The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 53


__ADS_3

******


Pagi ini mentari terbit terhalang oleh awan mendung.Langit begitu gelap udara dingin menusuk tulang membuat semua orang enggan untuk pergi meninggalkan rumah.


Namun berbeda halnya dengan Alexander yang sudah siap dari subuh tadi.Ia menantikan pertemuannya dengan tuan Yannaz Andrea.


"Mom, daddy berangkat ke kantor dulu ya"ucap Alexander sambil menyecup singkat sang istri.


"Ech, tumben berangkatnya pagian?? nggak mau sarapan dulu??"tanya Monica dengan sebelah alis yang sudah terangkat.


"Daddy ada urusan mom"ucap Alexander sambil menoel pipi sang istri.


"Lu nggak ada cemceman kan??'tanya Monica dengan alis yang sudah menukik tajam.


"Ya ampun si mommy mulutnya, ya enggak dong.Daddy ada janji sama Satria mau rapat dan dokumennya belum selesai"ucap Alexander menjelaskan namun dengan kebohongan pada sang istri.


"Satria apa Saputri??"Tanya Monica dengan nada menyelidik.


"Satria mommy, kalau nggak percaya biar daddy telfon ini si Satria"ucap Alexander sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


"Udah nggak usah, tapi inget kalau sampai gue denger lu ada cemceman....."ucap Monica terhenti.


monica menggerakan tangannya di lehernya, ia memberi isyarat bahwa ia siap menghabisi sang suami.


"Ampun mommy!! Daddy mana ada pikiran buat nyari yang begituan"ucap Alexander sambil menupuk jidatnya.


"Ya udah, syuu syuu "ucap Monica sambil mengibaskan tangannya.Monica kembali melanjutkan aktifitasnya di dapur yang sempat tertunda karena sang suami.


"Kok daddy di usir??"ucap Alexander sambil menggembungkan pipinya.


"Pergi atau lu mau liat parade pisau terbang"ucap Monica sambil mengacungkan pisau dapur.


"Kabuuuur"teriak Alexander sambil berlari meninggalkan dapur tempat sang istri berada.


Bryan, Leakai dan Taekie yang tengah menuruni anak tangga hanya bisa melongo melihat seorang Alexander Agatha lari terbirit birit dari arah dapur. Mereka saling memandang kemudia mengangkat bahunya bersama sama.


Mereka kembali melanjutkan langkahnya menuju meja makan. Disana mereka melihat Monica yang tengah mengomel di dapur.


"Helmeoni"panggil Taekie manja saat duduk berkumpul di meja makan.


"Iya sayang??"tanya Monica dengan senyuman.


"Kenapa tadi harabeoji lari lari??"tanya Taekie polos.


Monica terhenyak akan pertanyaan Taekie, namun ia tersenyum lebar dan berkata.


"Tak apa sayang, harabeoji hanya takut helmeoni gigit"


"Apa?? jadi helmeoni suka menggigit harabeoji??"tanya Taekie lagi.

__ADS_1


"Iya sayang, helmeoni suka menggigit orang nakal"ucap Monica santai.


"Aah, jadi tadi harabeoji nakal makanya helmeoni gigit??"ucap Taekie sambil mangut mangut.


"Iya sayang, helmeoni juga akan menggigit Taekie kalau Taekie nakal"ucap Monica menakuti Taekie.


"Aah, jangan Aekie tak akan nakal, Aekie janji helmeoni"ucap Taeki setengah berteriak sambil menutup matanya.


"Nah Taekie, jadi sekarang kamu tidak boleh nakal kalau tidak mau di gigit helmeoni oke sayang"ucap Bryan sambil mengusap rambut Taekie.


"Nee uncle"ucap Taekie sambil tersenyum menggemaskan.


"Oke sekarang uncle Kai dan Bryan mau ke kantor dulu.Taekie mau ikut kami atau di rumah saja bersama helmeoni??"tanya Leakai sambil menyeka bibirnya.


"Aku ingin ke rumah sakit saja bertemu appa dan eomma"ucap Taekie penuh semangat.


"Kalau begitu taekie dirumah saja ya bersama helmeoni, jadi nanti siang kalian bisa ke rumah sakit"ucap Leakai lembut.


"Nee uncle Kai"ucap Taekie sambil mengangguk dan tersenyum lebar.


"Kita berangkat dulu mom"ucap Leakai dan Bryan bergantian.


"Baiklah hati hati ya"ucap Monica.


"Bye uncle"ucap Taekie sambil melambaikan tangan.


Bryan dan Leakai masuk mobil masing masing dan pergi ke kantor masing masing.


