
*****
Pagi itu keluarga Carenn tengah menikmati sarapan di rumah mewahnya.Ada Sandy Carenn sang kepala keluarga lalu nyonya Wanda serta Lional Carenn dan tidak lupa Jafar Carenn.
"Kamu kok nggak pakek seragam kenapa?? liburkah??"tanya Sandy disela makannya.
"Nggak kok, sekolah masuk kek biasanya"ucap Jafar santai.
"Lalu mengapa kamu nggak malah berdandan seperti ini??"ucap Sandy sambil mengankat sebelah alisnya.
Jafar membuang nafas, "Mau ketemu Nandha yah"ucapnya.
Sandy terkejut seketika ia menyemburkan makanannya, "Apa katamu?? kau ingin menemui gadis miskin itu?? ingat Jafar keluarga kita ini keluarga terpandang. Tidak semua orang bisa berhubungan dengan kita" teriaknya.
"Cukup yah, aku nggak mau denger apa apa dari ayah lagi"ucap Jafar sambil meninggalkan meja makan.
"Sayang tunggu, dengerin ucapan bunda dulu"ucap Wanda dengan lembut.
mendengar suara ibunya yang penuh kasih membuat hatinya luluh, ia pun akhirnya kembali duduk di kursinya.
"Apa yang dikatakan ayahmu itu benar nak, tidak semua wanita bisa menjadi menantu kita, kita keluarga carenn. Kita ini keluarga terpandang, dan jangan lupakan posisi keluarga Careen yang menduduki pertama sebagai pengusaha terkaya seindonesia ini"ucap Wanda dengan lembut.
"Jadi menurut bunda, seoarang Nandha tak pantas menjadi menantu dari keluarga Carenn, dia terlalu miskin"lanjutnya.
"Lalu?? wanita seperti apa yang harus kucari untuk pendamping hidupku??"tanya Jafar namun dengan suara serak.
"Kamu jangan marah, orang yang pantas menjadi menantuku itu harus dari kalangan yang sama dengan kita, atau bahkan lebih tinggi dari kita. Dia juga harus cantik, berpendidikan jangan lupa bahwa dia harus elegan"ucap Wanda sambil memainkan makanannya.
"Baiklah bunda, tapi adakah orang seperti itu disini??"tanya Jafar sarkas.
"Tentu saja ada, paling tidak kau harus mendekati putri keluarga Agatha yang sangat misterius itu"ucap Wanda dengan mata berbinar binar.
"Putri keluarga Agatha itu terlalu sulit ku gapai bun, dan asal kalian tau. Nandha bukan anak orang miskin"ucap Jafar dengan suara tertahan.Ia tengah menahan emoainya sendiri.
"Dia yang kemana mana naik mobil avanza apa namanya kalau bukan miskin"ucap Sandy sarkas.
"Ayah salah, kalau dia memang orang miskin mana mungkin dia bisa membeli sepatu harga ratusan juta dengan black card, dan masih mengendari mobil sekelas koenigsegg kemana mana"ucap Jafar sambil memandang sang ayah dengan tatapan sinis.
"Mungkin dia sudah menjadi simpanan om om"ucap Sandy seenaknya.
__ADS_1
"Jaga mulut ayah, Nandha bukan wanita seperti itu!!!"teriak jafar, ia langsung pergi meninggalkan meja makan.
"Anak tak tau di untung"teriak Sandy tak kalah kencangnya.
Jafar meninggalkan rumahnya dalam keadaan emosi yang memuncak, ia lantas masuk kedalam mobilnya dan mengemudi dengan kencang. Di perjalanan ia menelfon temannya untuk meminta nomer Nandha ataupun teman temannya, namun semua usahanya gagal, hal itu tentu saja membuatnya sangat marah. Hingga ia melajukan mobilnya lebih kencang lagi.
"Kenapa nyari kontak kamu susah banget sih?"ucapnya lirih.
*****
"Selamat pa-gi"ucap seorang dokter pengganti yang akan memeriksa Nandha pagi itu bersama seorang suster cantik yang masih muda, namun saat ia masuk ia terkejut akan pemandangan di depan matanya.Sepasang kekasih tengah tidur saling memeluk, dan itu sungguh romantis menurutnya.
"Aheeem......aheeem, permisi saya harus memeriksa kondisi pasien"ucap dokter itu lembut, agar yang di bangunkan tidak terkejut.
Nandha membuka matanya perlahan lahan, ia merasa badannya kaku dan sakit semua. Ada sepasang tangan yang setia melingkar diperutnya yang membuat lukanya mengeluarkan darah.
