
******
"it's time the show starts"ucap Nandha sambil bersemirk.
Plaaak...
Nandha menampar wajah Ratu berkali kali hingga darah segar mengucur dari hidung dan bibirnya yang robek.
"Ini baru permulaan, kalo lo masih mau yang lebih dari ini, coba aja lo deketin si Dhany terus, gue nggak bakal segan buat nyeleding pala lo!!"ucap Nandha sambil mencengkeram dagu Ratu.
Nandha melepas cengkramannya dan melenggang pergi meninggalkan ruangan tersebut.
******
Disisi lain ada 2 orang laki laki yang tengah tersenyum kagum, ia berdiri dibalik jendela kaca sejak Nandha mulai menghajar para keroco si Ratu.
"Gila bos, itu tadi beneran si nyonya??"ucap William tidak percaya akan penglihatannya sendiri.
"Gue juga baru tau ternyata bini gue sebadas itu"ucap Dhany, ya sosok yang berdiri disana adalah Dhany suami Nandha bersama dengan William.
*Flashback on*
Dhany meninggalkan kantor ayahnya secepat kilat, ia begitu khawatir dengan keadaan Nandha saat ini.
Bruuuuum....Bruuuuuuuum
Dhany mengendari mobilnya dengan sangat cepat, beberapa kali ia menerobos lampu merah.
"Lo harus baik baik saja!!"ucap Dhany dalam batinnya.
Setelah mengebut gila gilaan akhirnya Dhany sampai di sekolah, disana ia disambut oleh William yang sudah pucat pasih.
Dhany menghampiri William dan langsung menamparnya.
Plaaak!!!
Tamparan keras dari Dhany membuat William terkejut bukan main. Namun William tidak marah ataupun sakit hati, ia menyadari bahwa ini adalah kesalahannya dan segera meminta maaf pada Dhany.
"Ma-maafkan saya boss"ucap William lirih.
"Lo gue beri tugas segampang ini aja kagak becus!!!"ucap Dhany berapi api.
__ADS_1
"Maaf bos, tadi gue pergi ke toilet bentar kok"ucap William lirih.
"Sekarang lo bawa mobil gue, nih kuncinya"ucap Dhany sambil melempar kunci mobilnya.
"Ki-kita mau kemana boss??"tanya William dengan hati hati.
"Kagak usah banyak bac*t ikutin apa kata gue aja"ucap Dhany sarkas.
Akhirnya William mengikuti perintah Dhany dengan rasa takut yang luar biasa, pasalnya ia tau bahwa bossnya itu sanggup melakukan apapun disaat dia sedang marah.
"Lo nanti ikutin arahan dari gue aja"ucap Dhany saat didalam mobil.
"Eem bos kok tau??"tanyanya hati hati.
"Kemarin malem waktu dia tidur gue iseng pasang alat penyadap sama alat pelacak di hp dia"ucap Dhany sambil mengotak atik ponselnya.
"Astaga boss untung elo udah masang alat itu, btw ikatan batin si boss ama nyonya keknya kuat bener dah, sampek seakan akan bos tau kalo nyonya bakal beradalam bahaya makanya ia pasang alat alat itu"batin William.
Dhany memberi arahan pada William yang sedang memegang kemudi saat ini, tidak lama kemudia mereka sampailah disebuah gudang tua yang sudah tak terpakai di pinggir kota.
Saat mereka sampai disana Dhany dan William langsung keluar dari mobil dan bergegas mencari keberadaan Nandha. Setelah lelah mengelilingi gudang tersebut, akhirnya mereka sampai di suatu lorong panjang.
BRUUUK...KRAAAK...CEKRAAAK...
Tiba tiba terdengar suara berisik seperti barang jatuh dan orang kesakitan, seketika mereka saling memandang satu sama lain. Mereka berlari mencari dimana sumber suara tersebut.
Sampailah mereka disebuah ruangan, disana ada sebuah jendela kaca yang sudah mulai buram namun masih bisa melihat sesuatu didalamnya. Betapa terkejudnya mereka melihat Nandha menghajar preman preman bayaran itu dengan ganasnya.
