The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 25


__ADS_3

*****


"Menurut lo"ucap Dhany sambil menarik Nandha kedalam pelukannya.


"Ka...ka..kalian??sejak kapan kalian pacaran??"ucap Victorya tak kalah hebohnya.


"Iya bukannya kalian pertama ketemu kemarin saat lo pertama masuk ya Dhan??"ucap William yang sedari tadi hanya diam.


"Kagak tau juga gue"ucap Nandha seenaknya.Dia tidak berniat memberi tahu bahwa mereka sudah menikah kepada para sahabatnya itu.


"Yang kalo kamu lagi ngamuk sexy banget deh"ucap Dhany berbisik mesra di telinga Nandha.


"Jangan kumat deh, nanti aja bisa nggak sih??"ucap Nandha yang sama berbisiknya.


"Enggak mau...maunya sekarang"rengek Dhany manja.


"Kayaknya kita harus pergi nih"ucap Carla sambil memutar bola matanya.


"Ho'oh nih, daripada kita jadi kamconk"ucap Vian mendukung ucapan Carla.


"Btw kamcong apaan sih??"tanya Suci yang tidak tau arti kamconk.


"KAMBING CONGEK!!!"teriak mereka serentak.


"Kagak usah teriak-teriak juga kali, gue kagak budeg"ucap Suci sambil menutup telinganya.


"Dah ah, kita pegi dulu, kalian ngobrol dulu aja, inget balik kelas bentar lagi bel, jangan ena ena disini ya hahaha"ucap Suci sambil melenggang pergi meninggalkan Nandha dan Dhany.


"Bangke lo"ucap Nandha sambil menunjukan jari tengahnya.


Setelah semua pergi kini tersisa mereka berdua,Dhany masih tidak mau melepaskan pelukannya.


"Dhan kenapa barang-barang itu ada di elo??"tanya Nandha yang masih berada dipelukakannya.


"Oh, gue ketemu orang suruhan lo yang mau naik tadi"ucap Dhany yang sedang menyembunyikan wajahnya diceruk leher Nandha.


"Dhan ini di sekolah, bisa nggak sih kita lakuin nanti dirumah"ucap Nandha menahan desahannya.


"Yang....minta dikit ya??"rengek Dhany manja.


"Dhan....jangan nakal deh"ucap Nandha yang tubuhnya sudah bergetar hebat karena aktifitas Dhany dilehernya.


Seakan tidak mendengar ucapan sang istri,Dhany semakin berani, kini ia sudah ******* bibir Nandha dengan ganasnya, tangannya menahan tengkuk Nandha yang ingin menghindar,ia tarik lagi tengkuk Nandha agar ciumannya semakin dalam.


Tanpa sadar Nandha kini sudah mengalungkan tangannya dileher Dhany, seakan mendapatkan lampu hijau dari Nandha, Dhany memperdalam pangutannya.Dhany menarik tumbuh Nandha membawanya kepangkuannya.


"Dhan...cukup"rengek Nandha diselah ciumannya.


Dhany menyudahi ciuman panas itu, mereka akhirnya menetralkan nafas masing-masing. Tetapi Dhany masih enggan melepaskan pelukannya.


"Tadi siapa yang jadi lawan kamu??"tanya Dhany dengan suara yang serak.

__ADS_1


"Yang mana??"ucap Nandha yang balik bertanya.


"Yang tangannya patah"ucap Dhany yang sudah menyembunyikan wajahnya lagi.


"Oh, dia Ratu, nama lengkap dia Ratu Andrea"ucap Nandha dengan suara tertahan.


"Putri keluarga Andrea??kenapa dia bisa cari masalah dengan keluarga Agatha??apa dia tidak takut mati??"tanya Dhany sambil mencium leher jenjang Nandha.


"Identitas kita mana ada yang tau sih Dhan,sama kayak gue sama lo orang-orang taunya nama depan kita doang, tanpa tau dibalik huruf belakang nama kita"ucap Nandha penuh berjuangan karena Dhany terus menghujani lehernya dengan ciuman.


"Dhan....stop....aahh!!!"ucap Nandha diakhir dengan terlepasnya desahan itu.


"Oke-oke gue berhenti"ucap Dhany sambil menggigit kecil telinga Nandha.


******


Setelah melakukan kegiatan bercumbu mereka memilih kembali ke kelas sebelum bel berbunyi. Saat tiba dikelas mereka disambut oleh tatapan mata berbinar-binar dari para sahabatnya.


Namun berbeda dengan teman sekelas Nandha yang lain, melihat kedatangannya itu mereka merasa takut, masih terngiang-ngiang di kepala mereka betapa kejamnya Nandha, yang bisa mematahkan tangan Ratu dengan mudahnya.


"Lo habis ena ena ya??"ucap Victorya dengan semangat, saat Nandha tiba di tempat duduknya.


