The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 71


__ADS_3

Budayakan like, koment,e dan follow ya, biar Chiplux makin semangat upnya.😊😊


*****


Nandha tengah berbaring didalam kamar sendirian saat Dhany sudah pergi berangkat ke sekolah.


"Gue mau ngapain yak, sepi gini, mana nggak bisa gerak lagi." batin Nandha.


Terdengar suara ketukan dari pintu kamar Nandha.


"Nyonya, ini saya Lily. Saya mau mengantarkan sarapan buat nyonya." kata Lily salah satu dari sekumpulan maid yang ada disana dari balik pintu.


"Masuklah Ly."


Seorang pelayanan muda dan cantik masuk ke kamar Nandha membawa sebuah nampan berisiskan sepiring nasi merah, tumis kangkung, ayam bakar dan juga segelas susu hangat.


"Tumben menunya gini, ada apa nih?" tanya Nandha saat melihat isi piringnya.


"Tuan Daiba bilang kalau nyonya tidak bisa jalan, jadi saya pikir nyonya sedang sakit."


Brrruuussshhhh


Tersembur keluar nasi yang tadi di makan oleh Nandha saat.


"Bangke si Dhany ngapa bilang gitu ke maid sih." batin Nandha yang sudah berubah merah padam menahan malunya.


"Anda tak apa nyonya? apa rasanya tidak enak? biar saya ganti saja makanannya." Lily panik melihat Nandha menyemburkan makanannya.


"Ah iya aku tak apa-apa, hanya saja rasanya badanku agak demam Ly." aku Nandha mencoba mencari alasan.


"Baik mohon tunggu sebentar nyonya." Lily pergi meninggalkan Nandha yang sedang membersihkan ceceran nasi yang ia semburkan.


Lily kembali membawa sebuah kotak P3K. Mencari obat mengobrak-abrik isi kotak tersebut mencari sesuatu.


"Ini nyonya, silakan diminum obatnya." ucap Lily sambil memberikan sebuah obat turun panas dan segelas air yang ia ambil dari nakas.


"I-ini ... ?"


Mata Nandha mengerjap bingung sambil terus menatap obat yang ada di tangannya. Nandha menelan ludahnya dengan susah payah.


"Kenapa nyonya?"


"A-anu, aku nggak mau minum obat. Tapi kamu jangan bilang ke Dhany ya? bisa ya, yayaya?" ucap Nandha sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena malu.


"Oh, aduh gimana ya nyonya?" Lily mulai bingung.


"Nggak papa bentar lagi juga sembuh, kamu tolong ambilin dokomen yang ada di meja rias saya dong." pinta Nandha sambil menunjuk setumpuk map berwarna-warni.


"Apa ini tidak akan membuat kondisi nyonya semakin drop?" tanya Lily khawatir setelah menyerahkan map tersebut.


"tak apa, aku hanya akan memriksanya saja."


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu, masih banyak yang harus saya kerjakan." pamit lily yang langsung meninggalkan kamar majikannya itu.


Nandha meneliti dokumen yang di berikan oleh Bryan beberapa hari yang lalu saat menjemput Taekie. Dia menelitinya dengan seksama. Ada sekitar 7 map yang berbeda warna.


"Ini kenapa gini? ckckckckck, ini manager keuangannya siapa sih kok bisa ada kesalahan yang sefatal ini?" gumam Nandha sambil membuat coretan di dokumen tersebut.


Nandha meraih ponselnya untuk memulai panggilan video dengan sang kakak.


"Halo bang !!!" sapa Nandha saat panggilannya bersambut.


"Iya kenapa dex?" tanya Bryan dari seberang sana.


"Bagian keangan di perusahaan elu sape sih? dia bisa kerja nggak sih?" ucap Nandha tersungut-sungut.


"Emang kenapa sih dek?"


"Ya kalik nulis angka 0 aja bisa kelebihan, makanya perusahaan elu rugi muluk. Gue jadi mikir ini itu kesalahan atau emang kesengajaan, karena mereka pingin makan uang perusahaan." ucap Nandha sambil menunjukan isi dokumen tadi di kamera ponselnya.


"What?!!"


"Coba lu lihat deh di map warna merah di halaman ke 3 yakali kak nulis 100 juta aja 0 nya ada 9, yang bener aja dong. Emang dia gila apa?"


