
****
Monica memasuki kamar putrinya,ia melihat seorang gadis muda tengah tidur tengkurap sambil mengetik sesuatu dilaptopnya.
"Sayang, kamu lagi ngapain??"tanya monica sambil menghampirinya.
"Aah mommy, ini ada beberapa berkas kantor yang harus Nandha teleti lagi"ucapnya yang masih menatap laptopnya.
"Jangan maksain diri kamu,kamu kan udah mau nikah, kamu serahin aja urusan kantor sama Leakai"ucap wanita itu sambil mengusap pucuk kepalanya.
"Cuma dikit kok mom, mommy kenapa kesini??" tanyanya sambil melirik kearah mamanya.
"Ya ampun mommy lupa, mommy kesini mau bilang sama kamu kalo nanti mommy gak bisa nganterin kamu fitting baju"ucap Monica sambil menepuk jidatnya
"Ooh, ya udah ga pa-pa nanti aku pergi sendiri aja"ucapnya santai.
"Gak bisa gitu dong, nanti kamu dianterin sama Dhany, tadi mommy udah telfon Katrine dan katanya Dhany mau kok nganterin kamu"ucap Monica.
"Emang mommy mau kemana??"tanya Nandha lagi.
"Mommy ada urusan dikantor,nanti Dhany yang bakal jemput kamu,kalian berangkat sorean aja,biar kamu bisa istirahat"ucap Monica sambil melirik jam tangannya.
"iya udah mommy berangkat dulu ya,kalian nanti hati-hati,daaah sayang"lanjut Monica sambil mengecup pucuk kepala putrinya itu.
"Dah mom"saut Nandha sambil melambaikan tangan.
******
Dilain tempat Dhany yang merasa bosan dengan malas melirik jam dinding dikamarnya,benda itu menunjukan baru pukul 04.00 sore,entah kenapa ia merasa gelisah dan ingin segera bertemu dengan Nandha,wanita yang akan ia nikahi minggu depan itu,karena rasa gelisahnya itu ia langsung berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan diri,kini ia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk,ia mengambil setelan jeans yang ada di lemarinya,sebelum pergi ia memakai jaket dan topi yang warna yang sama serta beberapa aksesoris.
"Ma...mama Dhany berangkat dulu ya"teriaknya yang masih menuruni anak tangga.
"Lho kamu mau kemana sore-sore gini??"tanya Katrine bingung.
"Dhany mau jemput Nandha ma"ucap Dhany yang berjalan mendekati kulkas untuk mengambil minum.
"Sayang ini baru jam 4 lewat 15 menit"kata Katrine sambil tersenyum.
"Gak pa-pa ma,sekalian nanti mau jalan-jalan dulu"ucapnya setelah meneguk minuman.
"Iya udah kalian nanti hati-hati ya,kalo pulang jangan malem-malem,jagain itu anak prawan orang"ucap Katrine mengingatkan putranya.
"Iya mamaku yang bawel, Dhany berangkat ya"ucap Dhany sambil mencium pipi yang mama.
Dhany pergi meninggalkan rumahnya menggunakan mobil Lamborghini Veneno yang berwarna putih,ia membelah jalan dengan kecepatan penuh,hingga dalam waktu 10 menit saja ia sudah ada di depan mansion milik keluarga Agatha,para penjaga yang sudah mendapatkan perintah dari pemilik monsion,langsung membuka pagar agar mobil Dhany bisa langung masuk.
Dhany memarkirkan mobilnya dan langsung memasuki mansion mewah itu.
"Mr. Dhany ??"tanya seorang maid.
"yes I am Dhany, where is Nandha??"tanyanya pada maid tersebut.(ya saya Dhany,dimana Nandha??).
"Mrs. Nandha is in her room, do I need to call here ??"tanya maid itu lagi.(nyonya Nandha ada dikamarnya,apa perlu saya panggilkan kemari).
"No, I will personally call him, you just show me where his room is"ucap Dhany santai.(Tidak usah,saya sendiri yang akan memanggilnya,kamu tunjukan saja dimana kamarnya).
"Yes sir"ucap maid tersebut.
Dhany mengikuti maid tersebut,ia memasuki sebuah lift menuju lantai paling atas,saat pintu lift terbuka maid itu menunjukan sebuah ruangan yang terdapat tulisan NANDHA yang artinya itu adalah kamar milik Nandha.
"thank you"ucap Dhany pada maid itu yang diangguki kepala dan pergi berlalu meninggalkannya sendiri.
Tok....Tok...tok
Suara pintu kamar Nandha yang diketuk olehnya,karena pintu itu tak kunjung terbuka akhirnya Dhany membukanya.(bisa dibuka ya gaes soalnya Nandha punya kebiasaan buruk, yaitu tidak pernah mengunci pintu kamar).
