The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 120


__ADS_3

Hay semuanya πŸ€—


Disini sebelum kalian baca, aku mau minta tolong kalian tulis komentar kalian tentang teori ada apa antara Nandha sama Dhany. Bisa? Bisa dong ya πŸ˜‚


Kalau gitu selamat membaca semuanya 😘


******


Kurang lebih selama 2 jam Nandha dan Leakai membahas masalah kantornya. Mulai dari permasalahan kantor yang belum sempat Leakai laporkan sampai dengan pemindahan kekuasaan saat ini. Hal itu nyatanya mampu membuat Reno tertidur di sofa empuk yang sedari tadi ia duduki saking bosannya.


Nandha memalingkan wajahnya menghadap kearah Reno yang masih tenang di alam mimpi. Ia kembali menatap Leakai lalu tersenyum.


"Jangan aneh-aneh, inget lo udah ada suami. Jadi nggak boleh lirik kanan-kiri," ujar Leakai mengingatkan sang adik yang tengah memandang wajah temannya dengan intens.


Nandha nampak acuh dengan ucapan Leakai, tapi tak sepenuhnya ia abaikan. Ada beberapa ucapan yang terlontar dari mulut Leakai yang mampu menohok hatinya.


"Gue tau lo bukan tipe cewek yang bakal main api kalau lo nggak liat asap dalam kehidupan lo. Tapi ada kalanya kalau lo mending cari tau dulu apa yang sebenernya terjadi. Jangan karena kesalahpahaman kalian berdampak pada orang lain. Please, be a smart girl gue tau lo pinter."


cukup menohok untuk Nandha. Pasalnya ia saat ini tengah merencanakan sesuatu dan yang mungkin akan melibatkan Reno dalam permainan api ini.


"Tenang aja Kak, gue tau kalau gue lagi main api yang bakal ngebakar gue kalau sampai gue salah ambil langkah." batin Nandha.


Setelah Leakai dan dirinya menyelesaikan urusan pribadi mereka. Nandha mencoba membangunkan Reno dengan menggoyangkan tubuh pemuda tersebut.


"Bangun woi, lo nggak mau pulang?" tanya Nandha saat melihat lawannya itu membuka mata.


Reno bergerak kesana kemari. mengusap matanya beberapa kali sampai akhirnya dia benar-benar membuka matanya. Sungguh pemandangan yang indah saat membuka mata. Dimana dia melihat wajah Nandha yang sedang memandangnya.


"Udah liatin muka gue?" tegur Nandha.


mendengar teguran dari Nandha, Reno gelagapan dan bergegas berdiri, "A-anu bukan gitu maksud gue." elak Reno tergagap.


"Udah yoks pulang. Udah hampir jam 4 sore nih."


"APA?!" Reno terkejut bukan main saat mendengar itu.


"Nda, please anterin gue ke jalan yXy. Gue ada les matematika sekarang,"


Dengan kecepatan penuh Nandha mengendarai mobilnya keluar dari kantor megahnya dan membelah jalanan yang cukup padat. Pasalnya jam-jam ini adalah waktu yang sama dengan pulangnya anak-anak sekolah. Maka dari itu jalanan akan macet pada jam-jam ini


Setelah memakan waktu selama 27 menit. Akhirnya keduanya sampai di depan tempat bimbel dimana Reno biasa menimba ilmu tambahan.


"Gue masuk dulu ya Nda. Lo hati-hati di jalan, jangan lupa makan, mandi dan tidur. Lo dari tadi belum istirahat," ucap Reno sambil berjalan keluar dari mobil Nandha dan berlari memasuki gedung di depannya.


"Dasar aneh." monolog Nandha.

__ADS_1


Nandha memutar kendaraannya menuju arah yang berlawanan. Dia berjalan dengan santai tapi tidak terlalu pelan. Dia ingat bahwa jalan ini adalah jalan menuju markas besar sang suami.


Tanpa sungkan Nandha melangkahkan kakinya memasuki sebuah gedung yang sedang penuh oleh manusia-manusia bertampang bengis. Bahkan ia melihat William tengah mengarahkan beberapa anak buah yang ada disana. Gadis itu fokus berjalan menuju tempat tujuan awalnya, yaitu penjara Ratu.