"Astaga, kenapa lukanya di tindih pakek tangan. Aiiissh lihat berdarahkan"ucap dokter itu yang sudah panik karena melihat baju Nandha yang penuh darah.
"Ech, sejak kapan ini berdarah??"ucap Nandha sambil memiringkan kepalanya.
PLAAAK
Dokter yang panik itu menampol kepala Dhany yang masih asyik di dunia mimpinya, merasa seseorang memukulnya dengan cukup keras membuat Dhany terbangun dari tidurnya.
"Bangun bodoh, luka kekasihmu terbuka lagi"teriak dokter itu dengan keras hingga tercipta guratan guratan urat di lehernya.
"APA?!!"teriak Dhany yang langsung bangun dari tidurnya.
Dhany gelagapan dan langsung melirik kearah perut sang istri, banyak darah yang merembes dari bajunya.
"Astaga, apa yang terjadi??kenapa bisa berdarah??dokter mana dokter"teriak Dhany sambil celingukan.
BLETAK
Dokter itu sekali lagi memukul kepala Dhany, "Minggir saya mau meriksa kekasihmu, lagian masih kecil udah tidur seranjang aja sih,"ucapnya.
Dhany tidak menanggapi ucapan dokter itu karena khawatir akan keadaan Nandha yang mulai memucat.
"Lukanya kebuka lagi, harus di jahit ulang.Suster tolong siapakan semuanya"perintah dokter itu pada suster yang ada di sampingnya.
__ADS_1
"Baik dok"ucap suster itusambil pergi meninggalkan mereka untuk menjalankan perintah dokter itu.
"Lagian,kalian ini masih terlalu muda kenapa udah naik ranjang aja sih, orang masih sekolaah.Kalian itu masib bocil"ucap dokter itu menceramahi Nandha dan Dhany.
"Dokter dari tadi berisik banget sih, lagian dia ini bukan pacar saya"ucap Nandha sambil menepuk jidatnya.
"Apa??kalian berani sekali bukan pasangan tapi berani tidur seranjang, bener bener nggak ada akhlak ya kalian"ucap dokter itu sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Woy makin kacau aja ini dokter, gue emang bukan pacarnya.Tapi kita ini pasangan resmi yang udah nikah!!"ucap Dhany dengan geramnya.
"Menikah, tolong jangan membohongi saya, kalian terlalu muda untuk mendapatkan ijin menikah"ucap dokter itu sarkas.
Dhany mulai tersulut emosi, hampir saja ia memukul dokter kurang ajar itu saat sang ibu mertuanya masuk bersama buah hatinya.
"Appa!!"teriak suara mungil yang sudar berlari lari menerjang tubuh Dhany, siapa lagi kalau bukan Taekie.
"Ech anak appa udah dateng tho, kita keluar dulu yuk sayang eomma harus jahit lukanya lagi"ucap Dhany sambil menggendong Taekie.
"Kenapa harus dijahit ulang Dhan??"tanya Monica yang tercekat saaat mendengar ucapan Dhany itu.
"Dokter ini sudah siap semua"ucap suster yang tadi bersama dokter waktu memeriksa Nandha saat memasiki ruangan.
"Baik mohon kalian semua tunggu di luar saja"ucap dokter itu.
Dhany menatap Nandha sejenak, ia merasa khawatir dan juga takut akan keadaan istrinya itu.Nandha bukanlah wanita yang bodoh,ia tau bahwa suaminya itu kini tengah khawatir padanya.Ia lantas memberi isyrat tangan agar Dhany mendekat.
"Aku nggak papa kamu nggak usah khawatir gitu, mending kamu temenin Taekie main, bolehkan??"tanya Nandha dengan wajah imutnya.
"Maafin aku yang cerobah ini ya mio caro, gara gara aku luka kamu jadi kebuka lagi, dan kamu harus ngerasiin sakitnya ditusuk jarum"ucap Dhany dengan mata berkaca kaca.
"Ya ampun masa seorang Dhany nangis sih"ucap Nandha sambil tersenyum,ia mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata suaminya yang telah terjun bebas.
"Aku nggak tega kalau kamu harus merasakan rasa sakit itu lagi"ucap Dhany yang sudah berhampur ke pelukan Nandha.
"Nggak papa gue strong kok, udah sana keluar malu sama Taekie noh"ucap Nandha sambil mengusap rambut Dhany seperti anak kecil.
"Aku keluar tapi kamu harus baik baik saja"ucap Dhany sambil menyeka air matanya sendiri.
"Iya chagii, udah sana"ucap Nandha sambil tersenyum lembut.
__ADS_1
Dhany dengan berat hati harus meninggalkan Nandha di dalam ruangan itu sendirian bersama dokter yang menanganinya.
*****