
Budayakan like, koment, vote dan follow ya biar Chiplux makin semangat up nya.πππ
Wanita itupun berjalan mendekat kearah Lional dan Jafar. Saat sampai di depan Jafar dan Lional di lepasnya topeng yang sedari tadi melekat pada wajahnya.
*****
"Kamu siapa?" tanya Lional bingung.
"Nandha!!!" Jafar langsung mendekat dan menarik tangan Nandha agar jatuh di pelukannya.
Namun dengan gesitnya Nandha menghidar dari adegan yang di bayangkan oleh Jafar.
"Jangan sentuh gue pakek tangan kotor elu ya!!!" teriak Nandha melengking.
"Tunggu tuan Dewa Kematian, dia ini siapa?' tanya Lional pada Dewa Kematian.
Dewa Kematin tersenyum miring, "Dia adalah wanita yang di kejar-kejar oleh kakakmu. Sekarang dia adalah wanitaku," ujar Dewa Kematian.
"Apa?!! kamu beneran wanita Dewa Kematian? Bukannya kamu pacaran sama Dhany?" tanya Jafar yang sudah hampir mengamuk.
Jafar tak kunjung mendapatkan jawaban dari Nandha ia pun menjadi geram. Di tangkapnya tangan Nandha dan di cengkram dengan sangat kuat sampai empunya mengaduh kesakitan.
"Aduduh, lepasin nggak," ucap Nandha sambil berusaha melepas cengkraman Jafar.
"Apa kamu tak menghormati saya yang ada disini?" tegur Dewa Kematian.
Entah kapan dia meninggalkan tempat duduknya dan sudah ada di samping Nandha sambil menyengkram balik tangan Jafar sampai Jafar melepaskan tangannya dari tangan Nandha.
"Apa kamu segitu murahnya sampai-sampai kamu menjadi wanita banyak orang. Kamu bahkan tak malu menjadi wanita laki-laki tua bangka ini!! Jangan katakan kalau kata orang-orang itu benar, kamu bisa jadi kaya dan pakek barang-barang mewah itu gara-gara jadi sugar babynya om-om?!!" tanya Jafar namun dengan nada menghina.
"JAGA MULUTMU ATAU AKAN KU ROBEK SAAT INI JUGA!!" ancam Dewa Kematian.
Dewa Kematian menatap nanar kearah Lional, "Cepat katakan apa semua pertanyaanmu sebelum ku lenyapkan kakakmu yang tak tau sopan santun ini!!!"
Mendengar suara Dewa Kematian yang begitu menggelegar membuat pengawal yang berjaga di luar ruangan menerobos untuk melihat apa yang terjadi.
__ADS_1
"Ada apa tuan?" tanya orang yang baru saja masuk.
"Tak ada apa-apa kalian tolong jaga binat*ng ini di sudut ruangan sana." aku Dewa Kematian..
Orang tersebut kembali keluar untuk memanggil 1 orang temannya yang lain untuk iku menjaga Jafar sesuai perintah Dewa Kematian.
"Maaf nona, apa nona mantan kakak saya?" tanya Lional dengan tubuh gemetar.
"Silakan duduk dulu," kata Nandha mempersilakan Lional duduk.
Lional pun mengikuti arahan Nandha tanpa membantah.
''Apa yang kamu tanya tadi?" tanya Nandha saat Lional sudah duduk dengan nyaman.
"Apa anda benar Nandha yang saya cari? Nandha mantan kakak saya," kata Lional mengulang pertanyaannya.
"Anggap saja iya. Sebenarnya saya merasa malu dengan fakta bahwa saya pernah mencintai laki-laki brengsek ini," ucap Nandha sambil melirik kearah Jafar yang tengah di tahan di sudut ruangan oleh Dewa Kematian.
"Laki-laki brengsek? Bukannya anda yang menduakan kakak saya?" tanya Lional.
"Apa saja yang di katakan oleh kakakmu yang brengs*k ini?" tanya Nandha.
"Dia berkata kalau anda menduakannya dan maaf ... anda berhubungan badan dengan laki-laki lain," kata Lional mengulang ucapan kakaknya tempo hari.
Nandha tertawa lebar, "Dasar bangs*t!! kakak lo itu penipu. Bukan gue yang selingkuh ataupun ****** sama laki-laki lain. Dia noh pas hari ulang tahunnya asik bercinta dengan wanita jal*ng yang sialnya adalah temen gue sendiri," ucap Nandha.
