The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 105


__ADS_3

Budayakan like, koment, vote dan follow ya biar Chiplux makin semangat up nya. Happy reading.😊😊😊


*****


* Seminggu kemudian*


Genap seminggu Lional mengikuti pelatihan menjadi anggota Ghost Crime. Hari ini adalah hari terakhir ia menjalani serangkaian pelatihan yang sangat berat. Mulai dari merangkan sambil di brondong peluru dari atas menara pemantau, di lempar ke laut dengan kaki dan tangan yang terikat, beradaptasi di tengah hutan dan mengenali tanaman obat - obatan liar. Sebenarnya masih banyak rangkaian pelatihan yang membuat hidupnya seperti di neraka.


Semua tekanan itu akan berakhir hari ini. Lional sudah sangat bahagia karena dia yakin bahwa dia akan di terima menjadi anggota tetap Ghost Crime karena penampilannya.


"Gue sih yakin kalau gue bakal ke terima, secara gue kan yang paling berprestasi disini," batin Lional kePDan.


Disisi lain ada Jafar yang sedang bersiap - siap untuk kembali pulang ke rumahnya. Dia yang masih memakai pakaian khas rumah sakit sedang asik memasukan semua barang - barangnya ke dalam tas yang sudah di siapkan Lional beberapa hari yang lalu saat berkunjung.


"Bangk*!! Lional mana sih? Lama amat dah ... " keluh Jafar lirih.


Tok ... Tok ... Tok


Suara pintu ruangan Jafar di ketuk dari luar, masuklah seorang suster sambil membawa sebuah nampan menu sarapan untuknya.


Suster cantik itu melempar senyuman termanisnya pada Jafar, "Pagi tuan Jafar .... Wah kayaknya sudah siap mau pulang nih," kata Suster itu.


Jafar terkekeh pelan, "Ahaha, benar Sus, kata Dokter Fisyaka kemarin, hari ini saya sudah boleh pulang," jawabnya sambil menggaruk - garuk kepalanya.


"Oke - oke ... Tapi sebelum tuan Jafar pulang, tuan Jafar harus makan dulu ya," ucap Suster itu masih di hiasi senyum yang mengembang cantik.


"Asal suster yang suapin saya pasti makan dengan lahap," ujar Jafar dengan wajah yang tersipu malu.


"Tuan Jafar jangan menggoda saya ya," ucap Suster itu.


Entah demi keprofesionalan sebagai seorang suster atau sang suster yang menaruh hati pada jafar, akhirnya dia menyuapi Jafar dengan sangat telaten layaknya seorang istri yang merawat suami yang sedang sakit.


Di sela - sela acara bermesraannya itu Jafar terus mengajak Suster mengobrol dengan pembicaraan renceh.


"Sus, ada yang mau saya tanyakan, boleh?" tanya Jafar sopan.

__ADS_1


"Boleh silakan, anda mau tanya apa?"


"Sebenarnya apa yang terjadi sama dokter Fisyaka? Kenapa dia selalu dingin pada saya?" tanya Jafar serius.


"Saya sendiri kurang tau. Saya juga baru pertama kali melihat dokter Fisyaka sedingin dan sekejam ini. Pasalnya beliau terkenal sebagai dokter yang ramah dan baik hati pada semua orang. Kami juga sering mendapatkan traktiran dari dokter Fisyaka, kalau menurut saya pribadi dokter Fisyaka itu dokter yang baik banget." jelas Suster tersebut.


"Tapi entah kenapa saya merasa kalau ada yang aneh sama dokter Fisyaka," kata Jafar lagi.


"Mungkin hanya perasaan anda saja, atau mungkin anda pernah menyinggung beliau mengingat fakta kalau anda pernah di tampar beliau," ucap Suster itu memberikan opininya.


"Saya juga tidak tau apa salah saya, saya ingin memperbaiki kecanggungan ini," kata Jafar.


Mereka terus mengobrol mengenai dokter Fisyaka sampai tanpa sadar makanan yang di suapkan oleh sang Suster kini telah tandas.


"Karena makanannya sudah habis saya permisi dulu tuan Jafar masih ada pekerjaan yang harus saya lakukan," pamit Suster tersebut.


"Baik Sus terima kasih."


Suster itu pergi meninggalkan Jafar sendirian yang tengah melamunkan wajah cantik dokter yang merawatnya itu. Baru beberapa menit membayangkan, kini sosok nyatanya datang ke kamar tersebut dengan setelan cantik berwarna maroon di tutupi oleh jas putih bersih dan Stetoskop yang melingkar di lehernya.


