
Budayakan like, koment, vote dan follow ya, biar chiplux makin semangat upnya.
****
Nandha terkejut saat membuka matanya dan melihat Dhany tengah tertidur di sampingnya dan masih menggunakan seram sekolah.
Ia merabah pakaian dan bantalnya, "Loh ini kenapa kok basah semua?" batinnya bingung. Dia menyentuh dahinya dan terkejut karena ada kain kompres. "Pasti kamu ya," ucapnya lirih sambil mengusap pipi Dhany.
Dhany tiba-tiba membuka matanya dan berkata, "Iya itu perbuatanku." balas Dhany sambil tersenyum .
Nandha tersenyum lebar dan menarik Dhany untuk menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya itu. Dhany terkekeh melihat sikap malu-malu cat sang istri.
"Gimana, masih sakit atau masih demam kah?" tanya Dhany sambil menempelkan tangannya pada dahi Nandha.
"Udah nggak papa kok." ucap Nandha menunjukan senyum pepsont.
"Bagus, kalau begitu aku mandi dulu ya." kata Dhany sambil mengelus pucuk kepala Nandha.
"Kamu katanya mau ajak aku keluar," cicit Nandha pelan.
"Kamu kan lagi nggak enak badan sayang." Dhany masih terus mengusap rambut Nandha.
Nandha cemberut dan menggembungkan pipinya, "Tapi aku kan bosen diburuamah terus." protes Nandha lirih.
Dhany tak tega melihat Nandha yang tengah merajuk, "Ya udah kamu mandi duluan gih, inget pakai air anget aja ya." ucap Dhany yang akhirnya setuju membawa Nandha keluar.
"Yeeeeaaayyy ... " sorak Nandha sambil mempererat pelukannya.
Dhany membalas pelukan itu tak kalah erat.
"Btw Dhan, gue ngapain di kompres ya?" tanya Nandha sambil memegang jidatnya.
"Nah lho. Kamu kan demam yang, makanya aku kompres."
"Sejak kapan aku demam? perasaan tadi cuma nggak enak badan." Nandha memasang tampang cengohnya.
"Tadi Lily telfon aku, katanya kamu demam tapi nggak mau minum obat." kata Dhany.
"Waaahh, si Lily mah gitu. Padahal tadi aku cuma boongin dia." Nandha cemberut yang berhasil membuat Dhany semakin gemas.
"Hahahaha, aduduh ... istriku ini kiyowo banget sih." ucap Dhany yag sudah mencubit kedua pipi Nandha.
"Chagi .... sakit." keluh Nandha yang berusaha melepas tangan Dhany.
Dhany melepas cubitannya sambil tertawa. Tak lupa ia mengacak-acak rambut Nandha.
"Soal kamu yang demam tadi, mungkin aja gara-gara semalem aku lupa matiin ac, secara semalem kan kita tidur dalam kondisi yang begitu." kata Dhany dengan wajah yang memerah karena teringat pergulatannya semalam dengan Nandha.
"Nah lho, tadi pagi kamu ngapain bilang sama Lily kayak gitu hah?"
__ADS_1
"Aauuuww ... sakit sayang." Dhany merintih saat Nandha mencubit perutnya yang berabs.
"Yah kan bener kalau kamu nggak bisa jalan, gini-gini itu aku orangnya jujur yang."kata Dhany.
"Hilih kipit." cibir Nandha, "Untung si Lily nggak mikir yang aneh-aneh. Lagian kenapa dia nggak bisa di ajak kerjasama sih. Padahal tadi aku udah suruh dia buat nggak ngomong sama kamu, tapi kenapa dia masih ngadu aja sih," protes Nandha sambil menjauhkan wajahnya.
"Kamu nggak bakal bisa kendaliin mereka. Mereka udah terikat sama sumpah yang taruhannya nyawa mereka sendiri." Dhany menjelaskan dengan singkat.
"Sumpah? ... sumpah apa?"
"Ada deh. udah sana mandi, kamu mau di gendong lagi?" goda Dhany.
"Yah, penonton kecewa dong ... nggak, aku nggak mau kamu gendong!!!"
Nandha turun dari ranjang dengan bersusah payah, ia bahkan sering mendesis merasakan rasa sakit. Dhany merasa iba melihat istrinya kesakitan seperti itu, akhirnya ia menggendong Nandha secara paksa.
"Aahhhhh .... Dhany kamu ngapain?!! turunin aku nggak!!"
