The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 26


__ADS_3

*******


Dhany berjalan gontai menuju ruangan bu Siska, ruangan bu Siska berada di pojok koridor dekat ruang BK.Dhany langsung mengetuk pintu ruangan bu Siska.


Tok....Tok....Tok


"Masuk!!"ucap bu Siska dari dalam ruangan.


"Ibu ada apa ya manggil saya??"tanya Dhany to the point.


"Ya ampun kamu ini tidak sabaran sekali ya, silakan duduk dulu"ucap bu Siska dengan nada menggoda.


"Kayaknya bener dia guru gesrek"batin Dhany berkecamuk.


"Saya sibuk lebih baik anda segera katakan ada perlu apa dengan saya"ucap Dhany dingin.


"Kamu berani tidur dijam pelajaran saya, apa kamu tidak takut saya hukum??"ucap bu Siska sambil beranjak dari duduknya.


"Kalo mau hukum ya tinggal hukum aja kalik bu"ucap Dhany cuek.


"Dhany saya ingin membicarakan hal penting dengan kamu"ucap bu Siska berjalan mendekat kearah tempat dimana Dhany duduk.


"Apa??bisa cepet nggak.....ini gue udah ketinggalan pelajaran bu"ucap Dhany yang sudah mulai jengkel.


"Dhany....Dhany...kamu ini sungguh tidak sabaran ya....baiklah saya akan mulai bicara...saya tau ini tidak pantas diucapkan oleh seorang guru , tapi saya sungguh tertarik dengan kamu, sepertinya saya jatuh cinta pada pandangan pertama sama kamu"ucap bu Siska yng sudah duduk di sebelah Dhany.


"Emang saya apaan?? magnet??pakek acara tarik-tarikan segala"ucap Dhany sambil beringsut menjauh dari bu Siska.


"Kamu itu ganteng, body kamu juga oke, kamu itu tipe saya" ucap bu Siska yang dengan beraninya duduk di pangkuan Dhany.


Dhany yang terkejut mendapati tingkah gurunya itu sontak medorongnya menjauh, ia reflek berdiri dan pergi meninggalkan bu Siska sendirian tanpa sepatah katapun.Wajahnya merah padam dia tidak henti-hentinya mengumpat gurunya itu dengan berbagai macam nama hewan dihatinya.


"Guru bangke, anj*ng, bab*, kdal**, gue bunuh lo kalo berani macem-macem ma gue***"umpatnya di dalam hati.


******


Disisi lain bu Siska tertawa dengan keras, ia merasa puas melihat reaksi muridnya itu, ia membayangkan wajah Dhany yang tampan, tubuh atletis, dan tatapannya yang tajam bak mata pisau.


"Saat berada di pangkuannya tadi sungguh menyenangkan, ingin sekali aku membelai pipi dan bibirmu yang sungguh seksi itu"batin bu Siska dengan wajah bulshing.


"Kamu akan menjadi milik saya Dhany, harus saya miliki"ucap bu Siska tegas.


******


"Ada apa pak??"tanya Nandha saat sampai di ruang kepala sekolah.


"Anu maaf ya nak Nandha, bapak cuma mau tanya mengenai kejadian tadi" ucap pak kepala sekolah yang merasa takut akan sifat dan kuasa milik gadis muda dihadapannya.


"Ya silakan"ucap Nandha santai.


"Bagaimana saya harus menghadapi akibat dari pertengkaran kamu tadi??"ucap pak kepala sekolah yang bingung.

__ADS_1


"Takut?? akibat?? anda pikir saya siapa??jika orang tua dia datang silakan anda hubungi saya"ucap Nandha dengan tegas.


"Baik nak Nandha, terima kasih atas tanggapan kamu, tapi bagaimana jika semua orang tau tentang identitas kamu??"ucap kepala sekolah.


"Itu urusan kami"ucap Dhany yang tiba-tiba masuk.


"Na...na..nak Dhany!!"ucap pak kepala sekolah gugup saat melihat kedatang Dhany dengan wajah hitamnya.


"Jika hal seperti ini saja anda tidak bisa mengurusnya, lebih baik anda keluar dari sekolah kami"ucap Dhany sarkas.


"Baik nak Dhany, saya akan atur semuanya"ucap pak kepala sekolah seolah mendapat semangat baru.


"Lo kenapa??"tanya Nandha saat Dhany tiba-tiba memeluknya dari belakang.


"Kagak, gue cuma kangen sama lo"ucap Dhany sambil menyembunyikan wajahnya diceruk leher Nandha.


"Ini ruang kepala sekolah Dhan, kagak pantes kita kayak gini"ucap Nandha mengingatkan Dhany.


"Persetan dengan semua itu" ucap Dhany tidak peduli. Karena dia tau kepala sekolahnya sudah tau tentang pernikahan mereka.


"Anu nak Dhany, nak Nandha apa perlu saya sediakan ruangan khusus untuk kalian"ucap kepala sekolah itu.


"Tid..."ucap Nandha terpotong.


