
******
"Dhany, tolong jelaskan sama mommy kenapa luka Nandha bisa sampai kebuka lagi??"ucap Monica santai namun tegas.
"Maafin Dhany mom, semalem kita tidur bareng. Dhany nggak sadar udah naruh tangan Dhany di atas luka Nandha"ucap Dhany lirih.
Mendengar penuturan menantunya monica hanya bisa mangut mangut, "Begitu toh"ucapnya.
"Udah appa tenang aja, Aekie yakin eomma pasti bisa bertahan, eomma kan kuat"ucap Taekie sambil menepuk punggung sang Ayah agar lebih tenang.
"Yang diucapin Taekie benar, Nandha nggak selemah itu.Mommy yakin dia pasti bakal cepet sembuh"ucap Monica ikut menenangkan Dhany.
"Maafin Dhany mom"ucap Dhany lirih.
Setelah menunngu selama 15 menit di luar ruangan,akhirnya sang dokter keluar dari ruang rawat Nandha.Baru saja ia menarik pintu dan memunculkan wajahnya, ia langsung di serang puluhan pertanyaan oleh ketiga orang tersebut.
"Gimana keadaan istri saya??"
"gimana dok, anak saya baik baik sajakan??"
"Eomma nggak papa kan dok???"
Pertanyaam itulah yang langsung diucapkan oleh ketiga orang itu.Dokter itu menggeleng gelengkan kepalanya.
"Kita ini cuma jahit ulang luka di perutnya, bukan mau operasi isi perutnya"ucap dokter itu santai,
"Jadi istri saya nggak papa dong"ucap Dhany dengan muka sumringah.
"Iya, dan kalian juga boleh langsung menengoknya, tapi tolong tenang dan jangan lakukan apapun yang dapat membuat lukanya terbuka lagi"ucap dokter itu lagi.
Dhany bergegas masuk ruang rawat Nandha,langkahnya menjadi gontai saat melihat tubuh lemas sang istri yang bercucuran keringat, "Mio caro"panggilnya lirih.
Nandha membuka matanya perlahan, "Iya chagii,kenapa??"ucap Nandha lembut.
Dhany mendekat dan mengelap keringat yang mengucur di kening Nandha, "Pasti sakit ya,maafin aku ya"ucap Dhany diiringi jatuhnya 2 butir bening air matanya.
"Nggak usah nangis malu sama Taekie"ucap Nandha yang melirik kearah Taeki yang tengah memandangnya.
"Taekie mau duduk sini??"lanjutnya, ia menepuk sisi kanan brankarnya yang masih kosong.
"Nggak eomma,Aekie duduk disana aja.Appa mending pulang dulu"ucap Taekie sambil tersenyum lebar.
"Yang di ucapin Taekie bener mending kamu pulang dan istirahat aja dulu"ucap Monica sambil bejalan kearah Nandha dan Dhany.
__ADS_1
"Tenang aja, mommy disini bakal jagain Nandha sama Taekie, ya kan sayang??"ucap Monica sambil berkedip kearah Taekie.
"Nee helmeoni"sahut Taekie dengan senyum yang merekah lebar.
"T-tapi mom, Dhany ngga"ucap Dhany terpotong.
"Nggak ada tapi-tapian"ucap Monica memotong ucapan menantunya itu.
"Yang diucapin mommy sama Taekie bener chagii,lu udah bawa gue kesini ditambah kemarin elu nggak sekolah pasti sekarang sekolah heboh"ucap Nandha memberi penjelasan dengan lembut.
"Baiklah kalau menurut kamu gitu,aku pulang dulu kamu baik-baik disini ya"ucap Dhany sambil mengusap kepala Nandha.
"Iya chagii,k-kamu buruan pergi nanti telat lho"ucap Nandha yang terbata-bata, tiba-tiba lidahnya kelu saat harus berbicara menggunakan aku dan kamu.
"Astaga, kamu tadi nggak pakek elu-gue lagi??"teriak Dhany yang membuat wajah Nandha memerah karena malu.
Dhany melompat kegirangan,ia berlari memutari ruang rawat itu.Taekie dan Monica bahkan terpaksa harus tertawa terbahak-bahak melihat tingkah unik dari Dhany.
"Gampang banget sih ngehibur kamu"batin Nandha.
"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu, papay mio caro"ucap Dhany yang langsung menyampar kening sang istri dan mendaratkan sebuah ciuman manis.
