The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 89


__ADS_3

Budayakan like, koment, vote dan follow ya biar Chiplux makin semangat up nya.😊😊😊


*****


Karena terlalu lelah dan malas untuk menyetir, Nandha dan Dhany memutuskan untuk menginap di hotel tersebut. Mereka memesan kamar terbaik yang ada di hotel tersebut.


Sambil mengistirahatkan tubuhnya di atas ranjang. Mereka juga mengobrol mengenai banyak hal.


"Yang, menurut kamu si Bryan ada rencana apa?" tanya Dhany.


"Minggirin tangan kamu." Nandha membuka lengan Dhany dan langsung menyelipkan kepalanya disana.


"Hey kamu ngapain? aku kan belum mandi."


"Aku lagi capek, mau di manja."


Dhany beringsut dari tubuh Nandha. "Kamu ngapain sih Dhan?" tanya Nandha dengan nada jengkel.


"A-aku takut kamu kebauan, aku belum mandi pasti nggak enak banget baunya." kata Dhany sambil melepaskan diri dari Nandha.


"Kamu apa-apaan sih. Aku cuma minta di peluk aku ngantuk. Bodo amat sama bau kamu, lagian kamu nggak bau kok. Tapi ya udah kalau nggak mau, aku minta resepsionis buat bookingin kamar sebelah aja," ujar Nandha beranjak dari ranjangnya.


"Jangan!!!" Dhany panik dan langsung menarik Nandha dalam pelukakannya.


"Awas minggir." Nandha mendorong tubuh Dhany.


Dhany menahan Nandha dalam pelukannya. Ia tak memberi celah untuk Nandha melarikan diri. Karena tenaga Nandha yang sudah di kuras habis oleh acara pesta tadi. Kini hanya tersisa rasa lelah yang menyelimutinya, sehingga membuatnya tak ada stamina untuk melawan sang suami. Sampai akhirnya dia tertidur di pelukan Dhany.


Dhany menatap sang istri yang tertidur lelap itu, "Kamu nggak bau apa tidur di ketekku?" tanya Dhany lirih sambil menoel hidung Nandha.


Nandha menggeliat namun tan menunjukan tanda-tanda bahwa ia akan bangun. Bukannya bangun Nandha malah menenggelamkan wajahnya semakin dalam di ketiak Dhany, membuat sang empunya merasa geli.


"Hahaha geli .... geli .... astaga, aku nggak pernah merasakan rasa geli kayak gini." Dhany terkekeh saat Nandha menggosokan wajahnya dengan manja.


Karena tak tahan akan rasa geli itu, Dhany akhirnya mengangkat tubuh Nandha dan menenggelamkanya di dadanya. Tidak butuh waktu lama sampai dia ikut tertidur.


*****


"Gimana ada perkembangannya atau tidak? apa kalian sudah dekat dengan 2 keluarga tadi?" tanya Sandi saat di dalam mobil.


"Gimana mau deket, orang baru bilang 'hai' aja langsung di katain sampah." jawab Jafar.


Sandi mendelik mendengar jawab dari anak sulungnya itu.


"Dasar bodoh, mendekati gadis polos saja nggak bisa. Makanya jangan keseringan main sama jal*ng." tegur sandi.


"Yah bisa nggak sih nggak usah bacod, lagian itu anak nggak polos ya. Kata-kata dia aja tajem banget kok." sanggah jafar.

__ADS_1


"Alasan!!"


Jafar mencoba memejamkan matanya. Dia merasa jengah kalau harus berdebat dengan sang ayah. Wanda yang ada disana juga sudah lelah untuk melerai pertengkaran suami dengan anaknya itu.


"Kalau kamu gimana Lional?" tanya Sandi.


"Lional aman yah. Tuan muda Effendi baik kok, cuman .... " Lional menghentikan penjelasannya.


"Cuman apa?" tanya Sandi penasaran.


"Ada 1 orang yang bikin aku takut mendekat ke tuan muda EFfendi." kata Lional.


"Siapa?" tanya Jafar dan Sandi bersamaan.


"Aku lupa namanya siapa, tapi dia orang yang sama yang ada di arena balapan pas kakak balapan sama pacar mantan kakak itu." jelas Lional.


"Kamu masih mengejar gadis miskin itu?!!" tanya Sandi murka.


"Bukan urusan ayah. Jangan-jangan yang kamu maksud William," ucap jafar.


