
Budayakan like, koment, vote dan follow ya biar Chiplux makin semangat up nya.πππ
*****
Karena hari ini adalah hari minggu, Jafar dengan santainya memutuskan untuk tidur sepanjang hari. Denting jam dinding berbunyi sebanyak 11 kali. Dia membuka matanya dengan malas.
Kruyuuuuk .... !!!
Cacing di perut Jafar meronta meminta makan. Dengan langkah gontai ia melangkahkan kakinya menuju dapur. Saat keluar dari kamar ia berpapasan dengan Lional yang baru saja keluar dari kamarnya dengan penampilan yang sudah rapi.
"Hoooaaammm ... mau kemana lo dek?" tanya Jafar sambil menguap lebar-lebar.
"Mau keluar kak," jawab Lional santai.
"Mau kemana pagi-pagi gini?" tanya Jafar lagi.
Lional berdecak kesal, "Apaan sih bang, kepo banget. Mana ada jam 11 masih pagi. Buka itu mata, ini udah siang anjiir." sahut Lional kesal karena di introgasi terus oleh Jafar.
"Lah tumben ini anak di tanyain gitu aja marah-marah," batin Jafar bertanya-tanya.
Lional menghela nafasnya, "Ya udah gue pergi dulu," pamit Lional yang langsung pergi berlalu meninggalkan Jafar yang asik bengong.
Jafar mengangkat bahunya dan kembali berjalan menuju dapur. Saat di dapur ia menjumpai para pembantunya tengah memasak menu untuk makan siang.
"Bik, buatin saya makan ya," perintah Jafar pada salah satu pembantunya.
"Baik den."
Seorang wanita parubaya memasak seporsi menu makan siang untuk Jafar. Seporsi ayam panggang lengkap dengan sambal dan lalapan.
Wanita yang memasak tadi menyodorkan menu yang di masaknya di hadapan Jafar, "Ini den," ucapnya.
"Hanya ini?" tanyanya.
Wanita tadi nampak bingung dan ketakutan. "Ya den. Kami hanya masak menu ini ," jawab wanita tadi.
Jafar menautkan alisnya, "Apa kamu ingin melihatku mati tersedak!! bagaimana mungkin kamu memberiku makanan tanpa minuman!!" Jafar mengamuk karena sang pembantu lupa membawakan dia minuman.
"M-maaf den. A-akan saya ambilkan." pembantu tadi berlari ke arah rak dan mengambil sebuah gelas. Setelah mengambil gelas dengan langkah tergesa ia berjalan ke arah kulkas. Di keluarkannya sekotak besar jus jeruk instan.
Dia lantas menuju meja makan untuk menyerahkan jus yang ia ambil tadi, namun naas ... Saat sudah dekat dengan meja makan tiba-tiba kakinya tergelincir dan jatuh.
__ADS_1
Praank .... !!!
Suara gelas pecah membentur meja dan jatuh kelantai. Nampak tetesan jus segar mengalir jatuh dari atas meja. Pembantu yang membawa jus tadi menjadi patung hidup dalam hitungan detik.
Jafar tiba-tiba berdiri sambil berkacak pinggang, "Bangs*t!!! kalau jalan pakai mata dong!!" Jafar berteriak-teriak memaki sang asisten rumah tangga.
Pembantu yang sedari tadi hanya bisa menundukkan kepalanya, kini menengadah karena terkejut akan teriakan Jafar. Dia semakin terkejut saat melihat kepala Jafar yang basah kuyup oleh jus yang terlempar saat dia terpeleset tadi.
"Kerja nggak becus gini ngapain sih masih disini, mendingkamu buruan pergi dari rumahku. KAMU SAYA PECAT!!!"
"Punya hak apa kamu mecat dia?!!" Sandi datang sambil berkacak pinggang.
Jafar memalingkan wajahnya jengah, "Pak tua ini pagi-pagi udah berisik aja sih," katanya.
"Apa?!! dasar anak nggak tau di untung!! kamu pikir tanpa adanya tua bangka ini apa kamu bisa lahir haa?!!" Sandi mulai benar-benar naik pitam atas perkataan dan tingkah laku dari anak sulungnya.
"Bodo amat." Jafar berlalu meningglkan Sandi yang sudah mencpai batas kesabarannya. Dia tak jadi menyantap sarapannya dan langsung pergi kembali kekamarnya.
