
********
Nandha mengikuti Ratu ke sebuah gudang tua di belakang sekolah.Saat mereka sudah di dalam Ratu menutup pintu dan menguncinya.
"Oke karena cuma kita berdua aja gue bakal to the point, apa yang lo lakuin sama perusahaan bokap gue??"ucap Ratu dengan nada yang sedikit naik.
"Perusahaan bokap lo?? maksud elo Agatha Group gitu??sapa yang berani ngapa ngapain perusaha Agatha ogeb??? bisa mampus gue kalo macem macem sama tuan Alexander"ucap Nandha sambil tertawa lebar.
"Bukan itu yang gue maksud, lo pasti udah tau kan kalo gue bukan anak dia"ucap Ratu mengakui kebohongannya.
"Ech, serius lo bukan anak tuan Alexander??"ucap Nandha seolah olah terkejut akan ucapan Ratu.
"Bangk*, gue ini serius ya"ucap Ratu yang mulai kesal.
"Hahahahaha, jadi sebenernya elo itu anak sapa hah???"ucap Nandha sambil tertawa lebar.
"Apa yang lo lakuin sama perusahan bokap gue PT.ANDREA"ucap Ratu yang menyebut perusahaan ayahnya.
"Och,"ucap Nandha berO ria.
"Dengerin gue ya, gue bakal bikin elo menderita kalo sampek gue tau semua ini ulah elo"ucap Ratu sambil menarik kerah baju Nandha.
"Emang apa yang bisa lo lakuin hah??" tantang Nandha.
"Gue bakal rebut Dhany dari elo dan bakal naik ke ranjang Dhany!!"ucap Ratu dengan tak tau malunya.
"Gue nggak yakin lo bakal bisa naik ke ranjang dia"ucap Nandha sarkas.
"Dia laki laki normal ya, jadi nggak akan menolak kalo gue suguhi tubuh gue yang sexy ini"ucap Ratu sambil menggrayangi tubuhnya sendiri.
"Buset murahan banget lo ya, btw bener sih dia laki laki normal, tapi lo udah tau kan kalo dia udah nggak perjaka?!!"ucap Nandha santai sambil melirik kearah Ratu.
Ratu bagai tersambar petir di siang bolong saat mendengar ucapan Nandha yang mengatakan bahwa Dhany sudah tidak perjaka lagi.
"Apa?!! nggak...nggak mungkin, itu nggak bener"ucap Ratu menyangkal ucapan Nandha.
"Gue cuma ngomong jujur doang"ucap Nandha santai.
"Tau dari mana lo??"tanya Ratu dengan nada kasar.
"Taulah orang gue sendiri yang rasain"ucap Nandha sambil menatap tajam kearah Ratu.
"Apa?!!"ucap Ratu dengan suara mlengking.
__ADS_1
"Nggak ini nggak mungkin"ucap Ratu sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Asal lo tau aja nih ya, punya Dhany itu gede banget, apalagi genj*t*nnya bweeeeh gila mantap cuy"ucap Nandha tepat di telinga Ratu.
"Sial mending lo mamp*s aja dasar jal*ng"ucap Ratu marah.
JLEEEEEB....
AAAARRHHH....
Ratu lalu memutar tubuhnya dan langsung menerjang Nandha. Saat berlari menerjang Nandha ia mengeluarkan sebuah pisau lipat yang agak panjang dan menusukannya keperut Nandha.Nandha yang kurang siap terpaksa harus merelakan perutnya di tusuk oleh Ratu.
Darah segar mengucur dengan derasnya dari perut Nandha, Ratu mundur beberapa langkah sedang Nandha jatuh ambruk diatas lantai sambil memegangi perutnya yang masih tertancap pisau.
"Mamp*s lo, berani beraninya lo nikmatin tubuh Dhany, dia itu punya gue!!jadi baek baek disini nungguin malaikat pencabut nyawa dateng oke"teriak Ratu sambil bersemirk, ia lantas meninggalkan Nandha yang tergeletak diatas lantai sendirian setelah mencabut pisaunya.
"Anjiiiir, sueek bener hidup gue.Masak ia gue bakal mati sekarang sih, mana mati gara gara di bunuh itu chili lagi kagak etis banget,tau gitu tadi gue biarin aja si Dhany jebolin gue" batin Nandha meracau.
Setelah membatin ngalor ngidol tidak karuan, Akhirnya Nandha kehilangan kesadarannya.Tapi sebelum ia kehilangan kesadaraan secara total ia sempat bergumam.
