
Budayakan like, koment, vote dan follow ya biar Chiplux makin semangat up nya.πππ
*****
"Kamu mengatakan bahwa wanitaku adalah wanita murahan? apa kamu tau apa yang di sebut murahan?" tanya Dewa Kematian.
"Hah ... apa seorang Dewa Kematian tak bisa mendefinisikan arti seorang murahan," ujar Jafar sarkas.
Dewa Kematian berdecak. Dia berdiri dari tempat duduknya yang super nyaman. Berjalanlah ia ke arah Jafar.
Tanpa aba-aba ataupun peringatan ia menampar Jafar dengan sangat keras sampai membuat bibir Jafar robek dan berdarah-darah.
PLAK ....
"Sejak kapan wanita gue jadi wanita murahan?" tanya Dewa Kematian saat membuka topengnya.
"Elo?!!"
"Kenapa? kaget?" tanya Dhany sombong.
"Bangs*t jangan bilang kalau lo udah ngancam Nandha biar mau jalan sama lo," ucap Jafar.
"Ancam mata kau soek," sahut Nandha yang langsung melompat dalam pelukan Dhany.
"Lepasin cewek gue!!" teriak Jafar mengamuk.
"Nampaknya dia masih terjebak dalam kehaluan yang hqq, tadi katanya kamu murahan sekarang dia bilang kamu pacarnya, sungguh laki-laki nggak punya pendirian." kata Dhany pada Nandha.
"Kamu bener banget, kayaknya dia merasa di awan deh," jawab Nandha.
Dhany mendekatkan bibirnya di telinga Nandha dan berbisik, "Kamu mau dia di hukum kayak apa?"
"Terserah kamu."
Dhany pun mengayunkan tangannya. Sang pengawal yang sedari tadi menjaga Jafar pun mendekat.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya pengawal tersebut.
"Patahkan tangan dan kakinya, buat dia tidak bisa berjalan dan memegang untuk 1 bulan ini." perintah Jafar.
Pengawal itu mengangguk dan kembali ke posisinya. Jafar yang mendengar perintah yang terucap dari mulut Dhany langsung terkejut. Seketika badannya menjadi kaku, keringat dingin mengucur dengan derasnya.
"Lo mau bunuh gue? siapa lo berani bunuh gue. Gue ini anaknya Sandi Carenn, nama gue Jafar Carenn. Siapa yang berani bunuh gue hah? haha ... hahahaha .... " ucap Jafar yang sudah lepas kendali.
BAG .... BUG ....PLAK .... PRANG .... !!!
Suara tamparan dan pukulan serta di iringi oleh beberapa suara benda jatuh. Suara-suara itu terdengar saat Nandha melompat dari pelukan Dhany dan dengan ganasnya membabi buta saat menghajar Jafar.
"Apa-apaan kamu?!! kamu berani sekali memukulku!!" kata Jafar sambil melotot.
Nandha mendekatkan wajahnya yang sudah seperti queen devil, "Jangankan mukul lo, gue bahkan bisa bunuh lo saat ini juga. Ingat ini adalah dunia mafia, dunia yang nggak bisa di masukin sembarang orang." ucap Nandha diiringi senyum devilnya.
__ADS_1
Nandha gadis cantik yang barbar ini memiliki senyum devil yang sungguh menakutkan. Tidak semua orang dapat melihat senyum ini.
Jafar yang selalu menyombongkan jabatan keluarga dan posisinya di Blood Wolf pun harus menggigil ketakutan saat Nandha menampilkan senyum tersebut.
"O-oke gue nggak bakal ganggu kalian lagi. Anggep aja gue ngalah, dan gue nggak mau masuk organisasi ini lagi," ujar Jafar sambil berusaha berdiri.
Dhany menatap Nandha, ia mengkerutkan dahinya saat melihat tangan Nandha mengepal kuat. "Gimana udah?" tanya Dhany.
Nandha menggeleng.
"Gue cabut kalo gitu." Jafar beranjak keluar dari ruangan sampai Nandha menghentikan langkahnya.
Kepala Nandha tertunduk dan berkata, "Apa menurutmu ini sudah selesai?" kata Nandha dengan suara yang sangat berat.
"Mau apalagi sih lo? Gue kan udah relain elo sama dia. Gue udah nggak mau ada hubungan sama cewek murahan dan bekas orang lain." ucap Jafar congkak.
"Lagian gue kan masih ada cadangan anaknya tuan Agatha," batin Jafar.
Nandha menggertakan giginya dan langsung menerjang Jafar. Di pukulnya bertubi-tubi. Terdengar jeritan memilukan dari Jafar saat aset masa depannya di injak sebanyak 5x oleh Nandha. Nandha juga menggapai sebuah vas bunga yang ia letak beberapa hari yang lalu. Tanda babibu di ayukanlah vas bunga porselin itu di kepala Jafar.