"Bentar gue cek dulu ..., wah ini sih gila. Masak 0 nya segini banyaknya." Bryan ikut tersungut-sungut melihat faktanya.


"Lah makanya. Elu gimana sih bang, masak rekrut anak buah aja bisa salah gini? Lagian nih ya, kita nulis 1000 dan nggak sengaja nulis 0 nya kebanyakan 1 biji aja, udah jadi 10.000. Lu pikir aja sendiri berapa selisihnya. Dan ini itu 100 juta dan berubah jadi 1M, walau buat kita uang segitu nggak seberapa, tapi ini uang perusahaan. Ada banyak investor di dalamnya, kalau sampai mereka denger dan narik saham mereka. Kelar usaha elu bang." Nandha mengamuk panjang lebar.


"Ya maap dek, lagian mata elu jeli banget dah." Bryan mengakui kemampuan Nandha dalam memeriksa dokumen.


"Pastinya Nandha gitu lho. 100 juta jadi 1M. Daebak bener dah, nggak tanggung-tanggung, hahahahaha." tawa seram Nandha keluar membuat bulu kuduk Bryan meremang.


"Kok gue eneg ya?" ledek Bryan.


"Yeee dasar Bambang, iri bilang boss." Nandha dengan kesombongan tingkat dewanya.


Nandha memang memiliki bakat yang lebih unggul dalam berbisnis tinimbang Bryan, sang kakak.


"Gue harap ini dokemen pertama sekaligus terakhir yang ada kesalahan."


"Ya udah gue matiin ya, gue ada rapat 5 menit lagi."


"Oke bang."


Bryan mematikan panggilan video tersebut, sedangkan Nandha kembali meneliti dokumen-doken tersebut. Nandha tak henti-hentinya mengomel karena kesalahan fatal yang di buat oleh kariawan sang kakak.


15 menit berkutat dengan dokumen, tiba-tiba ponselnya berbunyi berisikan notifikasi dari grup chatnya bersama para sahabatnya.


"Apaan nih rame bener? lah laki gue ngapa di masukin sini?" batin Nandha bertanya-tanya.


Kardus bawel mengubah subyek dari "😍😘BOCAH SETAN YANG CUTE😘😍" menjadi "😎Bad Squard😎"


Kardus bawe menambahkan menambakan +6287********


+6287********: "Apa-apaan nih?"


Kardus bawel: "Masukin Dhany sana, sekalian yang lainnya"


+6287******** :"Jadiin gue admin dulu ogeb😑"


Kardus bawel: "Yeee si jamal ngegas😒"


+6287******** telah menambahkan +6285**********

__ADS_1


+6287******** telah menambahkan My ojob💜


+6287******** telah menambahkan +6285**********


Kardus bawel: "Sip bagus🖒🖒🖒"


+6287********: "So pasti😎"


Kardus bawel: "Gue save ya nomer kalian, dan gue mau kasih kalian video cakep @Orang cantik tapi boong lu harus nonton ini video😌"


Kardus bawel: mengirim sebuah video


+6285**********: "Buahahahahaha😂😂😂ngakak so hard"


My ojob💜: "Gila, kalian menodai mataku njiiir😑"


+6285**********: "Gaya lu @My ojob"


My ojob💜: "Awokawok😂"


Orang cantik tapi boong: "Gue cantik gue diem😌"


My ojob💜: "Eh sayang👀 gimana udah makan? udah minum obat? udah nggak sakitkan?👀"


Orang cantik tapi boong: "Udah kok tadi di bawain Lily makanan"


Kardus bawel: "Woy, disini isinya jomblo gaes😌harap di kondisikan kebucinan kalian😌"


Nandha tak melanjutkan obrolannya di grup chat yang barusaja di perbarui itu. Dia lebih memilih menyibukkan dirinya dengan doken-dokumen yang ada di hadapannya saat ini.


Nandha menekan tombol merah yang ada di dinding dekat kepalanya bersender. Datanglah seorang maid ke kamarnya, ternyata tombol merah itu berfungsi untuk memanggil para maid.


"Ada yang bisa saya bantu nyonya?" tanya maid itu sopan.


"Kamu Ocha kan?"


"Bener nyonya." maid itu mengangguk.


"Oke, tolong kamu ambilin cemilan buat saya dan juga buatkan jus alpukat ya. Susunya yang banyak." pinta Nandha sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Ih, si nyonya teh genit pisan." ucap Ocha sambil menutup matanya.