"Maafin gue ya chagia udah ngerjain elo tadi pagi, dan kalo gue boleh jujur, gue sayang banget ama elo"gumam Nandha yang langsung menutup mata.
******
"NANDHAAAAAAA!!!!"teriak Dhany.
Dhany dan William terkejut melihat Nandha yang sudah tergeletak seorang diri dengan keadaan bersimbah darah.Mereka lantas berlari mendekat tubuh Nandha.Dhany memeriksa pergelangan nadi Nandha ternyata masih berdenyut walau sangat lemah.
"William lo bilang tadi Nandha kesini sama Ratu kan??"ucap Dhany dengan wajah yang menghitam.
"I-iya boss"ucap William terbata bata.
"Lalu dimana dia??"ucap Dhany.
"Sa-saya ti-tidak tau boss"ucap William sambil menunduk.
"Gue yakin ini ulah dia, ca****ri tau dimana dia sekarang, lekas bawa dia ke markas!!"perintah Dhany pada William.
"Siap bos"ucap William dengan tegas.
Dhany menggendong Nandha ala brydal style, ia tidak menghiraukan bajunya yang ikut terkena darah.Seluruh sekolah heboh oleh kedatangan Dhany dari belakang sekolah sambil menggedong Nandha yang bersimbah darah.
Teman teman Nandha yang baru kembali dari kantin pun bertanya tanya ada hal apa hingga seluruh sekolah menjadi gempar.
__ADS_1
"Ada apaan sih??"ucap Carla sambil melirik ke arah Suci dan Victorya secara bergantian.
"Ya mana kita tau nyet, orang dari tadi kita bareng"ucap Victorya sambil menonyor kepala Carla.
"Kagak usah pakek nonyor juga kali jeng"ucap Carla sambil memasang wajah cemberut.
"Coba gue tanya yang laen"ucap Suci menengahi.
"Eech bro mau nanya dong itu ada apaan ya??"ucap Suci saat menghentikan seorang siswa yang tengah berlari.
"Itu katanya si Dhany gendong Nandha sambil berdarah"ucal siswa itu.
"Uapa?!!"ucap mereka serempak, membuat siswa tadi menutup telinganya rapat rapat.
Mereka bertiga berlari menembus keramaian yang ada dan betapa terkejutnya mereka melihat sahabatnya sudah penuh dengan darah.
"Yawoh iku geteh opo se-se-selai"ucap Suci yang langsung pingsan karena phobia akan darah.
"Ech ech"ucap Carla dan Victorya bersamaan saat melihat Suci pingsan.Disaat mereka sibuk mengurusi Suci yang pingsan, Dhany bertemu dengan kepala sekolah.
"I-ini ada apa?? nak Dhany mending nak Nandha dibawa ke UKS dulu saja"ucap kepala sekolah yang sudah ada disana.
"Enyah kau"ucap Dhany sambil memberi tatapan devilnya.
Kepala sekolah langsung menciut saat melihat sorot mata Dhany yang seolah olah ia sedang ditikam dengan ribuan pisau.Keringat dingin keluar dari dahi kepala sekolah karena rasa takut yang begitu hebat.Ia terpaksa membiarkan Dhany membawa pergi Nandha.
Dhany membaringkan tubuh Nandha dikursi yang ada disamping kemudi.Ia lantas melaju dengan kecepatan penuh menutu rumah sakit terbaik disekitar sana.
"Elo harus baik baik aja kalo enggak gue bakal menggila"ucap Dhany sambil mengecup kening Nandha.
Saat sampai Dhany di sambut oleh beberapa perawat yang membawa brankar dorong untuk membawa tubuh pasien.
"Cepat sus dia harus segera mendapatkan pertolongan"ucap Dhany dengan suara yang tertahan sambil terus mendorong brankar menuju ruang IGD
"Iya tuan tolong anda tunggu diluar"ucap suster itu ramah saat sampai di depan ruang IGD.
"Kalian harus menyelamatkannya, kalo sampai dia kenapa napa gue bakal tutup rumah sakit ini"ucap Dhany tegas namun dengan nada yang tertahan.
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin"ucap suster itu dan langsung menutup pintu ruangan itu.
Dhany langsung terperosok didepan pintu ruang IGD. Ia meraih ponselnya dan menelfon keluarganya dan keluarga Nandha agar segera datang ke rumah sakit.Tidak lama kemudian datang seseorang dengan muka yang sangat hitam bahkan lebih hitam dari dewa kematian yang langsung melayangkan tinjunya.
BRUUUG BRAAAAK..!!!
__ADS_1
******