
******
"Gue bahagia banget kalo bisa kek gini terus, bangun tidur ditemenin elo, apalagi bisa liat eksprei blushingnya elo"batin Dhany sambil tersenyum bahagia.
Nandha berlari menuju kamarnya dan langsung masuk ke kemar mandi untuk bersiap siap pergi kesekolah. Sedangkan Dhany ia malah sibuk di dapur, ia sedang menyiapkan sarapan untuk Nandha sebagai hadiah dari pengakuan Nandha semalam.
"Yawoh ngapain semalem gue ngomong kek gitu sih, sumpah malu banget gue anjiir"ucap Nandha yang sedang berendam.
"Mana tadi pagi keceplosan lagi, mau gue taro dimana ini muka??"lanjutnya.
Saat Nandha asik mengomel atas kebodohannya, Dhany masuk dalam keadaan telanj*ng dada dan berlilitkan handuk, ia lepas handuknya lalu langsung masuk dalam bathtub tempat Nandha berendam.
"He-hey..hey..hey, ngapain elo"ucap Nandha yang terkejut saat melihat Dhany melepas handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya.
"Mau main catur!! emang orang ke kamar mandi buat apa?? gue mau mandilah"ucap Dhany santai.
"Iya tapi kan elo bisa pakek bilik sebelah kek biasanya"ucap Nandha panik.
"Ini rumah gue, jadi gue bebas mau mandi dimana aja"ucap Dhany sambil memasang wajah songongnya.
"Ya udah lo nikmatin aja sendiri gue udahan"ucap Nandha sambil bergerak ingin keluar dari bathtup, namun saat ingin bangun ia malah terpeleset dan tidak sengaja memegang sesuatu.
"Jan gerak sembarangan!!"ucap Dhany dengan nada sedikit membentak.
Mendengar bentakan itu Nandha langsung diam ditempat ia tidak berani bergerak sedikitpun.
"Gue tadi pegang apa ya??"batin Nandha penasaran dengan benda yang ia pegang tadi.
Dhany hanya diam saja seperti menahan sesuatu.
"****"ucap Dhany singkat.
Ia langsung merai tengkuk Nandha agar mendekat kearahnya, ia tempelkan bib*rnya namun pada menit berikutnya ia melum*tnya dengan ganas.
Nandha memukul dada Dhany dengan keras, ia merasa posakan oksigennya semakin menipis. Dhany melepas pangutannya karena terus menerus dipukul oleh Nandha.
"Gue laki laki normal, lo udah berani bangunin dia, maka elo harus tanggung jawab"bisik Dhany dengan nada sexy sambil menggigit pelan telinga Nandha.
"A-apa?!!"ucap Nandha terkejut.
Dhany kembali meraih bibir Nandha dan melum*tnya. Namun kali ini ia lebih berani bahkan kini tangannya sudah meraih buah dada milik Nandha. Ia merem*sny* dengan pelan sambil terus bercumb*. Ciuman itu kini menjalar ke leher jenjang milik Nandha dan terus turun kebawah.
Tangannya kini sudah menjalar kebawah, kedaerah paling bawah milik Nandha. ia mainkan jarinya disana sambil menyus* layaknya anak kecil.
"Hhhh, aah, aaahh"desahan yang lolos dari mulut Nandha karena gesekan tangan Dhany di area sensitifnya.
Dhany kembali mencumb* Nandha dengan ganas dan semakin ganas tanpa menghentikan kegiatannya di bawah sana.
__ADS_1
"Aaahh, Dhany cukup"ucap Nandha di sela desahannya saat bercumb*
"NO...!!!"ucap Dhany singkat dan kembali melanjutkan kegiatannya.
"Please cukup"ucap Nandha memohon.
"......."Dhany diam saja, ia hanya melirik Nandha dan segera menghentikan semua kegiatannya.
"Maafin gue ya mio caro"ucap Dhany lirih dan segera menarik Nandha dalam pelukannya.
Nandha tidak menjawab, namun terdengar suara isakan tangis dan terlihat bahunya terguncang.
"Ayo gue bantu lo siap siap"ucap Dhany yang sudah menggedong Nandha ala brydal style.
Dengan cekatan Dhany membantu Nandha berpakaian, merapikan wajah dan rambutnya. Sementara Nandha hanya diam saja, ia seperti orang linglung.
"Udah, sekarang lo turun dulu sarapan dan gue mandi dulu bentar ya"ucap Dhany sambil mencium kening Nandha.
Nandha tidak menjawab ucapan Dhany tapi ia mengikuti perkataannya, ia turun kebawah dengan wajah linglungnya.
