The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 70


__ADS_3

"Sumpah ini kocak banget, hahahaha." tawa Boy berderai di akhir ucapannya.


"Iya, lagian si Carla ada aja idenya, good job girl." puji Vian sambil mengacunkan jempolnya.


"Gokil ... gokil, gila ini sih gokil, daebak lu La," puji Suci tak henti-hentinya tertawa.


*****


Carla tak menanggapi ucapan teman-temannya, ia malah beranjak dari tempat duduknya, "Diem gaes, kalian nggak mau ikut gue?" tanya Carla pada Victoria dan Suci.


"Mau kemana emangnya?" ucap Suci yang membalas pertanyaan Carla dengan pertanyaaan juga.


"Udah ikut aja, nanti gue kasih tonton yang keren."


Mereka berdua akhirnya mengikuti Carla untuk keluar dari ruang kelas. Mereka berjalan sepanjang koridor di iringi gelak tawa yang berderai.


"Mau kemana sih La?" tanya Victoria.


"Bentar lagi sampai, kalian diem aja."


Mereka sampai di depan toilet, Carla memberi isyarat agar Suci dan Victoria menutup mulutnya. Carla melongokkan kepalanya kedalam toilet.


"Lihat deh," bisik Carla sambil mengayunkan tangannya.


Suci dan Victoria mengikuti arahan Carla, mereka terkejut melihat bu Siska yang tengah mengomel sambil membawa sebuah ember dari sudut ruangan.


"Si*l kenapa nggak ilang-ilang panasnya."


"Sebenernya ini apa sih?"


Mereka semakin terkejut saat melihat bu Siska duduk di atas ember yang penuh dengan air, Victoria mengambil ponselnya dan membuat video singkat adegan yang baru saja ia lihat.


"Ppffff, kalau Nandha lihat pasti bakal ketawa ngakak nih," ucap Victoria sambil terus membuat video.


"Kirim ke gup aja, masukin Vian, minta dia buat masukin Dhany sama yang lain." kata Suci dari arah belakang.


"Siap nyai." Victoria membuat gerakan 'ok' dengan jarinya.


Anda mengubah subyek dari "😍😘BOCAH SETAN YANG CUTE😘😍" menjadi "😎Bad Squard😎"


Anda menambahkan menambakan Vianudin


Vianudin: "Apa-apaan nih?"


Anda: "Masukin Dhany sana, sekalian yang lainnya"


Vianudin: "Jadiin gue admin dulu ogeb😑"


Anda: "Yeee si jamal ngegas😒"


Vianudin telah menambahkan +6285**********


Vianudin telah menambahkan +6289**********


Vianudin telah menambahkan +6286**********


Anda: "Sip bagus🖒🖒🖒"


Vianudin: "So pasti😎"


Anda: "Gue save ya nomer kalian, dan gue mau kasih kalian video cakep @Nandha uslux lu harus nonton ini video😌"


Anda: mengirim sebuah video


Boy buluk: "Buahahahahaha😂😂😂ngakak so hard"


Nandha'hasband: "Gila, kalian menodai mataku njiiir😑"


Wilkus: "Gaya lu @Nandha'hasband"


Nandha'hasband: "Awokawok😂"


Nandha uslux: "Gue cantik gue diem😌"


Nandha'hasband: "Eh sayang👀 gimana udah makan? udah minum obat? udah nggak sakitkan?👀"


Nandha uslux: "Udah kok tadi di bawain Lily makanan"


Anda: "Woy, disini isinya jomblo gaes😌harap di kondisikan kebucinan kalian😌"


"Nandha kamvreet, malah tebar kemesraan disini," umpat Victoria sambil mantengin layar ponselnya.


Setelah puas mengitip gurunya yang tengah tersiksa karena rasa panas, mereka memutuskan untuk pergi ke rooftop tempat mereka sering berkumpul. Tak lupa Carla memberi tahu teman-temannya yang lain untuk segera menyusulnya.


"La emang lo apain sih tuh guru sampai kepanasan gitu?" tanya Suci saat sampai di rooftop.


"Bentar gue chat Vian dulu biar tas gue dibawa kesini sekalian." Carla mengetikkan sesuatu di ponselnya.


Tak beberapa lama akhirnya mereka bersamaan dengan wajah Vian yang udah menghitam.


"Nih tas lu, lain kali jangan ganggu gue cuma buat hal beginian," semprot Vian pada Carla sembari melemparka tas Carla.