"Ratu," panggil Nandha dari balik pintu sel. Gadis itu merasa trenyuh saat melihat penampilan mantan rivalnya tersebut. Pakaian yang terkoyak, darah yang berceceran dari sela kulitnya yang robek. Rambut yang acak-acakan serta wajah yang nampak letih.


Nandha melangkahkan akinya masuk, "Gue nggak bakal nanya kabar lo, karena gue udah bisa lihat sendiri keadaan lo saat ini, " To the points aja. Gue mau bebasin lo dari sini, karena gue pikir lo berhak bebas walau lo udah buat kesalahan yang cukup fatal buat gue. Tapi gue bukan tirani kejam yang bakal nyiksa orang sampai kayak gini." Ratu hanya diam mendengarkan semua ucapan Nandha.


Nandha itu sedikit cuek dan nggak bisa ngomong panjang lebar. Tapi kali ini dia berusaha bicara sebaik mungkin agar sosok di depannya ini luluh. Walau cuek tapi Nandha adalah sosok yang sangat peka dengan keadaan sekitarnya.


"Kali ini cuma gue yang bisa bebasin lo Ratu. Lo mau ngandelin siapa lagi? bokap lo? Sorry tapi keluarga lo udah gak ada yang disini. Lo sendirian sekarang."


Perlahan tapi pasti Ratu memutar tubuhnya yang dari awal memang memunggungi Nandha. "L-lo s-serius mau b-bebasin gue? tanyanya dengan terbata-bata.


Dengan mantap Nandha menganggukinya. Ratu akhirnya mengalah dan berjalan mendekat kearah Nandha. Di pegangnya seragamnya dengan kuat, tak ayah di remasnya beberapa kali sampai membuat seragam yang biasanya licin dan rapi itu menjadi kusut.


"P-please bawa gue pergi dari sini," pinta Ratu memohon dengan wajah memelas.


Nandha menatap Ratu dengan intens dan tanpa mengatakan apapun ia langsung membawa tubuh ringkih Ratu meninggalkan kandang setan tersebut.


"Ratu ... Sorry banget ya. Gara-gara gue o jadi ngalamin semua ini," ucap Nandha meminta maaf dengan sangat tulus saat mereka ada di dalam mobil Nandha.


Ratu tampak terkekeh pelan. "Awalnya gue emang mau nyalahin lo. Kenapa gue harus ketemu sama lo? Lo yang punya segala yang gue nggak punya. Mulai dari kekayaan, gue tau lo kaya tapi gue gak tau kalau lo sekaya itu dan berstatus putri tunggal keluar Agatha yang sangat tertutup itu," Ratu menjeda ucapannya.


"Muka lo juga cantik banget, rasanya nyamuk kalau nemplok juga bakal kepleset, hahaha. Tapi yang bikin gue paling iri lo tuh punya temen yang tulus banget sama lo." Nandha terdiam mendengar ucapan terakhir dari Ratu.


"Gue pengen memperbaiki semuanya Ndha. G-gue mau temenan sama lo," ucap Ratu yang terdengar ragu.


Nandha menampilkan smriknya, "Kita lihat nanti ya. Lo layak nggak buat jadi temen gue." jawab Nandha. Setelah percakapan itu mobil pun kembali tenang. Ratu hanya bisa memikirkan kemana ia akan di bawa oleh Nandha. Akankah dia di jual lagi? atau mungkin ia akan di buang di sungai atau hutan? Hiiiihh memikirkan semua itu membuat bulu kuduk Ratu meremang.


*****


Drrrrt .... Drrrrrt!!


Seorang wanita yang tengah asik berbelanja di salah satu mall ternama itu tampak mengerutkan alisnya. Dirinya merasa terganggu dengan getar ponsel sosok lawan jenis yang sedari tadi menemaninya.


"Dhany sayang, itu di angkat dulu siapa tau ada yang penting. Atau mungkin itu si gadis jal*ng itu yang menghubungimu sehingga kau tak mau mengangkatnya? Kalau memang itu darinya biarkan aku saja yang menjawabnya," ucap wanita berseragam PNS tersebut. Wajahnya tampak di tekuk seakan ia sedang marah dan mengambek pada sosok di depannya.


Pemuda itu menghela nafas secara kasar, "Bukan darinya. Ini dari temanku yang lain. Tunggu sebentar, ya? Biarkan aku mengangkatnya," izin pemuda itu yang hanya di balas dengan deheman saja.