"Eh, kamu orang sunda ya?"


"Iya nyonya saya orang sunda, umur saya juga baru 26 tahun." jelas Ocha.


"Baiklah teh Ocha, tolong ya buatin tadi yang saya bilang." perintah Nandha lagi.


Maid yang bernama Ocha pergi meninggalkan kamar Nandha untuk membuatkan cemilan. Nandha melanjutkan tugasnya, yaitu memeriksa dokumen. Dia tak henti-hentinya mengomel dan bergumam tak kalah melihat berbagai kesalahan di dalamnya.


"Ini pada niat bikin laporan kagak sih? bikin laporan gini amat, untung kalian kerja di tempat abang bukan di tempatku. Bisa darah tinggi aku lihat ginian tiap hari," gumam Nandha.


Ocha masuk membawa setoples kripik pisang dan segelas jus alpukat pesanan Nandha tadi. Ocha meletakkan nampannya dinakas, dan langsung kembali ketempatnya bertugas.


Tungkling


"Hhmm, siapa lagi sih?"Nandha kembali menghentikan aktivitasnya untuk memeriksa ponselnya.


My ojob💜


My ojob💜: "Sayang, kamu udah bisa jalan belum😯?"


Anda: "Udah bisa jalan kok tapi masih sakit, kenapa?"


My ojob💜: "Aku mau ajak kamu kesuatu tempat👀"


Anda: "Kemana?"


My ojob💜: "Ada deh, mau ya😢"


Anda: "Oke, jam berapa biar aku bisa siap-siap"


My ojob💜: "Tunggu aku pulang nanti aku bantuin, ya udah aku mau ke kantin dulu laper nih😖"


Anda: "Oke take care ya😘"


My ojob💜: "😙😙😙😙"


"Mau ajak gue kemana sih?" Nandha bertanya-tanya.


Nandha menyeruput jus alpukat yang di bawakan oleh Ocha tadi, tak lama kemudian dia terus saja menguap dan merasa mengantuk.


"Kok gue jadi ngantuk ya? hoooaaammm."


Nandha tertidur di temani oleh dokumen di sekelilingnya.


*****


Dirumah keluarga Carenn, Jafar dan Lional tengah bersiap-siap pergi ke markas. Lional menghampiri kakaknya yang ada di kamar.


"Kak udah siap belum sih? ayo kita buruan berangkat, sebelum ayah pulang." teriak lional dari luar kamar.


"Bentar napa Nal. lagian lu kagak mandi apa, cepet bener."


"Yakali kagak mandi. Lu aja kak yang mandinya butuh waktu 9 bulan 10 hari."


Bletak


"Lu kira gue bunting." ucap Jafar setelah menghadihkan sebuah jitakan di kepala adiknya saat keluar dari kamar.


"Habis elu mandinya lama banget kak, sumpah deh." balas Lional sambil cengar-cengir.


"Ya udah yok berangkat."


Jafar merangkul Lional dan berjalan menuruni anak tangga denga santai. Rumah itu tampak sepi tak ada seorang pun di dalamnya.


"Ngapa rumah kita sepi banget bang?" tanya Lional sambil menggaruk-garuk kepalanya.


"Kagak tau gue, malah bagus dong kalau sepi nggak bakal ada yang tau kita keluar."


"Bener juga ya bang."


Jafar melepas rangkulannya saat sampai di garasi, mereka lantas masuk dalam mobil masing-masing dan melaju dengan kencang menuju markas gengnya. Di perjalanan menuju maskar mereka melakukan balapan dan beberapa kali membuat kehebohan yang hampir merugikan pengendara lain.

__ADS_1


"*Woy kalau mau kebut-kebutan jangan disini."


"Udah nggak sayang nyawa ya?"


"Elah monyong tak doano nabrak tukulan klungsu, mati kon."


"Nak mati pegilah sendiri jangan ajak orang lain*."


Umpat demi umpatan mereka dapatkan sepanjang jalan. Namun mereka sama sekali tak memperdulikan umpatan itu, mereka terus saja kebut-kebutan hingga sampai di depan markas.


"Gila lu kak, pakek acara atraksi segala. Lu nggak denger orang-orang pada nyumpahin kita apa." tegur Lional saat turun dari mobilnya.


"Masa bodoh gue dek?" jawab Jafar acuh.


Mereka masuk kedalam markas dan langsung di sambut oleh teman-teman gengnya.