"Ini baru istri gue"ucap Dhany sambil memasang senyumannya.
"Gila si Nandha keren banget"ucap William tercengang dengan apa yang dilihatnya.
Dhany dan William tidak jadi menolong Nandha, mereka hanya mengamati dari balik jendela sambil tersenyum penuh misteri.
Melihat Nandha keluar dari ruangan itu sukses membuat Dhany dan William kelabakan mencari tempat bersembunyi. Setelah Nandha pergi agak jauh Dhany membisikan sesuatu di telinga William.
"Gue mau lo urus dia, dan masukan beberapa orang kita kedalam sekolah buat ngelindungi istri gue"ucap Dhany berbisik.
*****
Nandha meninggalkan gedung tua itu dengan keadaan basah kuyup, ia mengomel sepanjang jalan sambil mengotak atik ponselnya untuk memanggil taxi online. Karena daerah yang sedikit terpencil membuat taxi yang dipesan oleh Nandha datang sedikit terlambat.
__ADS_1
Setelah menunggu selama 15 menit akhirnya taxi pesanannya datang, ia segera masuk dan memberi tau alamat tempat tinggalnya dan Dhany pada supir taxi tersebut. Selama perjalanan Nandha tertidur dalam keadaan basah kuyup, hingga membuat supir taxi yang sudah berumur itu kasian dan akhirnya ia mematikan ACnya. Setelah menempuh perjalana selama 1 jam akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
Nandha membayar ongkos taxi dan segera masuk kedalam rumah yang disambut oleh para maid.
*****
Dhany mengajak William kembali pulang, urusan Ratu akan ia urus setelah kembali kerumah. Dhany mengantar William kembali kesekolah karena mobilnya ada disana.
Setelah mengatar William Dhany bergegas pulang kerumah, ia sampai di rumah dan langsung mencari istrinya yang ternyata sedang makan dengan asyiknya setelah mandi dan ganti baju.
"Udah pulang kamu yang??"tanya Dhany saat menemui Nandha di meja makan, ia sengaja berpura pura tidak mengetahui kejadian yang menimpa Nandha tadi.
"Hmm, baru aja nyampek"ucap Nandha santai seakan tidak terjadi apa apa.
"Yang suapi dong laper nih"ucap Dhany manja.
"Oh, duduk sini gue suapin"ucap Nandha sambil menunjuk kursi di sebelahnya.
"Makan dari suapan orang laen itu emang nikmat ya"ucap Dhany dengan wajah imutnya, setelah mendapat suapan pertama dari istrinya.
"Hilih, btw lo tadi ke kantor papa ngapain aja??"tanya Nandha kepo.
"Bahas kerjaan doang"ucap Dhany disela sela makannya.
"Emang tadi kagak makan disana???"tanya Nandha lagi, karena ia heran melihat lahapnya suaminya saat makan.
Dhany hanya menggelengkan kepalanya sambil meminum jus alpukat milik Nandha.
"Oy punya gue!!"ucap Nandha setengah berteriak.
"Isssh, pelit banget sih, nih gue balikin ke elo"ucap Dhany sambil mengecup singkat bibir Nandha.
Nandha yang mendapatkan ciuman itu sangat terkejut, ia hanya bisa melongo. Sedangkan Dhany ia sudah lari secepat kilat untuk menghindari amukan Nandha. Dan benar saja beberapa menit kemudian Nandha berteriak teriak memanggil namanya.
"DHANYYY!!!!"teriak Nandha setelah sadar dari lamunannya.
Mendengar teriakan istrinya Dhany malah tertawa keras sambil terus berlari menjauh. Saat Dhany sudah menjauh Nandha memegang bibir yang dikecup oleh Dhany tadi sambil berkata.
"kenapa gue deg degan ya??"ucapnya lirih dengan wajah yang sudah memerah bak kepiting rebus.
******
__ADS_1
Author:"Hay gaes gue rencana mau bikin grup di wa nih...menurut kalian gimana??? kasih saran dong"