"Dari kabar yang saya dengar juga begitu tapi karena saya masih ragu makanya saya tanyakan lagi pada anda. Saya nggak mau berasumsi sendiri tanpa bukti ataupun fakta yang mendasar dan sudah jelas kebenarannya," kata Lional yang sangat dewasa.
Jafar dari sudut ruangan ikut mengambil bagian dalam pembicaraan itu, "Apa? Jadi selama ini lo nyari info soal hubungan gue sama Nandha? Lo nggak percaya sama gue?" tanya Jafar berapi-api dari tempatnya.
"SHUT UP D*G!!"
Dewa Kematian menyumpal mulut Jafar dengan sebuah kain yang ada di mejanya.
"Jadi info yang saya terima itu benar adanya?" tanya Lional.
__ADS_1
"Gue nggak tau info apa yang lo dapet tapi kalau soa dia selingkuh dan ****** sama cewek lain itu benar," ucap Nandha tegas.
"Info yang saya dapat adalah .... "
*Flashack On*
Karena rasa pusing yang mendera Lional pagi itu dia langsung pergi ketempat Bagas untuk mendengar apa yang sebenernya terjadi. Saat sampai di tempat Bagas Lional langsung menanyakan apa yang ingin dia tau.
Lional menghembuskan nafas dengan kasar, "Jadi gini Gas, kakak gue punya 1 mantan namanya kalau nggak salah itu Nandha. Nah si Nandha ini katanya dulu dia nyelingkuhin kakak gue. Terus kata kakak gue dulu dia mergokin mantannya ini lagi ****** sama cowok lain. Tapi gue ngerasa ada yang aneh sama cerita kakak, kalau emang dia di selingkuhin kenapa masih di kejar coba?" Lional mulai mencerita semua yang ia dengar dari Jafar, karena semalam waktu mereka terlfonan ada beberapa hal yang Lional simpan.
"Kakak lo parah Nal. Gue semalem langsung nyari info dari sumber yang sudah pasti terpercaya. Emang bener si mantannya ini suka main sama cowok lain tapi dia cuma temenan, itu murni temenan. Gue malah dapat fakta yang menurut gue sungguh mencengangkan." sahut Bagas.
"Fakta apa Gas?"
"Dari info yang gue denger, si mantan kakak lo ini mau bikin kejutan buat kakak lo pas hari ultahnya kakak lo. Nah, dia dateng ke tempat mereka janjian. Dia bawa kue buat kakak lo juga, emang dia dateng lebih awal dari rencana gara-gara dia mau bikin kejutan. Tapi apa daya sampai disana dia malah liat kakak lo lagi uslux-uslux sama cewek lain, dan parahnya lagi dari info gue cewek yang di uslux kakak lo itu temennya si mantan kakak lo. Faham nggak lo?" jelas Bagas panjang lebar.
''Kurang lebih gue paham kok. Jadi disini abang gue yang slah kan? Info lo ini bisa di percayakan?" tanya Lional meyakinkan dirinya sendiri.
"Of Course dong, informan Bagas mana mungkin abal-abal," kata Bagas.
"Thanks ya Gas ... gue jadi lega sekarang."
*Flashback Off*
"Jadi begitu ya, informan kamu cekatan juga ya. Dia bisa tau semuanya dengan teliti," kata Nandha.
"Terima kasih sudah mengkonfirmasi kebenaran hal ini, dan saya juga ingin meminta maaf akan kesalan kakak saya selama ini. Mulai sekarang saya tidak akan ikut campur tangan kakak saya yang ingin merebut hati anda kembali. Saya permisi dulu, saya harus mempersiapkan diri untuk kompetisi sebentar lagi." ucap Lional yang langsung meminta undur diri.
Tak lupa dia menghampiri Dewa Kematian untuk berterima kasih dan meminta undur diri, "Terima kasih atas bantuan anda tuan Dewa Kematian. Bantuan anda ini sungguh berarti besar untuk saya. Saya permisi dulu saya akan berlatih dan menyiapkan diri untuk kompetisi ucapnya.
Dew Kematian hanya mengangguk pelan. Saat Lional sudah pergi menjauh, kini waktunya Jafar menerima hukuman atas tidakan kasarnya pada Nandha.
*****
Hay gaes jangan lupa baca karyaku yang lainnya, judulnya Sheilla Clarius, Creepy Story dan The Queen Of The Black World, atau kalian kalo susah nyari klik avaku aja terima kasih.
__ADS_1