The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 45


__ADS_3

******


"Hah??rekam tuan??"tanya Leon cengoh.


"Iya, habis itu serahin rekamannya ke William"ucap Dhany sambil bermain kursi putarnya.


"Oh baik tuan, kalo begitu saya permisi dulu"ucap Leon sambil membungkuk memberi hormat dan lalu pergi meninggalkan Dhany yang nampak merenung sendiri.


*******


"Dimana bocah si*l itu"ucap Tengku penuh amarah.


Disaat semua orang panik dengan keadaan Nandha yang masih ada diruang IGD. Mereka harus bertambah panik dan bingung dengan hilangnya Dhany secara misterius.Tengku menjadi kalap dan hampir mengamuk di rumah sakit.


"Halo Anjar, cepat kamu lacak keberadaan Dhany dengan apa saja, mau pakek GPS ataupun satelit saya tidak peduli, saya mau kabar tentang dia secepatnya"ucap Tengku sewaktu menelfon asistennya itu.


"Baik tuan saya akan memberi kabar anda secepatnya"ucap Anjar dari sebrang sana.


Tengku mematikan ponselnya dan kembali mondar mandir seperti setrika.Alexander hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan besannya itu.Sedangkan Katrine dan Monica tengah berpelukan seperti tel*etubbies sambil sesenggukan. Sedangkan Bryan tengah mendonorkan darahnya untuk Nandha.


Kriiiing.....Kriiing.....Kriiiing


(jan pada nyanyi kring...kring...kring suara sepedah ya😂😂😂)


Ponsel Tengku berdering tertulis nama ANJAR yang terpampang nyata bak jambul khatulistiwa punya zyahroni,ia lantas mengangkatnya dengan buru buru.


"Halo tuan"ucap Anjar dari seberang sana.


"Ya bagaimana Anjar??"tanya Tengku tanpa basa basi.


"Saat ini tuan muda ada di markas ghost crime tuan, tadi saya juga dapat kabar dari informan kita kalo tuan muda memerintahkan William untuk memotong tangan serta lidah dari orang yang menusuk nona muda, tuan muda juga memerintahkan agar orang itu di botaki"ucap Anjar memberi tau rencana Dhany pada bosnya.


"Apa?!!Dhany menyuruh orangnya buat motong tangan serta lidah dari orang yang sudah melukai menantuku??apa dia sudah gila??"ucap Tengku dengan nada 8 oktafnya.


Mendengar ucapan Tengku semua orang terlonjak kaget,mereka membayangkan wajah Dhany yang menurut mereka masih polos.Mereka bertanya tanya,bagaimana mungkin anak seusia Dhany bisa sekejam itu.


"Kenapa tuan??apakah itu terlalu kejam??"tanya Anjar yang tidak tau maksud bosnya itu.


"Bukan!!jika hanya memotong tangan dan lidahnya saja tidak akan cukup, dia harus memberi pelajaran lebih sadis lagi.Misalnya memotong lehernya saja"ucap Tengku dengan penuh semangat.


Semua orang kembali terhenyak akan ucapan Tengku yang menyarankan agar Dhany memotong leher Ratu.


"Yak Tengku, apa kau sudah gila??"ucap Alexander dengan nada kesalnya.


"Tunggu sebengar Lex, aku masih ingin bicara dengannya"ucap Tengku seenaknya.


"Baru saja saya mendapat kabar bahwa tuan muda mengubah hukumannya"ucap Anjar lagi.


"Oke dia ganti menjadi apa??"tanya Tengku penuh Antusias.


"Tuan muda mengirimnya kerumah bordir bersama anak buahnya, tuan juga meminta orangnya yang lain untuk merekam semua yang terjadi disana"ucap Anjar memberi laporan.


"Ah-ahahaha, aku mengerti sekarang, kerja bagus bocah setan"ucap Tengku puas.


"Kau tadi ngomong apa Lex??"tanya Tengku dengan nada lebih santai.


"Apa kau sudah gila menyuruh anakmu membunuh orang??"tanya Alexander sedikit marah akan tindakan temannya itu.


"why??itu pekerjaannya, apa kau tak tau bahwa putraku si bocah setan itu penguasa dunia mafia??"ucap Tengku santai.

__ADS_1


"Apa??anakmu itu penguasa dunia mafia??"ucap Monica yang langsung melepas pelukan Katrine.


"Benar Ica, putraku seorang mafia"ucap Katrine lirih.


"Lalu ngapa lo nggak mbac*t dari awal sih"ucap Monica yang sudah berubah mode barbar.


"Waktu itu pan die udah kagak main didunia itu lagi gegara pak tua itu ngomel ngomel macem kita kalo lagi arisan"ucap Katrine yang ikutan mode barbar sambil menunjuk kearah suaminya.


"Yang bener aja dong, gila anak gue nikah ama raja dunia hitam??bisa dalem bahaya terus dong??"ucap Alexander.


"Sorry broo, dulu dia udah kagak main disono, dia balik jadi mafia juga gara gara pengen ngelindungin bininya"ucap Tengku lirih, ia mengakui kalau ini adalah salahnya.


Semua orang jadi mode barbar, karena mereka dari awal memang barbar.Sekarang kalian tau darimana kebarbaran Dhany dan Nandha berasal.


*******


"Sini lo, ikut gue"ucap William sambil menarik tangan Ratu meninggalkan ruang bawah tanah itu.


"K-kita mau kemana Will"ucap Ratu yang sudah hampir menangis.


"Diem, lu mau gue selametin kagak?!!"ucap William sarkas.


