The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 74


__ADS_3

Budayakan like, koment, vote and follow ya, biar Chiplux makin semangat upnya.


Dhany pergi mengganti pakaiannya dengan setelan Jeans yang biasa ia pakai saat jalan bareng sama anggota ghost crime.


"Uwoaw bad boy in your area," ucap Nandha tanpa berkedip.


*****


"Udah cukup mantenginnya, mana ileran lagi." ucap Dhany menggoda Nandha.


"Mana ada aku ileran," balas Nandha sambil menyeka mulutnya.


"Ada lah, tuh ... tuh bekasnya," Dhany menunjuk sudut bibir Nandha yang bersih tanpa noda.


Nandha terkejut dan langsung mengusap sudut bibirnya berulang kali.


"Nggak!! pokoknya aku nggak ileran," ucap Nandha yang langsung pergi meninggalkan Dhany. Ia bahkan melupakan rasa sakitnya dan terus berjalan dengan cepat. Dhany hanya terkekeh pelan melihat tingkah Nandha yang menurutnya sungguh menggemaskan.


"Yang ... tungguin."


Mereka pun keluar dari rumah setelah Dhany memberi pesan pada maid agar tidak perlu menyiapkan makan malam. Selama dalam perjalanan Nandha cemberut dan memalingkan wajahnya, melihat pemandangan sepanjang jalan.


Dhany menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah apotik.


"Mau ngapain kamu?" tanya Nandha yang masih memandang jalanan.


"Beli testp*ck sapa tau kamu nanti hamil," ucap Dhany sambil mengedipkan matanya.


"Apa?"


Dhany meninggalkan Nandha yang sedang mengamuk di dalam mobil karena ucapannya.


"Masak sih dua kali bikin langsung jadi?" Nandha bertanya-tanya.


Tak lama kemudian Dhany datang membawa sebuah kantong kresek berwarna hitam.


"Nih buat kamu, udah ya jangan ngambek lagi." Dhany menyerahkan kantung kresek yang ia bawa tadi. Tak lupa ia mencubit hidung mancung Nandha.


"Yeaaayy es krim, dapet darimana kamu?" tanya Nandha setelah membukanya.


"Tuh ... " Dhany menunjuk sebuah kedai es ckrim yang ada di sebelah apotik. "Makanya jangan fokus ke apotiknya aja," ucap Dhany sambil menoel dagu Nandha.


Nandha hanya bisa menampilkan senyum pepsodent saat di ledek oleh Dhany.


"Kita mau kemana sih?" tanya Nandha lagi.


"Nanti kamu juga tau, sekarang kamu santai-santai aja dulu bentar lagi sampai kok." Dhany mengusap rambut Nandha namun masih fokus menyetir.


Nandha merasa bingung saat melihat mobil Dhany memasuki halaman sebuah gedung yang sangat mewah namun minimalis.


"Ini dimana?" tanya Nandha saat keluar dari mobil.


"Welcome to ghost crime headquarters, honey." ucap Dhany sambil merentangkan tangan.


Nandha terkejut melihat keadaan sekeliling. Dia tidak menyangka akan di bawa ke markas besar Ghost Crime oleh Dhany.


"Kenapa kaget gitu?"


"Aku nggak nyangka kalau kamu bakal ajak aku kesini. Ngapain kamu ajak aku kesini coba?" Nandha mencoba mencari tau alasan kenapa ia di bawa kesana.


"Nggak mungkin gue mau di bantai disini kan?" batin Nandha melantur.


"Udah ayo masuk." Dhany menggandeng tangan Nandha berjalan melewati pintu masuk.


Saat sampai disana ternyata para anggota inti dari berbagai negara tengah berkumpul untuk melakukan rapat tahunan. Nandha merasa kikuk melihat begitu banyaknya laki-laki yang ada disana.


"Dhan itu semua cowok?" bisik Nandha.


"Iyalah mereka semua cowok."


Dhany dengan santainya berjalan memasuki aula tempat orang-orang berkumpul sambil terus menggandeng tangan Nandha.


Tak ada satu suara pun saat Dhany memasuki ruang aula. Mereka tak berani bersuara, hanya bisa saling bertatap dan bertanya-tanya di dalam batinnya, Siapakah wanita yang bersama dengan Dhany.


"Selamat datang tuan Dewa Kematin," sapa semua anggota saat Dhany menduduki kursi singgasananya.


Dhany mengangguk pelan.


