The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 130


__ADS_3

Pagi itu Nandha membukanya dan melihat pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah wajah tampan Dhany yang tengah memejamkan mata. Di usapnya pipi sang suami dengan lembut. Baru 3 usapan tiba-tiba tangan Nandha di cekal oleh tangan Dhany.


"Selamat pagi istriku," sapa Dhany dengan suara khas orang bangun tidur.


Nandha sedikit terlonjak tapi tidak lama kemudian ia tersenyum dengan manis, "Pagi juga suamiku," balas Nandha.


"Jam berapa sekarang?"


Nandha melirik jam di atas nakas, "Jam 5 Yang, kenapa?"


"Aku kepikiran sama cerita Reno, kira-kira dia bisa tidur ngga ya semalam?" ucap Dhany.


Keduanya terdiam, mereka sama-sama sibuk dengan pemikiran masing-masing. "Coba kamu chat Reno, kalau dia bales berati dia ngga bisa tidur," kata Nandha.


Dhany pun hanya mengangguk mendengar ucapan Nandha. Setelah itu ia meraih ponselnya dan lekas mengirim pesan. Keduanya pun sama-sama mendung sambil berharap-harap cemas. Mau bagaimana pun Reno sudah turut adil dalam membantu kesuksesan rencana mereka berdua. Tidak lama ponsel Dhany pun bergetar menampilkan balasan dari Reno.


"Gue baik-baik aja kok. Ngga usah khawatir gue semalem tidur nyenyak juga. Gue ini udah bangun karena habis sholat subuh aja."


Baik Nandha dan Dhany akhirnya menghembuskan nafas penuh kelegaan. Dhany menatap Nandha sambil tersenyum di kecupnya kening sang istri dengan hangat lembut dan penuh kasih sayang. "Aku mandi dulu ya, nanti baru kamu yang mandi," Kata Dhany. Nandha mengangguk mengerti, "Oke, aku ke bawah dulu ya, mau bantu-bantu maid sambil nunggu kamu selesai mandi."


"Kamu mending cek berkas ngga sih yang? Kemarin Bang Leakai bilang katanya selama kamu ilang banyak berkas yang terbengkalai," ujar Dhany. Ia berjalan menuju lemari berkas yang Nandha taruh di sudut ruangan kamarnya. Di keluarkannya setumpuk berkas yang ia terima beberapa hari yang lalu dari tangan Leakai.


"Nih, aku udah bantu pisahin beberapa yang udah layak kamu lihat. Masih ada beberapa sebenarnya cuma aku lihat kemarin ngga layak kamu lihat, jadinya aku minta Bang Leakai buat revisi berkasnya." Di serahkannya berkas tersebut ke tangan Nandha dan di terima baik oleh gadis itu.


"Makasih Sayang."


Di kecupnya pipi Dhany dengan gemas oleh Nandha. Dhany yang mendapatkan perlakuan manis itu langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi. Wajahnya memerah padam, tampaknya ia tengah blushing. Nandha yang melihat perubahan rona wajah pada suaminya hanya mampu tersenyum.

__ADS_1


"Udah nikah lama masih aja demen blushing." batin Nandha.


Nandha membolak-balik halaman dari berkas-berkasan yang di serahkan oleh Dhany tadi. Beberapa kali ia merasa kesal karena berkasanya tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Ada salah satu berkas yang di buat oleh perusahaan atas nama keluarga Atmadja yang tidak lain adalah perusahaan milik orang tua Suci. Awalnya ia ragu saat ingin menghubungi Leakai namun ia menepis perasaannya dan langsung pergi keluar kamar untuk menghampiri Leakai yang ada di kamarnya.


Tok ... Tok ... Tok


Pintu kamar itu di ketuk beberapa kali oleh Nandha. Tidak lama tampaklah pria tampan dengan mata biru dan rambut ikalnya yang sedikit acak-acakan tengah menggosok-gosok kedua matanya.


"Nandha?" ucap Leakai, "Ngapain Dek pagi-pagi kesini?" tanyanya lagi.