"Halo? Ada apa Will?" tanya Dhany seusai menekan tombol panggilan berwarna hijau pada ponselnya.


Terdengar nafas panik di seberang sana, "Anda dimana tuan?" pertanyaan itu yang pertama kali di lontarkan oleh William dari seberang sana.


"Gue lagi nemenin Siska belanja kenapa?"

__ADS_1


"What the f*ck?! yang bener aja dong Dhan. Lo udah ada bini anj*ng. Kenapa lo malah jalan sama spion bemo?!" ucap William yang terdengar tampak marah.


"Lo nelfon gue cuma buat marah-marah? Lo gabut atau emang gada kerjaan?"


"Dhany ... Gue speechless sama lo yang sekarang. Gue nelfon lo bukan buat marah-marah ya. Gue cuma mau buat laporan kalau tugas anak-anak minggu lalu udah pada beres dan satu lagi. Nandha tadi kesini dan dia bebasin Ratu."


"Lo sadar tentang yang lo ucapin kan Will?"


"Gue paham karena gue ada disini. Dan gue sendiri yang nyerahin kunci sel Ratu ke ISTRI lo." ucap William penuh penekanan pada kata istri.


"Si*lan!! Sebenernya apa yang di ingat oleh gadis si*lan itu?" Dhany menggeram menahan amarahnya.


"Hahaha ... Apa gue gak salah denger? Gadis si*lan? Waow Dhan lo hebat. Lo berani ngatain istri lo sendiri dengan kata si*lan."


"Berisik Will daripada lo marah-marah gak jelas ke gue mending lo cari keberadaan mereka berdua. Gue bentar lagi balik dan udah harus ada kabar tentang mereka."


Dhany pun menutup sambungan telfonnya dengan perasaan penuh amarah. Berbeda dengan Dhany yang nampak kurang bergairah atau bisa di katakan tengah mengalami badmood. Perempuan yang ada di depannya malah tampak tengah tersenyum bahagia.


"Kenapa kau tersenyum seperti itu?" tanya Dhany dengan alis terangkat.


Wanita itu menggeleng ringan, "Nothing, aku hanya senang saja kau tadi menjawab dengan jujur bahwa kau sedang bersamaku.Ku pikir kita akan melakukan hubungan backstreet layaknya pasangan di luaran sana," katanya.


Dhany memiringkan kepalanya, "Kenapa? Apa kau ingin kita menjadi secret?" tanya Dhany dengan wajah polos


"Oh kamu sungguh menggemaskan. Tak salah aku memilihmu. Bukan begitu maksudku. Aku malah ingin hubungan ini di ketahui banyak orang. Kalau perlu kedua orang tua kita," jelas Siska.


Dhany hanya mangut-mangut, "Oke, tapi untuk orang tua mungkin tidak sekarang. Kalau untuk mem-publish hubungan kita aku bisa mengabulkannya." jawab Dhany enteng. Seakan-akan gak ada beban ya lo Dhan.


"Really?"


"Of course. Besok pagi aku jemput kamu serloc aja, okey Baby??"


"Yes Daddy." Jawan Siska sambil mengedipkan sebelah matanya dan menjulurkan lidahnya.


"Sudah ku katakan bukan Nandha. Cepat atau lambat Dhany akan menjadi milik ku. Sekarang tujuanku hanya ada 2 membunuhmu dan memiliki Dhany seutuhnya. Hanya untukku seorang." batin Siska.


"Kamu udah selesai belanjanya?" Tanya Dhany sambil fokus pada ponselnya.


Siska mengerjap terkejut saat pertanyaan Dhany tertangkap oleh indra pendengarannya. "Em ... Oh sudah kok," jawab Siska pelan. Oh ya, jangan lupakan senyuman malu-malu guguk khas dirinya.


"Kalau memang sudah selesai ayo aku antar pulang. Aku masih ada urusan dengan William."


"Apa aku boleh ikut?"


Dhany memegang pundak Siska yang faktanya adalah gurunya itu dengan lembut, "Boleh kok. Tapi nggak sekarang ya, SAYANG." tolak Dhany dengan smrik di akhir kalimatnya.

__ADS_1


*****


Jangan lupa tulis teori kalian ya, nanti ku baca satu² deh 😝😘


__ADS_2