*****
Di sisi lain Lional baru saja sampai di depan bangunan apartemen mewah milik Bagas. Bangunan yang terdiri dari 25 lantai dengan fasilitas super mewah itu di kuasi oleh seorang Bagas Robert.
"Halo Bagas, lo dimana?" tanya Lional saat menelfon Bagas.
"Oke."
Lional memasuki lobi apartemen. Disana dia langsung di sambut dengan pemandang yang sangat elegan dan mewah.
"Gue nggak pernah nyangka kalau Bagas bakal tinggal di tempat semewah ini." ucap Lional lirih.
Lional baru saja melangkahkan kakinya, tapi dia sudah di sambut dengan 2 orang algojo yang sangat kekar dan berkepala botak.
"Apa anda tuan Lional?" tanya salah satu algojo itu.
Lional mengangkat sebelah alisnya, "Iya sayang Lional. Kalian siapa ya?" tanya Lional dengan suara yang di buat setenang mungkin.
"Silakan ikut kami karena tuan Bagas sudah menunggu anda," kata algojo lainnya.
Lional memgikuti perintah orang itu dan berjalan di belakangnya. Ia tak banyak bertanya ataupun memberontak. Entah alasan apa yang ia miliki hingga ia dengan santainya mengikuti langkah kedua orang itu.
Sampailah mereka di sebuah pintu yang sangat besar dan mewah. Terdapat ukiran seorang manita di tengah-tengah pintu tersebut.
__ADS_1
Tok ... Tok ... Tok
Suara ketukan pintu yang dibuat oleh salah satu algojo di depannya.
"Tuan Bagas saya sudah membawa tamu anda," kata algojo botak itu.
"Bawa dia masuk," balas seseorbg dari dalam ruangan.
Algojo tersebut membuka kedua pintu utama yang berukiran seorang wanita tadi. Mereka mempersilakan Lional masuk dengan anggun namun tetap dengan tatapan mautnya.
"Yooo what's up bro?" kata Bagas yang baru saja muncul dari balik deretan perangkat komputernya.
Lional masih ternganga melihat kemewahan yang ada di apartemen Bagas. Apartemen mewah yang lebih mirip dengan play zone. Semua alat game baik yang terbaru ataupun limited edision ada semua disana.
"Bagas ... aku tau kamu kaya, tapi aku nggak pernah mengira kalau kamu bakal tinggal ditempat semewah ini." kata Lional meluapkan kekagumannya.
Bagas tertawa renyah, "Biasa aja kali Nal, masih ada yang lebih mewah dari ini kali, tapi itu bukan puny gue," balas Bagas.
"Punya siapa Gas?" tanya Lional kepo.
"Ada lah, nanti kalau udah waktunya lo bakal tau sendiri," sahut Bagas.
"Ya udah deh, tapi gimana sama permintaan gue?" tanya Lional.
"Beres dong." Bagas mengacungkan ibu jarinya dengan penuh rasa percaya diri.
"Tapi gue penasaran sama cerita si Jafar," kata Bagas lagi.
Lional menghembuskan nafas dengan kasar, "Jadi gini Gas .... " Lional mulai mencerita semua yang ia dengar dari Jafar, karena semalam waktu mereka terlfonan ada beberapa hal yang Lional simpan.
"Kakak lo parah Nal. Gue semalem langsung nyari info dari sumber yang sudah pasti terpercaya. Emang bener si mantannya ini suka main sama cowok lain tapi .... "
Setelah mendengar ucapan dan cerita dari Bagas. Lional menghela nafas lega.Entah apa yang di ceritakan oleh Bagas sampai Lional bisa bereaksi seperti itu.
"Lega gue Gas. Makasih banyak ya udah bantuin gue. Kalau gitu gue balik dulu," pamit Lional.
"Lo nggak mau minum atau makan dulu gitu," kata Bagas.
"Enggak makasih, gue mau pulang aja," Lional menyalami Bagas dan pergi pulang ke rumahnya.
Lional keluar dari apartemen mewah milik Bagas dan pergi menuju ke tempat parkir. Ia langsung menuju mobilnya dan mengendarai nya dengan kecepatan penuh agar lekas sampai di rumah.
__ADS_1
*****