
Budayakan like, koment, vote dan follow ya biar Chiplux makin semangat up nya. Happy reading.πππ
*****
"Kak ... " suara Lional menggelegar saat membuka pintu kamar rawat sang kakak.
Nampak Jafar yang sudah menunjukkan raut wajah setannya (ya emang dia setan, awokawok).
"Kagak tahun depan aja lo baru kesini," ucapnya sambil melipat tangannya di dada.
"Jadi gue salah ya datang sekarang? Ya udah deh gue pergi lagi." Lional memutar tubuhnya dan berjalan keluar dari sana.
"Berani pergi dari sini gue gor*k lo!!" ancam Jafar dari tempat duduknya.
Lional berdecak, "Ckckck, perasaan gue salah terus deh," ucapnya sambil menggaruk kepalanya.
"Makanya jangan lama - lama nyet," ujar Jafar sambil menggeplak kepala Lional.
"Gue kan masih ngumpul pelepasan kak. Ini hari terakhir habis ini gue bisa tidur di ranjang empuk gue lagi. Gue bisa nonton anime sampek subuh, mbeeehh hidup damai gue kembali ... " ucap Lional.
"Bisa main sama sabun juga ya," ujar Jafar menggoda Lional.
"Bangsul lo kak," gerutu Lional.
Jafar tertawa lebar, "Udah - udah ayo pulang, kata ayah ada acara nanti siang di perusahaan Agatha." ajak Jafar.
Diserahkannya tas berisikan barang - barang yang sudah di kemasnya dari tadi pagi.
"Woy .... bawa sendiri napa ... Lo kan punya tangan kak," protes Lional sambil menghentakan kaki.
"Berisik ... kakak lo ini baru selesai opname ya, masa lo mau nyuruh gue bawa sendiri ... yang bener aja dong," kata Jafar manipulatif.
"Iya sih ... tapi nggak gini juga caranya dong kak. Coba ngomongnua lebih manis dikit kek, Lional ... adek gue yang paling ganteng dan paling baik sedunia .... bawain barang - barang kakak ya? Gitu kan bisa kak," ucap Lional member contoh ucapan yang lebih sopan baginya.
"Najis!!!"
Lional berdecak kesal mendengar balasan dari Jafar yang sangat menusuk jantung sampai empedunya.
"Kenapa gue harus punya kakak yang model dia gini yak?" pikirnya.
Melihat bayangan sang kakak yang sudah menghilang dari pandangannya membuat Lional terpaksa harus berlari mengejar langkah sang kakak.
"Hos ... hos ... hos ... Lo mlayang ya kak? Cepet amat. Jangan - jangan lo nggak sakit beneran ya?" ucap Lional dengan nafas yang ngembang ngempis layaknya dompet author di tanggal tua.
"Gada akhlak lo ya, berani - beraninya ngatain gue bohong. Lo lupa siapa yang baca laporan gue hah!!!" Jafar membentak Lional karena kesal.
__ADS_1
"Biasa aja kali gue kan cuma berjanda, eeh bercanda maksud gue," aku Lional yang takut melihat amarah kakaknya.
"Buruan gue capek," perintah Jafar sok ngeboss.
Lional langsung menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya menuju rumah kelarga Carenn.
Hari ini jalanan nampak sedikit lenggang karena masih jam kerja dan jam sekolah. Hal ini memuluskan perjalanan mereka menuju rumah. Lional juga melupakan fakta bahwa Jafar baru keluar dari rumah sakit, di bawanya mobil itu dengan kecepatan penuh sampai - sampai hanya butuh waktu 10 menit perjalanan. Padahal kalau kecepatan normal mereka butuh setidaknya 30-35 menit.
"Lo gila ya dek?!!" amuk Jafar saat sampai di rumah.
"Salah lagi kan," balas Lional.
"Lha elo juga kebangetan sih. Gue cuma mau pulang nyet, segala lo bawa mobil kek mau ngeprank malaikat."
"Gue cuma mau lo cepet pulang kak, kan lo pasti capek," ucap Lional sambil menampilkan puppy eyesnya.
"Bukannya pulang ke rumah malah ke rahmatullah itu iya," kata Jafar sinis.
"Awokawok, dosa elo masih segede gunung dan seluas samudra, jadi jangan mati dulu ya," sahut Lional sekenanya.