"Astaga....dia malah molor"ucap Dhany pelan saat melihat seorang gadis yang tengah tidur ditemani laptop dan beberapa berkas disampingnya.
__ADS_1
"lo ngapain aja sih sampek berantakan gini??"ucap Dhany yang sudah mengambil benerapa berkas yang ada ditempat tidur Nandha.
"AA GROUP???"batin Dhany bertanya-tanya.
"Jadi AA group itu milik dia??gila...kamu makan apasih bisa punya otak seencer itu??masih muda udah dapet gelar pengusaha termuda dan terkaya didunia"batin Dhany yang tiba-tiba menjadi kagum.
Dhany merapikan tempat tidur Nandha yang berantakan karena tugas kantornya itu,tanpa sungkan Dhany mengangkat tubuh Nandha dan membenarkan posisi tidurnya yang awalnya tengkurap.
"Lo berat juga ya"ucap Dhany sambil mengusap pipi Nandha.
Karena lelah akhirnya Dhany membaringkan tubuhnya disamping Nandha dan ikut terlelap.
Nandha mengerjapkan matanya pelan,setelah terbuka lebar betapa terkejutnya ia melihat posisinya saat ini,ada Dhany yang tengah tidur lelap didepannya dan kepalanya yang ada ditangan Dhany, sedangkan tangannya yang melingkar memeluk tubuh Dhany serta kakinya yang saling bertumpang tindih.
"Aaaaaaahhhh"teriak Nandha dengan kencangnya.
"Apaan sih Ndha???kenapa teriak-teriak??sakit nih telinga gue"ucap Dhany sambil mengusap matanya.
"Lo ngapain dikamar gue??"tanya Nandha dengan nada marah.
"Tadi niat gue mau ngajak lo berangkat fitting baju,nah gue ketuk kamar lo tapi gak ada respon jadi gue buka aja,eeeeh gue malah liat kebo lagi molor"ucap Dhany santai.
"APA LO BILANG???KEBO??"tanya Nandha kesel.
"bercanda doang,lo mau sampai kapan kayak gini terus??"tanya Dhany sambil melirik kearah tangan Nandha yang masih memeluk erat tubuhnya.
Nandha ikut melirik arah lirikan Dhany,setelah tau apa yang dilirik oleh Dhany dengan cepat ia menarik tangannya,tapi dengan cepat Dhany menariknya kembali kedalam pelukannya.
"Lo mau apa sih Dhan??katanya mau fitting baju"ucap Nandha dengan pipi merona karena malu.
"Diem bentar aja Ndha,rasanya nyaman banget"ucap Dhany lirih.
"Nanti kita telat temu janjinya,masalah ini kan bisa dilanjutin nanti"ucap Nandha sambil berusaha melepaskan pelukan tersebut.
"Iya-iya....sana lo buruan mandi"perintah Dhany yang sudah melepas pelukannya.
"Nah lo ngapain masih disini??"tanya Nandha yang sudah sudah turun dari ranjangnya.
"Nungguin lo lah,mau ngapain lagi??"ucap Dhany balik bertanya.
"Ogah banget,nih gue keluar gue tunggu dibawah ya"ucap Dhany sambil berjalan meninggalkan kamar Nandha.
Nandha langsung menuju kamar mandi,sedangkan Dhany turun kebawah,sampai dibawah Dhany bertemu dengan Leakai.
"Eeh,Dhany lo udah disini aja???kapan sampai??"tanya Leakai saat sudah berjadapan dengan Dhany.
"Udah dari tadi"ucap Dhany santai.
"Udah dari tadi??lah terus lo dari tadi dimana??kok gue gak liat lo"tanya Leakai sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Gue??tadi gue ketiduran dikamar Nandha,niatnya mau bangunin gak taunya malah ikutan molor"balas Dhany yang berhasil membuat Leakai tersedak.
"APA???lo gak apa-apain adek gue kan??"teriak Leakai.
"Astaga...kalian ini sama aja ya,suka banget yang namanya teriak-teriak"ucap Dhany sambil menutup telinganya.
"Habisnya lo bil.."ucap Leakai yang terhenti karena kedatangan Nandha.
"Kalian ngomoin apaan sih??"ucap Nandha berjalan mendekat.
Nandha datang dengan menggunakan jumpsuit jeans warna hitam yang dipadukan dengan kaos putih berlengan hitam pendek serta sepatu warna hitam.
"Astaga dia imut banget njeeer,perasaan tadi masih keliatan dewasa kenapa sekarang jadi cute gitu"batin Dhany yang wajahnya langsung blushing.
