The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 34


__ADS_3

*******


Bzzzt...Bzzzt


Tiba tiba ponsel milik William bergetar saat jam pelajaran berlangsung, ia lantas membukanya secara sembunyi sembunyi. Ia terkejut melihat nama yang terterah dalam display ponselnya yaitu BIG BOSS.


William mengangat sebelah alisnya batinnya bertanya tanya, ada apa sampai BIG BOSSnya itu menghubunginya waktu jam pelajaran berlangsung.


Big Boss:"Ketempat gue sekarang!!"


William:"What?? ngapain boss??"


Big Bos:"Buruan, telat dikit aja gue cukur abis pala lo!!😈"


William:"😨😨, boss ada dimana?? gue kesana sekarang"


Big Boss:"Gue ada di ruangan rahasia sebelah tangga lantai 2"


William:"Otw"


William menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal, ia merasa bingung ini pertama kalinya ia dihungungi oleh atasannya saat ada di sekolah.


"Si boss kenapa ya??"batin William.


"Permisi bu"ucap Boy sambil mengangkat tangannya.


"Ya ada apa Willliam"ucap bu Siska sambil menengok ke arah William.


"Anu bu, sa-saya sakit perut"ucap William sambil berakting kesakitan.

__ADS_1


"E-eh, cepet pergi ke toilet sana, terus ambil obat di UKS ya"ucap bu Siska panik.


"Ba-baik bu"ucap William sambil ngacir pergi meninggalkan kelas.


William mencari tempat yang ditunjukan big bossnya itu, setelah berputar putar akhirnya ia sampai di ruangan khusus itu.


Tok...Tok...Tok


"Masuk lo"ucap seseorang dari dalam ruangan.


William membuka pintu ruangan itu sambil berkata. "Yo boss Dhany, ada apa ini??tumben biasanya aja kayak orang nggak kenal"cibir William pada Dhany yang merupakan big bosnya itu.


"Diam lo, gimana tugas yang gue suruh?? udah lo lakuin kan??"ucap Dhany dingin.


"Beres boss"ucapnya sambil membentuk huruf O dengan jari.


*Flashback on*


"Big boss?? bukannya tadi habis ketemu ngapain sekarang nelfonin gue??" batin William saat melihat display ponselnya terterah nama BIG BOSS.


"Halo boss Dhany, ada apa malem malem nelfon gue??"ucap ucap William saat telfonnya terhubung.


"Saya mau semua informasi tentang Jafar sedetail mungkin, semakin detail semakin bagus"ucap Dhany lagi.


"Jafar?? jafar yang mana boss??"tanya William lupa nama mantan kekasih Nandha yang barusan ia tertawakan.


"Gue bakal kasih lo ciri ciri dia nanti, lakukan pekerjaan ini secepat mungkin"ucap Dhany dengan nada memerintah.


"Oke bos...gue tunggu"ucap William yang langsung mendapati telfonnya dengan big bossnya tadi terputus.

__ADS_1


*Flasback off*


"Jadi gimana udah tau semuanya??"tanya Dhany sambil mengotak atik laptopnya.


"Dia itu putra tertua keluarga Carenn, adiknya bernama zayn Carenn, dan si doi itu mantan pacar Nandha"ucap William sambil mendudukan bokongnya di sofa empuk yang ada disana.


"Kenapa mereka bisa putus?? udah lo selidiki juga kan??"ucap Dhany sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Udah dong, jadi dia itu putus ama si Nandha gara gara dia selingkuh ama temen Nandha, kalo gue nggak salah inget namanya Aryana Angella....."ucap Willam menerangkan semua masa lalu Nandha.


"Oh...jadi gitu, sekarang dia tau kalo bini gue orang tajir dia jadi mau ngajak balikan lagi"ucap Dhany berapi api.


"Ya gitu deh, jadi sekarang mau lo apain dia boss??"tanya William yang penasan akan rencana Dhany.


"Gue bakal maju disaat yang tepat"ucap Dhany sambil bersemirk ria.


William yang melihat senyum devil milik bossnya itu menjadi panik dan juga takut. Benar, William dan Dhany saling kenal, bahkan sangat lengket, William adalah tangan kanan Dhany sekaligus sosok sodara untuknya.


"Lo ngapa kagak pernah main kerumah"tanya Dhany yang kembali fokus kepada laptopnya.


"Kagak ada boss..gue cuma lagi sibuk aja, btw gue balik kelas lagi takut ketinggalan pelajaran lho"ucap William meminta izin agar bisa pergi dari ruangan itu.


"Ya lo boleh pegi"ucal Dhany sambil mencari ponselnya.


Setelah William keluar Dhany lantas menelfon asisten pribadinya.


"Halo Anjar"ucap Dhany dengan nada naik.


"Ah iya tuan, ada yang bisa saya bantu"ucap Anjar disebrang sana.

__ADS_1


"Saya mau menarik semua investasi di Carenn Corp!!!"ucal Dhany mantap.


*******


__ADS_2