"Se-serius Will??"tanya Ratu tak yakin akan ucapan William.


"Sekali lagi lo bac*t gue tinggalin"ucap William dengan pandangan membunuhnya.


Mendengar ancaman dari William membuat Ratu menutup mulutnya rapat rapat.Ini kesempatan bagi william untuk menghubungi seseorang.


"Halo siapin aphorodisiac di mobil gue!!"perintah William dingin.


"Yak,abang lo mau main sama sapa??"ucap seseorang disebrang sana.


"Ahay,santai napa bang.Nanti gue campurin di botol air ye"ucap orang itu lagi.


"hem"ucap William singkat.


William dan Ratu terus berjalan hingga sampailah disebuah ruangan besar yang sangat ramai.Ratu mempererat pegangan tangannya saat melihat tatapan lapar dari orang orang yang ada disana.


"Wi-will gue takut"ucap Ratu sambil menangis.


"Udah lo diem aja"ucap William dingin.


Kini sampailah mereka di halaman yang luas dan terparkir mobilnya rapi disana,William membuka pintu mobilnya dan menyuruh Ratu untuk masuk.


"Masuk!!!"ucap William yang konsisten dengan gaya dinginnya.


Ratu menurut dengan semua ucapan William,ia duduk disebelah kemudi disusul dengan William yang masuk dan duduk di balik kemudi.


"Nih minum"ucap William sambil menyodorkan sebotol air.


"Ma-makasih"ucap Ratu sambil meraih botol tersebut dan meminunnya.


Melihat Ratu meminun airnya tanpa ragu membuat William harus menginjak gas dengan kuat agar lekas sampai tujuan.Ia tak mau sepanjang jalan harus mendengar rengekan rengekan manja orang hilang akal.


Saat William fokus dengan jalanan yang terbilang padat,Ratu disebelahnya tengah membuat gerakan gerakan erotis.Ia merasakan ada hawa panas yang menjalar keseluruh tubuhnya.


"Wi-Will nyalain ACnya disini panas banget"rengek Ratu manja sambil melepas 2 buah kancing atas seragamnya.


"......"William diam saja, jangankan menjawab, melirik saja tidak.

__ADS_1


"Aaah,uuuuh panas,William panas banget sih"ucap Ratu yang tak henti hentinya merengek.


"Aaaaah dingin nyamannya"ucapnya yang dengan berani menelusupkan wajahnya di ceruk leher William sambil di gesek gesekan.


"Yang namanya jal*ng mau di apa apain ya tetep aja jal*ng"ucap William sarkas.


Ratu tak bisa berpikir jernih karena pengaruh obat perangsang dengan dosis tinggi yang dimasukan kedalam botol air itu.Ia semakin berani menggoda William yang tengah mengemudi.


"Will ***** yuk gue masih ori lho!!!"ucap Ratu dengan mesumnya.


Ia lantas meraih junior William dan hampir membuka celananya sebelum tangannya di hentikan oleh William.


Ckiiiiit.....!!


William menghentikan mobilnya di depan rumah bordir yang cukup mewah dan ramai.Ratu mengerjap bingung kenapa ia dibawa kesini oleh William, dan kenapa ia harus merasakan panas yang luar biasa.


"Will ngapain kita kesini??"tanya Ratu dengan tampang imutnya yang sukses membuat William jyjyk.


"Katanya mau *****"ucap William seenaknya.


Ratu tidak melanjutkan pertanyaannya karena kini ia sudah ditarik William keluar dari mobil dan masuk kedalam bangunan itu.William melewati semua orang dengan gaya angkuhnya.Ia melenggang masuk hingga sampailah di depan sebuah kamar.


"Diem disini gue mau pesen minum"ucap William saat sudah ada di dalam kamar.


"Oke jan lama lama"ucap Ratu yang sudah di ambang batas kewarasan.


Willian berjalan keluar dengan santai, namun saat ia sampai di depan pintu ia bertemu dengan sekelompok anggotanya.


"Dia milik kalian maka berpestalah"ucap William sambil tersenyum.


"Dan buat lu dek, kalo lo mau main lo harus yang pertama ngerti dan jangan lupa tugas dari boss"lanjutnya sambil menepuk pundak salah seorang anggotanya yang paling mencolok.


"Beres bang"ucap pria tampan dengan wajah mirip,ah bukan mirip tapi sama persis dengan William,dia adalah adik kembar William.


William tersenyum lantas meninggalkan tempat itu.Terdengar jeritan Ratu yang errr menurut William.Suara suara lackn*t itu terdengar jelas di telinganya,ia mempercepat jalannya agar ia dapat segera keluar dari tempat terkutuk itu.


*****


Author:"Dhan si William itu normal kagak sih???"


Dhany:"Emang kenapa thor??"


Author:"Masak di kasih ikan teri asin dia kagak nyaut🤔??"


Dhany:"Lo pikir die kocenk😑"


Author:"Kagak sih cuma mirip doang😂😂"


BLETAK


Tengku:"Dasar bocah bocah sial,istri lo itu lagi di rumah sakit lo malah enak enakan ngoceh ama ini author😡😠"(sambil jewerin kuping Dhany sama Author)


Dhany:"Sakit pah yawoh😣"


Author:"Hiks...hikss akit om😭😭"


Tengku:"Pegi nulis sono jan main teros😡awas lu dikalo sampek kagak up gue mamp*sin lo"


Author:"😨😨😨"lari ngacir menjauhi pak tua itu.

__ADS_1


*sekian dulu ya babay semuanya.


__ADS_2