The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 80


__ADS_3

Budaykan like, koment, dan vote sebelum baca ya, biar Chiplux semakin semangat up nya.😊😊


"Anjiiir bini gue makin ganas aja" _- batin Dhany.


*****


Keesokan harinya


Karena kegiatan yang terlalu uwu hingga sulit untuk di jelaskan oleh author. Nandha dan Dhany pun akhirnya kesiangan. Akibat terlalu panik dan terburu-buru membuat Nandha dan Dhany menaiki mobil yang salah. Saat berlari sambil melahap roti bakar buatan maid Nandha menaiki mobil ferarri Dhany. Tak jauh berbeda dengan sang istri, Dhany berlari sambil menenteng sebelah sepatunya ia menaiki mobil Koenigsegg One milik Nandha.


Saat sampai di sekolah Nandha dan Dhany tertegun melihat para siswa dan siswi memandang mereka dengan tatapan terkejut saat mereka turun dari mobil. Mereka pun sama terkejutnya dengan para siswa yang ada disana. Pasalnya seharusnya sekarang mereka semua ada di dalam kelas untuk menerima pelajaran. Tapi kenyataannya adalah mereka tengah heboh bergosib ria, bahkan para sahabatnya saja belum ada yang datang.


Dhany menyadari akan adanya kejanggalan dari tatapan para siswa. Dia pun sadar akan hal apa yang membuat dia menjadi pusat perhatian, "Njiiir .... mobil kita ketuker ternyata, pantes aja kita jadi pusat perhatian," batin Dhany.


Dia pun lantas mendekat kearah Nandha, "Mobil kita ketuker yang," bisik Dhany di telinga Nandha.


Nandha terkejut namun dia masih saja bergaya cool. Dia menyembunyikan ekspresi terkejutnya dengan sangat baik, hingga Dhany pun berpikir bahwa Nandha sudah tau masalahnya sehingga sama sekali tidak terkejut.


Nandha memandang Dhany sekilas, "Bodo amat. Biarin aja semua orang tau," balas Nandha yang sama berbisik di telinga Dhany.


Nandha berjalan pergi meninggalkan Dhany yang memandanginya dari belakang sambil memiringkan kepalanya.


Nandha memalingkan wajahnya, "Mau sampai kapan kamu disana?" tanya Nandha sambil berkacak pinggang.


Dhany langsung berlari kearah Nandha dan merangkulnya dengan mesra.


"Kenapa mereka ada disini? bukannya sekarang udah jam pelajaran ya?" tanya Dhany yang masih merangkul Nandha.


"Kayaknya jam di kamar kita mati deh," jawab Nandha sambil tersenyum malu.


"Apa?" Dhany seakan tak percaya akan apa yang di ucapkan oleh Nandha.


Nandha hanya tersenyum manis melihat Dhany ngedumel dengan wajah malasnya. Samar-samar Nandha dan Dhany mendengar teman-temannya bergosip dan menyebut nama Nandha.


"*psssttt ... pssstt iku kan orangnya. Gila, enak banget jadi dia yak. Udah cantik, kemana-mana pakek mobil mewah, pinter, sahabat yang royal, nah sekarang di jadiin rebutan parah cowok-cowok yang kerennya minta ampun,"


"Itu Nandha sama Dhany kan? emang bener ya mereka udah jadian?"


"Lo liat fotonya nggak sih pas nendang buah abadi si murid baru? nggak main-main ... "


"Dasar ******!! cantik sih cantik, tapi kok murahan!! dulu dia ngedeketin Dhany sekarang murid baru pun mau di embat juga. Dasar nggak tau malu!!"


"Iri bilang say* .... "


Nandha yang mendengar semua ucapan dan cemooh itu dengan santai melewati mereka, seakan-akan tak ada orang lain di sekitarnya. Berbeda halnya dengan Dhany. Dia yang langsung panas mendengar nama sang istri di cemooh dengan kejamnya.


