
******
"Papa?? ngapain papa telfon ya??ucap Dhany sambil melirik ke arah sang istri.
"Mana gue tau ?? gue pan sama elo" ucap Nandha sambil mengangkat bahunnya. "Angkat aja udah"lanjutnya.
Dhany menjawab telfon dari papanya sambil menaruh jari telunjuknya di mulut Nandha, menyuruhnya agar diam.
"Halo pa, ada apa ya??"tanya Dhany to the point.
"Nak, papa dengar kamu ingin menarik semua investasi kita di Carenn corp, apa itu benar??" tanya tuan Tengku, ayah Dhany.
"Oh, apa anjar sudah mengatakannya??"tanya Dhany lagi.
"Iya, tadi ayah sedikit mendengar pembicaraan kalian"ucap Tengku lagi.
"Nanti akan ku jelaskan dikantor saja, sekarang aku kesana"ucap Dhany pada papanya.
"Baiklah kalo begitu, kamu sekolahkan??? kalo iya langsung saja kesini biar papa yang mengizinkanmu ke kepsek"ucap tengku memberi arahan pada Dhany.
"Baik pa, gue ini gue lagi di sekolah kok"ucap Dhany, sebelum telfon itu dimatikan, papanya tiba tiba menanyakan sesuatu.
"Dhany tunggu, apa kamu akan kesini bersama menantu papa??"tanya tengku berharap menantunya itu akan ikut.
"Tidak, dia tak akan ikut"ucap Dhany dingin.
"Apa?? tapi kenapa?? papa ingin ketemu dan ngobrol bareng sama menantu papa"ucap Tengku dengan nanda merajuk.
"Sebentar lagi akan ada ujian pa"ucap Dhany seenaknya.
"Baiklah kalo begitu segeralah kemari"ucap Tengku langsung memutuskan sambungan telfon tersebut.
"Mentang mentang ada menantu anak sendiri terlupakan" batin Dhany sambil menatap layar ponselnya dengan ekspresi yang sulit ditebak.
Dhany memasukan ponselnya kembali, sedangkan Nandha menunggu penjelasan dari Dhany. Dhany tak kunjung memberikan penjelasan apa apa, dia malah asik makan cilok yang dibawakan oleh Nandha tadi, karena merasa kesal akhirnya Nandha merebut cilok milik Dhany dan melahapnya hingga tandas.
"Eeh, yang itu kan punyaku"rengek Dhany manja.
__ADS_1
"Gue getok pala lu yee, tadi si papa ngomong apa?? ditungguin dari tadi kagak ngomong ngomong, bikin marmosi aja"ucap Nandha setengah marah.
"Ehehhehehe"Dhany hanya tersenyum mendengar amarah dari istrinya itu.
"Tawa lo!!!"sentak Nandha karena jengkelnya.
"Yawoh yang galak bener ama laki ndiri"racau manja Dhany
"Iya udah buruan ngomong si papa kenapa telfon??"ucap Nandha sambil menggoyangkan tubuh Dhany.
"E-eh pelan pelan dong, si papa nggak kenapa napa, dia cuma nyuruh gue ke kantor, buat jelasin sesuatu"ucap Dhany sambil memegangi kepalanya karena pusing akibat ulah Nandha.
"Oh, ya udah sana pegi"ucap Nandha dingin.
"Lo ngusir gue yang??"tanya Dhany yang sudah memasang muka garangnya.
"Iya, sono syuuh....syuuh"ucap Nandha sambil mengibaskan tanganya seperti mengusir anak ayam.
"Lo ngusir gue, tapi lo nya sendiri kagak mau turun dari pangkuan gue"ucap Dhany dengan songonnya.
Nandha yang menyadari hal tersebut reflek ingin melompat dari pangkuan Dhany, namun dengan sigap Dhany menahannya, dengan cara merengkuh pinggang ramping miliknya.
"Bekal?? lah gue harus pulang masak dong??"tanya Nandha dengan wajah malas.
"Kagak, gue minta ini aja"ucap Dhany sambil menyentuh bibir Nandha menggunakan b*b*rnya.
Entah berapa lama mereka saling melum*t, hingga keduanya kehabisan nafas.
"Makasih sayang, gue berangkat dulu ya, nanti jan lupa bawain tas gue pulang ya!!" ucap Dhany mengingatkan.
"Iya bawel"ucap Nandha yang masih ngos ngosan.
"Hahahha, ya udah, ini uang buat kamu jajan, masalah belnja bulanan nanti kita belanja bareng aja"ucap Dhany sambil menyerahkan uang tunai sebanyak Rp. 5 juta dalam sebuah amplop coklat.
"E-eh, pan gue punya uang Dhan, ngapain lo kasih lagi??"tanya Nandha dengan polos.
"Kan waktu di Korea udah gue jelasin kalo gue ini laki lo, suami elo, husband elo, jadi ini udah tanggung jawab gue, ini itu kewajiban gue"ucap Dhany menjelaskan dengan lembut.
__ADS_1
"Oke deh, gue terima ya"ucap Nandha yang akhirnya menerima pemberian sang suami.
"Iyaa, gue berangkat ya sayang, lo jan nakal kalo nggak ada gue"ucap Dhany sambil menoel hidung Nandha sebelum pergi.
"Iye"ucap Nandha, kini ia siap mengantar Dhany keluar ruangan, setelah Dhany melangkah agak jauh ia masuk kembali dan membaringka tubuhnya disebuah sofa panjang.
Nandha tertidur diruang pribadinya dengan Dhany tadi, hingga hampir seluruh sisa pelajaran hari ini dia bolos.
Drrrrt...Drrrrt
"😍😘BOCAH SETAN YANG CUTE😘😍"
😇Angel'Sucia😇:"Ndha lo dimana??"
😈Victorya'devil😈:"Bener tuh, ini pelajaran udah mau rampung tapi lo sama Dhany kagak ada nongol😞"
😈Carla'ghost😈:"Woy..Nandha😡😡"
😈Victorya'devil😈:"Kemana tuh anak sih??😡"
😈Nandha'devil😈:"gue ketiduran, nah si Dhany udah balik duluan"
😇Angel'Sucia😇:"Astaga, gue geplak boleh nggak si😒"
😈Carla'ghost😈:"Geplak aja udah🤗"
😈Nandha'devil😈:"Gue kesana setelah bel pulang, dah gue mau balik😪😪"
😈Nandha'devil😈:"Gue mewakili yang lain mau bilang, BANGK* lo☹😡"
Nandha tidak menggubris ponselnya yang masih bergetar itu, ia lebih memilih menuntaskan mimpinya tadi samapi bel tanda pulang berbunyi.
Ia bergegas berjalan keluar dari tempat sembunyinya, ia menyusuri koridor yang sudah sepi karena penghuninya sudah pada pulang. Saat sampai di kelasnya ia segera mengambil tasnya dan juga tas milik suaminya.
BUGH....
Namun saat berjalan sampai di parkiran, tiba tiba ada seseorang yang memukul punggungnya hingga ia tak sadarkan diri.
__ADS_1
"Aaah!!" teriak Nandha pelan sebelum kesadarannya menghilang.
*******