The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 93


__ADS_3

Budayakan like, koment, vote dan follow ya biar Chiplux makin semangat up nya.😊😊😊


****


"Ada apa ini?" tanya Jafar yang baru saja keluar dari ruangannya.


"Kak ... masak mereka bilang kalau aku sama Bagas gay, kan nggak lucu, " protes Lional saat melihat kedatangan sang kakak.


"Apa?!! gay? bwahahahahh!!!' bukannya membantu permasalahan adikny, Jafar malah tertawa terbahak-bahak.


"Bangke!! punya kakak kenapa gini amat dah," gerutu Lional.


Bagas yang awalnya diam saja kini mulai angkat bicara, "Lo mau bersihin nama baik gue apa kagak nih." Bagas tiba-tiba memberi tatapan mautnya pada Jafar.


Jafar yang di tatapan langsung oleh Bagas sang mata elang jadi membuatnya kikuk dan salah tingkah. Padahal status Bagas tidaklah setinggi dia, tapi bagaimana mungkin ia memiliki tatapan elang yang sungguh menakutkan.


"Oke-oke, jangan tatapan gue kayak gitu," Jafar pun memberi penjelasan pada anggotanya.


Ditengah-tengah penjelasannya tiba-tiba seorang anggota datang dengan langkah tergopoh-gopoh.


"Boss!! gawat boss!!"


Jafar mengerutkan alisnya, "Ada apa? kenapa harus teriak-teriak begitu?" tanya Jafar.


"Gawat boss, ini urgent banget," kata anggota yang tadi berlari.


"Iya gawatnya itu apa? emangnya ada apa?" tanya Jafar lagi.


"Katanya ..... "


"What?!! ini hal yang bagus dong." Jafar nampak sangat sumringah.


Semua orang terlihat sumringah mendengar berita yang di bawakan dengan terburu-buru itu, hanya sang pembawa berita yang nampak gelisah dan bingung akan reaksi yang di tunjukan oleh rekan-rekannya.


*****


Di pagi yang cerah, matahari dengan usilnya bengintip dari balik jendela kamar milik sepasang suami istri yang tengah asik dalam dunia mimpinya. Dikamar yang penuh dengan nuansa romantis nan maskulin serta sentuhan feminim khas pasangan pengantin baru. Rasa dingin dan sinar matahari yang berhasil mengusik tidur Nandha yang begitu nyenyak dan tenang.


"Hooaaammmm ... " seorang gadis menguap sambil merenggakan tubuhnya yang penat akibat pelukan dari sang suami semalaman penuh.


"Udah pagi aja sih," keluhnya saat melihat sinar matahari yang mengintinya.


"Ada apa sih yang?" tanya sang suami yang masih menyembunyikan wajahnya di balik selimut.


"Bangun Dhan udah pagi ini," kata Nandha membangunkan suaminya yang menolak fakta bahwa hari telah pagi.

__ADS_1


"Nggak mau, masih mau bobok." Dhany memperat pelukannya.


"Hey ayo bangun, aku mau mandi badan aku lengket semua ini," kata Nandha sambil mendorong tubuh Dhany agar menjauh darinya.


"Nggak mau!!" Dhany tak menghiraukan racaunya sang istri. Dia semakin dalam menyembunyikan dirinya di balik selimut.


"Kalau kamu nggak bangun aku bilangin ke papah nih," ancam Nandha pada sang suami.


Mendengar ancaman tersebut membuat Dhany mau tidak mau harus beranjak dari ranjang empuk yang menemaninya semalam.


"Iya udah aku bangun deh," akhirnya Dhany mengalah dan memaksa tubuhnya untuk menjauh dari tempat tidurnya.


"Kamu yang mandi duluan yah yang," kata Dhany sambil memainkan jarinya.


"Kok aku sih?" tanya Nandha.


"Aku masih mau tidur yang ... bentar aja nggak lama kok, cuma 5 menit aja," bujuk Dhany.


"Ya udah, aku yang mandi duluan, tapi kamu pesenin aku baju ya," kata Nandha seraya meninggalkan Dhany yang sedang menarik selimutnya kembali.


Nandha pergi membersihkan dirinya di kamar mandi hotel yang super mewah itu. Dia menanggalkan seluruh pakaiannya hingga tak tersisa. perlahan ia memasuki bathtub yang baru saja ia isi penuh. Di tuangnya sabun beraroma mawar yang sudah di siapkan oleh pihak hotel. Nandha menenggelamkan tubuhnya hingga sebatas dagu. Setelah 45 menit akhirnya Nandha menyudahi ritual mandinya.


Di luar kamar sudah ada banyak fashion style dan juga hair style yang di siapkan oleh Dhany untuk sang istri, tengah menatap nanar kearah dirinya yang asik di dunia mimpinya.


