
Budayakan like, koment, vote dan follow ya, biar Chiplux makin semangat upnya.
*****
Malam pun tiba. Dhany dan Nandha pergi ke arena yang di tentukan oleh Jafar menggunakan . Disana sudah ada William namun kali ini tanpa Leon. Jafar dan anggota geng miliknya. Dhany dan Nandha hanya bisa memberi ekspresi cemooh pada Jafar dari dalam mobil masing-masing.
Jafar keluar dari mobilnya, dia teriak-teriak di depan mobil Dhany, "Inget siapa yang kalah harus siap menjauh dari Nandha!!!"
Dhany di dalam mobil hanya tersenyum kecut. Jafar kembali masuk kedalam mobil. Mereka bergua menjalankan mobil masing-masing menuju garis start. Seorang wanita cantik berpakain super sexy, bahkan bisa di sebut hampir tak berpakaian itu mendekat sambil membawa sebuah bendera.
"Siap boys ... " ucap Wanita itu dengan centilnya.
Bruummm .... Bruuuumm
"Oke ... 1 ... 2 ... 3..."
"Go ... !!!"
Bruuuumm ....
Kedua mobil tersebut melaju sama kencangnya. Pada awal permainan Jafar memimpin.
William menyadari akan suatu keanehan pada Dhany, "Ini aneh, bagaimana mungkin tuan mengemudi senyantai itu," ucap William lirih.
"Liatnya santai aja dong bro!! mending lo siapin diri aja karena temen lo itu pasti kalah lawan boss gue," ucap Yoga yang tiba-tiba mendekati William.
"Apa kita saling kenal?" tanya William tanpa menoleh kearah yoga.
"Gue temennya Jafar. Kita semua anggota Blood Wofl." ucap Yoga dengan sombong.
"Nggak peduli!!!" ucap William dengan nada dingin sambil melirik kearah Yoga dan gerombolannya.
"Wah nyolot nih." Yoga mulai mengayukan kepalan tangannya. Namun hal itu terhenti karena di cegah oleh Bagus yang baru saja datang.
Di sisi lain ada seseorang yang tengah memerhatikan suasana balapan dengan was-was dari dalam mobil lamborghini berwarna putih yang terparkir tak jauh dari area balapan. Berbeda hal dengan orang yang berbalapan, di dalam mobil tengah tertawa riang.
Sraaaaaakkk .... Ciiiiiiiitttttt
Suara ban mobil Dhany yang beradu dengan aspal saat tikungan tajam, yang berhasil membuat penonton semakin riyuh. Mobil Ferrari F8 Spider milik Dhany melesat dengan kecepatan yang sangat fantastis.
"Ada apa dengan dia? waktu gue ikutin dia gaya dia emang gila. Tapi kali ini beda, ini lebih ekstrim," batin Jafar kebingungan.
Dalam sekejap mata mobil Dhany yang awalnya tertinggal jauh kini sudah ada di depannya.
__ADS_1
"Makan nih asap gue." Mobil Dhany langsung melesat jauh meninggalkan Jafar di belakangnya. Jafar berusaha mensejajarkan mobilnya dengan mobil Dhany, tapi apa daya kecepatan mobil Dhany jauh lebih kencang di bandingkan mobilnya. Dalam hitungan menit mobil Dhany sudah berhasil melewati garis Finish.
William tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk mengejek Yoga, "Wah ... selamat ya temen elu udah menang," ucap William dengan tulus. "Menangis maksud gue, hahahahaha."
Jafar keluar mobil dan mengamuk.
"Pokoknya gue nggak mau tau, lo harus jauhin Nandha. Dia itu punya gue titik!!!" Jafar mengamuk di depan mobil Dhany.
"Turun lo."
Seseorang berpakaian celana jeans robek di padukan dengan kemeja putih polos dan topi hitam di kepalanya keluar dari mobil Dhany.
"Gue nggak mau tau. Lo harus pergi jauh-jauh dari Nandha!!"
"Sampah!!" ucap William yang geram akan tingkah Jafar.
"Jaga mulut lo ya!!" Yoga mulai naik pitam. Di gampainya baju William.
"Apa ada yang salah?" ucap seorang cowok dari arah belakang mereka.
"Dhany/Tuan!!"
"Hay," sapa Dhany dengan santainya.
"K-kalau lo disini, terus siapa yang balapan sama gue dong?"
Orang itu membuka topinya, terurai rambut panjang dan wajah cantik dengan tatapan mematikkan. Siapa lagi kalau bukan Nandha.
