The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 111


__ADS_3

Budayakan like, koment, vote dan follow ya biar Chiplux makin semangat up nya. Happy reading.😊😊😊


****


Nandha dan Dhany semakin gencar menunjukan kemesraan di hadapan Bryan.


"Kalian lama - lama gue cincang kayak William tadi. Liat aja kalau masih begitu terus," kata Bryan yang siap melempar sepatu kuit di kakinya.


"Jomblo menjauh ya," jawab Dhany sambil menjulurkan lidahnya.


"Pergi kalian !!" Bryan melempar sepatu yang di kenakannya.


Dhany menggendong tubuh Nandha lalu bergegas berlari, "Kabur .... ada jomblo ngamuk ..."


"Dasar adek - adek gada akhlak!!"


Dhany dan Nandha keluar melalui pintu rahasia. Mereka langsung menuju tempat dimana mereka memarkirkan mobil tadi.


Kedua sejoli tadi akhirnya kembali pulang dengan menggunakan mobil masing-masing. Di tengah jalan Nandha memberhentikan mobilnya tepat di depan sebuah Cafe favoritnya. Mobil Dhany yang mengikutinya dari belakang pun ikut berhenti.


"Kamu mau beli apa??" tanya Dhany.


"Aku lapar, tadi pas kakak telepon, aku belum sempat makan. Lagian Kamu kan juga nggak ngomong kalau kamu bakal nyusulin aku ke kantor tadi. Kalau aku tahu kamu bakal ke sana kan bisa minta bawain makanan," jawab Nandha sambil memanyunkan bibirnya.


"Ya ini semua rencana Bryan aku kan enggak tahu. Semuanya itu melenceng dari rencana awal. Seharusnya itu nggak kayak gini. Seandainya Lional nggak ketahuan soal dia yang menjual informasi, aku nggak bakalan datang ke sana sebagai pemimpin Ghost Crime," jawaban Dhany.


"Ya udah ya udah .... sekarang aku mau makan, kamu mau ikut apa mau makan di rumah aja nanti??" tanya Nandha penuh perhatian.


"Terserah kamu aja. Kalau kamu mau makan di sini ya, kita makan di sini, tapi kalau kamu mau makan di rumah ya aku juga bakal ikut makan di rumah aja," balas Dhany dengan senyuman termanisnya.

__ADS_1


"Ya udah ayo ... ngapain di sini??" Nandha menarik tangan Dhany untuk masuk kedalam cafe yang sudah lama menjadi tempat terfavorit baginya.


Tempat di mana dia berkumpul dan bercanda ria bersama dengan ketiga sahabatnya.


"Kamu kenapa kok mukanya cemberut gitu???" tanya Dhany saat melihat wajah sang istri yang cemberut.


Nandha dengan cepat menggelengkan kepalanya, dia tak ingin sang suami mengetahui apa isi hatinya.


"Kamu mau bohong sama aku. Aku ini suami kamu loh bukan musuh kamu. Kenapa kamu masih mau nyembunyiin hal - hal itu dari aku??? Apa kamu masih enggak mau mempercayai aku??" ucap Dhany yang berhasil menohok perasaan Nandha.


"Bukan gitu maksud aku ... Aku tuh aduh gimana ya jelasinnya .... Gini lho aku tuh sebenernya cuma kangen sama masa - masa kumpul dulu. Waktu kumpul sama temem - temen sekarang kan udah berkurang, aku udah menikah, aku udah jadi istri kamu kan nggak pantas aja kalau aku tiap hari keluar sama mereka, hangout sama mereka. Aku kan juga harus tahu posisi aku sekarang kayak gimana, tanggung jawab aku kayak gimana, sebenarnya cuma gara-gara itu doang sih. Dulu di cafe ini kita tuh sering ngumpul sering bercanda nggak jarang kita juga berantem di sini kok, sampai - sampai nih ya ... Si manajer Cafe harus datang buat melerai kita." ungkap Nandha menjelaskan apa yang Anda didalam hatinya.


Dhany yang akhirnya mendapatkan penjelasan atas apa yang ingin didengarnya merasa puas. Terukir jelas sebuah senyuman manis di wajahnya yang nampak letih dan lelah.


"Jadi maksud kamu itu kamu sedih cuma gara-gara pikiran kalau kamu nggak bisa hangout sama temen-temen kamu gitu?" tanya Dhany badan Nandha.


