
*****
Dhany langsung terperosok didepan pintu ruang IGD. Ia meraih ponselnya dan menelfon keluarganya dan keluarga Nandha agar segera datang ke rumah sakit.Tidak lama kemudian datang seseorang dengan muka yang sangat hitam bahkan lebih hitam dari dewa kematian yang langsung melayangkan tinjunya.
BRUUUG BRAAAAK..!!!
Dhany mendapatkan bogem mentah dari pria yang baru saja masuk, pria bersetelan jas lengkap ala orang kantoran itu terlihat sangat marah.
"Lo apain adek gue??kenapa lo buat adek gue jadi kek gini,hah?!!"ucap Bryan dengan penuh amarah.
"Ma-maafin gue bang"ucap Dhany lirih,ya hanya itu yang lolos dari mulutnya.
"Lo liat dia, dia yang biasanya ceria, jahil, nggak bisa diem kenapa sekarang hanya bisa terbaring lemah??"ucap Bryan yang diikuti 2 butir air mata meluncur bebas tanpa permisi.
"Maafin gue bang, gue emang gobl*k nggak bisa jagain dia.Seharusnya gue nggak ninggalin dia sendirian"ucap Dhany sambil menangis sesenggukan.
Bryan menarik kerah seragam Dhany dan berkata.
"Kalo sampai adek gue kenapa napa elo harus membayar dengan mahal!!!"ucap Bryan yang langsung melepas cengkramannya.
Setelah perkelahian itu datanglah beberapa orang yang tak lain adalah keluarganya dan kedua mertuannya tidak lupa Leakai juga hadir disana.
"Nak Dhany bagaimana keadaan Nandha dan kenapa dengan wajah kamu??"ucap Monica yang keliatan panik.
"Nggak papa kok mom, tapi Nandha masih didalem"ucap Dhany sambil menggeleng gelengkan kepala.
PLAAAAAK...!!
Setelah menjawab pertanyaan dari ibu mertuanya, tiba tiba sebuah tamparan keras mendarat dipipinya.
"Papah!!!"ucap Katrine terkejut.
Tak hanya Katrine saja yang terkejut, semua orang yang ada disana bahkan Bryan yang tadinya acuh seketika menengok kearah sumber suara.
"Apa gunanya kau kembali ke dunia bodohmu itu kalo kau masih tak bisa menjaga menantuku!!!"ucap Tengku sarkas.
"......."Dhany hanya diam saja saat papahnya mengamuk karena apa yang dikatakannya adalah kebenaran.
"Tengku cukup, kita sedang di rumah sakit tidak sepatutnya kita membuat ribut disini" ucap Alexander mencoba menenangkan sahabatnya.
"Tapi menantuku terbaring lemah didalam sana"ucap Tengku dengan nada yang lebih rendah.
"Menantumu itu PUTRIKU!!!" ucap Alexander memberi skak mat pada Tengku.
"Maafkan aku Alexander, aku terlalu panik"ucap Tengku lirih.
"Ma-maafin gue dad, ini salah gue, coba aja tadi gue nggak pergi ninggalin dia sendirian"ucap Dhany yang semakin kencang menangis.
"Sudah sudah, kamu tenang dulu ya, kita berdoa saja semoga dia baik baik saja"ucap Alexander yang berusaha menenangkan yang lain, padahal saat ini ia sendiri tengah khawatir setengah mati.
Suasana menjadi tenang, semua orang tengah panik memikirkan keadaan Nandha, tiba tiba seorang dokter keluar dari ruang IGD.
"Dokter gimana keadaan anak/menantu/istri/adek saya"ucap mereka bersamaan.
"Harap tenang semuanya, sebelumnya saya akan sampaikan keadaan pasien kini tengah kritis akibat terlalu banyak kehilangan darah, jadi kami membutuhkan donor darah sekarang juga, dan kabar buruknya stok darah yang sesuai dengan pasien saat ini tengah kosong"ucap dokter itu panjang lebar.
__ADS_1
Mendengar sang istri tengah kritis membuat Dhany menjadi lemas, pandangannya kabur dan seketika ia pinsang.Bryan dan Leakai membawa tubuh Dhany ke ruang rawat inap agar bisa di baringkan dengan tenang.
"Ambil saja darah saya, karena saya ayahnya"ucap Alexander menawarkan diri.
"Silakan tuan ikuti pemeriksaan dulu"ucap dokter itu dengan ramah.
"Mari tuan ikuti saya, yang lain juga boleh ikut test ya"ucap seorang suster dengan ramah.
Seluruh keluarga Agatha mengikuti suster tersebut, kini disana tersisa keluarga Effendy.Kini mereka hanya bisa berdoa agar Nandha bisa segera mendapatkan donor darah yang cocok.
******
Dilain tempat William tengah menyasar seluruh sekolah bersama beberapa orang berpakaian hitam,mereka merupakan orang kepercayaannya yang diminta datang untuk mencari Ratu bersamanya.
"Kalian harus mencarinya sampai ketemu!!"ucap William tegas.
"Baik tuan"ucap mereka serempak.
Kini Ratu tengah asyik makan di kantin sekolah bersama para sahabatnya.
"Kalian bebas mau makan apa, hari ini gue yang bakal traktir"ucap Ratu dengan wajah yang cerah.