*****
"Oke gue kesana sekarang juga"
Dhany berlari kecil menuju parkiran VVIP dimana tempat ia memarkirkan mobilnya.Secepat kilat ia mengendarai mobilnya agar cepat sampai rumah.Dirumah ia terburu buru mandi dan sarapan dengan selembar roti tawar dan beberapa teguk susu.
Saat ia tiba disekolah dan melintasi lapangan basket seluruh pandangan orang-orang tertuju padanya.
"Ada apa ini??"batinnya.
"Dhan!!!"teriak seorang anak laki-laki dari arah belakang.
"Gue nggak nyangka bakal ketemu secepet ini"ucap Dhany lirih sambil bersemirk.
"Apaan sih Far Jafar, gue nggak tuli jadi nggak perlu teriak-teriak bikin pengang telinga gue aja"ucap Dhany santai namun dengan wajah malas.
"Lo bawa kemana Nandha?!!"teriak Jafrar sambil menarik kerah seragamnya.
William yang melihat tuannya di perlakukan seperti itu mulai naik pitam. Baru saja ia ingin mendekat untuk menyerang.Dhany sudah memberi isyarat agar ia diam di tempat.Karna rasa loyalitas yang begitu tinggi membuat William terpaksa menghentikan langkahnya walau batinnya menolak.
Dhany tersenyum miring, lalu mkenghempaskan tangan Jafar, "Lo nggak ada hak buat tau apapun tentang dia,"ucapnya sarkas sambil menunjuk tepat di wajah Jafar.
__ADS_1
Kini raut wajah Jafar tengah berubah lagi, ia semakin marah akan ucapan Dhany yang memang benar adanya.
"Terus lu pikir lu ada hak apa bawa dia seenak jidat elu??"ucap Jafar tak kalas pedasnya.
Dhany bersmirk lalu berkata, "Gue punya hak penuh atas dirinya, nggak kayak elu yang hanya serpihan masa lalunya"ucap Dhany telak.
Jafar menggertakan giginya serta mengepalkan tangannya. Harga dirinya terluka akan ucapan Dhany yang sudah jelas benar adanya, karna dia memang seseorang dari masa lalu yang masih berharap.Saat ini ego tengah menguasainya hingga ia melayangkan sebuah bogem mentah kearah Dhany.
BRUUUG
Tersungkuhlah seorang pria di tengah lapangan yang membuat pandangan orang-orang terbelalak.Jafar yang mendapat pukulan dari William tepat sebelum tinjunya mengenai Dhany.
"Apa-apaan sih lo, ganggu aja"teriak Jafar.
William menundukan wajahnya mendekat ke wajah Jafar, sangat dekat bahkan kurang sejengkal lagi mereka akan merasakan hembusan nafas satu samka lain.
"Lo udah berani narik baju tuan gue, gue masih diem aja karna perintah dia.Tapi, kalau lo berani ngangkat tangan elu buat hajar tuan gue, percaya nggak lu kalau gue bakal tarik lengan lu itu sampai putus!!"ucap William mengancam Jafar berbisik dengan tatapan membunuhnya.
Semua orang tertegun melihat William yang berubah menjadi killer,mereka memang tidak tau apa yang dibicarakan.Tapi mereka tau bahwa William tengah marah besar,dia memang terkenal dingin, cuek dan juga pedas saat berbicara.Namun kali ini berbeda, di mata orang-orang William bagaikan monster yang siap memangsa siapa saja.
"G-gue nggak takut"ucap Jafar lantang namun dengan badan yang menggigil.
"Nggak takut??lu lagi bercandakan?? tubuh elu aja udah gemeteran gitu"ucap William sambil tersenyum miring yang semakin menambah keangkeran wajahnya.
"Will cukup kita harus pergi sekarang, lo jangan buang-buang tenaga buat ngurusin remahan rengginang ini"ucap Dhany sambil melirik ke arah Jafar saat di akhir kalimatnya.
"Oke"
Sesuai ucapan Dhany, William menghentikan semua aksinya dan mengikuti langkah Dhany meninggalkan Jafar bersama pandangan aneh dari penghuni sekolah itu.
"Bubaaaaar kalian!!!"teriak Jafar yang tengah malun karna menjadi tontan murid-murid yang lain.
"Awas lu Dhany"batin Jafar
*****
Author :"Hay gaes kangen sama gue😂maapin gue ya, soalnya gue makin sibuk"
Nandha :"Banyak alasan🙄"
Author :"Diem lu kacang kapri😏"
Nandha :"Sueek bener, gaes kalau dia lama nggak up teror aja di grup yang udah din sediain😂😂"
__ADS_1
Author :"Dasar anak lucknut😬"