"Hey...kenapa pada bengong sih"ucapnya kesal karena ucapanya tak ditanggapi.
"Muka lo kenapa Dhan??kok merah gitu lo sakit ya??"tanya Nandha yang sudah ada didepan Dhany.
"Aaah enggak kok, lo udah siap berangkat yuk"ajak Dhany yang masih melengos.
__ADS_1
"Udah yuk berangkat,kak Kai gue berangkat dulu ya...baik-baik jagain nih rumah"ucap Nandha pada Leakai yang masih bengong.
"Iya-iya dek...lagian siapa juga yang mau ngerampok disini,oh iya apa yang lo mau udah ditangan gue nanti gue kirim ke email lo ya"ucap Leakai setengah berteriak.
"Okey kakak bye"ucap Nandha sambil melambaikan tangan.
"Brooo berangkat dulu ya"pamit Dhany pada Leakai.
"Yoi man"balas Leakai mengacungkan ibu jarinya.
Nandha memasuki mobil Dhany dan langsung menuju butik mewah langganan keluarganya itu,setelah menempuh perjalanan selama 20 menit akhirnya mereka sampai dibutik tersebut.
"Masuk yuk"ajak Nandha kepada Dhany.
"Hmmmzt ,ngomong-ngomong tadi maksud kakak lo apaan ya??"tanya Dhany hati-hati.
"Ucapan kakak gue yang mana??"jawab Nandha yang balik bertanya.
"Yang tadi lho, soal yang mau dikirim ke email lo"ucap Dhany.
"Ooh itu,aku cuma mau tau siapa yang ngasih tau pak Tri kalo kita bolos di atap itu doang"ucap Nandha jujur.
Pembicaraan mereka terpotong karena kedatangan seorang pelayan.
"Are you Mrs. Nandha and Mr. Dhany ??"tanya pelayan tersebut.(apakah anda nyonya Nandha dan tuan Dhany??).
"Yes, I want to find a wedding dress, and I want the best dress in this shop"ucap Nandha kepada pelayan tersebut.(ya,saya ingin mencari gaun pernikahan,dan saya mau gaun terbaik yang ada ditoko ini).
"ok ma'am, let me show you"ucap pelayan itu.
Mereka mengikuti pelayan itu hingga tiba disebuah ruangan yang terdapat banyak sekali gaun pernikahan yang mewah,seorang pelayan lainnya datang membawakan sebuah gaun berwarna merah muda,ia melirik Dhany yang hanya disambut dengan anggukan kepala,Nandha memasuki ruang ganti sedangkan Dhany duduk disebuah sofa yang sudah disediakan.
SRAAAK
Tirai tersebut terbuka memperlihatkan seorang gadis cantik yang menggunakan gaun merah muda yang dibawa pelayan tadi.
"How is it, sir? Is it according to your taste ??"tanya pelayan yang membantu Nandha tadi.
"No, this looks like a child, over"perintah Dhany kepada pelayan tadi.
"Yes sir"jawab pelayan tadi.
Setelah mencoba banyak gaun akhirnya mereka memutuskan memilih 2 buah gaun berwana putih dan juga merah,dan tuxedo warna hitam dan putih untuk Dhany.
"gila..milih baju gini aja capek banget"keluh Nandha saat berada didalam mobil.
"Hahahaha..capek lo??" tanya Dhany.
"Banget oncom, mana lapar lagi"racau Nandha pada Dhany.
"Ya ampun calon istri gue laper ternyata,mau makan apa lo??"tanya Dhany dengan lembut.
"Mau burger sama cola"ucap Dhany dengan mata yang berbinar-binar.
"Haa??serius lo??"tanya Dhany yang terkejut karena tidak percaya dengan apa yang dipesan kekasinya itu.
"Iya...emang kenapa??"tanya Nandha yang bingung.
"Gak pa-pa, gue gak nyangka lo mau sama makanan yang notabenya sedikit murah"ucap Dhany jujur.
"Emang gue gak pantes makan makanan itu??apa karena status sosial gue??tanya Nandha santai.
"Ya begitulah,tapi karena lo mau gue sih gak masalah, tapi lo mau makan dimobil apa dicafe"tanya Dhany.
"Makan dimobil aja kalik ya soalnya udah malem lagi, takut mommy khawatir"ucap Nandha lagi.
"Dasar anak mama"ledek Dhany.
__ADS_1
"Lah emang gue anak mommy, mau anak siapa lagi"ucap Nandha santai.
Mobil Dhany melaju mencari restoran terdekat yang menjual burger dan cola,setelah lama berputar-putar akhirnya mereka sampai di depan Makdonal,Dhany turun dari mobil dan pergi memesan makanan yang diminta Nandha,sedangkan Nandha tetap dimobil.