"Hey, lo yang barusan bilang pacar gue jal*ng. coba sini," ucap Dhany sambil menunjuk ke arah seorang siswi yang tengah bergosib bersama ke dua temannya.


"Apa?" tanya gadis itu dengan beraninya.


Nandha menghentikan langkahnya saat mendengar Dhany memanggil siswi itu. Dia memutar badannya dan terus menatap pertunjukan yang disajikan oleh sang suami dengan hettersnya.


"Lo tadi bilang pacar gue murahan? sekarang gue tanya sama lo. Bagian mananya yang nunjukin kalo pacar gue ini murahan?" tanya Dhany yang masih kalem.


"Dia mah ... semua mau, dia kan murahan, hahahaha." balas siswi itu sarkas.


SRAAAK ... AAAAHHHHHH


Sebuah tangan terulur menjambak rambut siswi yang menghina Nandha tadi.


"Lo bilang apa tadi?!!temen gue murahan?!!" suara sarkas milik Carla memenuhi koridor. Ya, Carla lah yang sedang menjambak rambut siswi itu.


"Dia!!" siswi itu menunjuk kearah Nandha yang masih anteng di posisinya.


PLAAK ... !!!


Suci menampar siswa itu dengan sangat keras hingga berhasil membuat semua siswa dan siswi itu terbelalak.


"Itu mulut apa sampah sih, busuk amat!!!" ucap Suci menyindir siswi yang mereka sendiri tak tau namanya.


"Lagian gue kasih tau ya, Nandha itu wanita paling berkelas yang pernah gue kenal. Bukan kayak elo yang kalau di tawarin secara gratis pun nggak bakal laku dan nggak bakal pernah gue liat!!!" kata Dhany menghina siswa julid tadi.


"Serius nih? gue nggak salah dengerkan? mulut si Dhany kejam banget yak," sahut orang-orang yang mendengar savagenya Dhany.


Nandha pun ikut mendekat kearah siswi yang sudah hampir menangis itu, "Lain kali kalau mau julid cari lawan yang seimbang. Gue ini bukan level yang bisa lo lawan," ucap Nandha sambil berjalan mendekat.


"Gue sih masa bodoh ya sama ucapan kalian netizen +62, tapi seperti yang lo liat. Belum tentu dengan orang-orang di samping gue bisa nerima ha itu. Ini masih belum apa-apa, disamping gue masih ada orang yang lebih kejam," lanjutnya.


Nandha mendekatkan wajahnya di telinga siswa tersebut dan membisikkan, "Dia bahkan nggak segan buat membunuh orang-orang yang modelnya kayak elo."


Seketika wajah sisswi tersebut nampak menghitam karena ketakutan. Nandha melenggang pergi meninggalkan semua keributan itu, disusul oleh Dhany. Sementara Carla, Suci dan Victoria masih terus memberi peringatan pada sang pembuat onar sampai Boy datang bergabung.


"Ada apa nih?" tanya Boy yang bingung akan keadaan sekitar.


"Biasa hettersnya si Nandha," ucap Carla sambil melepaskan tangannya yang sedari tadi memegangi rambut siswi tadi.


"Pergi lho!!" ucap Victoria.

__ADS_1


Setelah puas memberi pelajaran siswi tadi ke 4 sahabat Nandha dan Dhany itu pergi menuju kantin karena Boy yang mengatakan bahwa ia lapar. Di tengah perjalanan mereka di buat bingung dengan gerombolan anak-anak yang berkumpul di depan mading sekolah.


"Ada apa lagi ini? kenapa gue samar-samar denger nama Nandha di sebut-sebut yak?" tanya Victoria sambil melihat segerombolan anak-anak yang mirip jejeran ikan pindang.


"Kagak tau? lagian ini hari apa sih? kok si Nandha bisa jadi trending topic gini?" ucap Carla sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Kalian lihat dulu gih, gue sih nggak mau ya disuruh nyempil-nyempil di antara para cewek. Nanti gue ternodai dengan balon kembar mereka," ucap Boy sambil memeluk tubuhnya sendiri.


