
******
Dhany meninggalkan markas setelah menyapa beberapa orang anggotanya.Perasaannya masih saja melayang ketempat sang istri berada,ia sangat khawatir akan keadaan Nandha.Ia semakin kencang mengendarai mobil sportnya berharap agar lekas sampai.Setelah berkutat dengan kemacetan selama beberapa menit akhirnya ia sampai dirumah sakit.Saat sampai disana betapa ia sangat terkejut melihat papah dan daddy mertuanya tengah berdebat.
"Yaak,brengs*k lo Tengku"ucap Alexander sambil melengos.
"Maapin gue brother,gue suruh dia tinggalin dunia itu deh"ucap Tengku memohon.
"Dadd, pah, ada apa ini??"tanya Dhany dengan muka cengo.
"Aaah, akhirnya bocah sial*n ini pulang juga"ucap Tengku sambil berkacak pinggang.
"Bagaimana keadaan istriku??"tanya Dhany sambil mendekat.
BLETAK
Satu pukulan bebas mendarat tepat di kepala Dhany.Pukulan itu berasal dari sang daddy mertuanya.Dhany bingung dengan apa yang terjadi sekarang.
"Yaaak dasar menantu kurang belaian!!!kenapa lo nggak ngoceh kalo lo itu seorang mafia??"ucap Alexander yang sudah tersulut amarah.
"Eh??bukannya papah udah cerita ya dad??"ucap Dhany sambil melirik kearah papahnya.
"T-E-NG-K-U!!lo mau gue bantai disini yaa!!"teriak Alexander yang sukses mendapat teguran dari suster.
"Mohon jangan ribut ini rumah sakit bukan pasar"ucap seorang suster tua dengan ketusnya.
"Apa apaan itu?!!"ucap Alexander terkejut mendengar ucapan suster itu.
"Yaaak apa kau tak bisa merekut karyawan yang benar Tengku?!!"ucap Alexander dengan kencang.
"Memang apa salah saya??"ucap suster tua itu lagi.
"Lo itu kagak ada sopan sopannya ya ama sultan"ucap Alexander dengan PDnya menyebut dirinya seorang sultan.
"Ya ampun tuan, jangan bikin saya mual deh,pakek acara ngaku ngaku jadi sultan"ucap suster itu sinis.
"Yaaaak kau.....!!!!"teriak Alexander yang di potong oleh sang istri.
"Maapin laki gue ya bu,kenalin gue Monica Aegis dan ini suami gue Alexander Agatha"ucap Monica dengan penekanan saat menyebut nama suaminya.
"A-Alexander??Alexander Agatha yang itu??yang orang terkaya di dunia"ucap suster itu terbata bata.
"Bukan!!!"ucap Monica santai.
"Ya iyalah Alexander yang itu,mao yang mana lagi??emang kang cilok ada yang namanya Alexander?!!"ucap Monica sarkar.
"....." suster tadi terdiam.
"Ma-maafkan saya tuan dan nyonya semuanya"ucap suster itu sambil menundukan kepalanya.
"Hah??sekarang baru minta maaf?? bikin malu gue aja"ucap Tengku sambil melipat tangannya.
"Maaf tuan??"ucap suster itu cengo.
"Apa lo juga nggak tau siapa gue"ucap Tengku denga wajah jengah.
Suster itu hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Kenalin gue Tengku Effendi pemilik rumah sakit ini!!"ucap Tengku dengan wajah songong.
JEDEEEER
Bak disambar petir disiang bolong, betapa terkejutnya suster itu mendengar bahwa orang yang iya sepelekan adalah pemilik rumah sakit tempati bekerja ,di tambah fakta ia baru saja menyinggung orang terkaya pertama di dunia.
"Jangan pecat saya tuan"ucap suster itu yang sudah gemetaran.
"Sudah minggir sana"ucap Tengku sinis.
Suster itu menurut saja akan perintah Tengku karena takut dipecat.
******
DRRRRRT
Suara pintu ruangan terbuka, nampak ssorang dokter keluar dari ruangan tersebut yang langsung disuguhi berbagai pertanyaan dari keluarga Nandha dan Dhany.
"Bagaimana keadaan putriku dok??"ucap Alexander tidak sabaran.
"Benar dok bagaimana keadaan menantu/istri saya??"ucap Dhany dan Tengku bersamaan.
"Gimana adek saya dok??masih idup kan??"tanya Leakai yang langsung mendapat pukulan dari Monica.
PAAAAK....PAAAAK....BLETAAAAK
"Yaak kau ingin di sunat untuk yang kedua kalinya Leakai"ucap Monica setelah memukul kepala Leakai.