*****


"Tuan tak bisa melakukan ini, memang apa salah saya hingga saya harus menyerahkan seluruh aset saya??"tanya Yannaz dengan suara meninggi.


"Ku rasa hartamu yang hanya seperti remahan rengginng itu tak bisa di bandingkan dengan kesalan putrimu pada putriku"ucap Alexander dengan penuh penekanan.


"Putriku?? Apa yang dilakukan lagi olehnya??tolong jangan kaitkan apapun tentang dia denganku.Dan maaf tuan Alexander aku sudah menyerahkannya pada pemimpin Ghost Crime sang dewa kematian"ucap Yannaz sambil menggosok pangkal hidungnya.


"Ghost crime??"ucap Alexander.


"Ya tuan, aku tak tau kesalahan apa yang sudah ia perbuat pada anda namun dia baru saja mencari masalah dengan dewa kematin, jadi aku memberikan bocah itu padanya"ucap Yannaz sambil menundukan kepalanya.


"Berani sekali putrimu hingga mampu membuat masalah dengan dewa kematian"ucap Alexander sambil bersemirk.


"Entah apa yang merasukinya hingga dia berani menusuk istri dari dewa kematian"ucap Yannaz sambil mengacak acak rambutnya.


DEG


"Tunggu, apa kamu bilang??menusuk istri dari dewa kematian??"ucap Alexander.


"Benar tuan"

__ADS_1


Alexander langsung menyambar ponselnya dan menghungi sesorang.


"Ghost crime bener"ucap Alexander to the point saat telfonnya terhubung.


"........."


Alexander tiba tiba menghembuskan nafas panjang.Kemudian kembali kehadapan tuan Yannaz.


"Sepertinya kesialan tengah bersamamu Yannaz,"ucap Alexander sambil menatap tajam kearah Yannaz yang masih terduduk di lantai kantornya yang dingin.


"Wanita yang di tusuk putrimu adalah putriku!!"ucap Alexander dengan wajah menghitam.


BLEDAAAAR


Entah bagaimana disaat Alexander selesai mengungkap fakta penting itu tiba tiba petir menyambar.Membuat semua yang ada disana terkejut.Ditambah dengan wajah Alexander yang menghitam sungguh menambah ketakutan mereka.


"BERANINYA PUTRIMU MENUSUK PUTRIKU YANG MANIS!!"teriak Alexander,untung saja ruang kerjanya kedap suara sehingga orang luar tak akan mendengar ucapan mereka.


"A-ampun tuan Alexander"ucap Yannaz yang sudah bergetar hebat.


"Sekarang kau tau, jika yang di tusuk putrimu adalah putriku maka dewa kematian adalah menantuku.Kau mau pilih yang mana?? mati ditangan menantuku atau menuruti perintahku??"ucap Alexsander dengan geramnya.


"B-baik saya akan menuruti perintah anda"ucap Yannaz, "Tapi anda harus menjamin keselamatan saya dari dewa kematian"lanjutnya.


"Punya hak apa kau bernegosiasi dengan ku"ucap Alexander sarkas.


"Maaf tuan"ucap Yannaz sambil menundukan kepalanya.


Alexander menghampiri kursi kebesarannya dan menggapai telpon kantornya dan menghubungi Satria sang asisten sekaligus panglima perangnya.


"Bawakan kontrak perpindahan kekayaan yang kemarin kusuruh buat"ucap Alexander dan langsung mematikan telfonnya sebelum lawannya sempat menjawab.


Ruangan itu tiba tiba menjadi senyap hanya bunyi jm dinding yanf terdengar.Hingga Satria masuk membawakan sebuah map yang berisikan dokumen yang diminta oleh sang boss.


"Tuan ini berkas yang anda inginkan"ucap Satria sopan.


Alexander menerima dokumen itu, ia lantas berdiri dan berjalan kearah Yannaz.


"Tanda tangani ini dan segera pergi dari indonesia, malam ini aku akan siapkan penerbangan untukmu.Semua akan ku siapkan rumah , transportasi dan lain lainnya."ucap Alexander sambil melempar dokumen tersebut.


Yannaz langsung menandatanganinya, ia di hantui perasaan akan dibunuh oleh dewa kematian.


"Sudah tuan"ucapnya pelan.


"Lantas?? segera keluar dari ruanganku"ucap Alexander tanpa menoleh sedikitpun.


"B-baik tuan"


Yannaz pergi meninggalkan kantor itu di kawal oleh 2 bodyguard elit milik Alexander untuk memastikan mereka tidak kabur dan bikin ulah.

__ADS_1


"Satria kirim mereka ke belahan bumi yang paling terpencil dan pastikan mereka tidak bisa melihat uang lagi!!!"perintah Alexander.


"Baik tuan Agatha"


__ADS_2