"Aish ... sekarang aku tanya ke kamu. Emangnya aku pernah ngelarang kamu buat keluar sama teman-teman kamu ?? nggak kan. Terus apa yang bikin kamu mikir kayak gitu?? Kalau urusan omongan orang atau pandangan orang, ya udahlah bodo amat gitu loh. Toh yang pasangan suami - istri itu kan kita, mereka juga nggak tahu kan kalau kita itu pasangan," kata Dhany memberi penjelasan pada sang istri dengan lembut dan penuh kasih.


"Ya emang bener sih, kalau kamu itu nggak pernah ngelarang aku buat main sama teman cuma kan nggak enak juga akunya gitu loh," ucap Nandha.


Dhany menggelengkan kepala, di tepuknya bahu sang istri dengan lembut sambil berkata, "Tenang aja aku nggak bakal mikir yang macem-macem kok. Aku kan juga tahu umur kamu itu sama kayak aku, dan di umur kita ini seharusnya kita emang masih senang-senang, masih main, masih hangout sama temen jadi nggak usah mikir yang aneh-aneh ya sayang."


Nandha tersenyum bahagia saat mendengar jawaban dari Dhany. Mereka kembali memamerkan kemesraan di hadapan pengunjung kafe.


"*A*duh - aduh lihat deh pasangan muda yang di sana itu. Bikin iri tahu nggak sih. Sayang aku mau kayak mereka kok ma kamu harus manjain aku kaya mereka," kata seorang pasangan yang ada di sudut Cafe.


Saat mereka sedang memamerkan hal itu datanglah seorang pelayan yang membawakan daftar menu.


"Silakan Kakak mau pesan apa ??? ini daftar menunya," kata pelayan itu sambil menyodorkan sebuah map.

__ADS_1


"Kamu mau pesan apa yang??" tanya Dhany sambil membolak-balik daftar menu.


"Aku mau roti bakar rasa duren toppingnya itu dikasih keju mozarella atasnya dikasih es krim vanila ya, jangan lupa di taburi oreo. Habis itu aku juga mau onion ring, chicken fingers yang terakhir minumnya Aku mau coklat dingin aja deh," jawab Nandha sambil menutup buku menunya.


"Kalau saya mau steak ayamnya satu, jamur enoki goreng nya satu minumnya saya mau kopi aja," kata Dhany yang sudah menyerahkan daftar menunya kembali kepada sang pelayan.


"Kopinya mau yang panas atau yang dingin kakak??" tanya pelayan tadi.


" Aku mau yang dingin aja."


Pelayan tadi mencatat semua menu yang sudah dipesan oleh mereka berdua.


"Saya ulangi lagi ya kak, pesanannya tadi kakak nya minta roti bakar satu rasa durian pakai topping keju mozarella ditambah es krim vanila ditaburi oreo, ditambah onion ring sama chicken fingers minumnya nya coklat dingin. Kalau kakaknya yang satu tadi maunya nya steak ayam 1 jamur enoki goreng satu minumnya kopi dingin. Apa ada yang lain lagi kakak??" tanya pelayan tadi setelah kembali mengucapkan pesanan mereka berdua.


"Sementara itu aja dulu, nanti kalau ada lagi kita panggil kok," jawaban Nandha.


Pelayan itu pun menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan mereka berdua.


"By the way kok si Leon belum ada ngabarin sih. Aku kan penasaran gimana cara dia ngurus si Jafar sama Lional,"


"Ya sabar tunggu aja. Soalnya dia itu tipe orang yang perfeksionis. Semua yang dia lakuin itu harus sempurna, kalau nggak sempurna dia bakal stress gila dan bikin keributan." kata Dhany.


Ponsel Dhany yang sedari tadi disimpannya di dalam saku tiba-tiba bergetar terpampang nama sang Mama di layar display nya.


"Siapa??" tanya Nandha karena melihat alis Dhany yang mengkerut.


"Mama Yang, nggak tahu tiba-tiba mama nelpon." jawab Dhany yang masih fokus pada layar ponselnya.


Dhany mengangkat telepon dari sang mama. Tak lama setelah mereka mengobrol tiba - tiba nampak jelas ekspresi kaget di wajah Dhany. Nandha yang sedari tadi hanya memperhatikan saja. Kini mulai bingung apa yang sebenarnya mereka bicarakan.

__ADS_1


__ADS_2