"Nandha!!!" Jafar membulatkan matanya saat tau kalau yang ia lawan tadi adalah Nandha, sang wanita yang sedang ia perjuangkan.
"Iya kenapa? kaget? lagian gue heran elo kenapa berani banget makek gue sebagai bahan taruhan, emang elo siapa hah?" Nandha mengamuk tak karuan.
"Apa-apaan ini? kenapa jadi kamu yang lawan aku. Padahalkan seharusnya dia yang jadi lawanku," ucap Jafar sambil menunjuk Dhany yang tengah berdiri santai disamping William.
"Gue yang nyuruh dia mau apa lo?" ucap Nandha sarkas.
"Dengerin ucapan gue baik-baik ya kadal amazon, gue udah nggak minat sama orang yang model kek elo gini. Orang yang cuma suka fisik seseorang, lo itu udah nggak suka sama gue, rasa yang lo miliki saat ini itu cuma rasa iri dan nggak terima orang yang lo sia-siain sekarang jadi milik orang lain." Nandha meluapkan emosinya yang sudah lama ia pendam.
"Lagian dengerin nih ya gue mau ngomong. Sekalian buat kalian temen-temenya nih kadal amazon dengerin baik-baik. Lo sendiri yang teriak-teriak macem orang kesurupan bilang siapa yang kalah harus jauhin gue. Lo pikir lo siapa Bambang .... duh emosi aku tuh. Lo itu nggak ada hak buat jadiin gue bahan taruhan. Mana sekarang lo yang nggak terima sama kekalahan lo sendiri. Dasar cumi goreng." umpat Nandha.
"Itu cewek yang di kejas boss?" tanya Yoga pada Lional yang ada disebelahnya.
"Iya."
__ADS_1
"Gila badas banget coy," ujar Yoga dengan mata berbinar-binar.
"Dan stop bikin ulah di depan gue. Gue eneg liatnya. Inget janji lo jauhin gue bye..."
Nandha pergi meninggalkan Jafar. Namun saat ia ingin masuk ke dalam mobil tiba-tiba ia berbalik dan berlari ke arah Jafar. Karena rasa percaya diri Jafar yang sudah over, membuat dia merentangkan tangannya seolah-olah Nandha berlari untuk memeluknya.
"Aaauuuwww!!!" teriak Jafar sambil memegangi anu nya.
"HIIIIYYYYYY." teriak orang-orang yang melihat adegan itu.
Adegan dimana Nandha berlari kearah jafar dan menendang bagian itu nya Jafar.
"Pecahlah kau telur." ucap Nandha sambil meninggalkan Jafar yang tengah kesakitan.Tak lupa Nandha menyibak rambut tampak begitu sexy.
Dhany dan William malah tertawa terbahak-bahak melihat ke bar-baran Nandha.
Lional dan Yoga berlari kearah Jafar yang tengah meraung-raung layaknya seorang anak kecil yang baru saja di sunat.
"Kak lo nggak papa kan?" tanya Lional.
"Sakit beg*!!!"
"Lagian lo nyari cewek aja yang ganas banget." Yoga menepuk pundak Jafar.
"Kalau nggak bisa bantu mending diem deh." Jafar berusaha bangkit dan berjalan kembali ke mobilnya.
Nandha pergi menggunakan mobil Dhany yang tadi ia pakai untuk balapan melawan Jafar, Disusul Dhany dan William di belakangnya. Nandha menghentikan mobil itu di sebuah kedai mie ayam.
Nandha langsung masuk kedai meninggalkan Dhany dan William di belakang.
"Sayang kok kita di tinggalin sih," protes Dhany saat sampa di dalam kedai.
"Siapa suruh lama. Aku kan udah laper," ucap Nandha yang sudah menyantap semangkok mie ayam di temani es teh manis.
"Buat aku mana?" tanya Dhany.
"Sluuurrp," Nandha menyeruput makananya dengan begitu nikmat. "Pesen sendiri." jawab Nandha singkat.
William menepuk jidatnya melihat kelakuan pasutri gaje di depannya ini.
"Tuan ... nyonya tolong jelaskan kejadian tadi. Kenapa jadi nyonya yang balapan?" tanya William kesal sampai tercetak jelas urat-uratnya.
"Will jangan marah-marah terus. Noh keliatan urat elu, nanti gue bikin bakso urat ludes urat elo." kata Nandha yang terus menyeruput mie ayam di depannya.
__ADS_1
"Mending lu nunggu dia selesai makan kalau lo mau tau ceritanya. Nih makan minum biar nggak emosi." Dhany menyodorkan semangkuk mie bakso dan es teh manis kepada William.
*****