The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 95


__ADS_3

Budayakan like, koment, vote dan follow ya biar Chiplux makin semangat up nya.😊😊😊


*****


Hari audisi pun tiba, semua kandidat dari berbagai kelompok gangster berkumpul di lapangan yang ada di area markas Ghost Crime.


Seorang laki-laki bertopeng datang menggunakan topeng di temani 2 orang pria dan wanita yang sama-sama memakai topeng.


Seorang laki-laki bertopeng yang berpakaian layaknya seorag raja namun serba hitam berdiri di tengah-tengah lapang.


"Selamat datang para calon anggota Ghost Crime," katanya.


Semua orang gempar mendengar suara orang itu, sungguh sangat-sangat berwibawa.


"Apakah dia sang Dewa kematian?" kata salah satu peserta.


"Mana aku tau, hanya anggota tetaplah yang bisa melihat wajah sang dewa kematian," sahut peserta lainnya.


"Benar ... Dewa kematian ini tak pernah menampakan wajah aslinya di depan umum, bahkan dari info yang aku terima disaat pertempuran pun dia akan memakai topeng," timpal yang lain lagi.


"Kalau itu gue juga denger, ada lagi kalau kita sudah di target sama tuan dewa kematian maka jangan harap kita bisa lepas ... aku denger ke ujung dunia pun dia bakal ngejar kita," balas yang lain.


"Apakah dewa kematian semenakutkan itu," tanya seseorang dari belakang.


"Hey bung dari mana asalmu?" tanya lawan bicaranya.


"Namaku Jafar aku pemimpin geng Blood Wolf," kata laki-laki itu yang tak lain adalah Jafar.


"Blood Wolf? gue nggak pernah denger nama geng itu," jawabnya.


Jafar terkejut mendengar apa yang ia dengar, "Apa? tapi geng gue termasuk dalam geng ternama di Indonesia," ucapnya yang tak percaya akan apa yang dia dengar.


"Eh bung, gue rasa kepercayaan diri lo itu terlalu tinggi, di Indonesia itu banyak geng gangster yang lebih terkenal dari geng elo. Gue sebenernya pernah denger tentang geng elo itu cuma ... yang gue denger itu geng elo suka bikin rusuh dan nggak bermutu," kata lawan bicara menghina geng Blood Wolf milik Jafar.


"Jaga mulut lo!!!"


Jafar pun melayangkan pukulannya sampai hingga lawab bicaranya terhuyung dan jatuh terjerembak.


Semua orang yang ada disana memalingkan kepala mereka untuk melihat keributan yang terjadi. Sang Dewa Kematian pun ikut melihat apa yang sebenarnya terjadi. Di liriknya sosok yang berdiri tegak dengan kedua tangan yang mengepal serta nafas memburu dan tatapan yang nanar.


"Bunuh semua orang yang membuat kerusuhan !!!" perintah sosok Dewa Kematian.

__ADS_1


Mereka semua terdiam dan membisu. Pandangan mereka pun kini tertuju pada sang Dewa Kematian yang masih ada di tempatnya tanpa bergerak sedikit pun.


"What ...!!!"


Semua peserta bertanya-tanya apakah yang akan terjadi. Mereka juga tidak mengira bahwa kabar tentang kekejaman Dewa Kematian itu adalah sebuah kenyataan.


"A-ampuni saya tuan Dewa Kematian," kata lawan bicara Jafar.


"Dewa kematian saya minta maaf, tapi ini bukan kesalahan saya." kata Jafar sombong.


Dewa Kematian hanya diam saja.


"Dia menghina kelompak Blood Wolf saya, tentu saja saya sebagai seorang ketua saya merasa sakit hati. Dia bilang kalo Blood Wolf saya adalah geng brandalan dan tukang cari masalah." jelas Jafar.


"Sekarang saya tanya kamu, benar atau tidak ucapannya?" tanya Dewa kematian.


"Tidak kelompok saya tidak pernah berbuat onar," aku Jafar.


"Oke, kamu dan dia ... temui saya di ruangan saya nanti jam 12 siang." kata Dewa Kematian.