Terlihat jelas guratan kesal di wajah Nandha melihat semua orang yang di panggil olehg sang suami yang tengah menatap lapar ke arah Dhany yang tengah tidur lelap.


"Bangun nggak lo," ucap Nandha.


Nandha meleparkan bantal ke arah Dhany agar ia segera bangun.


"Apaan sih yang?"


Dhany menggeliat membuat para style yang ia panggil tadi semakin menatap lapar kearah Dhany. Dhany yang di tatap seperti itu menjadi risih dan marah.


"Liat apa kalian?!!" tanya Nandha sambil melirik para style yang sudah pada ileran.


"T-tidak ada nyonya."


Nandha melirik beberapa pakian yang di bawah oleh fashion style. "Tinggalin pakaian itu dan itu, sisanya biar saya urus sendiri. Kalian semua boleh keluar," perintah nandha setelah menunjuk sebuah baju casual berwarna hitam. Tak lupa Nandha juga memilihkan pakaian untuk sang suami yang tengah pergi membersihkan tubuhnya.


"B-baik nyonya," para fashion style itu pergi meninggalkan kamar Nandha dan juga Dhany.


"Kalian kenapa masih ada disini?" tanya Nandha pada hair style.


"Kami kan belom melakukan apa-apa nyonya," kata salah satu hair style yang ada disana.

__ADS_1


"Kalian juga keluar, saya bisa menata rambut saya sendiri." kata Nandha.


"T-tapi nyonya, kami di panggil kesini untuk melayani anda."


"Tak apa, akan saya bayar kalian via tranfer nanti," ucap Nandha lagi.


"Baik nyonya terima kasih."


Para hair style itu pergi tepat saat Dhany keluar dari kamar mandi yang hanya berbalut handuk di bagian bawah. Nandha yang di suguhi roti sobek milik Dhany seketika menjadi blushing, wajahnya memerah bak tomat matang. Dhany yang melihat perubahan pada rona wajah sang istri membuat jiwa isengnya meronta.


Dhany mendekat kearah Nandha dan menakup wajah sang istri dengan kedua tangannya, "Sayang, kenapa wajah kamu merah banget gini? kamu sakit ya?" tanya Dhany.


"A-aku nggak papa kok," elak Nandha yang langsung memalingkan wajahnya.


"Kenapa kamu jadi salting gini?'" goda Dhany.


"Minggir ah, aku mau ganti baju." Nandha memberontak dari cengkeraman Dhany. Saking serunya mereka bergulat tanpa sadar handuk yang tengah menutupi junior Dhany terjatuh membuat apa yang ada di baliknya terpampang nyata.


"Dhany tutupin itu terong Belanda kamu!!" teriak Nandha sambil menutupi wajahnya.


"Kemunafikan macam apa ini," balas Dhany. Memang benar Nandha menutup wajahnya dengan kedua tangnya, namun~~~ dia membuat celah di antara jari tengah dan jari manisnya.


"Aku nggak liat ... aku tutup mulut, hahaha," Nandha tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi cengoh Dhany.


Kini Dhany telah mengubah ekspresinya menjadi senyuman iblis. Dia bersemirk sambil melihat sang istri yang asik tertawa ngakak.


Nandha merasakan hawa dingin yang menusuk sampai ke tulang, "Perasaan gue nggak enak nih," batin Nandha.


Dhany menarik dan mendorong tubuh Nandha sampai terjatuh di atas ranjang.


"Tuh kan bener," batin Nandha lagi.


"Kamu mau apa?"


Dhany bersemirk, "Ambil jatah aku." jawab Dhany singkat.


Setelah menjawab pertanya sang istri secara singkat Dhany pun lantas membuka seluruh pakaian sang istri hingga kini keduanya layaknya sepasang bayi yang baru lahir. Tanpa basa basi Dhany m*lum*t bibir sang istri saat ia ingin mengatakan sesuatu.


Keadaan pun semakin memanas sampai Dhany tak tahan lagi untuk menahannya, "Semalem kan nggak jadi main, jadi aku ambil sekarang aja ya," katanya.


Belum mendapatkan persetujuan dari sang istri, Dhany sudah melancarkan serangan pertama dan membuat Nandha memberikan sebuah pelototan mata yang sungguh mengerikan. Awalnya Nandha memukul-mukul punggung Dhany. Menyadari ketidak nyamanan sang istri Dhany pun kembali m*lum*t bibir sang istri, sampai pukulannya berubag menjadi remasan mesra yang membuatnya semakin bergairahlah. Pagi itu khusus di kamar pasangan Nandha dan Dhany tengah terjadi perang panas penuh kenikmatam, begitulah mereka melalui hari minggu paginya.


*****


Maaf ya kalau part sebelumnya gaje sekali, karena Chiplux kurang fokus jadi ceritanya berantakan.

__ADS_1


__ADS_2