"Ckckckc, lagu lho," cibir Victoria.


"MINGGIIIIIRRRR ..... !!!"


Carla berteriak dari barisan paling belakang. Seketika semua orang memutar tubuhnya melihat siapa yang berteriak begitu kencang. Setelah mengetahui bahwa Carla lah yang berteriak sambil berkacak pinggang dan menatap dengan tatapan mautnya, membuat semua orang bergeser memberi jalan agar Carla dan teman-temannya bisa lewat.


Melihat ruang yang disediakan untuk Carla membuat Boy ikut nyempil di tengah-tengah para ladies.


"WHAT?!!"


Teriak mereka ber4 bersaman saat melihat sebuah foto didepan mata mereka.


*****


Jafar sampai di sekolah setelah beradu argumen dengan sang ayah karena, sang ayah yang kembali menerima fota dan sebuah video dimana anak sulungnya tengah melakukan hubungan intim dengan seorang wanita. Dengan muka masamnya dia memasuki halaman sekolah.


"Apa-apaan nih? kenapa mereka semua natap gue kek gitu sih?" batin Jafar bingung.


Bagaimana ia tak bingung dan bertanya-tanya, karena saat turun dari mobil ia langsung mendapatkan pandangan dari seluruh teman-temannya seolah-olah mereka mencemooh dan juga meremehkan dirinya.


"Apaan sih?" batinnya bertanya-tanya.


Dengan masih di penuhi oleh kebingungan dan rasa penasaran. Jafar terus melangkah menuju kelasnya. Namun di tengah perjalanannya ia bertemu Bella, ya Bella teman Ratu yang sama-sama menjadi hettersnya the most wanted.


"Woy Jafar," sapa Bella sambil melambaikan tangan kearah Jafar.


"Kamu ... siapa ya?" tanya Jafar yang merasa tak mengenal gadis di depannya itu.


Bella memiringkan kepalanya, dia tak menyangka bahwa Jafar tak mengenal siapa dia, "Lo yakin nggak kenal gue?" tanya Bella.


Karena suasa hati Jafar yang kurang baik, membuat dia enggak untuk menanggapi ucapan Bella dan malah pergi meninggalkan Bella sendirian.


"Woy Far tungguin gue. Gue mau nanya nih." Bella berusaha menyusul langkah lebar Jafar.


"Lo mau nanya apaan?" ucap Jafar sambi melirik kearah Bella.


"Oke gue langsung aja ya, emang bener kalo yang ada di mading itu foto lo sama Nandha?" tanya Bella.


"Mending lo cek sendiri aja di mading." Bella menunjuk kearah segerombol siswa yang sedang memenuhi mading.


Jafar membulatkan matanya melihat foto dia yang sedang di tendang oleh Nandha saat balapan semalam. Dalam foto tersebut Jafar sungguh terlihat sangat mengenaskan. Dia yang terpampang jelas dan paripurna sedang menganga sambil memegangi telur mata pandanya.


"Bangs*t!! kenapa foto semalem bisa ada disini? pasti dia!!" batin Jafar yang sudah di penuhi dengan amarah, saking emosinya ia bahkan tak terpikir untuk merobek fotonya yang sedang menjadi konsumsi anak-anak.


Jafar pergi meninggalkan gerombolan anak-anak dan pergi mencari keberadaan Nandha serta Dhany. Dia menerobos masuk ke kelas Nandha yang tengah ramai membicarakan dirinya.


BRAAAAK


Suara Jafar menggebrak meja di hadapan Nandha dan Dhany. Dengan santainya Dhany memandang ke arah Jafar, namun tidak dengan Nandha. dia malah memberi tatapan jijik pada Jafar.


"Mau apa lagi lo?" tanya Dhany sambi mengubah arah pandangannya.


"Yang di mading itu ulah kalian kan? khususnya elo."ucap ucap Jafar sambil menunjuk kearah Dhany.


"Emang di mading ada apaan yang?" ucap Dhany bertanya pada Nandha yang ada disampingnya.


