The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 107


__ADS_3

Budayakan like, koment, vote dan follow ya biar Chiplux makin semangat up nya. Happy reading.😊😊😊


"Silakan masun tuan - tuan dan nyonya." Resepsionis itu membukakan pintu dan langsung pergi setelah mempersilakan tamunya masuk.


*****


"Oho ... Akhirnya anda sampai tuan Carenn," kata Bryan ramah.


Sandi tersenyum lebar, "Tentu saja Tuan, bagagai mana mungkin saya membuat anda menunggu," kata Sandi.


"Oke - oke sekarang silakan duduk, dan ... mereka ini?" tanya Bryan sambil menunjuk kearah Jafar dan Lional.


"Mereka anak saya tuan, yang ini Jafar dia anak sulung saya dan ini Lional adiknya," jelas Sandi.


"Silakan duduk nyonya Carenn, maaf kalau kantor saya agak kecil dan sesak ya," ucap Bryan.


Wanda yang dari tadi termangu oleh megahnya kantor Bryan menjadi salah tingkah saat di tegur oleh sang empunya.


"B-bukan begitu tuan, kantor anda ini sangat mewah membuat saya menjadi betah," jawab Wanda malu - malu.


"Hahaha, baiklah ... Eemm, saya rasa Jafar ini seusia adik saya, kamu sekolah dimana Far?" tanya Bryan sambil memencet tombol telfon di mejanya.


Saat Jafar ingin menjawab pertanyaan Bryan. Tiba - tiba Bryan mengangkat tangannya memberi isyarat agar berhenti disana.


"Tolong bawakan minuman dan makanan keruangan saya segera untuk 7 orang," perintah Bryan pada orang yang di telfonnya.


"Baik, bagaimana tadi?" tanyanmya lagi.


"Saya sekolah di Fenitha International High School tuan," jawab Jafar yang sempat terhenti.


Bryan membulatkan matanya, "Wahh seriously? Apa kamu tau ... adek saya juga sekolah disasna lho," kata Bryan dengan mata yang berbinar - binar.


"Apa?!! Adek anda sekolah disana? tapi saya tak pernah tau akan hal itu," balas Jafar.


"Kamu mengenalnya,hanya saja kamu tak menunda kalau dia adalah dia," ucap Bryan ambigu dan membingungkan.


Disaat mereka asik mengobrol masuklah seorang gadis cantik dengan setelan casual dengan barbarnya memasuki ruangan tempat Bryan mengobrol dengan keluarga Carenn.


"Dasar breng ... !!!" makian itu terhenti keluar dari mulut gadis itu.

__ADS_1


"Nandha?!" ucap Jafar terkejut melihat kedatangan sang mantan kekasih di dalam ruangan itu.


"Lah ini Kadal Amazon ngapain coba?" batin Nandha.


Jafar terus memandang ke arah Nandha sambil menautkan alisnya, "Ngapain dia disini sih, jangan sampai dia ngomong yang enggak - enggak disini. Nanti rencana gue bisa hancur," batin Jafar khawatir.


Jafar berdiri dan langsung menunjuk kearah muka Nandha, "Kamu ngikutin aku ya? Kita ini udah putus kamu harus lupain aku, kamu harus move on," dalih jafar.


"Hah ?? What the fu*K?!!"


"Kamu jangan bohongin diri kamu lagi. Aku tau kamu masih sayang sama aku, tapi aku udah nggak bisa balik sama kamu," kilah jafar yang memainkan drama sucinya.


Nandha bersemirk, "Bagaimana mungkin aku bisa melupakanmu, jika setiap aku keluar aku selalu melihat sesuatu yang mengingatkanku padamu, seperti ... tempat sampah dan t*i anj*ng," balas Nandha.


"Asdfghhkl !!!"


Semua orang terkejut mendengar ucapan Nandha yang sarkas itu. Hanya Bryan yang tidak terkejut namun malah tersenyum miring.


"Tuan Bryan !!! Tuan harus hati - hati dengan wanita ular ini. Dia ... dia sudah menyihir anak saya sampai anak saya tergila - gila sama dia dan meninggalkankeluarga kami. Dia itu wanita jal*ng!!" ucap Wanda sambil menunjuk ke arah Nandha.


"Kamu bilang apa tadi??" tanya Bryan dengan raut muka yang menghitam.


"Udah tuwir tapi pakek dasi aja masih nggak becus, pastes aja lo nggak ada pacar," ujar Nandha sambil menarik dasi yang tergantung di leher Bryan.


