah iya, sejak kapan kita jadi rebahan mesra gini yak?" ujar Bryan sambil menggaruk kepala Dhany.


"Sebenernya elo ada masalah apa sih sama gue, elo yang ngerasain gatel kenapa pala gue yang elo garuk ... " protes Dhany.


"Tau ah, gue mau ke bawah ini udah jam makan perut gue laper." Dhany pergi meninggalkan Bryan sendirian.


Dhany pergi ke kamar Nandha untuk bertukar pakaian. Di lihatnya Nandha tengah asik menonton drama Korea dari laptopya.


Dhany mendekat perlahan sampai Nandha tak menyadarinya hingga akhirnya Dhany merebahkan kepalanya di paha mulus Nandha.


"Udah mesra-mesraannya?" tanya Nandha sambil tetap fokus pada layar laptopnya.


"Hmmm ... punya Bryan nggak enak, enakan punya kamu. Makanya aku kesini mau minta kamu," kata Dhany sambil menyembunyikan wajahnya.

__ADS_1


"Nggak mau !!! aku lagi nonton drakor seru ini," kata Nandha menolak permintaan sang suami.


Dhany mengkrucutkan bibirnya membuat Nandha menjadi gemas sendiri.


"Udah jangan cemberut mending nih makan," ucap Nandha sambil menyuapkan kripik kentang favoritenya dalam mulut Dhany.


"Aku laper ... mau makan," ujar Dhany mengadu pada Nandha.


"Ya udah mandi sana, bentar lagi waktunya makan." perintah Nandha sambil mendorong kepala Dhany.


"Iya-iya sayang, cium dulu dong." Dhany menyosor pipi kanan dan kiri milik Nandha secara paksa.


"DHANY ...... " teriak Nandha sambil melepar bungkus kripik yang ia makan dari tadi.


Dhany menggunakan jurus langkah seribu bayang untuk menghindari amukan Nandha.


*Ruang makan*


"Dimana suami kamu?" tanya Alexander saat di meja makan.


"Dia masih mandi dad, paling bentar lagi nyusul kesini," jawab Nandha santai.


"Kalian nggak lagi berantem kan?" tanya Monica.


"Enggak kok mom," jawab Nandha lagi.


"Diem lo tokek belang," ucap Nandha datar.


"Jangan ngadi-ngadi, orang ganteng gini di bilang tokek belang," protes Bryan sambil berkacak pinggang.


"Rame banget sih, suara lo kedengeran sampai atas tau bro," ucap Dhany sambil menepuk pundak Bryan.


Bryan menampilkan puppy eyesnya di hadapan Dhany, "Darling .... dia nakal. A-aku di bully ama dia," adu Bryan sambil menunjuk kearah Nandha.


BRUUSSSHHH


Alexander menyemburkan teh hangat yang baru saja ingin melewati tenggorokannya. Dia memandang kedua putranya yang sedang bermesraan di atas tangga rumahnya, sungguh pemandangan yang sangat menyilaukan mata.


"Siapa?!! siapa yang berani bully kamu wahai Biawak belang?" ucap Dhany sambil mengelus pipi Bryan dengan lembut.


"Mommy kayaknya kita harus nyari menantu baru deh," bisik Alexander di telinga Monica.


"Jyjyk gue Dhan," tungkas Bryan sambil menepis tangan Dhany.

__ADS_1


"Nah kan elo yang tiba-tiba akting bjiiir, gue mah tinggal ngikutin," protes Dhany.


"Tapi nggak gitu juga dong Kimin tokek!!!" teriak Bryan. Karena kesal Bryan pun meninggalkan Dhany.


Dhany pergi mengikuti Bryan. Dia duduk di kursi sebelah sang istri. Hari ini berbeda dati biasanya. Jika biasanya keluarga Agatha akan diam saat makan, hari ini untuk pertama kalinya ... Keluarga Agatha berbincang saat makan. Waktu yang akan sepi dan hanya suara sendok yang beradu dengan piring, kini bercampur dengan suara seorang lelaki parubaya.


Alexander Agatha sang kepala keluarga tiba-tiba melontarkan sebuah pertanyaan di tengah-tengah acara makan.


"Dhany, daddy mau nanya bolehkan?" tanya Alexander tiba-tiba.


Dhany bingung akan apa yang terjadi, diliriknya sang istri meminta pendapat.


"Boleh dad," jawab Dhany setelah mendapatkan kode dari Nandha.


"Devisi keamanan umum itu gimana ya?"


Dhany mengerjap, "Devisi keamanan umum itu, para anggota kita yang biasanya ada di permukaan. Mereka biasanya bakal nyamar jadi bodyguar para pejabat, artis, dan para pemimpin suatu perusahaan besar." jelas Dhany.


"Cuma kalau di pikir-pikir perusahaan keluarga Agatha doang yang nggak pernah minta bodyguard teratas," lanjut Dhany.


"Perusahaan daddy kamu emang nggak pernah minta pasokan penjaga dari orang lain, soalnya semua pasukan kita di atur sama Bryan, termasuk devisi keamanan khusus perusahaan istri kamu," sahut Monica.


Dhany memasukan sesuap nasi ke dalam mulutnya, "Tapi skalanya kayaknya lebih kecilkan? waktu itu Nandha pernah cerita kalau devisi keamanan khususnya cuma bisa bertindak sampai batas zona abu-abu," ujar Dhany.


Bryan mengangguk, "Bukan skalanya yang lebih kecil, tapi batas yang gue kasih emang segitu. Mereka yang ada di bawah kepemimpinan Nandha itu orang-orang terkuat gue. Mereka butuh ijin gue kalau mau melangkah ke duniah bawah," jawab Bryan sambil mengaduk-aduk makanannya.


Nandha menaikan sebelah alisnya,"Kenapa gitu?" tanyanya.


"Gampangnya si biawak belang ini nggak mau adek tercintanya ini masuk ke dunia mafia lagi," jawab Dhany sambil bawah dipkan sebelah matanya.


"LAGI?!!!"


Alexander dan Monica menggebrak meja secara bersamaan membuat semua terkejur. Saking terkejutnya sampai membuat makanan yang ada di sedok Nandha terbang dan mendarat tepat di piring Bryan.


Monica menatap lekat pada Bryan, tatapan bagai pedang pendekar yang siap menebas dan memotong tubuh musuhnya. Di pegangnya pundak Bryan yang sudah berguncang hebat.


"Jangan bilang kalau gara-gara dunia bawah kalian ini yang bikin anak kesayangan mommy nangis-nangis histeris minta ingatannya di hapus??" tanya Monica dengan intonasi yang menyeramkan.


"I-iya mom," jawab Bryan tergagap.


Bryan memelototi Dhany yang asik makan. Dhany yang tak tau maksud dari tatapan itu hanya bisa menampilkan wajah cengohnya di hadapan semua orang.


"Ayo ikut mommy," ajak Monica lembut namun tetap dengan hawa yang mendominasi.

__ADS_1


"Tamatlah riwayatku," batin Bryan.


*****


__ADS_2