Carla tersenyum lebar, "Ma'acih Ian cayang," ucap Carla dengan cedal yang di buat-buat.


Bluuuusshhh


Wajah Vian seketika memerah saat melihat Carla dengan mode imutnya, ia tak kuasa melihat Carla yang tengah membuat ekspresi sok imutnya. Emosi dan rasa kesal Vian seketika hilang detik itu juga.


"S-sama-sama," balas Vian sambil menyembunyikan wajah blushingnya.


"Jadi? itu ulah kalian?" tanya Dhany to the point.


"Bukan, ini kerjaan si Carla." jawab Boy sambil menyodorkan minuman yang tadi ia beli sebelum datang ke rooftop.


"Carla?" ulang Dhany. "Lu apain itu orang?" lanjutnya.


"Jadi gini ..."

__ADS_1


*Flashback on*


Pagi itu saat ia tengah menunggu mbok Darmi menyajikan sarapannya, "Ini non sarapannya." ucap mbok Darmi sambil menyajikan sepiring nasi goreng telur mata sapi favoritnya.


Carla mencium bau yang amat ia benci saat mbok Darmi ada di dekatnya, "Si mbok iih, mbok pakek itu lagi ya? bau tau mbok. Carla nggak suka." protes Carla.


"Aduh maaf non, badan si mbok udah mulai pegel-pegel, maklumlah non udah tua, asam urat udah tinggi," jawab mbok Darmi sambil tersenyum.


"Lain kali kalau ada di dekat aku, jangan pakai itu lagi ya mbok," kata Carla sambil menutup hidungnya.


Tiba-tiba ide gila tercetak di otak Carla, "Tunggu dulu. mwehehehehe boleh nih di pakai buat ngerjain busis, awokawokawok." batin jahat Carla yang sudah meronta-ronta.


Setelah mendapat gagasan gila itu, Carla melanjutkan sarapannya dengan sangat lahap sampai tandas.


"Mbok, Carla berangkat dulu ya," pamit Carla pada mbok Darmi yang sedang mencuci piring.


"Eh, iya non. Hati-hati di jalan ya non."


"Oke mbok." Carla mencium tangan pembantu sekaligus ibu baginya itu, tak lupa ia juga mencium pipi kanan dan kiri mbok Darmi layaknya seorang anak pada ibunya.


"Ihh, si mbok bau, mweeeek" ledek Carla sambil berlari meninggalkan mbok Darmi yang terseyum lebar.


Carla keluar dari rumahnya menggunakan mobil mewah miliknya dengan kecepatan tinggi, ia berhenti di sebuah apotik saat ia melewatinya.


"Permisi kak," ucap Carla sopan.


"Pagi kak, ada yang bisa saya bantu?" sapa apoteker yang berjaga disana.


"Saya mau beli semua jenis dan merk minyak angin ataupun balsem, pokoknya yang ada rasa panansya masing-masing 1 ya kak." kata Carla yang membuat opeter tersebut terperajat.


"S-semua merk? m-masing-masing 1?" tanya apoteker itu sekali lagi.


"Iya kak, dari merk golok, presker, gelugu, hotcoolkrim, dan sejenisnya, pokonya apa yang ada disini aja deh kak."


"Baik kak, tunggu sebentar ya."


Carla mendapatkan apa semua yang ia mau setelah menunggu 5 menit. Dia kembali ke dalam mobilnya dengan perasaan yang berbunga-bunga. Ia menghubungi Victoria dan Suci untuk segera berangkat.


"Gue nggak sabar mau lihat tontonan yang bakal keren abis." batin Carla sambil tersenyum cengengesan.


Saat dia sampai di depan sekolah ternyata dari arah yang berlawanan muncul mobil Victoria dan Suci yang sedang memasuki pintu masuk sekolah.


"Lah itu si Boy sama Vian ngapain ngejogrok di parkiran," cicitnya di dalam mobil saat melihat bayangan Boy dan Vian.


"Kalian tumben disini, nungguin kita ya?" goda Carla saat turun dari mobil mewahnya.


kita nungguin kalian buat bahas pelajaran selanjutnya," sahut Vian tanpa memandang wajah Carla.


"Kali ini mau kalian apain?"


"Gue udah bawa sesuatu dong!!"


"Mau di apain?" tanya Suci.


"Lo liat aja entar." Carla langsung tersenyum devil setelah menjawab pertanyaan Suci.