"Selamat sore semuanya, saya akan to the point saja. Kalian pasti bertanya-tanya siapa wanita cantik di samping saya ini." ucap Dhany sambil menunjuk Nandha yang tengah duduk di sampingnya. "Perkenalkan dia adalah istri saya Adele Andrianandha Agatha." lanjutnya memperkenalkan Nandha.


Semua orang yang ada di sana terkejut kecuali William dan Leon. Ya, mereka juga ada disana. Mereka berdua adalah penanggung jawab rapat dan penanggung jawab keamanan setiap kali ada rapat.


Semua orang bersorak membuat suasana menjadi riuh. Nandha tak menyangka akan melihat respon positif yang di tunjukan oleh anak buah Dhany.


"Tolong tenang. saya juga ingin bilang kalau, saya ingin keamanan untuk istri saya agar di tingkatkan. Jangan biarkan seekor nyamuk pun hinggap di tubuhnya. Kalian mengerti?" ucap Dhany penuh wibawa.


"Baik tuan." jawab orang-orang serempak.


Mereka kembali membahas masalah inti dari tujuan di adakannya rapat itu sendiri.


"Jadi ... Selama ini wilayah kekuasaan kita stabil?" tanya Dhany.


"Iya tuan. Hanya saja kita kehilangan 2% wilayah kekuasaan kita yang ada di Singapura." lapor William.


"Siapa bagian penangung jawab untuk Wilayah Singapura?"


"Lucas tuan."

__ADS_1


"Lucas. Mana laporanmu?!" Dhany memberi tatapan membunuhnya.


"Lapor tuan. Sebenernya wilayah kita aman-aman saja sampai ... " Lucas menghentikan penjelasnnya.


"Sampai apa? jangan berbelit-belit."


"Sampai kelompok Ouricsh mulai bergerak melawan kita."


Deg


Dhany terdiam membuat yang lain menjadi resah. Hanya William yang mentap Dhany dengan iba. Nandha mulai bingung akan keadaan sekitar. Ia memang hanya diam saja, namun diamnya Nandha adalah untuk mempelajari ekspresi dari semua orang.


"Ouricsh ya .... " Kemudian Dhany bersemirk, ia tak ingin anggotanya berpikir bahwa pemimpin mereka adalah orang yang lembek.


"Biarkan dia menguasi 5% dari wilayah kita."


"Tapi tuan anda tak bisa mela ... "


"Apa kamu pernah mendengar pribahasa mengalah untuk menang? mereka akan senang dan merasa bangga karena bisa menguasi 5% dari wilayah kalian. Mereka juga akan berpikir kalau kalian sudah tak sekuat dulu, nah disaat seperti ini akan menurunkan kewaspadaan mereka. Pada saat itulah kalian bergerak." jelas Nandha tiba-tiba mengambil kendali.


Nandha memberi penjelasan pada orang-orang yang ada disana. Mereka terkagum-kagum akan pemikiran Nandha yang mirip dengan Dhany.


Plok ... Plok ... Plok


"Bagus sekali. Kau mengerti pemikiranku sayang. Ini emang istriku." ucap Dhany sambil bertepuk tangan.


"Waaahh nyonya benar-benar cerdas ya, pola pikirnya bahkan mirip dengan tuan Dewa Kematian." kata salah satu anggota.


"Kita manusia pada dasarnya memiliki sifat arogan. Disaat kita mendapatkan sesuatu yang memang kita inginkan sejak lama, secara otomatis kita akan merasa bangga walau sudah pasti tidak akan ada rasa puas."ucap Nandha.


"Dan kasusnya sama seperti pihak Ouricsh yang mengambil wiliyah kalian. Dari yang saya dengar saat saudara Lucas memberi laporan tadi. Sepertinya pihak Ouricsh ini awalnya baik-baik saja, dan baru berulah akhir-akhir ini. Kira-kira apa alasan kenapa mereka baru bergerak sekarang?" tanya Nandha.


"Pasti karena tuan. Beberapa waktu yang laku tuan sempat berhenti dari jabatannya." jawab Lucas.


"Bisa jadi. Mereka mungkin meremehkan kalian karena Dhany tidak ada untuk memimpin kalian. Tapi saya yakin dari awal mereka sudah memiliki hasrat untuk menjajah kelompok kalian. Dan hilangnya Dhany adalah kesempatan emas bagi mereka." sahut Nandha.