"Mau ngobrolin ini." Nandha menunjukan berkas pengajuan kerja sama antara AA corp dengan perusahaan Admadja. Leakai tampak memastikan apa yang tengah di lihatnya. "Yaudah sini masuk." Leakai pun mempersilakan Nandha masuk ke dalam kamarnya dengan pintu kamar yang tetap terbuka lebar agar tidak menimbul spekulasi yang kurang sedap di antara keduanya.


"Gue cuci muka dulu." Leakai pun berjalan memasuki kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Setelah beberapa menit menghabiskan waktunya untuk mencuci wajahnya dan menggosok gigi. Ia pun duduk di depan Nandha yang tengah sibuk dengan coretan di atas kertas kosong yang tadi ia bawa dari kamarnya.


"Mau ngomongin apa?" tanya Leakai setelah duduk di depannya.


"Abang tau kan kalau ini perusahaan bokapnya Suci?" tanya Nandha.


Leakai mengangguk, "Iya, gue tau kok."


"Gue mau mereka bangkrut."


Leakai menatap Nandha sambil menelan ludahnya dengan kepayahan.


"Caranya?"


"Gini, coba abang susupin salah satu anak buah kita yang ngga pernah kita taroh di kantor. Buat dia di percaya sama tuan Atmadja. Kalau bisa Kalau bisa buat anak buah kita kerja di departemen keuangan mereka. Kalau udah kayak gitu bawa kabur uangnya."

__ADS_1


"Ndha? Lo yakin?" tanya Leakai memastikan apa yang di inginkan oleh sang adek.


"Gue yakin banget. Asal lo tau Bang, keluarga Admadja itu selalu memperlakukan bawahannya dengan tidak baik. Lo kalau ngga percaya coba cari tau info lebih mendetail. Tapi lo tetep harus masukin anak buah kita ke sana."


"Terus uangnya mau lo apain?"


"Bagiin ke anak buah yang kena Admadja. Banyak dari mereka yag gajinya ngga di bayar sama mereka."


"Lo tau dari mana anjir?"


"Pokoknya lakuin sesuai perintah gue ya. Jangan lupa kabari gue kalau ada apa-apa gue balik ke kamar dulu."


Nandha meninggalkan Leakai dengan perasaan yang campur aduk, antara kagum dan takut dengan apa yang mampu di lakukan oleh Nandha. Ia tau jika Nandha adalah sosok yang sangat pendendam tapi ia masih belum bisa seberapa kejamnya gadis kecil yang selalu ia gendong sewaktu kecil itu.


Nandha sendiri tengah berjalan kembali ke kamarnya untuk menyiapkan pakaian untuk dirinya dan juga untuk Dhany. Saat Nandha sampai di kamar Dhany juga baru saja keluar dari kamar Mandi. Dhany yang melihat istrinya baru saja masuk kamar lantas bertanya, "Dari mana Yang?"


"Dari kamar Bang Leakai bahas proyek." Nandha berjalan menuju lemari untuk mengeluarkan seragam dari lemarinya.


"Aku mau bikin perusahaan bapaknya Suci bangkrut menurutmu gimana?" tanya Nandha.


"Lakukan apapun yang kamu inginkan Sayang. Nanti aku bakal jagain kamu pakai Ghosh Crime." kata Dhany sambil menerima pakaian yang di berikan oleh Nandha.


"Makasih sayang." Baru saja Nandha ingin mencium pipi Dhany tapi terpaksa ia menghentikan gerakannya karena bibir Nandha di bungkam oleh tangan Dhany, "Jangan aneh-aneh kamu sana mandi." Tepat seusai Dhany mengucapkan kata-katanya tiba-tiba handuk yang sedari tadi bertengger di pinggangnya mendadak jatuh dan memperlihatkan belalai gajah kecilnya. Melihat hal itu dengan jailnya Nandha menoel daging mungil tersebut lalu berlari meninggalkan Dhany yang masih tertegun di tempatnya.


"NANDHA!!"


"Bisa-bisanya gue di lecehin bini sendiri, anjirlah," batin Dhany sambil terkekeh pelan.

__ADS_1


*****


__ADS_2