
"ELOOOOO?!?" ucap mereka kompak.
"Loh, kalian udah saling kenal??" tanya Katrine.
"Iya ma, aku kenal dia baru kemarin. Dia ini temen sebangku aku" ucap Dhany.
"Dan temen bolos gue kemarin, hahaha" batin Dhany.
Betapa terkejutnya Nandha melihat orang yang akan dijodohkan dengannya adalah DHANY teman barunya kemarin.
"Waah, kebetulan sekali jadi makin mulus rencana kita" ucap Monica senang.
"Ayoo, duduk dulu dan mari kita bahas lagi rencana kita" ucap Tengku mempersilakan tamunya untuk duduk.
Setelah obrolan yang sangat panjang akhirnya mereka menanyakan pendapat kedua anak muda itu.
"Jadi bagaimana nak Dhany apa kamu menerima perjodohan ini??" tanya Alexander.
"Kalau saya sih terserah kedua orang tua saya saja om" ucap Dhany sopan.
"Kalo mama sih setuju banget, nah sekarang tinggal kamu sayang. Gimana kamu mau nggak dijodohkan dengan anak tante??" ucap Katrine.
"Nandha gak ada masalah tante, toh cuma tunangan kan" ucap Nandha sambil meneguk minumannya.
"Nah, karena sekarang sudah tidak ada masalah lagi, kenapa kita tidak sekalian saja melangsungkan pernikahan mereka dalam minggu ini??" ucap Monica spontan.
Nandha yang mendengar itu kaget, ia reflek memelototi mamanya.
"Mom, kita kan masih sekolah, nanti gimana kehidupan sekolah kita??" ucap Nandha.
"Kamu tenang saja, sekolah itu milik kami. Sekolah itu saya dan ayah kamu yang membangunnya" ucap Tengku sambil merangkut sahabatnya.
"Setahu gue sekolah itu dibangun oleh deddy bersama sahabatnya yang merupakan orang terkaya kedua di dunia, jadi orang itu adalah mereka, dan artinya Dhany itu pewaris mereka" batin Nandha sambil mangut-mangut.
"Dhan, kok kamu diam aja sih??" ucap Katrine sambil menyentuh pundak putranya.
"Gak pa-pa mah, cuma kaget aja. Apa ini gak kecepetan??" tanya Dhany polos.
"Makin cepat makin baik sayang, kita langsung pernikahan kalian minggu depan gimana??" ucap Katrine yang sukses membuat kedua remaja itu mendelik.
Keluarga Agatha yang terdiri dari pasangan Alexander Agatha dan istrinya Monica Aegis, serta putra dan putrinya Bryan Agata dan Andele Andrianandha Agatha, ditambah satu anak laki-laki yang dianggap sebagai putranya yaitu Leakai Hazel. Mereka saling menatap dan menganggukan kepala secara pelan.
"Kami setuju" ucap Alexander mewakili keluarganya.
"Syukurlah, jadi sudah diputuskan kalian akan menikah minggu depan" ucap Tengku gembira.
"Baik" ucap Nandha dan Dhany kompak.
__ADS_1
Mereka pun langsung berpelukan, tidak setelah makan dan berbincang-bincang, Alexander memutuskan untuk undur diri.
"Kami permisi dulu, karena masih ada kerjaan yang belum selesai" ucap Alexander meminta izin untuk undur diri.
"Baiklah hati-hati dijalan, dan masalah pernikahan mereka kita bahas lagi nanti" ucap Tengku menyalami sahabatnya.
"Katrine kita pamit pulang dulu ya" ucap Monica pada calon besannya.
Setelah mereka selesai minta izin untuk undur diri, mereka melangkah meninggalkan tempat mereka bertemu tadi, sebelum mereka masuk kedalam lift langkah mereka terhenti karena Dhany menyusul mereka.
"Ada apa nak?? kenapa kamu disini??" tanya Monica bingung melihat Dhany yang ada dihadapannya.
"Eeemm, om.. tante bolehkan saya yang mengantar Nandha, soalnya ada beberapa hal yang harus saya bicarakan dengannya" ucap Dhany setelah mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
"Hahahaha, kayaknya ada yang belum puas nih, waktu ketemunya terlalu singkat ya broo" ejek Bryan dengan jailnya.
"Tentu saja boleh, tapi pulangnya jangan malem-malem iya" ucap Alexander sambil melirik keaah putrinya.
Mereka pun akhiranya meninggalkan Nandha bersama dengan Dhany, hening beberapa menit lalu Nandha mulai membuka obrolan.