BLETAK
Jafar menggetok kepala Lional yang dirasanya sudah mulai ngelunjak. Dia juga bergegas keluar dari mobil dan masuk ke rumah. Di dalam rumah sudah ada Sandi dan Wanda yang secara khusus meluangkan waktu untuk menunggu kepulangan putra sulungnya.
"iya bun," jawab Jafar singkat.
"Cepat ganti baju kalian kita ada rapat dengan tuan muda Agatha. Siapa tau disana ada nona muda Agatha juga," perintah Sandi.
"Kenapa kita harus ikut? Bukannya itu urusan kalian orang dewasa?" tanya Jafar dingin.
"Diam kau bocah sial*n !!! Apa susahnya untukmu menuruti perkataanku hah?!! Jangan bikin aku naik darah," ucap Sandi sambil memegang kepala.
"Jangan sampai itu terjadi, mengingat usiamu yang tak lagi muda itu akan berakibat buruk. Jika anda mengalami darah tinggi kau mungkin akan terkena stroke dan mungkin akan meninggal. Dan saat semua itu terjadi aku akan segera mencarikan bunda suami baru sebelum 7 harimu," balas Jafar sarkas.
"Dasar anak kurang aj*r!!!" umpat Sandi.
"Sudah - sudah ... Jafar kamu nggak boleh gitu sama ayah. Lional cepat bawa kakak kamu ganti baju, kita akan segera berangkat," perintah Wanda lembut.
"Baik bun." Lional langsung menarik tangan Jafar untuk pergi ke kamar agar perdebatan ayah dan kakaknya usai di situ saja.
"Udahlah kak jangan debat sama ayah terus, lo nggak kasian sama bunda tiap hari liat anak sama suaminya beran .... " ucapan Lional terputus oleh suara notif pesan pada ponselnya.
*from : Organisasi Ghost Crime
Selamat kepada saudara Lional Carenn anda di terima menjadi anggot tetap Ghost Crime. Mohon segera melapor selama nyawa anda masih menempel di badan anda, karena kami tidak yakin kalau nyawa anda masih sampai besok.
__ADS_1
penanggung jawab Ghost Crime
William dan Bennedit*.
"Liat bang gue di terima jadi anggota tetap!!! Tapi kenapa pesannya kayak gini ya?" ucap Lional sambil menunjukan isi pesan itu pada Jafar.
Jafar melihat pesan itu sekilas, "Biar mereka keliatan sangar kali," jawab Jafar acuh.
"Kok gue ngerasa aneh ya? jangan - jangan ... gue ketahuan lagi?" batin Lional bertanya - tanya.
Lional menepis segala pemikirannya tentang pesan dari organisasi itu. Dia kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian dan pergi bersama ayahnya.
"Kalian sudah siap?" tanya Wanda saat anak - anaknya menuruni tangga.
"Sudah bun," jawab keduanya.
"Lional kamu bawa mobil sendiri ya, bawa kakakmu sekalian. Bunda rasa tidak mungkin kita ada dalam 1 mobil yang sama untuk saat ini," perintah Wanda.
"Baik bunda."
Mereka pun meninggalkan rumah menggunakan mobil yang berbeda. Lional dengan Jafar, Wanda dengan Sandi. Selama perjalanan Jafar dan Lional lebih banyak diam.
Jafar tengah pening memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa merebut hati nona muda keluarga Agatha jika memang dia ada disana.
Sedangkan Lional pusing memikirkan arti pesan dari organisasi yang mengatakan bahwa mereka tidak yakin akan nyawanya.
Setelah berkutat dengan jalanan yang mulai ramai karena jam makan siang para pegaiwai kantor, membuat jalan sekitar menjadi sedikit macet. Mereka pun sampai di perusahan Agatha yang menjadi tanggng jawab Bryan.
"Selamat datang tuan Carenn, tuan muda Agatha sudah menunggu kedatangan kalian." ucap resepsionis yang menyambut kedatangan mereka.
"Ah iya."
"Mari ikuti saya, saya akan membawa kalian menemui tuan," kata resepsionis tersebut.
Mereka pun mengikuti sang resepsionis menuju ruangan Bryan.
Tok ... Tok ... Tok
"Tuan tamunya sudah datang," kata resepsionis itu setelah mengetuk pintu kantor Bryan.
"Persilakan masuk!!"
"Silakan masun tuan - tuan dan nyonya." Resepsionis itu membukakan pintu dan langsung pergi setelah mempersilakan tamunya masuk.
*****
__ADS_1