"Yo boss, baru keliatan batangnya nih." sapa Yoga salah satu anggotanya.


"Wah si Yoga kalau ngomong ambigu njiirr." sahut Lional sambi bermain kode mata.


"Awokawok, gue denger lu lagi ngejar cewek ya boss?" tanya Yoga.


"Iya tuh, nggak tau seberapa cantiknya tuh cewek sampai bikin boss kita sekonyong-konyong nih." Bagas menyahut dari belakang Jafar.


"Darimana lu?" tanya Jafar pada Bagus tang baru saja sampai.


"Gue? dari mulangin patner yang kemarin,"


"Buset si Bagus," sahut yang lainnya.


"Maklum lah kasanova." Lional ikut menyahut ucapan teman-temannya.


"Gus nanti susul gue ruangan gue ya sama lu juga Nal." perintah jafar sambil berlalu meninggalkan teman-temannya.


Semua orang saling memandang tak kecuali Bagus dan juga Lional. Bagus mengangkat bahunya saat Lional memberinya kode mata.


Sambil cengengesan Bagus merangkul Lional pergi menemui Jafar.


"Boss ini kita."


"Masuk aja Gus."


Bagus dan Lional masuk ke ruangan Jafar masih dalam keadaan cengengesan.


"Kalian kenapa?" tanya Jafar bingung.


"Kita?" tanya Bagus santai.


"Iyalah tong."


"Kagak, gue cuma cerita ke si Lional kalau cewek yang nemenin lu kemarin bilang, lu kurang hot." jawab Bagus sambil menahan tawanya.


"Kamvreeet." umpat Jafar dengan wajah yang berubah menjadi merah karena malu.


"Hahahahahahaahah"


Tawa Bagus dan Lional bersamaan. Mereka tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi Jafar.


"Jangan-jangan lu impoten kak." Lional menggoda kakaknya yang sedang malu dan marah.


"Nih bocah belum pernah di gigit anjing gila kali ya," sahut Jafar menahan amarahnya.


"Tapi gue setuju sama Lional lho boss," sahut Bagus membela Lional.


"Lu temen gue apa musuh gue sih Gus?" ucap Jafar sambil melirik ke arah Bagus.


"Gue mah musuh rasa teman, eeh bisa jadi teman rasa musuh." jawab Bagus sambil tersenyum.


"Suka-suka elu lah Gus." Jafar mengalah pada Bagus.


Setelah puas mengejek sang kakak, Lional menanyakan alasan ia dan Bagus di panggil untuk menghadap sang kak.


"Jadi gini, gue mau nanya sama elu Gus. Emang tanpa nama ekspedisi ataupun rekaman CCTV nggak bisa di lacak ya?" tanya Jafar serius.


"Setahu gue mah kagak. Beda lagi kalau lu tau nomer plat atau apa gitu." jawab Bagus santai.


Jafar mangut-mangut, "Kalau gitu artinya kita nggak bakal tau pelakunya dong?" tanya Jafar lagi.


"Mungkin kalau emang udah waktunya kalian bakal tau," ucap Bagus sambil tersenyum seperti biasa.


Jafar mengangkat sebelas alisnya saat mendengar ucapan Bagus. Namun, ia tak mau memikirkannya.


Drrrrrtttzzz ... Drrrrrttttzzzz


Ponsel Jafar berbunyi dan menampilkan nomer yang tidak di kenal.


"Halo, siapa ini?" tanya Jafar saat mengangkat telfon itu.


"........"


"Elo !!! mau apa lu telfon-telfon gue?"


"........."


"Oke, lu mau dimana?"


"........."


"Oke arena XX jam 8 malam."


"........."


"Jangan harap lu bisa menang dari gue."


Jafar langsung menutup telfon tersebut dengan penuh amarah. Jafar menjadi emosional setelah mendapatkan telfon tersebut, ia membanting semua benda yang ada di hadapannya. Lional dan Bagus yang ada disana di buat bingung dengan kelakuan Jafar yang membabi buta. Lional menatap Bagus seakan-akan bertanya 'kenapa'?


Ditatap seperti itu Bagus dengan santainya hanya mengangkat bahunya.


"Gue nggak bakal biarin lu menang dari gue." batin Jafar bergemuruh.


*****


Jangan lupa baca ceritku yang judulnya Story Of My Life ya😊😊

__ADS_1


__ADS_2