Tak lama setelah kedatangan the most wanted, Dhany sampai di sekolah tepat 5 menit sebelum bel tanda pelajaran berlangsung berbunyi bersamaan dengan William. Dia tanpa memperdulikan kehebohan yang terjadi karena kehadirannya dan langsung berjalan ke kelasnya.


Saat sampai di kelas Carla langsung melancarkan rencananya, "Gaes, tolong keluar bentar dong," teriak Carla di tengah kelas.


"Mau ngapain lu La?" tanya Victoria.


"Wait? kalian ngapain disini? lo, lo , lo and lo. Pergi keluar juga." Carla mengusir para sahabatnya.


"Lah ngapa kita juga ikut di usair sih La?" protes Victoria.


"Pokoknya kalian keluar dulu," kata Carla tak terbantahkan.


Setelah teman-temannya keluar Carla mengeluarkan semua minyak angin yang ia beli dan mengoleskannya di kursi guru.


"Maapin Arla ya Bucis, Arla cuma pingin iceng bental, awokawokawok." ucap Carla dengan gaya cedal.


Sewaktu ia mengoleskan winyak angin dan balsem, tak lupa ia kipas-kipas dan di sempot menggunakan parfum untuk menyamarkan bau yang menyengat. Carla tak henti-hentinya tertawa sembar terus melakukan aktifas menyenakangkannya.


Carla lantas memanggil temannya untuk masuk kembali, kerjaannya sudah selesai dan ia kembali ke tempat duduknya sambil cengengesan.


"Anda sehat?" tanya Suci saat melihat Carla yang asik cengingisan.


"Very nice babyh," balas Carla dengan senyum lebar.


Tak lama setelah itu Dhany bersama Wiliam yang disusul bunyi bel dan kedatangan bu Siska.


*Flashback off*


"Jadi gitu ... "


Semua orang berO ria mendengar menjelasan dari Carla.


"Nih lihat isi tas gue." Carla mengeluarkan semua minyak anginnya, ada sekitar 15 jenis minyak angin dan balsem yang ia keluarkan dari dalam tas.


"Bwahahahaha, lo mau jadi tukang urut La." tawa Vian berderai.


"Mbok La, urutin kaki eneng dong, kaki eneng capek nih gara-gara ngejar doi, tapi doi nya malah lari terus." ledek Victoria sambil menyodorkan kakinya di hadapan Carla.


"Sueek lo." balas Carla, namun ia tetap menggapai kaki Victoria. Ia langsung memijatnya dengan kekuatan penuh untuk menyiksa sahabatnya itu.


"Wadaow ... !!! stop La stop ...!!! sakit Carla," teriak Victoria sambil kelonjotan mirip cacing kepanasan.


Semua tertawa melihat polah tingkah Carla dan Victoria yang sungguh menggelitik perut. Saat ini mereka tengah saling mengunci satu sama lain.


"Kalian bisa diem nggak sih...!!" teriak Suci melerai perkelahian kedua sahabatnya.


"Baru aja di puji gara-gara ide gilanya, eeh sekarang malah rusuh lagi."


Disaat yang lain asik dengan tingkah Carla. Tiba-tiba ponsel William berbunyi.


"Tuan, lihatlah." bisik William di telinga Dhany.

__ADS_1


Mata Dhany berbinar cerah melihat isi ponsel William. Dhany berseringai sungguh mengerikan bagi orang yang melihatnya. Untung teman-temannya tak ada yang melihatnya tengah berseringai.


"Kita ke markas setelah pulang sekolah," jawab Dhany sama berbisiknya.


"Dhan, gue mau nanya dong. Sebenernya elu itu ada rasa nggak sih sama Nandha? gue nggak mau ya lo permainin hati sahabat gue." Suci berbicara pada Dhany dengan nada tegas yang jarang ia perlihatkan.


"Bener, kita nggak bakal biarin elu hidup nyaman kalau gue tau elu udah bikin sahabat gue nangis," ancam Carla.


"Gue bakal bunuh elu pakek tangan gue sendiri kalau sampai itu semua terjadi," sambung Victoria.


Dhany terkejut melihat kekompakan mereka dalam menjaga satu sama lain. Dia terkagum sekaligus bahagia karena mengetahui bahwa istrinya memiliki banyak bodiguard yang selalu menjaganya.


"Mamp*s aja gue, kalau sampai gue berani nyakitin dia, orang gara-gara Ratu aja gue udah dapet bogem dari Bryan. Apa lagi kalau gue nyakitin adeknya ... bisa di hukum gantung kalik," sahut Dhany sambil memasang muka lesunya.