"Wah kayaknya lo lagi bahagia ya??"ucap Bella sambil tersenyum.
"Iya gue lagi seneng pakek banget, udah sana cepet pesen makan"ucap Ratu menyuruh para sahabatnya untuk memesan makanan.
"Wokeh"jawab mereka bersamaan.
"Untung gue masih punya tabungan"batin Ratu.
Saat sahabatnya datang membawa berbagai makanan,Ratu dengan rasa tak berdosanya setelah percobaan pembunuhan tadi, kini ia malah asyik makan dengan teman temannya seakan dia tengah mendapatkan togel.
"Ohoo, enak banget ya, gue nyariin elo keliling sekolah elonya malah makan disini"ucap William sambil berkacak pinggang.
"Kalian bawa dia ke markas!!"ucap William sambil memberi isyarat jari pada anak buahnya.
Belum sempat bereaksi Ratu sudah di bekap dan dibawa pergi oleh orang orang suruhan William tadi.
"Ech, Will mau lo bawa kemana temen gue??"ucap Lola dengan nada tinggi.
"Mau gue mutilasi napa?? mao ikut"tantang William.
Lola yang ditantang begitu oleh William seketika menjadi diam seribu bahasa.Semua orang yang melihat kejadian itu hanya bisa diam saja.William dan orangnya pergi meninggalkan sekolah menuju markas setelah menemukan Ratu.Tak lupa ia menghubungi sang big boss untuk memberi kabar.
BIG BOSS
William:"Bos udah dapet๐"
Dhany membuka matanya secara perlahan, ia merasa asing dengan tempat ia bangun, namun seketika ia teringat bahwa ia sedang menunggu Nandha di rumah sakit.Dhany ingin memeriksa ponselnya untuk melihat jam berapa sekarang,namun ia malah melihat pesan singkat dari William.Tanpa berpikir lagi Dhany meninggalkan rumah sakit dan pergi ke markasnya.
******
"Uch"ucap Ratu saat membuka matanya.
Ia terkejut mendapati tubuhnya tengah terikat disebuah kursi persis seperti waktu ia menculik Nandha tempo hari.
__ADS_1
"Hoy apa ada orang??" teriak Ratu memanggil seseorang.
"Bac*t sia!!"ucap William sarkas dari pojok ruangan.
"William?? apa apaan sih lo ini, lepasin ikat gue buru"ucap Ratu monolog.
"Tuan gue cuma bilang suruh tangkap elo"ucap William singkat.
"Tuan??siapa tuan elo??"tanya Ratu pada William.
Namun William enggan menjawabnya, hingga seseorang masuk dan berbisik kepada William.
"Tuan bos sudah datang"ucap orang itu berbisik.
"Baik siap semua keperluan tuan"ucap William singkat.
Tap...Tap...Tap
Seorang pria bertubuh tegap memakai seragam yang terdapat noda darah dimana mana itu memasuki ruangan tempat Ratu disekap.Seketika mata Ratu terbelalak melihatnya, terukir senyum manis di wajahnya.
"Dhany..!!!"ucap Ratu penuh semangat.
"........" Dhany diam saja mendengar sapaan penuh antusias dari Ratu.
"Sudah sampai mana??"tanya Dhany pada Leakai.
"Belum mulai tuan soalnya dia baru bangun"ucap William berubah menjadi sopan.
"Oke biar gue ambil alih"ucap Dhany mendekat kearah Ratu.
Ratu bingung dengan topik pembicaraan mereka namun ia tak ambil pusing, iaa malah senyuman manisnya menyambut kedatangan Dhany.
"Dhany tolongin gue dong"ucap Ratu sambil memasang puppy eyesnya.
"DIAAAM!!!"sentak Dhany saat sampai di depan Ratu, ia lantas menunduk dan membuka semua ikatan di tubuh Ratu.
"Ma-makasih..."ucap Ratu terpotong.
"Gue cuma mau nanya, lo cukup jawab semua pertanyaan gue, ngerti"ucap Dhany dingin.
"Lo, pakek tangan yang mana??"tanya Dhany singkat.
"Tangan??"tanya Ratu dengan tampang cengohnya.
"Lo pakek tangan yang mana waktu nusuk Nandha?!!!"sentak Dhany yang membuat semua orang bergidik ngeri.
"G-gue nggak pernah nusuk wanita ****** itu Dhan"ucap Ratu dengan tubuh gemetaran.
PLAAAAK
Dhany tanpa ragu menampar pipi Ratu dengan kerasnya dan berkata.
"Kamu habis makan sampah ya??mulutmu busuk banget"ucap Dhany sarkas.
Ratu terkejut bukan main setelah mendapat tamparan keras dari Dhany ditambah dengan kata kata yang begitu menusuk.Kini bukannya rasa kagum yang dimilikinya melainkan rasa takut, rasa takut yang mendalam.
__ADS_1
"WILLIAM KARENA DIA TIDAK MAU MENGAKU MAKA, POTONG KEDUA LENGANNYA DAN POTONG JUGA LIDAHNYA, BERANI BERANINYA DIA MENYEBUT WANITAKU DENGAN KATA ******!!!"ucap Dhany dengan pandangan mautnya yang fokus kearah Ratu.
*******