"Nggak bakal!! aku memang kejam. Tapi nggak sama orang-orang terdekatku, aku nggak bakal tega lihat kamu kesakitan kayak gini. Kamu itu istri aku, dan aku beneran sayang sama kamu," Dhany benar-benar mengungkapkan perasaannya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ayo." ucap Nandha singkat sambil bergelayut di leher Dhany.
Dhany tersenyum sekilas, ia menggendong Nandha sampai di kamar mandi. Namun tak sampai di situ saja, setelah meletakkan tubuh Nandha di dalam buthtub dia malah berjongkok di pinggiran bathtub.
"Ngapain kamu disitu?" tanya Nandha.
"Nungguin kamu mandi."
"Enggak! Aku mau disini aja, mau ikut mandi sekalian"
Nandha keluar dari kamar mandi sambil ngedumul tak karuan.
"Aku nggak mau mandi bareng kamu lagi," ucap Nandha setelah berteriak.
"Kenapa sih yang?" tanya Dhany polos.
"Mandi sama kamu bukannya bikin aku seger malah bikin aku sakit sama pegel!! coba aja tadi aku mandi sendiri nggak bakal makan waktu sampai 2 jam gini," keluh Nandha sambil memeluk tubuhnya. "Tangan sama kakiku sampai keriput gini," sambungnya.
"Ya maaf yang aku kan khilaf, lagian ini kan udah kewajiban kamu sebagai seorang istri." kata Dhany sambil memeluk tubuh Nandha yang masih berbalut handuk kimono.
"Eh iya, badan kamu sampai dingin gini," Dhany terkejut saat menyentuh tangan Nandha yang ternyata sangat dingin.
"Kamu tunggu sini bentar ya,"
"Mau kemana?" tanya Nandha saat melihat Dhany keluar dari kamar.
"Bentar," teriak Dhany sambil berjalan keluar dari kamar.
"Mau kemana lagi sih?" ucap Nandha lirih.
__ADS_1
Tak tahan dengan rasa dingin, Nandha akhirnya memilih berjalan ke ruang pakaian untuk mencari baju hangatnya.
Pemandangan lain tercipta di suatu ruangan. Pemandangan yang begitu mengheraan bagi para maid sewaktu melihat seorang Dhany ada di dapur tengah untuk membuat teh jahe hangat.
"Biar saya saja tuan," kata Lily menawarkan diri untuk menggantikan Dhany.
"Nggak usah, aku mau buat ini untuk istriku,"
para maid pun hanya memperhatikan saat Dhany dengan cekatan meracik minuman hangat untuk istrinya.
"Oke siap, kalian ngapain disini"
"Kami hanya memperhatikan saja tuan," jawab maid senior.
"Ya udah saya kembali keatas dulu," pamit Dhany sambil berlalu.
"Sayang ... nih aku buatin teh jahe anget buat kamu." kata Dhany saat sampai di dalam kamar.
Saat Dhany mesuk ke dalam kamar. Nandha tengah memoles dirinya di depan cermin.
"Mana?!!"
"Nih, aku sengaja buatin agak banyak biar kamu nggak masuk angin." Dhany menyodorkan segelas minuman di depan Nandha.
Nandha langsung menyeruput minuman yang di berikan oleh Dhany tanpa berpikir panjang. "Aaaw ... panas gila!!! ini sih bukan anget oncom, tapi panas." protes Nandha sambil mengipasi mulutnya.
"Serius panas? sini coba aku tiup bibir kamu." Dhany meniup mulut Nandha dengan hati-hati.
"Iiisshhh ... bau jigong oncom." Nandha menutup hidungnya seolah-olah tak tahan akn nafas Dhany.
"Ohh, kamu mau bilang nafas aku bau gitu?"
Dhany bersemirk lalu mengecup bibir Nandha. Berawal dari sebuah kecupan yang berubah menjadi sebuah ******n. Dhany terus menyerang mulut Nandha hingga nafas mereka sama-sama memburu. Nandha memukul dada Dhany karena sudah kehabisan nafas.
"Makan tuh nafas jigong." kata Dhany sambil bersemirk.
"padahal aku tadi mau bilang kalau boong," kata Nandha sambil memainkan ujung bajunya.
"Jadi kamu udah berani godain aku ya," ucap Dhany sambil berkacak pinggang.
"Masak sekali-kali nggak boleh sih," cicit Nandha.
"Boleh kok, ya udah aku pakai baju dulu habis itu kita pergi ya," kata Dhany sambil menepuk kepala Nandha dengan lembut.
"Oke."
Dhany pergi mengganti pakaiannya dengan setelan Jeans yang biasa ia pakai saat jalan bareng sama anggota ghost crime.
"Uwoaw bad boy in your area," ucap Nandha tanpa berkedip.
__ADS_1
*****