"Hah ?!! lo di bogem kak Bryan? gue kira kak Bryan nggak sekasar itu deh," sahut Carla, mencoba menyangkal ucapan Dhany.


"Lo nya aja yang nggak kenal kak Bryan," cebir Suci.


Mereka Langsung memandang Suci saat itu juga, "Apa?" tanya Suci panik.


"Kok rasanya elu kenal banget sama kak Bryan, jangan-jangan ... kalian ..." ucap Carla lagi.


"Ah, e-enggak kok, gue kenal kak Bryan selayaknya kalian," kata Suci sambil mengalihkan pandangannya.


"Ingat dan ajining diri ono ing lathi, manusia itu yang dipercaya lidahnya, bukan wajahnya apalagi dompetnya.


"La, ini semua mau lo apain?" tanya Boy sambil menunjuk sekumpulan minyak angin tadi.


"Entahlah."


"Mending lu kasih ke si mbok aja," usul Boy pada Carla.


"Iya La, si mbok kan suka banget pakek ginian," timpal Suci.


"Kalian lanjut aja, gue sama William mau pergi dulu." pamit Dhany pada temen-temannya.


"Mau kemana lu?" tanya Boy dan Vian bersamaan.


"Mau urus sesuatu yang nggak bakal pernah kalian bayangin.Dhany memberi kalimat yang ambigu untuk teman-temannya.


Dhany meninggalkan teman-temannya yang tengah memikirkan apa maksud dari ucapannya itu. Dari belakang William mengikuti kepergian Dhany.


"Tolong, gue mulai berpikir kalau mereka berdua gay." ucap Carla yang masih fokus pada punggung William dan juga Dhany.


"Mulutnya, inget sayang Dhany itu suaminya Nandha." Boy menyadarkan Carla dari kegilaannya.


"Tapi ucapan Carla ada benernya Boy, tunggu ... lo tadi manggil Carla 'sayang'?" tanya Victoria.


"Gue kelepasan," aku Boy dengan wajah blusing.


"Gue nyium bau-bau bucin lagi nih_-" batin Suci.


"Kalian nggak mau balik kelas?" tanya Vian.


"Oke, kita balik kelas aja, nanti aja kita bolos pas jam-jam terakhir." sahut Suci.


Akhirnya mereka kembali ke kelas, sedangkan Dhany dan William pergi keruang rahasia seperti biasanya.


*****


Di ruang rahasia


"Gimana menurut tuan?"


"Seharusnya benda itu udah cukup bikin dia pusing, suruh orang untuk terus mengawasinya." perintah Dhany pada William.


"Tapi tuan, bagaimana kalau nyonya berpaling pada Jafar?"


"Apa maksudmu ...? apa kau berpikir istri semudah itu berpaling?" Dhany menatap William dengan tatapan membunuhnya.


Mendapat tatapan seperti itu, William menjadi gelisah, "Bukan begitu tuan, maksud saya. Di Indonesia kan ada berbagai budaya, siapa tau dia masih percaya yang namanya d-dukun?" ucap William tak menentu.


"Jadi lu mau bilang kalau seandainya dia guna-guna istri gue gitu? cinta di tolak dukun bertindak?"


"Begitulah."


Dhany diam membisu, ia memikirkan cara untuk menghadapi JAFAR, sang mantan kekasih dari sang istri. terlintas sebuah ide di kepala Dhany.


"William, cari tau nomer ponsel Jafar dan segera berikan padaku."


"B-baik tuan."


Dhany merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya, ia mengetikkan sesuatu.


❤Mio Caro💜


Anda: "Sayang, kamu udah bisa jalan belum😯?"


❤Mio Caro: "Udah bisa jalan kok tapi masih sakit, kenapa?"


Anda: "Aku mau ajak kamu kesuatu tempat👀"


❤Mio Caro💜: "Kemana?"


Anda: "Ada deh, mau ya😢"


❤Mio Caro💜: "Oke, jam berapa biar aku bisa siap-siap"


Anda: "Tunggu aku pulang nanti aku bantuin, ya udah aku mau ke kantin dulu laper nih😖"


❤Mio Caro💜: "Oke take care ya😘"


Anda: "😙😙😙😙"


Begitulah isi chat antara Dhany dan juga Nandha, William yang sedari tadi ada di belakang Dhany bergidik ngeri melihat isi chat tersebut.


"Gila, boss gue ngapa jadi bucin gini_-"

__ADS_1


******


__ADS_2