"Bangke lo, ya kagak lah"ucap Nandha sambil melotot.


Saat ingin melanjutkan percakapannya bel tanda istirahat telah berakhir berbunyi, tidak lama kemudian masuklah seorang wanita muda berusia sekitar 25 tahun, yang merupakan guru baru disekolah itu.


"Siang anak-anak"ucap wanita itu.


"Psssh....psssh...psssh"desis Nandha memberi kode kepada sahabatnya.


"Apaan??"bisik Carla yang bangkunya paling dekat dengan Nandha.


"Siapa dia??"bisik Nandha sambil menunjuk kearah guru baru itu.


"Dia bu Siska guru baru, dia gantiin guru matematika"ucap Carla yang masih berbisik.


"Itu yang belakang ngapain bisik-bisik"ucap bu Siska yang mengagetkan semua orang.


"Lagi ghibah emang kenapa bu"ucap Nandha santai.


"Kamu siapa??saya baru lihat kamu hari ini, dan itu yang duduk disebelah kamu tolong di bangunkan"ucap bu Siska pada Nandha.


"Ya ilah bangunin sendiri napa??"ucap Nandha memasang tampang malasnya.


"Kamu ini ya...sebenarnya siapa kamu ha??"ucap bu Siska mulai marah.


"Gue???"tanya Nandha sambil menunjuk kearah mukanya sendiri.


"Iya kamu masak tembok!!!"ucap bu Siska sarkas.


"Nama gue Adele Andrianandha"ucap Nandha tanpa memberi tau nama marganya.

__ADS_1


"Lalu siapa itu disebelah kamu??"ucap bu Siska sambil menunjuk kearah Dhany yang tengah tidur.


Nandha menengok kearah Dhany dan langsung menowelnya.


"Dhan bangun...jangan molor aja"ucap Nandha membangunkan Dhany.


Merasa badannya disentuh orang lain membuat Dhany terpaksa bangun dari tidurnya dan mendongkrakkan kepalanya.


DEG


Jantung bu Siska serasa mau copot melihat ketampanan seorang Dhany,tanpa ia sadari ia sudah mencetak seulas senyum, walau dalam detik berikutnya ia kembali memasang wajah datarnya.


TOK...TOK...TOK


"Maaf bu mengganggu sebentar"ucap seorang siswa yang memakai tanda Ketua Osis di lengannya.


"Iya ada apa??"tanya bu Siska.


"Yang namanya Nandha dipanggil ke ruang kepala sekolah bu"ucap ketua osis itu.


"Nandha kamu dengarkan?? silakan keluar dan pergi keruang kepala sekolah"ucap bu Siska pada Nandha.


"Gue kagak budeg ya bu"ucap Nandha dingin.


Nandha melangkahkan kakinya pergi keruang kepala sekolah,Dhany hendak menahannya tapi dicegah oleh Nandha.


Nandha mengikuti langkah ketua osis itu sambil memainkan ponselnya. Sedangkan Dhany??ia terpaksa terjebak di dalam kelas bersama teman-temannya yang lain.


"Lo cewek yang tadi bikin keributan di kantin kan??"tanya ketua osis itu.


"Iyee kenape??"ucap Nandha sarkas.


"Lo cewek tapi barbar banget...lebih mirip preman malah"ucap ketua osis itu mencemooh sikap Nandha.


BRUUUUK


Nandha mendorong ketua osis itu hingga punggungnya membentur dinding, ia mengunci ketua osis itu dengan lengannya.


"Siapa sih nama lo??"tanya Nandha yang langsung melirik kearah name tag.


"Reino Akbar....itu nama lo?? oke dengerin ucapan gue baik-baik...gue kagak peduli mau lo bilang gue mirip preman kek pembunuh kek apa psycopat sekalian...gue kagak peduli...selama lo kagak gangguin gue...gue juga kagak bakal ganggu idup lo ngerti....jadi kalo lo mau idup lo aman lebih baik jaga sikap lo itu"ucap Nandha sarkas, ia melepas kungkungannya terhadap ketua osis yang bernama REINO.


Nandha pergi berjalan menuju keruang kepala sekolah sendirian, ia meninggalkan Reino Akbar yang masih melongo dengan jantung yang berdegup kencang.


******


Setelah 30 menit berlalu akhirnya jam pelajaran matematika telah usai,bu Siska bersiap-siap meninggalkan kelas karena jamnya telah usai, namun sebelum bu Siska keluar ia berhenti sejenak dan tersenyum penuh misteri.


"Dhany tolong setelah ini kamu keruangan saya"ucap bu Siska sambil mengedipkan matanya.


"Kayaknya otak dia mulai gesrek gara-gara kebanyak rumus deh"batin Dhany yang merinding melihat gurunya itu mengedipkan mata kearahnya.

__ADS_1


*******


__ADS_2