"Boleh, mulai besok saya ingin sebuah ruangan khusus untuk kami"ucap Dhany memotong ucapan Nandha.


Nandha yang mendengar ucapan sang suami hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia yakin ada yang tidak beres dengan suaminya, jadi ia memilih untuk diam.


"Ngapain?? gua males tau Ndha"rengek Dhany manja.


"Tinggal beberapa jam lagi kok, tahan bentar aja ya my prince"ucap Nandha lemah lembut.


Mendengar sang istri memanggilnya dengan kata My Prince membuat ia terkejut bukan main, ia segera mengangkat wajahnya, lalu memiringkan kepalanya dan berkedip beberapa kali.


"Tampang cengoh lo lucu banget dah, hahaha"ucap Nandha di barengi dengan tawa lebarnya, membuat ia semakin cantik.


"Lo kalo lagi ketawa makin cantik deh"ucap Dhany sambil mencubit pipi sang istri.


"Ayo kita balik kelas, toh bentar lagi jamnya udah selesai"ajak Dhany penuh semangat.


"Kami permisi dulu pak"ucap Dhany dan Nandha bersamaan.


"Aah...iya silakan" ucap kepala sekolah tadi setengah terkejut.


******


Dhany dan Nandha kembali kekelas setelah 1 jam berlalu, kini jam pelajaran tinggal beberapa menit lagi,pelajaran kembali berlangsung dengan damai, karena Dhany yang tertidur dan Nandha yang sibuk dengan ponselnya,hingga suara bel tanda jam sekolah telah usai berbunyi, membuat suasana kelas menjadi riuh.Semua berhamburan keluar ruangan termasuk Nandha dan kawan-kawan.


"Ndha mampir ke mall yuk"ajak Carla saat diparkiran.


"mall yang mana??"tanya Nandha sambil mengangkat satu alisnya.

__ADS_1


"Ke mall AA dong!!!"ucap Carla penuh semangat.


DEG


Jantung Nandha seketika berhenti berdetak, karena mereka tidak ada yang tau bahwa AA MALL yang terkenal kemewahannya itu adalah miliknya.


Fakta tentang dirinya yang seorang pengusaha termuda dan terkaya pun tidak diketahui oleh mereka, kecuali Dhany ya. Carla, Victorya dan Suci hanya mengetahui fakta tentang Nandha yang merupakan putri dari orang terkaya pertama didunia, sedangkan Vian, William dan Boy mereka sama sekali tidak tau identitas Nandha dan kawan-kawan termasuk juga identitas Dhany.


"Kita ikut dong"ucap Boy sambil merangkul Dhany.


"Emang kalian sanggup main ke mall bareng kita-kita??"tanya Victorya sambil memasang muka meremehkan.


"Lah...emang kenapa?? kalo gue sih sanggup-sanggup aja, kan gue udah sering nganterin nyokap ke mall"ucap William santai.


"Widiiih...anak mami angkat suara nih" ledek Suci yang akhirnya membuka suaranya.


"Sial*n ya, kalo gue bukan anak mami anak siapa?? anak lo??"ucap William jengkel.


"Kagak usah ngegas kali pak"ucap Suci sambil tersenyum bahagia.


"Udah-udah daripada kalian banyak omong disini mending kita berangkat aja" ucap Dhany menengahi pertengkaran antara William dan Suci.


Akhirnya merekapun berangkat menggunakan mobil dan motor masing-masing, mereka hanya butuh waktu 30 menit untuk sampai di mall tersebut, tentunya dengan kecepatan penuh.


"Kuy masuk"ucap Carla yang masih penuh semangat.


"Okeh deh kalian duluan aja, gue belakangan aja"ucap Nandha menyuruh teman-temannya untuk mendahuluinya.


"Jangan kabur lo ya"ucap Victorya saat akan pergi.


"Kagak sono lo duluan"usir Nandha.


"Kenapa kamu nggak bareng mereka yang??"tanya Dhany saat mereka sudah berdua saja.


"Nanti mereka tau dong kalo mall ini milik gue"ucap Nandha sambil mengotak atik ponselnya.


"Oh...terus itu kamu ngapain??"tanya Dhany kepo.


"Mau nelfon manager mall"jawab Nandha singkat.


"Halo pak Aksan, saya dan teman-teman sedang ada di mall tolong beritau semua orang yang pernah atau bahkan tau posisi saya untuk bungkam, jangan sampai menegur saya sebagai pemilik mall, anggap saya seperti pelanggan lainnya, karena saya tidak mau mereka tau siapa saya"ucap Nandha kepada seseorang di telfon.


"Baik bu" ucap pak Aksan di seberang sana.


"Udah telfonnya??"tanya Dhany.


"Udah, ayo masuk"ucap Nandha.


"Yuk" jawab Dhany singkat.


Akhirnya mereka memasuki mall yang disambut oleh satpam yang berjaga, sesuai permintaan Nandha mereka menyapanya seperti pelanggan lainnya.

__ADS_1


__ADS_2