"Buat kalian semua, saya beri kalian waktu 30 menit untuk memikir mau masuk di devisi yang mana. Karena kami memiliki beberapa devisi, mulai dari informatika yang berisikan para hacker, bagian keamanan yang berisikan pasukan kematian yang sudah pasti kalian tau seperti apa isinya, dan yang tidah kalah penting adalah bagian keamanan umum. Bagian keamanan umum lebih sering menampakan diri sebagai pengawal para pejabat ataupun politiskus dengan gaji yang cukup besar." terang Dhany.


"Masih ada lagi, saya tidak butuh anak manja!!! kalian sudah masuk area Ghost Crime maka kalian harus siap mental dan juga fisik, karena kalian akan merasakan sensai berada dalam neraka," sambung Dewa Kematian.


Jafar dan Lional pergi meninggalkan krumunan orang-orang untuk mengikuti perintah Dewa Kematian yaitu menemuinya di ruangannya. Setelah berputar-putar di bangunan itu akhirnya mereka menemukan ruangan Dewa Kematian.


Jafar mengetuk pintu itu perlahan sampai seseorang di dalam sana memperbolehkan dia masuk. Saat mereka masuk mereka melihat sosok Dewa Kemarian yang tengah memangku seorang wanita bertopeng yang tadi mengikutinya saat memberi sambutan di acara tadi.


"Dasar .... nama aja Dewa Kematian, tapi faktanya pakboy juga," batin Jafar.


"Salam tuan Dewa Kematian," harmat Jafar.


Sang Dewa Kematian bersemirk, "Oh ... apa aku menyuruhmu untuk menemuiku," kata Dewa Kematian pada Lional.


"Tidak tuan," jawab Lional tegas.


"Lalu sedang apa kamu di ruanganku?" tanya Dewa kematian.


"Saya hanya ingin bertemu anda tanpa tujuan khusus," jawabnya lagi.


"Maaf tuan Dewa Kematian, dia adik saya. Saya yang memintanya untuk ikut dengan saya karena dia adalah penggemar anda," kata Jafar memotong pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Oke karena kalian kakak beradik sudah ada disini, saya ada pertanyaan untuk kamu LIONAL.


Jafar dan Liona terkejut saat Dewa Kematian menyebut nama Lional dengan sangat jelas.


"Silakan tuan," jawab Lional.


"Apa kamu sudah menemukan apa yang mengganggu pikiranmu akhir-akhir ini?" tanya Dewa Kematian.


DEG ....


Lional ternganga akibat pertanyaan itu. kini yang ada di kepalanya adalah bagaimana mungkin seorang Dewa Kematian mengetahui problem yang tengah menjeratnya.


"satu sisi saya ingin mengatakan sudah, tapi di saat yang bersamaan saya merasa saya belum menemukan apa yang saya cari." jawab Lional ragu-ragu.


"Apa kamu tak ingin bertanya pada wanita itu tenta apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Dewa Kematian sambil bersemirk.


"Jika saya tau dia ada dimana saat ini, saya pasti akan memintanya untuk bercerita."


Lional tanpa takut menjawab semua pertanyaan yang dia ajukan oleh Dewa Kematian. Melihat respon yang di tunjukan oleh Lional membuat Dewa Kematian tersenyum.


"Saya bantu kamu," kata Dewa Kematian.


"Apa?!!" ucap Lional dan jafar bersaman.


Dewa Kematian membelai rambut Wanita yang ada di pangkuannya. Ia menatapnya dengan penuh arti. "Sayang ... dia punya banyak pertanyaan buat kamu," katanya.


Wanita itu menunjuk dadanya seakan bertanya, "Aku?"


"Ya, apa kamu nggak mau bantu dia?" tanya Dewa Kematian.


Wanita itu terlihat menghela nafas dan lekas turun dari tempat duduk ternyaman di dunia.


"Lo punya berapa pertanyaan buat gue?" tanya wanita itu datar.


"Kek kenal suaranya?" batin Jafar.


"Siapa kamu?" tanya Lional.


"Aku? mungkin aku orang yang kamu cari-cari," kata wanita itu.


Wanita itupun berjalan mendekat kearah Lional dan Jafar. Saat sampai di depan Jafar dan Lional di lepasnya topeng yang sedari tadi melekat pada wajahnya.

__ADS_1


*****


__ADS_2