"William??"


"Iya, William itu temennya Nandha sama Dhany. Tadi aku lihat dia dan temen-temen Nandha yang lain ada disana, tapi aku nggak lihat Dhany sama Nandha sama sekali." kata Jafar.


"Jangan-jangan dia emang orang miskin kak. Kakak kan pernah bilang kalau si mantan kakak itu selalu bertempelan dengan teman-temannya. Nah sekarang logikanya kalau semua ada disana kenapa dia nggak ada? hayo coba jawab." tantan Lional.


"Kesibukan apa yang di miliki seorang anak sekolahan kak. Kalo pemikiran aku sih dia orang miskin."


"Kalau dia emang miskin, darimana mobil mewah yang dia kendarai itu?"


"Dari om-om sugar daddynya." sahut Sandi asal.


"Ayah jangan mulai deh." tegur Wanda.


Mereka pun akhirnya sampai di kediaman Carenn. Istana megah bagi mereka. Saat sampai Jafar langsung berjalan menuju kamarnya tanpa menghiraukan perkataan Sandi yang mengomel entah karena apa.


Tak ingin menjadi sasaran sang ayah sendirian, Lional pun bergegas menyusul kakaknya.


"Kakak gue tidur di kamar kakak aja," ujar Lional dari balik pintu.


"Nah lo kan punya kamar sendiri. Ngapain mau tidur di kamar gue?" tanya Jafar dari dalam kamar.


"Siapa tau abang ada yang mau di ceritain gitu."


"Lo mau gue ceritain apa? dongeng 1001 malam? apa kancil nyolong timun?" balas Jafar.


"Kagak sekalian lu ceritain bebek mandi di kali aja kak. Pokoknya nggak mau tau, gue maunya tidur di kamar abang T-I-T-I-K." ucap Lional memaksa.

__ADS_1


"Lah si bangs*t. Ya udah sini masuk aja."


"Buseeet mata gue!!" Lional berteriak keras melihat sang kakak yang tengah rebahan santuy yang hanya di temani oleh CD yang bergambarkan batman dari Marvel.


"Kak udah gede masih aja pakek semvak yang model gitu. Gue yang lihat jadi geli, bukan geli sih lebih tepatnya jyjyk tau." tegur Lional.


"Bacod!!" balas Jafar sambil membuat gerakan sebuah pelangi dengan tangannya.


"Keju mozarella khas Malangnya kakak," sahut Lional.


"Kopi sianidanya adek."


"Aku kopinya sianidanya buat kau," jawab Lional.


"Bangke."


"Awokawok," Lional tertawa keras karen berhasil mengalahkan Jafar.


Merasa tak terima dengan kekalahnya. Jafar melempar Lional dengan bantal dan guling yang ada di ranjangnya.


BUGH


"Apaan sih kak, dasar kamvret." ucap Lional mengatai kakaknya sendiri.


"Berani lo sama gue?" Jafar menantang Lional.


Tanpa ragu Lional maju mendekat dan langsung membalas Jafar dengan pukulan yang jauh lebih kuat.


"Sueek ... !! pukulan lo kenceng juga ya dek," kata Jafar setelah terjatur terjungkal-jungkal dari atas ranjangnya.


"Masih mau tanding nggak?" tantang Lional.


"Nantangin nih bocah." Jafar meraih bantal dari sisi ranjang yang lain. Ia pun mengayunkan batal tadi ke arah Lional. Namun dengan gesitnya Lional mengelak serangan sang kakak, tak hanya berhasil mengelak tapi ia juga mampu memberi serangan pada perut Jafar yang kosong tanpa penjagaan.


"Sejak kapan bocah ini menjadi sejago ini. Kalau gini dia bisa jadi saingan berat di kompetisi Ghost Crime nanti." batin Jafar berkecamuk melihat level Lional yang jauh berbeda dari dia.


Perang bantal itu berlangsung selama 30 menit dengan kemenangan mutlak untuk Lional. Jafar sendiri sudah terkapar tak berdasar di lantai.


Lional mendekat, "Kak aku mau tanya dong." ucapnya.


"Tanya apa?"


"Alasan lo sama mantan lo putus itu apa?" tanya Lional polos.


Jafar terbelalak sejenak, "Dia selingkuh." jawab Jafar.


*****

__ADS_1


__ADS_2