"Karena terlalu lama memendam hasrat itu, pasti mereka membuat pesta saat berhasil menguasai 2% dari wiliyah kalian, dan mereka pasti juga menurunkan pertahanan mereka. Nah saat mereka berhasil menguasai 5% wilayah kalian, mereka akan semakin bangga dan menurunkan keamaan mereka. Logikanya sih seperti itu." Nandha memberi penjelasan yang ada di pikirannya.


Dhany tersenyum bangga akan penjelasan yang di berikan oleh Nandha. Tak hanya Dhany bahkan William dan Leon saja berhasil di buat menganga oleh Nandha.


"Kenapa pada diam? apakah penjelasanku salah?" tanya Nandha sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Sungguh analisis yang begitu dalam dan tepat sasaran." kata William memuji penjelasan yang dilakukan oleh Nandha.


"Sungguh jenius."


"Smart girl."


"Tentu saja. Dia kan istriku," ucap Dhany bangga.


Nandha memandang Dhany dan tersenyum penuh kebahagiaan.


"Kami paham tuan," ucap orang-orang kompak.


"Mulai sekarang dia mempunyai hak sama sepertiku. Dia bisa memerintah kalian, selama itu tidak merugikan kelompok kita." ucap Dhany.


"Kalau begitu rapat selesai." Dhany pergi meninggalkan ruang rapat bersama Nandha.


Setelah Dhany dan Nandha meninggalkan ruang rapat. Hebohlah semua orang membicarakan Nandha. Mereka semua kagum akan pemikiran Nandha, bahkan ada yang menyangka kalau Nandha juga berasal dari dunia mafia.


Dhany membawa Nandha ke ruang pribadinya tempat ia hampir menembak ayah Ratu. Disana Dhany menyerang Nandha tanpa henti. Ia bahkan berhasil membuat Nandha mendes*h hanya dengan cumb**nnya. Tak hanya mencumbunya, bahkan kini tanga Dhany pun sudah iku bermain-main.


Nandha memukul punggung Dhany berulang meminta untuk berhenti.


"Chagi .... cukup." pinta Nandha.


"Kamu tak hanya membuatku gemas tapi juga membuatku kagum. Aku semakin menyayangimu." kini Dhany menyerang leher Nandha dan membuat banyak tanda merah keungu-unguan.


Tak ingin sang suami berbuat semakin jauh. Akhirnya membuat Nandha menyerang Dhany dengan sama ganasnya. Dhany terlena akan seranga Dhany dan membuatnya lengah. Saat ia lengah Nandha sudah melompat menjauh dari Dhany.


"Yah ... kok udahan," ucap Dhany sambil cemberut.


"Sebelum kesini kamu udah makan aku selama 2 jam ya. Jangan lagi, badanku udah capek banget tau."


"Iya deh iya ... tapi seriusan kamu tadi bikin aku bangga banget." puji Dhany.


"Aku cuma kasih analisis aku doang kok. Tapi, ada satu hal yang aku bingung." ucap Nandha.


"Apa?"


"Siapa itu Ouricsh?"


Deg


Dhany terbelalak saat mendengar pertanyaan itu keluar dari mulut Nandha.


"E-emang kenapa?"


"Tadi aku sempet baca ekspresi temen-temen kamu, dan mereka itu kayak nggak enak gitu. Lain lagi saat aku liat kamu. Ekpresi kamu itu seolah-olah ada rasa benci, nggak nyangka, dan kecewa. Semua kamu masukin jadi satu kayak nasi rames yang lauknya bermacam-macam."


"Kenapa jadi nasi rames sih yang?"


"Karena aku laper," ucap Nandha sambil memegangi perutnya.


"Astaga kamu belum makan ya? bentar aku suruh orang beliin makan buat kamu."


Dhany menghubungi Leon, dan memintanya untuk membelikan makanan.

__ADS_1


"Leon beliin kita makanan. Aku mau 2 nasi pecel biasanya ya."


"Emang nyonya bisa makan makanan murahan?" tanya Leon dari seberang sana.


"Tenang aja dia mah kanibal, semua doyan."


"Dhany gue gebok lu ya ngatain gue kanibal." teriak Nandha sambil melepas pensil yang ada di dekatnya.


"Hahahaha, bercanda sayang."


"Hadeh ... oke deh boss, gue otw dulu."


Dhany pun memutuskan panggilan telfonnya.


"Chagi ... " ucap Nandha memanggil Dhany


"Ya?"


"Eemm, itu si Ratu disini ya?"