"Nggak tau, aku kan dari tadi sama kamu terus," jawab Nandhai santai.


"Lah iya juga ya."


"Kamu nggak mau liat di mading ada apa?" tanya Dhany lagi.


"Nggak!! males, ngapain juga, toh nggak penting."


Jafar mulai kesal karena merasa tak di anggap oleh kedua pasangan gila di depannya.


"Nandha ..... !!"


panggilan memekikan telingan dari seorang Cara dan juga Victoria bersamaan dari ambang pintu.


"Eh tunggu ... ini bukannya si tokek belang ya?" sindir Carla sambil menatap kearah Jafar.


"What?!!"


"Ngapain lu disini?" tanya Suci dengan nada julidnya.


"Bukan urusan kalian," balas Jafar sarkas.


"Lah si kadal buntung yang satu ini ngapain nyolot, lagian pagi-pagi udah bikin polusi mata aja," sahut Victoria.

__ADS_1


"Apa lu bilang?" tanya Jafar sambil melotot.


"Hey bro, ngapain lo mlotot gitu? mau gue congkel bola mata lo itu!!" kata Dhany yang sedang memainkan bulpoin di tangannya.


Jafar terhenyak namun ia tetap memberanikan diri untuk melawan balik, "Berani lo sama gue, asal lo tau ya gue ini calon anggota tetap ghost crime ya," ucap Jafar dengan penuh percaya diri.


Dhany mengangkat sebelah alisnya saat mendengar ucapan Jafar. Sedangkan Nandha hanya mendongkrakkan wajahnya menatap kearah Dhany saat Jafar berkata bahwa ia adalah calon anggota dari kelompok gangster milik sang suami.


"Ghost crime punya anggota model kayak lo? auto hancur!!" sahut seorang anak laki-laki dari ambang pintu.


"William," ucap Carla dan yang lainnya kecuali Dhany dan Nandha.


Jafar memandang rendah anak laki-laki yang ia tau adalah teman Dhany.


"Lo ganti warna rambut Will?" tanya Suci.


Nandha dan Dhany hanya bersemirk melihat anak laki-laki itu cengengesan.


"Sejak kapan gue ganting warna rambut?" ucap William yang tiba-tiba muncul dari balik tubuh laki-laki yang di kira teman-temannya adalah dirinya.


"Loh kok ... ada 2?!!" ucap Victoria sambil bolak-balik memandang William dan laki-laki yang ada disamping William.


Nandha berdiri dan menghampiri laki-laki yang menjadi pusat perhatian teman-temannya.


"Kenalin, ini cemceman gue namanya Leon. Seperti yang kalian lihat, dia ini saudara kembar dari si kulkas 45 pintu ini," ucap Nandha sambil menunjuk kearah William.


"Kembar?!!" ucap semua orang yang ada di dalam kelas.


"Lah kalian ngapain ikutan kaget?" tanya Nandha pada teman-teman sekalasnya.


Dhany berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat kearah Leon dengan wajah yang menghitam. "Sejak kapan lo jadi CEMCEMAN bini gue L-E-O-N??" bisik Dhany tepat di telinga Leon.


"Hiiiiyaaa!! enggak tuan, Leon nggak pernah jadi cemceman nyonya. Nyonya tolong jelasin ke tuan kalau kita nggak ada apa-apa," pinta Leon dengan mimik yang sungguh menggemaskan.


"Kok lo gitu sih. Lo udah lupa ya, kan lo sendiri yang minta jadi cemceman gue. Lo juga nawarin gue nginep di rumah lo kan." Nandha semakin gencar menggoda Leon yang sedang ketakutan dengan tatapan Dhany yang siap mengulitinya hidup-hidup.


"Nyonya .... jangan bikin tuan marah dong. Nanti Leon beneran di bunuh sama tuan," teriak Leon dengan imutnya.


"L-E-O-N .... " ucap Dhany menyebut nama Leon dengan penuh penekanan.


"Tuan ampuni Leon," Leon terus memohon pada Dhany.