"Jadi lo mau bawa gue kemana??" tanya Nandha sambik menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kita kemobil gue dulu, nanti juga lo tau sendiri" ucap Dhany sambil melirik jam tangan mewahnya.
Setelah sampai didalam mobil, kini Dhany yang mulai membuka suara pertama kali.
"Heeem, iya gara-gara lo sih. Kalo bukan elo yang dijodohin ama gue mungkin gue gak bakal terima" ucap Nandha santai.
"Maksud lo??" ucap Dhany yang melirik Nandha dari kaca depan.
"Seenggaknya gue tau siapa elo, walau baru sehari. Dan gue cukup bersyukur dengan fakta itu" ucap Nandha sambil melihat kearah Dhany.
"Kita sampai" ucap Dhany saat sampai disebuah tepi danau.
"Lo gak mau bunuh gue disinikan???" ucap Nandha bercanda.
"Kayaknya boleh juga tuh ide lo" ucap Dhany santai.
Kini mereka sudah duduk disebuah bangku panjang, yang ada disana.
"Sebenernya gue juga bersyukur, waktu tau elo yang dijodohin ama gue" ucap Dhany pelan.
"kenapa???" tanya Nandha sambil mengangkat satu alisnya.
"Karena gue tau elo orangnya bertanggung jawab, walau kita baru ketemu kemarin. Tapi setelah melihat kejadian di rooftop" ucap Dhany sambil melihat Dhany.
"Mungkin sekarang gue emang belum cinta sama elo, tapi gue janji gue bakal menjaga elo dan bahagiain elo" janji Dhany kepada Nandha.
__ADS_1
"Santai aja kali, bukan cuma elo tapi gue juga janji. Gue bakal menuhin semua tanggung jawab gue" ucap Nandha sambil meliat kearah danau.
Dhany melihat Nandha yang mengusap lengannya karena kedinginan, akhirnya ia melepas jas yang ia kenakan dan memakaikan untuk Nandha.
"Udah mulai dingin, pulang yuk" ajak Dhany penuh senyuman, yang mendapat anggukan kepala oleh Nandha.
Belum lama berada di mobil Nandha merasa lelah, tanpa sadar ia terlelap. Terkadang kepalanya terbentur kaca pintu mobil, Dhany hanya tersenyum melihat kejadian itu.
Saat sampai didepan rumah Nandha, ia menghentikan mobilnya dan melihat Nandha sekilas.
"Gue baru sadar, ternyata elo cantik banget"batin Dhany.
Karena tidak ingin membangunkan Nandha, akhirnya ia menggendong Nandha. Saat sampai diruang tamu Dhany disambut oleh Bryan.
"Lah adek gue kenapa??" tanya Bryan panik.
"Gak pa-pa dia cuma ketiduran doang"ucap Dhany menenangkan Bryan.
"Tidur?!? elo gak masukin obat tidur kemakanan atau minuman tadi kan??" cecar Bryan membuat Dhany risih.
"Enggaklah gue gak sebejat itu bro" ucap Dhany dengan suara naik 2 oktaf.
BLETAAAAK
Satu pukulan mendarat di kepala Bryan yang berasal dari sang mama.
"Sakiiiiit mom" ucap Bryan sembari mengelus kepalanya.
"Makanya kalo ngomong jangan sembarangan, dan nak Dhany maafin Bryan ya" ucap monica.
"Gak pa-pa tante, tapi ini Nandha mau dibawa kemana" tanya Dhany yang mulai pegal.
"Oh ya ampun sampai lupa, bawa aja dia kemarnya. Kamu naik lift kelantai paling atas disana kamarnya" ucap Monica memberi arahan.
"Baik tante, saya permisi dulu" ucap Dhany sambil mengangguk pelan.
Dhany mengikuti arahan dari Monica dan akhirnya ia menemukan kamar yang bertuliskan NANDHA.
"Ini pasti kamarnya" batin Dhany.
Ia membuka kamar Nandha dan menidurkan Nandha di ranjang queen size dengan hati-hati,ia menatap Nandha dalam-dalam lalu tiba-tiba.
CUP
"Good night my queen" ucapnya setelah tiba-tiba mengecup singkat kening Nandha.
Akhirnya ia keluar dari kamar Nandha, sebelum menutup pintu ia kembali melihat kebelakang semastikan calon istrinya itu. Lalu ia tersenyum melihat Nandha tertidur dengan senyuman yang menghiasi bibirnya, dan akhirnya Dhany meninggalkan Nandha yang tengah dialam mimpi.
__ADS_1
*******