Dhany menatap Nandha, "Ya. Kenapa? kamu mau liat dia?" tanyanya.


Nandha mengangguk dengan cepat.


Dhany menghela nafas, "Nanti aja kalau udah makan." katanya singkat.


Nandha cemberut namun kali ini sama sekali tidak di gubris oleh Dhany. Dia memilih menyibukkan diri dengan dokumen yang ada dimejanya.


Nandha merasa bosan, akhirnya ia menyelinap keluar dari ruangan saat Dhany pergi ke kamar mandi.


Nandha berputar-putar mengelilingi markas. Sampai seseorng menepuknya dari belakang.


Bruuk ....


Nandha membanting tubuh orang yang mengejutkannya.


"Astaga Leon ... !!!" seru Nandha sambil membatu Leon untuk kembali berdiri.


"Aduh .... nyonya sakit,"


"Biarin siapa suruh ngagetin aku."


"Aku kan cuma pegang pundak nyonya." Leon sudah siap dengan puppy eyesnya, namun---


Bletak


Sebuah jitakan melunjur bebas di dahinya.


"Aduh .... gila sakit banget !!! siapa yang berani jitak pala gue nih?" Leon sudah hampir meledak.


"Gue!!"


Dhany keluar dari balik tubuh Nandha yang sukses membuat Leon ataupun Nandha sama-sama terkejut.


Syuuut ... Kraaaak


Nandha reflek dan menyikut tulang rusuk Dhany.


"Buset ... patah dah tulang rusuk gue," ucap Dhany sambil meringis kesakitan.


"Dhany ... !!"


"Hahahaha, karma dibayar kontan tanpa bunga." Leon tertawa diatas kesakitannya Dhany.


"Dasar lucknut kau Leon." Dhany mengacungkan kepalanan tangannya.


"Kalian berdua suka banget ya bikin orang kaget, untung ginjal gue kuat jadi nggak bakal jatoh."


"Jantung sayang bukan ginjal," ucap Dhany sambil terus mengusap dadanya.


"Udah berubah kah? perasaan dulu yang jatuh pas kaget ginjal deh," ucap Nandha sambil menaruh jari telunjuknya di dagunya.


"Iihh nyonya mah ngelawak." timpal Leon.


Nandha hanya bisa tersenyum lebar sembari meminta maaf. Sifat aneh Nandha selain tak pernah mengunci pintu kamar saat tidur adalah selalu menghajar orang yang udah bikin dia kaget. Dan Nandha masih memiliki banyak sekali sifat aneh lainnya.


"Mana makanan buat gue?" Nandha menagih makanan yang di beli Leon atas perintah Dhany.


"Ini." Leon menyodorkan sebuah kantong kresek blasterpop yang berisikan 4 bungkus nasi pecel.


"Wih banyak bener," ucap Nandha saat mengetahui jumlah nasi bungkusnya.


"Saya kan juga laper nyonya," ucap Leon lirih.


"Ya udah, ayo kita ke ruangan Dhany. Kita makan bareng-bareng disana." kata Nandha yang sudah berjalan lebih dulu.


Dhany dan Leon saling berpandangan.


"Entah apa yang merasukimu yang/nyonya." batin Dhany dan Leon.


Dhany dan Leon berjalan beriringan menuju ruangan Dhany, saat mereka masuk ternyata William sudah ada disana.


"Kalian darimana aja sih? tau nggak aku udah laper pakek banget. Rasa tuh aku pen jambakin kalian atu-atu gara-gara kalian lama. Nih dengerin cacing di perut aku udah pada bunyi. Dasar laki-laki nggak peka. Harusnya tadi aku makan duluan nggak usah nungguin kalian. Kalian itu bikin emosi jiwa, bla .... bla .... bla ... " ucap Nandha yang mulai ngerap layaknya Suga BTS.


William mendekat kearah Dhany, "Ini yang gue denger dari tadi." bisik William di telinga Dhany dan Leon.


"Tuan, ada 3 hal dari cewek yang harus kita hindari. Pertama cewek laper mereka pasti bakal marah-marah terus. Kedua itu cewek pms, mereka pasti bakal uring-uringan. Dan yang terakhir, ini adalah bagian paling berbahaya dari cewek, cewek yang laper pas pms ... auto kelar hidup anda tuan," bisik Leon memperingatkan kedua laki-laki yang ada disana.

__ADS_1


"Ngapain kalian bisik-bisik disana?!! Sini nggak !!!"


****


__ADS_2