William yang sudah di beri kode oleh Nandha akhirnya ikut mengerjai Leon. "Sejak kapan lo jadi cemceman Nandha dek? otak lo kemana sih sampai nawarin diri buat jadi cemceman Nandha. Apa jangan-jangan lo minta pindah kesini biar bisa deket sama Nandha?"ucap William dengan tampang marahnya.


"Enggak bang, Leon nggak sebejat itu, hiks ... hiks," Leon sudah hampir menangis karena di kerjai oleh abang dan kedua majikannya itu.


Teman-teman Nandha bingung akan apa yang terjadi namun disaat Leon hampir menangis mereka malah tertawa terpingkal-pingkal. Jafar yang merasa keberadaannya terabaikan akhirnya mencapai batas kesabarannya.


"Kalian nggak anggap gue ada disini ya?!!" teriak Jafar yang sudah meledak.


"Sorry cuy keberadaan lo nggak terdeteksi sama radar gue, hahhaha." ucap Leon diiringi oleh tawa berderainya.


William mengepalkan tangannya saat menyadari keberadaan Jafar di kelasnya. "Mau apa lagi orang gila yang satu ini?" batinnya.


"Bang, masa dia bilang kalau dia calon anggota tetap ghost crime. Kan aku takut dengernya jadi pingin tonjok," ucap Leon yang dibuat-buat.


"Kalau di ghost crime ada dia. Gue pastiin gue sendiri yang bakal menggal kepala dia. Lagian nggak mungkin juga yang modek kek dia gini ada di dalam ghost crime." ucap William dengan penuh percaya diri.


"Siapa elo sampai bisa seyakin itu?" ucap Jafar meremehkan.


"Pembunuh!!"


William dengan santainya melewati semua orang yang ada disana setelah membuat mereka terkejut dengan ucapannya.


Tak mau berlama-lama dengan kericuhan Jafar pun mulai serius dalam bertanya, "Elo kan yang masang foto kejadian semalam?" ucap Jafar menuduh Dhany yang ada dibalik kejadiaan foto itu.


"Bukan," ucap Nandha singkat.


"Kalau bukan dia siapa lagi cinta ...?" ucap Jafar manja.


Nandha bergidik ngeri mendengar ucapan Jafar yang memanggilnya dengan begitu mesra, "Ow **** jangan bikin gue muntah pagi-pagi ya kadal amazon."


"Kok kamu gitu sih, dia udah nyebarin foto aku yang pas kamu tendang. Kan aku jadi malu," ucap jafar yang masih terus bertingkah manja.


"Foto? tendang? yang mana ya? apa yang pas adegan ini?"


Nandha langsung menendang kembali bagian bawah Jafar yang berhasil membuat Jafar terguling-guling. Tak hanya itu saja Nandha terus menghajar Jafar hingga dia lemas. Melihat Jafar yang sudah lemas Nandha pun merangkulnya dan membantunya berdiri. Dhany yang melihat hal itu pun naik pitam dan hampir menarik tangan Nandha, namun terhenti saat melihat arah tujuan dari Nandha ia malah tersenyum-senyum.


"Nah sampah itu harusnya ada di tempat sampah!!!"


Nandha melempar tubuh Jafar sampai terduduk di atas tempat sampah yang ada di depan kelasnya. Semua orang tertawa terbahak-bahak sampai ada yang terjatuh dari tempat duduknya. Ada juga orang-orang yang melihat ngeri kearah Nandha.


Kelas pun dimulai setelah kehebohan tadi dan juga pengenalan diri yang di lakukan oleh Leon. Leon pun duduk di sebelah William yang terlihat moodnya kurang baik. Mereka pun menerima pelajaran dengan baik dan tertib.


****


🐯🐰:"Menurut kalian apa yang terjadi sama nasib Jafar guyss??

__ADS_1


please koment dibawah ya, jangan lupa like, vote, dan share ya biar makin semangat upnya. See you next eps ya, byeee"


__ADS_2