"Gue kan punya adek cewek yang siap benerin dasi penceng gue, so ... ngapain gue repot - repot mikirin dasi," jawab Bryan yang langsung berubah ceria.


"What?!!"


Sekali lagi keluarga Carenn berhasil di buat membulatkan mata dan mulutnya. Gadis polos yang di pacari oleh putra beberapa tahun lalu ternyata menyimpn sebuah kejutan besar.


Gadis yang selalu di hinanya karena status sosialnya yang tak jelas ini ternyata adalah seorang nona muda keluarga Agatha.


"D-dia ... Dia adik anda?? Adik kandung anda Tuan muda Agatha?" tanya Sandi tergagap.


"Ya !! Gadis dekil dari anak orang miskin ini adik kandung saya. Gadis yang kalian sia - siakan saat mencintai anak anda. Gadis yang rela membuang waktu dan hatinya untuk seorang bajing*n seperti anak anda." tukas Bryan.


"Jadi ini alasan elo nyuruh gue kesini?" tanya Nandha santai. Dia tak menghiraukan eksistensi dari keluarga Jafar yang ada disana.


"Iya ... Tapi, dimana laki lo?" tanya Bryan sambil celingak - celinguk mecari keberadaan suami sang adik.

__ADS_1


"Bentar lagi, tapi kayaknya dia dateng sebagai itu," kata Nandha sambil berjalan kearah meja Bryan.


Bryan menaikkan sebelah alisnya. Kakak tampan itu nampak bingung akan ucapan sang adik.


"Maaf .... maaf telah mengabaikan kalian. Ngomong - ngomong saya akan memperkenalkan dia dengan benar," ucap Bryan sambil bersemirk.


Bryan berjalan mendekati Nandha, "Perkenalkan dia adik saya Adele Andrianandha Agatha. Dia adalah seorang putri satu - satunya di keluarga Agatha kami. Aah satu lagi, dia ini adalah CEO dari AA GROUP yang selalu jadi misteri umum itu lho," ujar Bryan sambil menutup mulutnya.


Nandha yang duduk di kursi kerja Bryan hanya menatap lurus ke arah keluarga Carenn. Dia belum mengatakan apapun tentang perkenalan itu, saat tiba - tiba 4 orang asing dengan jubah hitam menutup tubuh mereka masuk ke ruangan itu tanpa aba - aba.


"Siapa kalian?" tanya Bryan panik.


"Mohon tuan Bryan untuk tenang, kami disini ingin menangkap seorang mata - mata dari kelompok kami," ucap salah satu dari orang bertopeng itu. Menilik suaranya yang manly dia merupakan seorang laki - laki.


"Kenapa dateng dengan sosok ini?? Kan kasian kakak jadi kaget," kata Nandha.


"Mau gimana lagi, dia yang memaksaku mengambil keputusan ini," jawab laki - laki bertopeng yang paling depan.


"Kamu kenal dia?" tanya Bryan bingung.


"Dia adik iparmu sendiri," kata Nandha singkat.


"Apa ?! Hey bodak ... ngapain kau pakai topeng?" tanya Bryan menggelegar.


"Maaf saya disini bukan sebagai adik ipar anda. Saya kemari sebagai Dewa Kematian pemimpin organisasi Ghost Crime. Dan tujuan saya kemari untuk membawa saudara Lional kembali ke markas," kata Dhany formal.


"Bagus juga nih anak, bisa nempatin diri dengan tugasnya," batin Bryan yang bangga pada adik iparnya itu.


"Ada masalah apa dengan anak saya, dan siapa kamu?" tanya Sandi berapi - api.


Dhany berjalan mendekat kearah laki - laki yang tengah menghujaninya dengan tatapan membunuhnya. Bukan dhany namanya kalau bisa di taklukkan hanya dengan sebuah tatapan saja.


Dhany melepas topengnya tepat di depan wajah Sandi dan berkata, "Sekali lagi saya katakan. Saya adalah Dewa Kematian pemimpin organisasi mafia Ghost Crime, anak anda harus saya bawa untuk di introgasi pasal penjualan informasi yang di lakukannya." ucap Dhany datar.


"Tidak bisa !!!" Sandi berteriak menghentikan kegiatan Dhany.


"Jangan ganggu urusan kami karna akibatnya akan sangat buruk!!!" ujar Dhany memberi peringatan pada Sandi.


****

__ADS_1


__ADS_2