"Tenang semuanya, pasien sudah bebas dari masa kritisnya"ucap dokter itu.
"Tapi karena pasien sudah kehilangan banyak darah saat dibawa kemari membuat nyawanya dalam bahaya, jika selama 3 jam kedepan pasien tidak kunjung sadar maka dengan sangat terpaksa saya harus mengatakan bahwa pasien mengalami koma"ucap dokter itu lagi.
"Ini sih serasa habis di terbangin tinggi tinggi terus dilepas deh" ucap Leakai yang mebuka suaranya setelah hanya diem saja dari tadi.
"Ajoooor jum"ucap Katrine sambil menupuk jidatnya.
"Baiklah dok,apa sekarang kami boleh menjenguknya??"ucap Dhany yang masih mengontrol kewarasannya.
"Tentu, tapi setelah pasien dipindahkan ke ruang rawat, kalo begitu saya permisi dulu"ucap dokter itu meminta izin untuk undur diri.
"Terima kasih dok" ucap Dhany singkat.
Tidak lama setelah dokter itu pergi ada dua orang suster yang keluar mendorong bangkar tempat Nandha terbaring dan sebuah infus.Semua orang mengikuti suster tersebut, kini Nandha di tempatkan di sebuah kamar kelas VVIP yang ada di lantai paling atas dari rumah sakit yang memiliki 5 lantai itu bersama dengan sang kakakyang sudah pingsan saat selesai mendonorkan darahnya.
******
DI MARKAS GHOST CRIME
"Bang nih pesanan si boss"ucap seorang pria tampan dengan rambut ombre kulit mulus dan bibir sexynya.
"Muka lo kagak ke rekam kan??"tanya William pada orang itu.
"Kagaklah, lagian kalo pun keliatan nanti juga abang bikin blur kan?? abang kan paling baek sama Leon!!"ucap Leon yang merupakan saudara kembar William.Leon lebih muda 5 menit saja dari William.
(macem upin ipin ajeπππ)
"Ogah gue repot gegara elo"ucap William dingin.
__ADS_1
"Jan gitu bang nanti gue aduin bunda lho"ucap Leon manja.
"Leon cukup ya"ucap William sambil memijat pelipisnya.
"Kenapa bang??"ucap Leon sambil memasang tampang polosnya.Polos polos bangs*t maksudnya.
"Punya malu dikit napa dek.Gila masa iya seorang anggota ghost crime yang merupakan penguasa dunia mafia manggilnya bunda??kalau sampek yang lain denger mau ditaroh dimana ini muka??"ucap William sambil menepuk jidatnya.
"Oh, gitu yee bang"ucap Leon mangut mangut.
William dan Leon memang sangat berbeda.William orangnya cuek dan juga dingin, ia tipe orang yang serius.Berbeda dengan Leon yang lebih bandel dalam semua hal, ia lebih petakilan, slengekan dan juga playboy.Tapi mereka memiliki beberapa sifat yang sama, contohnya yaitu kekejam mereka.Mereka akan berubah kejam saat sesuatu menyakut tuan ataupun nyonyanya.Dan jangan ragukan kesetian mereka terhadap Dhany.
"Udah makan??"tanya William singkat.
"Siapa??gue??kalo gue sih udah"ucap Leon sambil memutar bola matanya.
"Makan apa lo tadi??"tanya William lagi.
"Makan ikan asin ya lo bawa tadi,hahahaha"ucap Leon slengekan.
"Bangk*"ucap William singkat.
Ia membali meneruskan tugas yang di berikan oleh Dhany dengan laptopnya.Sedangkan Leon sedang asik dengan game MLnya.William menyelesaikan semuanya dengan singkat.Ia lalu mengotak atik ponselnya.
BIG BOSS
William:"Boss beresπ"
Big boss:"Kirim salinannya ke gue, biar gue liat dulu"
William:"Siap bossπ"
William:*File jal*ng*
Big boss:"Bagus serahkan pada orang ituπ"
William:"Wokehπ"
Setelah menapat persetujuan dari bossnya.William lantas menelfon seseorang yang entah siapa itu.
"Halo, saya punya makanan untuk anda!!!"ucap William sambil menampilkan smirknya.
******
Author:"hiks...hiks...hiks" (nangis dipojokan)π
Tengku:"ngapain lu disono??"π€
Author:"kuping gue potek om"π’
Tengku:"Kok bisa??"π
Author:"Pan kemarin om jewer"π’
Tengku:"Yaodah sih nanti gue beliin yang baru di toko pedia"π§
Author:"Dikira kuping gue kek panci teplon kali yee"π©(pergi meninggalkan Tengku yang plonga plongo)
__ADS_1