
Budayakan like, koment, vote dan follow ya biar Chiplux makin semangat up nya.πππ
"Aku pacar kamu yang khusus datang dari Paris. Apa kamu melupakan aku? apa yang kamu lakukan itu JAHAT Bryan."
"K-kamu!!! n-nggak ini nggak mungkin."
*****
"Stop disana, kamu pikir aku ****** sampai bisa kamu tipu," kata Bryan dengan wajah yang masam.
Suci dari tadi hanya diam saja. Ia nampak sangat tenang dan tak ada wajah marah sama sekali.
"Kenapa? apakau tak percaya kalau aku ada disini."
"Lekas katakan siapa kamu!!"
"Aelah bang masa suara adik sediri kagak ngenalin."
"Lah si Nandha. Ngapain kamu disini?"
"Jadi Satpol PP. Aku mau nangkep orang yang diem-dem pacaran." kata gadis yang tak lain adalah Nandha.
"Kalian nggak mau cerita ke kita nih." goda Dhany yang tiba-tiba muncul dari belakang.
"K-kalian," ucap Suci yang mulai terbata-bata saat tau siapa yang mempergoki mereka.
"Perasaan tadi waktu mantan Bryan masuk kamu masih tenang aja deh. Kenapa setelah tau kita yang masuk kamu jadi panik gitu Ci?" tanya Dhany.
"Ah, n-nggak papa kok Dhan." elak Suci. Terlihat keringat dingin membasahi dahinya. Hal itupun tak luput dari mata Bryan.
Nandha mendudukkan bokongnya sofa panjang yang ada di hadapan Bryan. Ia terus menatap kearah Suci. Dhany yang tadi ada di belakang Nandha akhirnya menyusul dan duduk di samping sang istri.
"Nggak ada yang ingin kalian jelasinkah?" tanya Nandha dingin.
"Jelasin apa lagi?" balas Bryan.
Nandha masih terus memandang Suci, "Hey you. Mau sampai kapan kamu diam aja gitu," katanya.
Suci tergagap mendengar ucapan Nandha."M-mau jelasin apa sih Ndha?" kata Suci.
Nandha melirik kearah Dhany, seakan tau apa yang di maksud oleh sang istri ia pun mengangguk. Bryan yang melihat hal itu menaikan sebelah alisnya.
__ADS_1
"Kalian ini ada apa?" tanya Bryan yang mulai kesal.
"Enggak kok kak, kita pergi dulu ya. Btw tadi kakak di cariin mommy, dan lo Ci Carla sama Victoria nangis nyari lo," ucap Nandha yang langsung pergi dari hadapan sepasang kekasih itu.
"Ada apa ini sebenarnya??" batin Bryan bertanya-tanya.
"Bryan gimana ini, Nandha sama Dhany udah tau?" tanya Suci khawatir.
Kini Bryan merasa ada yang aneh pada kekasihnya.
"Sebenarnya apa yang membuat kamu khawatir. Kenapa kamu terus memintaku untuk menyembunyikan hubungan kita. Tadi kamu bilang kamu iri sama teman-teman kamu yang bisa pamer kemesraan sama kekasihnya ataupun orang yang disayang. Sekarang aku kasih kamu kesempatan ngerasain perasaan itu kamunya malah kayak gini," ujar Bryan yang mulai kesal.
Bryan dan Suci sudah bersama sebagai pacar sejak 1 tahun yang lalu. Mereka bertemu di tempat bimbel yang di ikuti oleh Nandha. Dari sanalah Bryan dan Suci mulai dekat dan sampai akhirnya mereka memutuskan untuk pacaran.
Namun saat malam jadian Suci mengajukan syarat agar hubungan mereka di rahasiakan saja, termasuk dari Nandha. Awalnya Bryan menolak syarat ini, namun karena rasa bucin yang sudah akut membuat ia mengalah dan menuruti permintaan Suci.
Sudah berkali-kali Bryan ingin mengungkapkan status mereka, namun Suci terus saja menggalkannya. Alasan yang sering ia berikan adalah takut akan diserang oleh fans fanatik Bryan. Hal ini semakin menjadi saat mereka menjalin hubungan selama 6 bulan. Dan malam ini adalah puncaknya. Pucak dimana kesabaran Bryan di kuras habis oleh seorang Suci.