"Seperti kata saya kemarin kamu sudah boleh keluar saat ini juga," kata dokter Fisyaka datar.


"Dok ... Sebenarnya saya ada salah apa sama anda sampai anda secuek ini pada saya?" tanya Jafar serius.


Dokter Fisyaka dengan santainya menanggapi pertanya Jafar sambil menulis laporan pada dokumen yang ada di tangannya.


"Waktu saya periksa kamu cuma alat reproduksi kamu aja yang bermasalah, jadi nggak mungkin otak kamu itu nggak bisa di pakek buat mikir." jawab dokter Fisyaka dengan santai.


Dokter Fisyaka menatap Jafar dengan intens, "Atau kamu mau kita adakan pemeriksaan menyeluruh?" tanya dokter Fisyaka.


"Dokter !!! Saya bingung, sebenarnya saya ada dosa apa sama anda sampai anda sebegitu membenci saya ?!!" Jafar mencengkram lengan dokter Fisyaka dengan erat dan mendorongnya sampai membentur dinding.


Dokter Fisyaka mulai geram akan tingkah Jafar ini. Terlihat jelas guratan - guratan urat pada pelipis dokter cantik itu, "Apa yang mau kamu lakukan? Apa kamu mau melecehkan saya? Heh ... Kamu tak akan bisa melakukannya, juniormu itu sudah tidak bisa bereaksi," ucap dokter Fisyaka mencemooh Jafar.


Jafar mengepalkan tangannya karena kesal setengah mati akan ucapan yang di dengarnya keluar dari mulut wanita yang baru ia idolakan itu. Entah setan apa yang merasukinya sampai dia mengayunkan tangannya ingin menampar dokter Fisyaka.

__ADS_1


Kesalahan !!! Kenapa ?? Karena dokter Fisyaka bukan wanita main - main. Dengan sigap dokter Fisyaka meraih tangan Jafar dan langsung memutarnya sampai ke punggung dan menahannya dengan kakinya.


KRAK !!!


AAHH ....


"Kamu mau main kasar sama saya?? Tolong tunggu di kehidupan berikutnya saja ya," bisiknya di telinga Jafar.


"Siapa anda? Aaahhh ... " tanya Jafar sambil menahan rasa sakit di tangan dan bahunya.


Dokter Fisyaka bersemirk, "Tidak penting siapa saya kalau kamu tau pun kamu nggak akan bisa melakukan apa - apa" dokter Fisyaka melepaskan cengkramannya dan membenarkan tatanan jasnya yang sedikit berantakan.


"Lebih baik kamu segera pergi dari rumah sakit ini dan jangan pernah kemari lagi," perintah dokter Fisyaka sebelum pergi dari ruangan Jafar.


Jafar tertegun menatap kepergian dokternya itu.


"Kok kek deja vu ya, dulu sama Nandha gue dibuang di tempat sampah. Nah ini, hampir bikin tangan gue patah. Sial banget dah ... " batin Jafar ngedumel.


"Udah - udah daripada gue mikir yang nggak - nggak mending gue telfon si Lional aja." Jafar mencari dimana dia meletakkan ponselnya.


Ditekannya nomer telfon sang adik dengan emosi.


"Halo dek, elo dimana dah? Lama amat," keluh Jafar.


"Ini masih di jalan kak, cerewet amat sih," Jawab Lional dari seberang sana.


"Gue udah Gedeg disini, gue mau kumpul sama anak - anak lagi. Gue kangen Bagas juga," dusta Jafar pada Lional.


"Bokis lu, ngomong aja lo kangen sama cewek pelih*r*n si Bagas. Tapi kan junior elu udah nggak bisa di pakek kak, hahaha," goda Lional di iringi gelak tawa yang sangat menjengkelkan di telinga Jafar.


"****** aja lu sat !!!" Jafar mematikan ponselnya dilemparnya ponsel apel krowak edisi terbaru itu kesembarangan tempat.


"Semua ini gara - gara elo Nandha !!! Elo harus bayar mahal atas perbuatan elo. Tapi ... Dia sekarang pacaran sama Dhany, mana Dhany ternyata si Dewa Kematian lagi ... Nggak ada cara lain selain gue harus deketin anak perempuan keluarga Agatha. Gue harus deketin dia terus nanti pakek kekuatan keluarga dia buat hancurin si Nandha sama Dhany !!! ya itu rencana yang bagus, gue emang pinter."


*****

__ADS_1


__ADS_2