
"Eeeiitz, lo mau ini"ucap Nandha sambil menggoyangkan sepatu itu.
"Iya kenapa?? sini buat gue aja, lo nggak bakal sanggup belinya"ucap wanita itu hendak merebut sepatu di ditangan Nandha.
"Eeeiiist tunggu dulu"ucap Nandha sambil menghindari tangan wanita itu.
Nandha memberikan sepatu tadi kepada Dhany, dia lantas berjongkok untuk melepas sepatu yang ia kenakan saat ini. Setelah melepas sepatunya, ia lalu mengambil sepatu yang ia berikan pada Dhany tadi dan memakainya.
Tap..Tap..Tap..Bruug..Bruuug
Nandha berlari dan melompat mengunakan sepatu tadi, setelah puas ia berhenti dan melepas sepatu baru itu dan menggantinya dengan sepatunya sendiri.
Melihat tingkah Nandha yang kayak.orang kesurupan membuat semua orang bingung, orang orang hanya bisa menggelengkan kepala.
"Ini bocah ngapain coba??"batin Victorya sambil memegang jidatnya.
"Aduuuh Nandha, please jan kumat sekarang, lo kalo mau gila nanti aja dong"batin Suci yang malu melihat tingkah sahabatnya.
"......" Dhany hanya diam saja, namun ia terlihat tersenyum walau hanya sekilas.
"Nih buat lo"ucap Nandha sambil memberikan sepatu baru yang sudah ia pakai tadi.
"Oke, akhirnya lo lepasin juga ini sepatu"ucap wanita itu sambil menerima sepatu tadi.
"Iyalah itu buat lo, soalnya lo pantes dapet sesuatu yang bekas gue pakai, sama kayak dia yang udah bekas gue, iyakan ARYANA??"ucap Nandha sarkas.
__ADS_1
"Bwuahahahaha, dikata tempat sampah dia"ucap Victorya yang sudah tertawa terbahak-bahak.
"Lo kira dia pemulung Ndha, sumpak kocak banget,hahahaha"ucap Suci tak kalah hebohnya.
"Bangk*, orang miskin aja belagu"ucap Aryana penuh amarah.
"Permisi"ucap Nandha memanggil pelayan ditoko itu.
"Iya ada yang bisa di bantu nona??"ucap pelayan itu dengan ramahnya.
"Saya mau sepatu yang itu tolong di bungkusin ya mbak"ucap Nandha sambil menunjuk sepatu pilihannya yang sedari tadi dipegang oleh Dhany.
"Baik tunggu sebentar ya nona"ucap pelayan itu yang masih ramah.
"Halah, gue yakin lo nggak bakal kuat bayar" ucap Aryana meremehkan.
Tidak lama kemudian pelayan tadi kembali membawa pesanan Nandha.
"Ini nona totalnya Rp 563 juta"ucap pelayan yang sudah kembali membawa bungkusan berupa sepatu pilihan Nandha.
"Apa?? Rp 563 juta??"ucap Aryana yang terkejut mendengar harga sepatu yang fantastis.
"Biar gue yang bayar"ucap Dhany yang sudah mengeluarkan black card miliknya.
"Nggak usah, ini pakek punya gue aja"ucap Nandha yang mengeluarkan black card miliknya juga.
__ADS_1
"Kalian punya black card??"ucap Jafar yang kembali terkejut melihat Nandha dan Dhany yang memiliki black card.
"Iyalah, kita kan orang miskin, makanya kalo belanja cuma bisa pakek black card"ucap Nandha sambil memasang muka melasnya.
"gila....ini black card brooo...gue aja cuma punya silver card"batin Jafar tidak percaya akan penglihatannya sendiri.
"Waaah, ada yang kena SKAK MAT nih"sindir Suci sambil senyum-senyum.
"Kena savage dia,hahaha"ucap Victorya yang sudah terbahak-bahak.
"Ini mbak, pakek punya gue aja"ucap Nandha sambil menyerahkan blck card miliknya.
"Baik nona"ucap pelayan tadi.
"Ini kartunya nona, terima kasih sudah berbelanja ditoko kami"ucap pelayan tadi, yangsudah menggesek kartu Nandha, dengan nada yang masih ramah.
"Kalian udah sele....eeh ada apa ini??"tanya Boy saat selesai berbelanja. ia terkejut melihat keadaan sekitar yang sangat suram.
"Anyep bener disini"ucap Vian sambil pura pura menggigil.
"Kalian udah selesaikan??kalo gitu ayo pulang"ucap Nandha tanpa memperdulikan keberadaan Jafar dan Aryana, ia menggap mereka tidak ada disana.
"Oke kita balik, gue juga kagak jadi belanja"ucap Victorya.
Mereka akhirnya pergi meninggalkan Jafar dan Aryana yang tengah mematung didalam toko sepatu tadi. Jafar tidak habis pikir bahwa mantan kekasihnya yang dia anggap sebagai orang miskin ternyata seorang yang memiliki black card.
__ADS_1
"Lo harus jadi milik gue lagi, kalo gue nggak salah liat tadi itu seragam FenAtha Internation high school kan?? kita liat nanti Nandha, gue pastiin lo bakal balik ama gue"batin Jafar sambil bersemirk.