"Terserah kamu aja, aku pergi dulu." Bryan pergi meninggalkan Suci sendirian.
*****
"Dari tadi."
Dhany menggaruk kepalanya, "Maksud kamu ... kamu baru tau barusan gitu?" tanya Dhany.
"Iya, awalnya aku juga nggak sengaja lihatnya. Waktu aku ambil minum aku lihat si abang nulis sesuatu. Habis itu catatan tadi di kasih ke pelayan. Aku lihat terus dong kemana tujuan notes itu, eeh nggak taunya itu buat Suci. Walau sebelumnya aku udah ada feeling sih, soalnya aku lihat mereka beberapa kali main mata. Ditambah muka masam Suci pas abang lagi main sama para nona muda." Nandha menjelaskan sambil berjalan kembali ke pesta.
"Ngomongin cemberut aku juga mau cemberut ah," kata Dhany.
"Kenapa?"
"Kamu tadi kan di samperin sama mantan."
Nandha menghentikan langkahnya, "Maaf tapi saya tidak menerima ******** dalam bentuk apapun." katanya singkat.
Dhany senyum melihat reaksi yang di tunjukan oleh sang istri. Dia pun berlari kecil untuk menyusul langkah sang istri yang sudah mau masuk lift.
"Sayang tungguin."
"Huufft selamat masih terkejar. Kamu kenapa ninggalin aku sih?" tanya Dhany.
__ADS_1
"Kamu aja yang lama."
Dhany melirik ke atap lift untuk memastikan sesuatu. Setelah dirasa aman dia akhirnya mendekat ke arah Nandha.
"Hemmm ... aku ya." Dhany mengunci tubuh Nandha.
"Mau apa kamu?" tanya Nandha dengan wajah songongnya.
"Kasih kamu hadiah karna udah berani ngatain aku," ucap Dhany yang langsung menyambar bibir sang istri.
Berbeda dari biasanya kali ini Nandha tak hanya tidak menolak tapi malah membalasnya. Dhany yang terkejut akan balasan yang di berikan oleh Nandha berhasil membulatkan matanya. Nandha bergelayut manja di leher Dhany hingga suara pintu lift terbuka membuat mereka menyudahi kegiatanya yang menguras kebaperan pembaca.
"Tumben kamu mau ambil inisiatif," kata Dhany sambi bergelayut manja sepanjang koridor.
"Kenapa?? nggak boleh?? ya udah besok nggak mau lagi deh," balas Nandha yang membuat Dhany gelagapan.
"B-bukan gitu maksud aku. Aku maunya kamu sering-sering kayak gitu, aku tuh seneng banget tau," jawab Dhany sambil menggosokkan wajahnya di leher Nandha.
"Awas nanti ada yang lihat," ucap Nandha mengingatkan Dhany karena mereka akan memasuki aula.
Karena tau situasi walau enggan namun Dhany tetap harus melepaskan pelukannya dan berlaku seperti orang yang hanya sebatas kenalan saja.
Pesta pun akhirnya selesai dengan sempurna. Teman-teman Nandha telah kembali kerumah masing-masing. Tinggal keluarga Agatha dan juga keluarga Effendi yang ada disana. Mereka mengistirahatkan tubuhnya di sebuah meja bundar dan saling berhadapan.
"Kalian pasti udah tau yang mana keluarga Carenn," kata Bryan membuka pembicaraan.
"Iya, sebenarnya daddy masih bingung lho. Kamu belum kasih alasan yang jelas kenapa nyuruh undang mereka juga." sahut Alexander.
"Nggak papa sih, aku cuma mau kalian kenal sama korban aku." jawab Bryan.
"Target?" tanya Nandha.
Bryan mengangguk, "AKu mau bikin keluarga mereka merasakan akibatnya karena udah berani nyakitin adik aku tersayang." kata Bryan berapi-api.
"Dia berani banget gangguin keluarga kecil adik aku yang harmonis ini," lanjutnya.
"Lalu apa rencana kamu?" tanya Tengku.
"Aku udah ada rencana tersendiri kok om, cuma aku butuh sedikit bantuan kalian." Bryan memberi semirknya yang sungguh menyeramkan.
******
__ADS_1