Dhany secepat kilat membersihkan tubuhnya, berpakaian dan segera menyusul Nandha ke meja makan. Namun alangkah terkejutnya ia melihat Nandha yang tengah melamun ditemani sepiring nasi goreng telur mata sapi buatannya.
"Aduh kenapa jadi gini??"ucapnya lirih.
"Mio caro ayo makan"ajak Dhany lembut.
Mendengar ucapan Nandha, Dhany menghembuskan nafas lega. Ia pikir Nandha akan sangat marah akan tindakannya tadi. Dengan semangat penuh cinta Dhany menyuapi Nandha suapan demi suapan.
"Kamu berangkat bareng gue aja ya"ucap Dhany sambil mengunyah makanannya.
"Ya.."ucap Nandha singkat.
Dhany menggandeng Nandha yang limbung entah karena apa sampai ke mobilnya. Didalam mobil mereka tetap diam membisu hingga terasa amat canggung. Saat sampai di sekolah Nandha tidak banyak berbicara, ia bahkan tidak menghiraukan orang orang yang berkasak kusuk melihatnya berangkat bersama Dhany.
"Mio caro, kamu nggak papa kan??"tanya Dhany pelan pelan.
"Enggak, gue ke kelas dulu"ucap Nandha yang sudah meninggalkan Dhany diparkiran.
Karena bingung akhirnya Dhany menelfon Bryan karena ingin tau apa yang sebenernya terjadi.
"Halo bang, lo dimana??"tanya Dhany saat telfonnya dia angkat oleh Bryan.
"Dikantor, napa??"ucap Bryan disebrang sana.
"Gue mau nanya nih"ucap Dhany lagi.
"Mau nanya apa??"tanya Bryan.
__ADS_1
"Tadi pagi gue hampir jebolin adek elo, nah sekarang dia diem bae kek orang linglung"ucap Dhany to the point.
"Anj*ng lo Dhan, adek gue mau lo jebolin"ucap Bryan yang sudah mengamuk.
"Dia bini gue bang, hasyu banget lo ngatain gue anj*ng saat mau jebolin bini sendiri"ucap Dhany sambil memutar matanya.
"Ech, iya deng gue lupa"ucap Bryan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Terus ini gimana??"tanya Dhany lagi.
"Dia cuma kaget aja, nanti juga baikan"ucap Bryan menenangkan Dhany.
"Ya udah kalo gitu gue balik kelas dulu"ucap Dhany yang langsung mematikan ponselnya.
"*Hey kalian denger nggak kalo perusahaan Andrea udah bangkrut".
"Iya gue denger sih gitu, katanya gara gara AA GROUP menarik investasinya ya??".
"Kayaknya sih gitu, paling si perusahaan Andrea bikin ulah sama mereka, soalnya mereka kan terkenal songong".
"Tau tuh, biar mamp*s sekalian aja semua keturunan Andrea*".
Itulah yang Dhany dengar selama berjalan mengitari lorong menuju kelasnya.
"Jadi ini pembalasan elo, mayan kejem juga ya"batin Dhany.
Dhany masuk kelas dan duduk disebelah Nandha yang sedang menyembunyikan wajahnya. Tidak ada yang berniat mengganggunya mulai dari jam pertama sampai istirahat ia dibiarkan seperti itu oleh guru dan teman temannya karena alesan sakit.
Namun saat istirahat tiba tiba Ratu datang ke kelasnya dengan wajah kusutnya, mata panda dan dandanan yang acak kadul.
"Ndha, bisa ikut gue bentar nggak??"ucap Ratu lirih.
"Mau apa??"ucap Nandha yang sudah mendongkrakkan kepalanya walau malas.
"Ada yang mau omongin penting" ucap Ratu dengan wajah memelas.
"Oke"ucap Nandha singkat sambil pergi mengikuti Ratu.
Saat ini Dhany dan teman temannya tidak ada dikelas, mereka sedang ke kantin untuk membeli makan dan minum begitu juga Dhany yang membeli makan untuk Nandha.Saat ia kembali ia dikagetkan oleh William yang sudah pucat pasi.
"Ada apa??"tanya Dhany singkat.
"Si Nandha ikut Ratu kesana"ucap William sambil menunjuk arah perginya Ratu dan Nandha.
"Apa?? tunggu apa lagi ayo ikutin"ucap Dhany yang sudah lari sambil menyeret William.
Saat sampai di sebuah gudang terpecil Dhany dikejutkan dengan sebuah pemandangan yang sangat tidak dapat diterima olehnya.
__ADS_1
"NANDHAAAAAAA!!!!"teriak Dhany.