Semakin memilukanlah jerita Jafar. Dhany dan pengawal yang melihat kejadian itu terkejut dan terbelalak melihat kebarbaran Nandha. Apalagi saat menendang masa depan Jafar. Saat itu terjadi Dhany dan yang lainnya langsung memegang milik mereka sendiri.
"Hancur sudah masa depan lo bro. Untung bukan gue yang ada disana. Kalau itu gue pasti udah bunuh diri," batin Dhany yang ngilu melihat adegan yang ada di hadapannya.
"Tuan tolong hentikan nyonya, dia bisa mati disini." ucap salah satu pengawal itu.
Dhany diam, ia memang ingin menghetikan kebrutalan sang istri namun dia masih merasa ngilu di sekujur tubuhnya.
Nandha memalingkan wajahnya untuk mencari sumber suara. Dia berdiri dan berjalan ke arah Dhany tetap dengan tatapan dan aura membunuhnya.
DEG ..
Dhany tertegun melihat keadaan sang istri yang sudah berlumuran darah dan di selimuti oleh hawa membunuh.
"S-sayang?" panggil Dhany lembut.
Mendengar panggilan dari Dhany, Nandha jadi tersadar. "A-apa yang terja .... "
"Sayang ... !!!"
Nandha jatuh pingsan saat melihat darah di tangannya. Dhany yang gesit langsung menangkap tubuh Nandha sebelum jatuh dan di tangkap oleh dinginnya lantai keramik.
"Sayang .... sayang buka mata kamu," Dhany berteriak-teriak sambil menepuk kedua pipi Nandha.
"Nampaknya ini pertama kalinya nyonya membunuh tuan, jadi mungkin dia terkejut," sahut pengawalnya.
Dhany membawa tubuh Nandha di gendongannya. Sebelum pergi ke ruang istirahat Dhany berbalik dan melihat keadaan Jafar yang sudah tak sadarkan diri.
"Periksa keadaan dia," perintahnya.
"Baik tuan."
__ADS_1
Dhany melanjutkan langkahnya menuju ruang istirahat dimana dia akan meletakkan tubuh Nandha. Dhany kembali keluar, dia hanya meletakkan sang istri dan membersihkan beberapa tetes darah di tangan dan wajah Nandha.
"Bagaimana akan keadaannya?" tanya Dhany.
"Tangan dan kakinya patah, ada robekan di kepala dan sudah pasti masa depan yang hancur." kata pengawal itu.
"Oh waow, aku tak mengira istriku bisa semenakutkan itu," ucap Dhany sambil tersenyum miring.
"Anda memiliki pasangan yang sangat cocok," sahut pengawal tersebut.
"Ohoho, tentu saja," jawab Dhany bangga.
"Cocok, sama-sama gila," timpal pengawal tadi.
"Bjiiir sekali anda," ucap Dhany.
"Oh ya tolong kamu bawa bajing*n ini ke rumah sakit. Barusan kakak ipar saya mengirim chat agar saya tidak menyentuhnya dulu," perintah Dhany.
Pengawal tersebut mengangguk dan langsung menyeret tubuh Jafar keluar dari ruangan.
Saat di jalan ingin keluar kedua pengawal itu berhenti.
"Mau di apain ini bangkai?" tanya pengawal A.
"Huusshh, dia belum bangkai. Dia baru proses menuju kebangkaian, hahaha." kata pengawal B
*Pakek inisial aja soalnya semua pakek topengππ
"Dasar gada akhlak lu yee," sahut pengawal A.
"Kita bawa dia ke RS kayak kata tuan tadi, tapi jangan lewat depan."
"Lewat mana dong cumi," tanya pengawal B.
"Lo kebanyakan kerja di lapangan yak sampai-sampai otak lo mencair gitu," kata pengawal A.
Pengawal B berdecak pelan, "Nih bawa sendiri tuh bangkai!!!" ucap pengawal B sambil melempar tubuh Jafar pada pengawal A.
Pengawal B pun pergi meninggalkan pengawal A berusah payah membawa tubuh Jafar yang tak sadarkan diri.
"Woy sat!! jangan pergi lo, bantuin gue dulu," teriak pengawal A.
"Aku nggak ada otak aku diam," balas pengawal B.
"Dasar bit**!!" maki pengal A.
Dengar berat hati pengawal A menyeret tubuh Jafar menuju pintu belakang agar tidak ketahuan oleh orang lain. Pengawal A menyeret tubuh Jafar selama 20 menit sampai membuat tubuhnya berkeringat sebesar krikil dan encoknya kambuh.
"Bangs*t si B padahal dia kan tau kalau gue encokan. Nah lo bangkai, ngapa berat amat sih kebanyakan dosa sama ****** nih ketahuan dari model palanya yang kek jajaran genjang." gerutu pengawal A sambil memegangi punggungnya.
****
__ADS_1