The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 92


__ADS_3

Budayakan like, koment, vote dan follow ya biar Chiplux makin semangat up nya.😊😊😊


Lional keluar dari apartemen mewah milik Bagas dan pergi menuju ke tempat parkir. Ia langsung menuju mobilnya dan mengendarai nya dengan kecepatan penuh agar lekas sampai di rumah.


*****


Di tengah perjalanan pulang ponsel Lional berbunyi menampilkan nama sang kakak pada displaynya.


"Halo kak, ada apa?" tanya Lional saat mengangkat panggilan tersebut.


"Lo dimana?"


"Gue masih diperjalanan mau balik ke rumah, kenapa?" tanya Lional lagi.


"Gue mau keluar di rumah bosen. Lo mau nggak dateng ke markas, nanti kita panggil cewek-ceweknya Bagas buat seneng-seneng."


"Gampanglah, gue mau pulang dulu. Gue mau makan laper," jawab Lional.


"Ngapain makan di rumah, si bibik cuma masak ayam panggang doang. Mending lo kesini nanti gue pesenin pizza sama pasta."


"Done!!"


Lional memutar arah laju mobilnya. Karena arah rumahnya dengan markas berlawanan arah memaksanya untuk kembali memutar arah. Lional menancap gasnya menuju markas karena iming-iming pizza dan pasta oleh Jafar.


Tak sampai 15 menit Lional sampai di depan markas Blood Wolf.

__ADS_1


"Kak!! mana pizza gue?" Lional masuk ke dalam markas sambil berteriak-teriak.


"Duh kenapa sih wakil ketua teriak-teriak?" tanya salah satu anggota kelompok.


"Biasa minta jatah makan," sahut yang lainnya.


Lional pergi keruangan Jafar tempat is biasa menghabiskan waktunya.


"Mana pizza gue?" tanya Lional to the point.


"Otw,"


"Lama amat, kapan sampainya sih?" Lional terus merengek karena sudah tak tahan akan rasa laparnya.


"Otw dek," balas Jafar singkat.


Jafar menghebuskan nafasnya dengan kasar, "Maksud gue itu Ojo Takon Wae!!!" sentaknya.


"Bangke !! tau gitu gue tadi balik rumah aja. Gue di rumah bisa makan langsung bobok ganteng ... daripada disini bareng kakak lucknut yang gada akhlak," keluh Lional.


Rasa lapar yang terus melanda Lional membuatnya terlihat lesu dan tak bertenaga. Dia keluar dari ruang pribadi Jafar dengan langkah gontai.


"Kenapa lo?" tanya Bagas saat memasuki markas.


Lional yang mengenali suara Bagas bergegas mendongkrakan kepalanya. Matanya berbinar bak melihat matahari yang baru saja terbit.

__ADS_1


"Bagas ... " ucap Lional dengan mata berbinar.


"Apa?" cibir Bagas.


Lional mendekat dan menggosokan wajahnya di leher Bagas layaknya seorang anak anj*ng yang tengah bermanja pada majikannya.


"Mau pizza mau pasta juga," pinta Lional sambil menampilkan puppy eyesnya.


"Stop bikin gue jijik deh," sahut Bagas cuek.


Lional semakin menempel pada Bagas, saking nempelnya mereka sampai membuat anggota yang ada disana merinding disko.


"Kalian liat deh tuh wakil ketua sama si Bagas, mesra amat dah jangan-jangan ... " bisik salah satu anggota yang hadir disana.


"MEREKA GAY?!!"


Mata Bagas dan Lional membulat sekita saat mendengar kata GAY yang di teriakan oleh kawan-kawannya.


"APA?!!"


Teriakan balik Bagas dan Lional secara bersama.


"Apa kalian punya stok nyawa cadangan?" kata Lional sinis.


"Lagian tolong imajinasi kalian ini di kondisikan dong. Apa kalian nggam bisa lebih ****** lagi hah? kalo gue emang gay ngapain gue usluk-usluk sama cewek-cewek yang bodinya kalian tau lah," sahut Bagas sambil menepuk jidatnya.

__ADS_1


"Kalian ini keterlaluan ya, berani-beraniny ngatain gue gay." Lional sudah hampir mengamuk saat sekelebat indra penciumnya mencium bau-bau sedap makanan kesukaannya yang sangat ia hafal baunya.


*****


__ADS_2